Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kejutan untuk Elena


__ADS_3

"Aku mencintaimu sayang."


"Hah."


"Jangan pulang dulu karna aku akan menjemputmu istriku.."


Telp terputus meninggalkan kegugupan yang menggetarkan jantung Zefanya. ia menatap layar ponselnya yang telah mati. Zefanya memegang dadanya yang sedang berdebar kencang. apakah tadi ia tidak salah dengar? apakah Rafael sedang menyatakan cinta kepadanya.?


Astaga....Zefanya segera berlari ke ruangannya, dan mencuci muka lalu menatap wajahnya di cermin. memakai sedikit cream wajah dan lipglos warna pink yang membuat wajahnya yang tadi pucat sekarang menjadi segar dan berseri-seri. oh..mengapa ia sangat gugup menunggu Rafael? apa ini...mengapa ia meeasa senang mendengar Rafael akan menjemputnya. apakah...sesungguhnya ia sudah jatuh cinta pada Rafael.?


Oh..tidak, pernikahan mereka hanya sementara, kau tidak boleh menumbuhkan perasaan apapun Zefanya.


Dan pintu ruangannya diketuk. lalu seorang pegawainya menunduk...


"Nyonya Zefanya, tuan Rafael sudah menunggu didepan."


"Baiklah...aku akan kesana."


Pegawainya keluar....Zefanya menatap cermin sekali lagi. dan kemudian keluar dari sana.


Zefanya berpesan kepada Amel salah satu pegawai kepercayaannya dan menitipkan Restoran dalam pengawasannya.


Setelah itu Zefanya keluar dari restoran dan menghentikan langkahnya ketika melihat Rafael berdiri disana dengan senyuman yang begitu menawan.


"Kau cantik sekali." Rafael mengulurkan tangan. Zefanya tersenyum dan berlari ke arah Rafael dan langsung memeluk tubuh suaminya..


"Aku merindukanmu, bolehkah.?


"Tentu kau istriku." ucap Rafael membalas pelukan istrinya.


"Kita akan pulang sekarang."?


"Kita akan kerumah mama dan menyelesaikan apa yang harus di selesaikan sayang."


"Baiklah...aku ingin memasak untuk mama, sekaligus mencoba menu baru yang baru aku temukan."


"Ayo kita pergi, aku juga tidak sabar mencicipi hasil masakanmu."


Mereka pun menuju mobil dan segera menuju ke rumah mama Livia.


💞💞


Suasana rumah langsung ramai ketika mereka datang juga Angell sekeluarga. mama Livia terlihat senang melihat semua anakknya berkumpul disana.


Zefanya memperlihatkan keahliannya dalam memasak.


"Zefanya, kapan Tiara libur lagi..mama kangen padanya." ucap Mama Livia di sela-sela Zefanya memasak.


Zefanya menatap ibu mertuanya dengan sayang, sebenarnya sudah lama ia memikirkan ini. namun ia belum berani mengatakan pada mama Livia.


"Mah...jika memang mama mau, Tiara bisa tinggal disini bersama mama dan papa."!


"Benarkah...kau mengijinkannya."?

__ADS_1


"Yah..tentu saja..Tiara akan menemani mama ketika kami semua sibuk."


"Mama senang sekali mendengarnya." ucap mama Livia sumringah.


Angell yang mendengar pembicaraan mereka mendekat...


"Aku ingin bicara padamu Zefanya."


"Ya kakak."


"Mengenai Tiara, bolehkah papa dan mama mengadopsinya saja."?


Mata Zefanya berkaca-kaca penuh haru......


"Aku ingin...Tiara punya keluarga lengkap, punya papa dan mama biar dia bisa lebih percaya diri dan bahagia...tapi semua tergantung kamu sebagai kakaknya." ucap Angell pelan.


Airmata Zefanya menetes....memang ia juga ingin memberi Tiara keluarga utuh dan saat ini ia tak menyangka jika Tuhan terlalu baik kepadanya...


"Mama dan kak Angell, terimakasih..aku sungguh sangat senang jika memang kakak dan mama memikirkan tentang Tiara, aku akan setuju karna selama ini Tiara memang merindukan keluarga yang lengkap tapi aku memang tidak bisa memberinya."


Angell dan sang mama saling menatap dengan satu keinginan yang sama. lalu ketiganya saling memeluk dan larut dalam haru biru.


💓💓


Setelah mendapat solusi tentang Tiara selesai, mereka bertiga melangkah menuju ruang tamu dan bergabung bersama para pria. disaat bersamaan...


Roni dan Aleta serta Elena muncul dari depan pintu.


Rusell tersenyum dengan lembut menyambut Roni, istri dan juga anakknya...


