
Mike menatap ke arah sang ayah yang tampak serius. proyek pembangunan Mall di kota B, kota yang terpencil dengan rata-rata penghasilan penduduknya standar, memang ada beberapa persen keluarga kaya disana namun, Mike benar-benar tak tau respon pasar bagaimana.
Kota B memang sudah sedikit berkembang dalam beberapa tahun terakhir karna sudah mulai ada universitas dan beberapa swalayan kecil, hotel dan juga tempat hiburan lainnya namun, apakah bijak membangun sesuatu yang tidak terlalu menguntungkan. dari segi bisnis berinvestasi disana seperti bermain judi, jika beruntung akan menang dan respon pasar bagus dan mendapatkan keuntungan tapi jika sedang sial maka proyek ini akan gagal total. dan membuang banyak uang..mereka akan rugi besar.
Mike tak tau mengapa ayahnya tertarik dengan kota B dari sekian banyak kota-kota yang lebih menjanjikan jika di dirikan Mall, kota B...adalah pilihan terakhir untuk Mike.
Kota B seperti kota para orangtua yang ingin menghabiskan akhir usia mereka dengan damai. disana memang indah, alamnya masih belum terlalu tersentuh dunia modern..mereka sudah punya Hotel di dekat pegunungan kota itu dan berkembang sangat baik namun Mall adalah hal yang berbeda...
"Ayah....bagaimana bisa ayah memilih kota B..apakah ayah tidak salah memilih kota."? Mike mencoba mengingatkan ayahnya...
Alex tertawa...
"Mike...ayah yakin kau akan mendapatkan keuntungan ganda."
"Keuntungan ganda apa..apakah ayah sedang bercanda."?
"Kau belum melihat kota itu sekarang Mike, ayah yakin kau pasti tak akan mau kembali kesini." ucap Alex yakin.
"Tidak terimakasih ayah, aku tidak tertarik untuk tinggal...tapi aku akan mengikuti saranmu ayah..aku akan pergi kesana dan meninjau lokasinya..aku minta maaf jika aku mungkin akan keberatan dengan keputusan ayah kali ini."
Alex mengangkat bahu...
"Kau tau bukan kalau ayah adalah ayah yang terbuka, aku menerima kritik dan saran dari anakku."Alex menaikan alisnya.
Mike tersenyum dan membenarkan, walau ayah yang punya kekuasaan namun ayah selalu memberinya pilihan untuk memutuskan, dan Mike marasa ia sangat di hargai dalam hal pekerjaan oleh sang ayah. karna itu Mike begitu menghormati dan mencintai ayahnya..
"Baiklah..ayah..akan kulakukan apa yang kau mau." Mike mengangkat kedua tangannya menyerah...
"Bagus Mike, percayalah anakku kau...akan berterimakasih pada ayah kali ini." tatap Alex kembali dengan senyuman misterius..
"Aku tak sabar." seru Mike..
"Besok kau sudah harus pergi Mike."
"Mengapa sangat mendadak."?
"Ayah ingin kau bisa mensurvei beberapa swalayan disana Mike, bagaimana respon penduduk disana..juga, pergilah ke Hotel dan beri laporan pada ayah..
Mike mengangguk patuh..
"Aku akan melakukan yang terbaik ayah..tenang saja." ucap Mike dengan senyuman....
Alex menyandarkan tubuhnya...ia akan segera mengakhiri penderitaan panjang putranya..
__ADS_1
💝💝
Keyla mengeluh ketika semua kebutuhan baik itu dapur, juga kebutuhan pribadinya sudah habis, namun ia tak sempat membelinya..sementara hari sudah malam.
Keyla tidur sambil berbaring memeluk perutnya sendiri yang sudah mulai terlihat di balik gaun tidurnya walau masih sangat kecil. Keyla memejamkan matanya ia benar-benar hidup sendirian saat ini. tak ada orangtua maupun seseorang yang ia cintai di sampingnya. masa mudanya seperti bunga yang layu.
Bagaimana keadaan Mike..mungkinkah setelah membaca surat dari Keyla ia lantas menikahi Mikha.?
Keyla memegang dadanya....mengapa sakit sekali.?
Keyla mencoba memejamkan matanya, mengusir semua pikiran buruknya. yah..ia sudah memutuskan meninggalkan Mike, tak seharusnya ia memikirkannya lagi.....
