Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Perjanjian


__ADS_3

Mikha masih berdiam disana, ketika Damian mendekatinya dan meraih lengan wanita itu agar berdiri sejajar dengannya...


Seringai tajam begitu terlihat di wajah Damian yang dingin, yah....begini lebih baik, ia tidak lagi menargetkan Stela sekarang namun sasarannya berubah...Mikha, wanita yang yang ingin menjadi pahlawan bagi keluarganya Damian ingin melihat sejauh mana Mikha mampu berkorban. sejauh mana wanita ini melindungi keluarganya...dan Damian tidak akan pernah berhenti untuk menghanc*rkan mereka.


Hidupnya telah suram di tangan Stela bukannya menyerahkan Stela secara sukarela namun Mikha justru melindunginya. Damian akan menghanc*rkan keluarga mereka seperti Stela menghancurkan keluarganya.


"Jadi bagaimana....katakan karna aku bukan orang yang penyabar." Damian mendekatkan wajahnya.


Mikha memeluk tubuhnya yang gemetar, entah mengapa ia begitu bodoh karna sekali lagi ia membela Stela yang memang bersalah, namun bukannya Mikha ingin sok menjadi pahlawan namun hidup orangtuanya di pertaruhkan disini, ia sudah biasa merasakan sakit dan luka namun Mikha tidak siap jika kehilangan orangtuanya...


"Apa yang kau inginkan dariku tuan Damian.."tatap Mikha mendongakan wajahnya ke arah Damian yang begitu tinggi.


"Hidupmu...aku ingin hidupmu menjadi milikku." ucap Damian tegas...


"Hidup seperti apa...apa kau ingin membun*hku menggantikan kakakku tuan Damian."


Damian mengangguk...


"Nyawa harus dibayar nyawa..aku kehilangan segalanya karna kakakmu....aku ingin kau menyerahkan hidupmu padaku menggantikan Stela, aku akan menghabis*mu sesuai waktu yang kutentukan.."


Mikha menggeleng dengan tatapan pasrah....


"Tuan Damian......"


"Waktumu satu minggu untuk menyerahkan dirimu Mikha...kau akan menjadi tawananku...milikku sampai aku memutuskan membun*hmu." desis Damian menunjukan kekuasaanya pada Mikha...


Pria itu lalu meraih Mikha dan menggenggam tangannya membawanya keluar dari kamar menuju garasi, pria itu membuka pintu mobilnya dan mendorong Mikha untuk masuk, kemudian iapun ikut masuk.


Damian menghidupkan mesin mobil dan melaju pelan menuju gerbang Mansion, tampak penjaga menunduk hormat ketika mobilnya keluar dari sana.


"Kau mau membawaku kemana."?


"Mengantarmu pulang." ucap Damian dengan tatapan dingin..


"Mobilku..."


"Besok pagi sudah ada di garasi apartemenmu Mikha."


Mikha terkejut ketika ponselnya berbunyi....tampak nama sang mama di layar, Mikha berdehem untuk menetralkan nafasnya dan suaranya yang serak...


Mikha : Mah........


Lusi : Apa kau sudah pukang, mengapa belum sampai.?


Mikha : Aku sedang di jalan...Ma...aku akan menginap di aprtement malam ini.

__ADS_1


Lusi : Baiklah....hati-hati sayang, mama mencintaimu..


Mikha : Aku juga mencintaimu Mah...


Mikha menutup telp dan kembali membuang mata keluar jendela..airmatanya menetes...mengapa jadi seperti ini. mengapa rasanya dunianya selalu di tutupi awan gelap....


Sementara Damian sama sekali tidak tersentuh, hatinya sudah berselimut duka dan dendam yang begitu besar hingga tak ada ruang untuk iba atau belas kasihan...


Mobil itu akhirnya memasuki kawasan apartement milik Mikha dan berhenti disana...Mikha menunduk hormat sebelum turun.


"Ingat kalau kau hanya punya waktu satu minggu Mikha..aku tidak main-main."


Mikha mengangguk.....


"Aku akan memutuskan yang terbaik tuan Damian, terimakasih sudah mengantarku." Mikha menunduk lagi sebelum membuka pintu dan melangkah dengan gontai....


Damian mengawasi Mikha sampai wanita itu menghilang di balik pintu, lalu menaikan sudut bibirnya..


"Kau akan menderita menggantikan kakakmu Mikha." ucap Damian dengan mata berkilat..


❤❤


Mikha membuka pintu apartement, melangkah dengan gontai menuju kamar, tatapan matanya kosong....hidupnya sungguh hancur....


