Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rahasia


__ADS_3

Angel berdiri dengan wajah pasrah dihadapan Wili yang duduk didepan Angel.


"Kau tau apa kesalahanmu."


"Aku tau...dan aku tidak akan mengulanginya."


"Kau tau jika aku..akan menghukummu."


"Ya..katakan saja, aku orang yang tidak akan dari kesalahanku."


"Angel Wins...."


Angell hanya berdehem dengan gugup.....


"Kau harus mentraktirku makan selama sebulan."


"Hah."


Wili bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Angel yang masih terpaku tidak percaya dengan pendengarannya.


"Hukuman yang ringan bukan."?


"Ya....tapi bagaimana cara aku mentraktirmu Wili, apakah di jam makan siang atau malam."


"Makan siang saja, aku ingin..kau mentraktirku pada jam makan siang."


"Makan disini atau di restoran."tanya Angell tidak yakin, ia berharap mereka bisa memesan makanan saja dan tidak keluar makan di perusahaannya. bagaimana jika ia bertemu dengan teman-temannya atau kenalannya. mereka bisa salah paham.


"Tergantung moodku, kadang aku suka makan makanan yang dipesan dari restoran tapi kadang aku ingin sesekali keluar juga." ucap Wili dengan tenang.


"Mengapa kau memberiku hukuman mentraktirmu...bagiku tidak masalah jika kau memilih makan bersamaku di luar, tapi kau kan sudah punya calon istri..aku tidak mau kebersamaan kita kan membuat kekasihmu cemburu."


"Tidak akan Angel, dia wanita yang pengertian." senyum Wili membuat Angel merasa aneh. mana ada wanita yang mengerti melihat calon suaminya makan siang bersama wanita lain terus menerus. Angell menggelengkan kepalanya dengan ragu.


"Itu hukuman teringan untukkmu Angel, karna aku tau jika aku menyuruhmu hal lain, itu seperti penyiksaan bagimu."


"Baiklah."


"Lalu kau tunggu apalagi." lirik Wili menaikan alisnya.


"Apa." taatap Angel bingung.


"Bukankah sekarang sudah jam makan siang."?

__ADS_1


"Sekarang maksudmu sekarang aku mentraktirmu."? Angell sangat terkejut ia tidak siap.


"Ya..dan aku sudah lapar sekarang." ucap Wili tidak sabar.


Angel mengepalkan tangan kesal, berjalan menghampiri tasnya yang tertinggal di ruangan tadi dan kemudian keluar ruangan ia menatap Wili yang masih menunggunya. astaga apa yang ada di pikiran pria ini, mengapa masih menunggunya, setidaknya ia bisa lebih dulu pergi.


"Ayo.." Wili mengulurkan tangan hingga Angel hanya melonggarkan tenggorokannya.


"Silahkan anda jalan lebih dahulu." Angel menununduk hormat.


"Kau bukan pengawalku dan aku tidak suka berjalan sendiri." ucap Wili dengan tegas.


Dan disinilah mereka berdua bersama dalam sebuah lift khusus. betapa malunya Angel ketika ia melihat tatapan berbagai arti yang dilemparkan para pegawai perusahaan ini mereka. yah..Angel tak pernah mengerti apa yang ada dikepala Wili. mengapa menghukumnya dengan cara seperti ini.?


"Ting......"


Lift terbuka dan dengan cepat Wili meraih jemari Angel untuk di genggamnya dan tersenyum kepada beberapa pegawai yang melihat mereka. Angell berusaha melepaskan pegangannya dengan sopan namun lelaki ini memiliki tangan sekeras batu. Angel mengangkat wajahnya kemudian tertegun ketika melihat sosok yang tadi pagi ia jumpai yaitu Dani. pria itu menatap ke arah tangan mereka dan hanya mengeraskan rahangnya.


"Kakak." sapa Dani menundukan kepalanya.


Wili menghentikan langkahnya dan tersenyum pada Dani yang menatap ke arah Angel dengan penuh arti. kedua pria itu saling memandang dengan tatapan beku.


"Kau cepat sekali kembali adikku."


"Bagus...." ucap Wili semakin mengeraskan genggaman tangannya.


"Siapa dia kak." tanya Dani sembari menatap Angel dengan begitu dalam.


"Dia adalah rahasiaku, Dani." ucap Wili berteka-teki.