******^^^******
Mike keluar dari lift dan tertegun menatap sang bunda yang seperti sedang menunggunya, benarkah apakah ini bukan mimpi, ataukah kebetulan semata bunda sedang duduk disana. Mike berdehem, sejak pertengkaran terakhir mereka hubungannya dengan sang bunda menjadi dingin..
Ayah kemarin memintanya menginap karna ia kan keluar kota.
Angel menyadari sang putra keluar dari sana dan ia sudah menyiapakan hatinya..
"Selamat pagi bunda." ucap Mike menunduk hormat, namun tatapannya sedikit dingin...
Angell menghela nafas..Mike benar-benar Alex di masa mudanya. ia tersenyum..
"Aku punya waktu 2 jam sebelum naik pesawat bunda." MIke mencoba tersenyum, walau terasa hambar..
Angell mengangguk..
"Sarapanlah bersama bunda Mike..bunda janji tak akan lama."
Mereka saling bertatapan dengan dalam...kemudian Mike mengangguk.
**^^**
Mike memandang roti lapis dengan penuh kenangan indah, dulu..sarapan kesukaannya adalah roti lapis dan bunda tak pernah lupa dengan kesukaanya, tentunya sebelum papa Wili meninggal. MIke masih terus menatap tanpa ingin memakannya..
"Maafkan bunda Mike." ucap Angell dengan mata yang basah.
Mike menoleh dan tertegun melihat air mata yang tertahan disana...
"Bunda egois dan tidak pernah perduli perasaannmu, bunda baru sadar jika kaulah yang paling teraskiti dari semua yang terjadi Mike."
"Semua sudah berlalu bunda, aku tak ingin bunda memikirkan hal yang sudah berlalu yang akhirnya membuat bunda sakit..aku baik-baik saja, aku seorang pria dewasa bunda..aku mampu menelan semuanya, asal bunda baik-baik saja.." Mike mulai mengunyah roti lapis dalam diamnya...
__ADS_1
Angell semakin merasa bersalah..kemudian ia menggenggam jemari MIke dan membuat putranya kali ini menatapnya dengan penuh arti...
"Bunda hanya ingin kau tau..kau adalah putra pertamaku, kehidupan pertama yang tumbuh di rahimku Mike..bunda merasa sangat bersalah namun bunda tak bisa merubah masa lalu..tapi, bunda janji akan menebus semuanya..termasuk, bunda akan menerima Keyla dalam kehidupanmu Mike..apapun yang membuatmu bahagia..bunda akan melakukannya.."
Mike sungguh terharu....iapun meraih tubuh sang bunda untuk memelukknya dengan erat...tangisan Angell pecah di pelukan putranya, sangat indah ketika ia bisa memeluk putranya dengan penuh cinta..
"Terimakasih bunda..aku sangat mencintaimu." ucap Mike dengan mata berkaca-kaca..
Angell tersenyum senang..lalu mengusap punggung putranya dengan penuh cinta...
"Bunda punya sebuah kabar baik untukkmu Mike..ini hadiah dari bunda." ucap Angell dengan mata berbinar.
Mike melepaskan pelukan dan mengerutkan dahi ketika Angell memberikan sebuah kunci..
"Apa ini."?
"Rumahmu dikota itu nanti, tinggalah disana dan natikan kejutan indah untukmu Mike, berjuanglah putraku tersayang." bisik Angell dengan misterius..
Disaat yang sama Alex muncul dari pintu dan merasa lega melihat kedekatan Mike dengan Angell..
"Sudah siap Mike...supir sudah menunggu diluar."
Mike dan Angell menatap ke arah yang sama, masih saling memeluk..
"Sayang...waktunya cepat sekali." ucap Angell sedih..
Alex mendekati istrinya dan memeluknya..
"Kita akan menyusul kesana jika semua sudah beres...."
"Janji yah.." ucap Angell merajuk..
"Aku akan membawa ayah dan bunda kesana." ucap Mike tersenyum bahagia....
Alex dan Angell mengangguk lega......
"Kami menunggu kejutan darimu Mike.."
"Kejutan apa ayah..tak akan ada yang berubah." ucap MIke menggeleng seraya meraih kopernya..
"Kau akan terkejut." seru Angell dan Alex bersamaan hingga Mike hanya mengangguk dengan penasaran.
"Aku akan terkejut."? desisnya tak yakin,..setelah berpamitan Mike melangkah ke mobil menuju bandara.
__ADS_1