Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Alan menatap wajah Alex yang terlihat mengerikan dan langsung terdiam sedikit mundur menjauh dari Angell. ia memalingkan wajahnya dengan begitu gugup.


Alex mendekati Angell dan setengah memeluk tubuh wanita yang membuatnya tergila-gila. matanya tajam menatap Alan seakan ingin membelahnya, aura pria ini begitu dominan dan cenderung kejam hingga Alan tak berhenti bertanya di dalam hatinya, siapa pria ini, menatap ia terlihat sangat posesif pada nona Angell. ia sudah terlanjur menyukai nona Angell.


Namun harapan Alan kembali harus pupus ketika melihat seorang anak menghampiri Angell dan juga memeluknya.


"Bunda aku sudah siap....aku tidak terlambat kan."?


Wajah Alan memucat seiring rasa kecewa yang langsung membuat angannya terjun bebas dari atas ketinggian ke dalam jurang yang dalam. sanagt menyakitkan.


Ia menatap wajah Angell sekali lagi, wajahnya sangat cantik dengan tubuh yang langsing dan padat begitu menggoda, ia tidak terlihat seperti sudah punya suami apalagi anak.. Alan pikir usia Angell masih 25 tahun, dan dia yang sekarang 32 tahun mereka akan cocok. ia bahkan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. pria itu menghela nafas penuh rasa kecewa. ia hanya memandang cemburu pada sikap Pria ini yang seakan ingin menegaskan Angell adalah milikknya.


"Kau putraku yang paling tampan." seru Angell memuji.


"Tuan Alan perkenalkan ini adalah Tuan Alex." ucap Angell dengan ramah.


Alan menatap mata Alex yang dingin dan sedikit berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya. ia kemudian mengulurkan tangan.


"Aku Alan pemilik kebun kopi dan teh di sekitar vila ini." ucap Alan mencoba tersenyum.


Alex tersenyum dingin...


"Aku adalah calon suami Angell, aku seorang pengusaha properti dan beberapa bisnis lain." ucap Alex tajam.


"Calon suami..aku pikir kalaian sudah suami istri dan anak ini adalah...."


"Anakku tuan Alan...dia adalah putraku." ucap Alex melirik tajam. jemarinya sudah mengepal.


Alan segera menutup mulutnya rapat-rapat, ia sangat menyesali perkataannya..melihat wajah tuan Alex yang seakan ingin membunuhnya dalam tatapannya..


"Bagaimana denganmu apa kau sudah menikah."? tanya Alex tersenyum.


"Aku seorang duda." ucap Alan terdiam..


"Apa kau punya anak."?


"Tidak."


Alex mengangguk....


"Saranku adalah carilah pasangan sekarang agar kau bisa menjaga matamu pada pasangan orang lain karna apa...kau bisa saja kehilangan matamu ,jika saja aku tidak menahan diriku." ucap Alex tersenyum.

__ADS_1


Angell melebarkan matanya ia tak menyangka Alex akan mengatakan hal sekejam itu pada Alan, ia bisa melihat wajah Alan yang pucat pasi dan sedikit gemetar. Angell kemudian tak sengaja menatap Mike yang tampak begitu bangga pada Alex, putranya menatap penuh ke kaguman seperti seorang fans yang bertemu idolanya ya ampun. Angell benar-benar kehilangan kata. Mike benar-benar duplikat Alex dalam hal sikap.


"Ach...sayang, sudah cukup bicaranya biarkan tuan Alan menunjukan jalan." ucap Angell berdiri mengahalangi tatapan membunuh Alex pada Alan.


"Ah...maaf nyonya Angell, aku lupa jika aku sedang ada acara pagi ini."!!


Angell menghela nafas dengan kecewa....


"Kau sedang ada acara pagi ini tuan Alan..mendadak sekali." ucap Alex tak berhenti mengintimidasi Alan.


"Yah tuan..tapi anak buahku akan mengantar tuan dan nyonya untuk melihat lihat." ucap Alan mulai gentar.


Angell hanya memejamkan mata merasa iba pada Alan yang seakan ingin lari dari tempat ini secepatnya. ia berulangkali meminta Alex berhenti namun prianitu seakan semakin senang mempermainkan Alan.