"Tuan Dani, senang betemu denganmu." senyum Angell senang.


"Tentu saja, aku juga senang bertemu denganmu nona Angel."


"Oke..kami harus pergi sekarang Dani, lanjutkan urusanmu sendiri." Wili menyipitkan matanya dengan arti khusus kepada adikknya.


"Tentu kakak, semoga harimu menyenangkan." balas Dani menunduk hormat membiarkan mereka pergi, namun ia bisa melihat jika sesekali Angel membalikan wajahnya sambil tersenyum.


"Dia milikku kak, bukan milikkmu." desis Dani dengan nada tegas.


**********************************************


Rafael tidak sabar ketika Elena sengaja berdiam diri dikamar mandi dengan waktu yang sangat lama. pria itu mendekati pintu dan segera mengetuknya.

__ADS_1


"Apa kau tidur didalam sana." teriak Rafael menggelegar.


Elena terkejut dan menatap ke arah pintu dengan ketakutan yang menyebar. bagaimana ini, mengapa Rafael tidak bisa menahan dirinya sedikit saja.


"Aku belum selesai." balas Elena dengan suara yang bergetar.


"Apa kau sengaja ingin menguji kesabaranku."?


"Baiklah...aku selesai."


Elena memejamkan matanya dengan genangan air mata yang terlihat. mendekati pintu dan membukanya.


Elena terkejut karna Rafael segera meraih tubuhnya keluar dari sana dan menghempaskannya secara kasar di ranjang.


Elena bahkan masih memakai jubah mandinya. sial gerutu Rafael.


"Aku bosan jika setiap saat aku harus selalu memaksamu untuk melayaniku Elena, tidak bisakah dengan sukarela kau melayaniku."


"Aku tidak punya nafsu sebesar dirimu Rafael, aku punya hal lain untuk aku pikirkan bukan hanya melakukan ini terus menerus." jerit Elena melawan.


Kemarahan Rafael memecah saat itu juga diraihnya tubuh Elena dengan sebelah tangannya memaksa wanita itu berdiri di dekatnya.


"Apakah hal lain yang kau maksud adalah Kenzo teman barumu itu...kau memikirkan dirinya."? ucap Rafael dengan mata menyala-nyala.


"Darimana kau tau tentang temanku."


"Kau terkejut ya..apa kau berpikir untuk lepas dariku dan bersamanya, kau pikir aku seorang Rafael Wins akan membiarkannya."


"Rafael...dia hanya temanku, dia menolongku menunjukan kelas padaku."


"Aku tau itu semua baru awal kan, setelah itu dia akan mendekatimu dan kau terpengaruh lalu membatalkan pernikahan kita bukan." tuduh Rafael tajam.


"Aku tidak begitu Rafael." isak Elena ketika lengannya merasa kesakitan oleh pegangan kuat Rafael kepadanya.


"Kau tidak akan lepas dariku sekuat apapun kau mencoba...kita akan menikah dan saat itu, kau akan mengalami hal yang tidak pernah kau alami selama hidupmu."


Airmata Elena menetes sesungguhnya ia hanya ingin menjadi gadis biasa yang menjalani hidup dengan tenang. bagaimana bisa perjodohan ini yang akan menghancurkan hidupnya.


Rafael adalah pria muda yang begitu digilai banyak wanita, pergaulannya di kalangan atas dan selalu terbiasa hidup dengan kesuksesan dan mampu mendapatkan apa yang ia inginkan. ia tak pernah merasakan kegagalan atau berada di dalam posisi tidak berdaya. Elena muak bersama Rafael, segala pikirannya tercurah dengan memikirkan bagaimana melepaskan diri dari pria ini. bagaimana caranya........


Lamunan Elena terhempas ketika, Rafael meraih tubuhnya dan dengan sekali hentakan, jubah mandinya terlepas tanpa mampu ia cegah. tubuhnya di dorong dengan kasar ke atas ranjang dan Rafael tidak menunggu lama dan langsung bergerak menaikinya menjebaknya dalam ciuman dan cumbuan panas yang membakar keduanya. antara benci dan nafsu yang begitu kuat menguasai keduanya.


Rafael bergerak memasuki Elena dengan hasrat yang tak mampu dibendungnya. Elena adalah rumahnya. sekuat apapun pria itu pergi. ia akan selalu merindukan rumahnya....

__ADS_1


__ADS_2