"Silahkan masuk Roni." ucap Rusell sembari mempersilahkan mereka duduk.


Livia menyambut Aleta untuk duduk bersama...


Elena menatap ke arah Rafael yang tersenyum padanya, ia sangat senang malam ini dan memaksa kedua orangtuanya untuk datang.


Roni dan Aleta serta Elena duduk sejajar...


"Bagaimana kabarmu Roni." ucap Rusell basa basi. ia juga sebenarnya tidak mengerti mengapa Rafael memintanya untuk hadir di pertemuan ini.


"Aku baik Rusell, bisnisku sedang berkembang di luar kota."


"Baguslah Roni aku senang mendengarnya."


"Bagaimana denganmu Rusell."?


Aku akan menyerahkan semuanya pada Rafael, aku ingin beristirahat dan menikmati waktu bersama Istriku." Rusell melirik Livia yang tersipu.


Roni menganguk dengan tersenyum. lalu ia mengalihkan pandangan kepada Rafael..


"Jadi untuk apa kau mengumpulkan kami semua di tempat ini nak."? ucap Roni.


"Papa Roni, kau tau jika aku sangat menghormatimu dan mama Aleta."

__ADS_1


"Yah...."


"Aku ingin memperdengarkan sesuatu kepada kalian, dan aku sungguh minta maaf tapi bagiku ini sudah sampai di batas kesabaranku." ucap Rafael tegas.


Semua yang ada diruangan itu saling memandang.....


"Apa maksudnya."? lagi...Roni mengerutkan dahinya.


Sementara Elena masih belum sadar jika beberapa detik lagi akan merubah hidupnya. yah...dia pikir Rafael akan mengatakan bahwa Rafael akan menceraikan Zefanya dan memilihnya. Elena sudah tidak sabar lagi.


"Katakan apa yang terjadi.." ucap Roni mulai menatap dengan serius, begitu juga dengan Rusell, Livia dan Aleta.


Lalu Rafael meraih ponsel di dalam saku jassnya dan mulai memutar rekaman itu.


Rekaman itu diputar dan terdengar jelas suara Elena dengan jelas yang memerintah Jay untuk menghancurkan pernikahan Rafael...


"Lalu apa tugasku."? suara Jay...


"Aku ingin kau memfitnah Zefanya dengan kejam di hadapan suaminya..pastikan suaminya percaya kepadamu. kalau perlu kau melengkapi dengan beberapa foto agar mendukung ceritamu." ucap Elena menaikan sebelah alisnya.


"Dari awal Rafael adalah milikku."


"Dan..mengapa akhirnya dia menikah dengan Zefanya."?


"Wanita itu sangat pintar memanipulasi, dia sangat licik seperti ular. dia yang penjahat dan malahan dia berlindung sebagai korban." ucap Elena marah.


"Itu sudah bakat turunan nona Elena, bahkan ibunya lebih dulu melakukan itu kepada ayahku."


"Aku tau...Zefanya hanya berlindung di balik wajah lugunya." ucap Elena kesal.


"Baiklah...tenangkan dirimu, aku jamin bahwa Rafael akan kembali kepadamu..kau adalah cinta pertamanya Elena."


"Yah...aku sungguh tidak sabar lagi."


"Jadi kapan aku akan mulai memainkan peranmu."? tanya Jay tak sabar.


"Besok pagi Jay."


Betapa pucatnya wajah Elena saat ini bahkan ia tak sanggup mengangkat wajahnya. seluruh tubuhnya gemetar menahan ketakutan dan rasa malu luar biasa.


begitu rekaman itu selesai diputar.....


Roni memejamkan matanya dengan perasaan marah dan malu yang berkecamuk di hatinya begitu juga dengan Aleta...


"Aku sungguh tak ingin mengatakan ini namun aku tak ingin Elena sampai berbuat nekat..beruntung aku mengetahuinya sebelum terlambat, aku sangat menghargai papa dan mama Elena, hingga aku ingin semua tau apa yang sebenarnya terjadi..karna jika aku menuruti egoku maka aku tak bisa mengampuni Elena." ucap Rafael tegas.


Roni mengangguk pasrah lalu bangkit dari tempat duduknya, ia mendekati Elena, dan menarik putrinya berdiri...


"Inikah alasanmu meminta cerai dari Kenzo dan meninggalkan anakmu sendiri dengan ayahnya sementara kau ingin menghancurkan rumah tangga orang lain..seperti inikah yang aku ajarkan padamu."? teriak Roni dengan marah.


"Ayah.."isak Elena dengan tatapan hancur....


"Paaaaacccckkkkkk......" suara tamparan itu keras hingga Elena terhempas jatuh ke lantai....

__ADS_1


__ADS_2