
Mikha meringis ketika tatapan dominan Derrell begitu menekannya, di samping itu ada tatapan Dion yang begitu dalam seolah mengirim sinyal untuk memeluknya.
"Ayo sayang...pendeta sudah menunggu kita, aku tidak ingin menunda waktu." ucap Derrell tajam.
Darrell melepaskan pelukannya ia tersenyum dingin, tatapannya seolah bisa bicara yang entah mengapa bisa di mengerti Mikha,
"Aku mengerti...tapi aku sungguh bingung...dimana Damian, dan mengapa malah Dion ada padamu...mengapa.."
"Aku merasa kesal jika kau terus membuka mulutmu dengan pertanyaan yang tak ingin kujawab...aku adalah Darrell jadi berhenti menyebut nama pria lain di hadapanku atau..hari ini aku ubah menjadi duka......" ancam Darrell dengan wajah serius...
Tubuh Mikha gemetar..hampir saja menjatuhkan airmatanya....
"Jangan pernah merusak riasanmu dan membuatku malu Mikha....." bentak Darrell mengejutkan Mikha..
"Kau sangat mengerikan Derrell"
"Karna itu jangan pernah mengujiku Mikha, kau tidak di ijinkan bertanya apapun....tidak...." desis Derrell mengancam....
Mikha menurunkan pandangan ke arah Dion yang berdiri agak jauh, dan menatap dengan bingung ke arah Mikha, seketika itu juga hati Mikha bergetar....yah...hatinya sakit sekali melihat tatapan Dion, dan sungguh merasa bersalah menunjukan pertengkaran orang dewasa di hadapan Dion, yah...ia akan menelan semuanya, ia akan menelan rasa sakit itu demi melihat Dion aman.
Sejak awal memang hatinya telah terhubung dengan Dion, dan perasaan ingin melindunginya begitu kuat, apalagi saat ini...Mikha tak akan bisa punya anak dan akan melindungi Dion seperti anakknya sendiri...walau Mikha masih terus mencari dimana Damian....dimana pria yang ia kenal itu..dimana keberadaannya.. dan tentang pria ini Mikha masih terus berusaha menyelidikinya, sebenarnya apa yang di inginkan Derrell darinya...siapa sebenarnya Derrell dan apa hubungannya dengan Damian dan Dion...memikirkan semua itu membuat kepala Mikha sakit...
Apakah memang mereka kembar, dan Derrell sudah membunuhnya...tapi apa alasannya....
Mikha terkejut ketika lengannya di cekal Derrell, terlalu kuat hingga Mikha merasa ngilu, dengan langkah yang cepat ia berusaha mengikuti Derrell dari belakang, yang di ikuti Dion dengan tatapan beku...
Sebuah taman di depan rumah besar yang mirip kastil itu sudah ramai dengan beberapa tamu yang tidak di kenalnya, ada seorang pendeta yang sudah siap menikahkan mereka...
Mikha menoleh gugup pada Derrell yang bahkan tidak tersentuh dengan wajah Mikha yang menderita...Mikha memejamkan mata lalu memandang Dion yang akhirnya tersenyum padanya, Dion mengangkat jempolnya dan mengarahkannya pada Mikha sekaligus menganggukan kepala....dan akhirnya Mikha bisa bernafas lega....
Derrell membimbing Mikha dan melangkah mendekati Pendeta yang sudah menunggunya, pria itu tersenyum seolah mereka adalah pria pasangan paling bahagia..pada semua yang hadir di taman itu hingga Mikha merasa ngeri sendiri..beberqpa tamu tampak berbisik Mikha bisa melihat mereka tampak memuji dirinya dan Derrell,
__ADS_1
Pendeta tersenyum ke arah mereka berdua sambil memberi aba-aba jika pemberkatan pernikahan akan segera di lakukan, Mikha menunduk dengan hati yang gundah..pernikahan apa ini, semua terasa seperti mimpi baginya...bahkan pernikahan ini tidak dihadiri satupun keluarganya, Mikha merasa sungguh terasing..bagaimana mungkin ia tidak mengenal calon suaminya bahkan latar belakangnya, orang-orang yang hadir di tempat ini hanya memberi senyum palsu padanya, ia tau sebagian dari mereka hanya terlalu takut dengan aura kejam Darrell yang begitu kentara. bahkan ia mendapati beberapa dari mereka menunduk penuh rasa hormat..
"Saudara Damian Russ, apakah saudara bersedia menerima Mikhayla Aksana sebagai istrimu, mencintainya dikala senang atau susah, sehat atau sakit sampai maut memisahkan kalian."? tanya Pendeta dengan wajah serius..