"Bagus, semoga acaramu berjalan lancar tuan Alan." seringai Alex begitu tajam hingga Alan buru-buru pamit dan melangkah pergi diikuti pak Wahyu yang segera menghilang ia takut terkena amarah tuan Alex.


"Kau kejam sekali." ucap Angell kesal.


"Dia membuat naluri membunuhku bangkit sayang." ucap Alex memeluk Angell.


"Apa paman pernah membunuh."?


"Hah."? Angell dan Alex saling menatap dengan bingung....


"Paman tidak pernah membunuh dan hanya sedikit bermain-main...kau akan menjadi seperti paman ketkka besar nanti."


"Aku suka itu." ucap Mike dengan senyum lebar...


"Tidak...kau tidak boleh menjadi sepertinya meski dia ayah kandungmu Mike." ucap Angell dengan suara lantang..


Alex dan Mike terdiam mendengar perkataan Angell, Mike mengerutkan dahinya mendekati bundanya...


"Bunda.....bisakah bunda menjelaskan apa maksudnya..kalau paman Alex adalah ayah kandungku."?


Angell memejamkan matanya, sesaat mengutuki kebodohannya yang tak bisa menjaga lisannya. saat ini apa yang harus ia lakukan.? Mike adalah anak yang cerdas dan tak mungkin membohonginya lagi.


Alex tersenyum lega, betapa ia tak berhenti mensyukuri hari ini, Angell akhirnya mengakui sendiri kalau Mike adalah anak kandungnya. pria itu mendekati Angell dan menyentuh punggungnya membuat Angell menoleh dengan frustasi..


"Mungkin ini saatnya kau menjelaskan sendiri kepada putramu Angell." ucap Alex tegas.


Angell memejamkan matanya sedih, mengapa ia harus mengatakannya...

__ADS_1


"Bunda...aku punya hak untuk tau bukan."? ucap Mike memeluk tubuh Angell dengan tangisan keras yang memecah...


"Mike....." tangis Angell memeluk putranya dengan isakan sedih....


Alex menghela nafasnya..meski Mike sebenarnya sudah tau jika ia adalah ayah kandungnya namun Mike ingin mendengar langsung dari mulut bundanya.


"Tolong katakan padaku bunda."


"Baik...bunda akan jelaskan semuanya Mike.."


"Sebaiknya kita masuk sekarang dan kau bisa menjelaskan semuanya di dalam sana."


Angell mengangguk...dan melangkah masuk kedalam vila dengan langkah yang berat.


Sementara Mike menatap ke arah Alex dengan senyuman puas, akhirnya ia tidak akan lagi memanggil Mike dengan kata paman. akhirnya dia bisa dengan bangga menyebut Ayah. dan sesuai janjinya Mike akan membuat Bunda menerima pernikahan dengan ayahnya dan keluarga mereka akan bersatu.


Mereka bertiga duduk di atas atap dengan kebisuan... Angell lalu menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat, mulai dari perkenalan Angel, dan Alex dan juga tentang kelahiran


"Maafkan bunda..." ucap Angell dengan airmata yang menetes di wajahnya..


"Bunda...mengapa bunda tidak jujur saja jika Paman adalah ayahku."? ucap Mike dengan sedih..


"Bunda hanya takut kau akan marah dan benci pada bunda jika kau tau segalanya." isak Angell


Mike langsung memeluk tubuh bundanya dengan tangisan bahagia...


"Aku mencintaimu bunda, mana mungkin aku benci..aku hanya ingin tau kebenarannya."


"Apa kau merasa lega sekarang Mike."? ucap Angell mengusap punggung Mike dengan penuh cinta.


"Yah..aku senang ayahku ternyata paman Alex."


Mike mengulurkan tangannya pada Alex yang duduk sedikit menjauh...dan Angell hanya diam dan menatap mereka...


"Ayah...." bisik Mike dengan airmata yang menetes...


Alex menjatuhkan tubuhya di hadapan putranya dan keduanya saling menatap...


"Aku mencintaimu putraku. "bisik Alex dengan mata yang basah..


"Ayah.."

__ADS_1


Keduanya saling berpelukan dengan penuh rasa bahagia sementara Angell menatap mereka dengan tatapan beku........


__ADS_2