Mikha menaiki ranjang tanpa mengganti gaun panjangnya....airmatanya menetes membasahi bantalnya...matanya terpejam mencoba untuk tertidur. Mikha menutup matanya berharap jika apa yang di alaminya hanya mimpi....


❤❤❤


Perusahaan SM..


Stela terkejut ketika wajahnya di tampar dengan keras, hingga ia terhuyung dan membentur sofa di belakangnya, airmatanya menetes menyadari darh di sudut bibirnya...


"Apa yang kau lakukan Mikha...." jeritnya tak terima...


Mikha mendekatinya lagi meraih Stela berdiri dan mencengkram kemeja Stela dengan gemetar...


"Apakah kau manusia..."?


"Apa maksudmu Mikha...aku tidak terima kau menamparku tanpa aku tau kesalahanku..aku tidak terima.." jerit Stela keras...


"Pembun*h....kau adalah seorang pembun*h yang menjijikan Stela."


Wajah Stela begitu pucat, darimana Mikha tau...apakah dia telah bertemu dengan tuan Damian,...


Hoh.....Stela benar-benar terkejut......

__ADS_1


"Mikha...."


"Kau membunuh istri tuan Damian lalu kau berbohong pada papa sehingga papa membelamu kan...lalu kau melarikan diri..." ucap Mikha jijik...


"Kau sudah bertemu dengan tuan Damian....yah...apa kau tau cerita sebenarnya, wanita gila itu pantas mati..aku sama sekali tidak menyesal membun*hnya.."


"Diam...."


Mikha kembali menampar wajah Stela kali ini sangat keras....hingga wajah Stela benar-benar babak belur......


Mikha kembali mencengkram lengan kakaknya untuk kembali saling menatap...


"Kau tak punya hak membunuhnya,...kau tau, dia punya suami dan anak yang masih kecil Stela..apa yang terjadi denganmu..mengapa kau sekeji ini Stela...." tangis Mikha pecah saat itu juga......


Stela membeku, nafasnya naik turun melihat Mikha tampak terpukul dengan kenyataan kalau ia seorang pembun*h....


wanita itu kembali mengenang malam buruk yang membuatnya membun*h Celine...


Airmata Stela menetes...


"Dia mabuk dan menumpahkan minuman di bajuku..aku juga mabuk saat itu...lalu aku menumpahkan minuman di bajunya juga dan Wanita gila itu menghinaku, melempar gelas ke arahku dan meludahiku dan membual jika suaminya orang kaya dan bos mafia..aku tidak takut sedikitpun...aku pikir dia hanya bicara omong kosong....karna terlalu mabuk aku mengambil botol minuman dan memuk*l kepalanya....dia jatuh dan penuh darah...." ucap Stela gemetar.....


"Mengapa kau tidak menyerahkan diri saja Stela....papa pasti akan membantumu..." ucap Mikha terisak.....


"Apa kau sudah gila...tuan Damian bos Mafia..dia bisa membunuhku kapan saja...aku sangat takut dan meminta papa membawaku pulang, aku berbohong karna aku sangat takut......"


Stela mulai menangis histeris,..tubuhnya bergetar menahan ketakutan yang sangat besar..ia bisa melihat betapa kejamnya tatapan tuan Damian ketika menarik rambutnya tanpa belas kasih..sungguh Stela begitu takut....


Stela tersungkur dan menggeleng...


"Jika dia telah menemuimu dia pasti sudah tau yang sebenarnya....aku akan mati Mikha...aku akan mati." jerit Stela histeris....


Mikha juga menangis, ikut tersungkur tanpa mampu memikirkan jalan keluar....


"Dia akan membun*h kita Stela,.dan dia juga mengincar papa yang di anggap membantumu." ucap Mikha dengan kesedihan yang dalam...


"Apa...."? desah Stela sungguh menyesal......


"Apakah aku harus menyerahkan diri saja Mikha...yah...aku yang bersalah jadi aku harus menemuinya....papa,..aku tidak akan biarkan sesuatu terjadi kepadanya.." ucap Stela sedih....


Mikha menatap Stela dengan tatapan beku....


💝💝


Mikha melangkah dengan gontai menuju mobil....tiba-tiba rasa sakit itu kembali menyerang perutnya....keringat dingin membasahi wajah Mikha yang pucat....

__ADS_1


"Apa yang terjadi padaku....." desah Mikha memejamkan matanya menahan kesakitan.....


__ADS_2