Mikha menatap Darrell, pikirannya jauh keluar mengapa Pendeta berkata kalau namanya Damian..mengapa..bukan Darrell, apa yang sedang terjadi...apakah pria ini sedang melakukan penyamaran....dimana Damian yang asli...?
"Ya saya bersedia." ucap Derrell dengan jawaban yang tegas...
Pendeta menganggukan kepala setuju, lalu pertanyaan yang sama itu di tanyakan pada Mikha dengan wajah yang serius....
Hening.......
Hening............
Sebenarnya konsentrasi Mikha tidak berada disana, kerna kepalanya terlalu penuh dengan segala kemungkinan buruk tentang Darrell..hingga pria itu mengepalkan tangannya, Mikha sudah terlambat berbicara selama 30 detik dan itu sangat lama buat Derrell...sementara pendeta menatap penuh tanya....
Derrell memeluk Mikha dengan sedikit kuat hingga mengejutkan wanita itu, tatapan Derrell begitu tajam, mungkin bagi yang melihat mereka seperti pasangan yang romantis karna nyaris tak terlihat bahwa Derrell sedang mengancam Mikha....
"Jika kau berani menantangku maka kau akan menerima berita paling mengerikan setelah pernikahan kita sayang, aku berjanji." ucap Derrell dengan senyuman tampan di wajahnya...
Mikha mengutuk kebodohannya karna menabaikan peringatan Derrell, ia tersenyum dan menatap Pendeta dengan tatapan minta maaf..
"Aku minta maaf Bapa..aku terlalu lelah jadi.."
"Tidak mengapa anakku, silahkan dijawab langsung." ucap Pendeta dengan suara yang begitu ramah...Mikha mengangguk dengan patuh.
"Yah..saya bersedia." jawab Mikha dengan hati yang teriris,
Pendeta menganggukan kepala ikut berbahagia,...
"Dengan demikian aku menyatakan kalian berdua sebagai suami dan istri yang sah di hadapan Tuhan...apa yang disatukan Tuhan tidak dapat diceraikan manusia.." ucap Pendeta tersenyum....
__ADS_1
Semua yang hadir di taman itu tampak bertepuk tangan...Derrell tersenyum puas yang terpancar dari wajahnya, keduanya saling memandang ketika tiba saatnya ia mencium sang pengantin..
Mikha tertegun sangat gugup ketika pria itu mendekatkan wajahnya, Mikha tak tau harus bersikap bagaimana...selain pasrah dan menerima....
Derrell mendekatkan wajahnya dan mencium kening Mikha dengan lembut hingga seluruh yang ada di taman itu saling menatap, mereka memuji jika tuan mereka sangat sopan,..
Akhirnya mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri, hal yang pertama dilakukan Mikha adalah menghampiri Dion yang berdiri sedikit jauh dan menikmati minuman di tangannya dengan tatapan beku...
Mikha tersenyum denganpenuh keharuan yang menguar di dadanya, ia menundukan tubuhnya agar sejajar dengan Dion,
"Tante...."
"Bagaimana perasaanmu Dion, aku sudah menjadi ibu untukmu."
Dion ingin menjawab namun ia segera menutup mulutnya ketika, melihat sosok Derrell berdiri di belakangnya dengan sorot mata tajam....
tatapan itu seakan membunuhnya...tubuh Dion menjadi lemah, ia menundukan kepalanya....
"Anakku, bukankah sudah cukup berada di luar rumah."? ucap Derrell memperlihatkan senyuman kejamnya....
Dion melonggarkan tenggorokannya, lalu meletakan gelas dan menganggukan kepala...ia menatap Mikha dan Derrell bergantian,
"Maafkan aku papa, aku akan masuk sekarang..." Dion tampak berusaha tidak menangis, namun dia tetaplah anak kecil yang akan terluka...
Mikha sungguh kesal.....ia berdiri dan menatap ke arah Derrell tajam, walau Damian juga tidak terlalu dekat dengan Dion namun ada sisi manis Damian untuk Dion namun pria ini membuat Mikha tak tahan lagi untuk melawan...
"Aku rasa otakmu sedang bermasalah Derrell."
Darrell tersenyum mendekati Mikha..menarik wanita itu mendekat hingga jatuh ke pelukannya...
"Mengapa bibirmu yang indah itu suka sekali berkata-kata tajam..aku tak sabar lagi....." wajah Derrell mendekat....
__ADS_1