Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menikah


__ADS_3

Angell tersenyum ketika Rusell dan Mike mengapit tangannya membawanya menuju Altar dengan penuh senyuman, para tamu yang hadir di pulau itu ikut terharu menyaksikan perjuangan cinta Alex yang begitu besar pada Angell, sebagian dari mereka bahkan sampai menitikan air mata termasuk Livia. sungguh ia sangat menganggumi seorang Alex yang sangat mencintai Angell.


Alex berdiri disana di dengan mata berkaca-kaca, melihat sang pengantin yang begitu cantik dalam balutan gaun putih yang begitu pas di tubuhnya...


Akhirnya......penantian panjang itu sampai di ujung bahagia, melihat Angell menatapnya dengan penuh arti membuat Alex merasa berdebar. betapa ia sangat gugup...betapa ia sudah menantikan moment ini selama 11 tahun. dan saat ini, Alex sungguh bahagia..


"Bunda jangan gugup." desah Mike berbisik pelan.hingga Angell tersenyum dan segera mengangguk.


"Terimakasih tampan." bisik Angell mengedipkan matanya. sementara Rusell hanya mengancungkan jempol pada cucunya.


Akhirnya mereka sampai di hadapan Alex dan Pendeta yang sudah menunggu.


Rusell menyerahkan Angell pada Alex yang menerima tangan Angell dan menunduk hormat di hadapan mertuanya Rusell.


Mike menatap sang ayah dan mengirim isyarat tangan berbentuk Love yang disambut kedipan mata dan jempolnya.


Rusell menggenggam jemari Mike untuk membawanya turun dan membiarkan Pendeta memulai acara.


Alex menatap Angell yang terlihat malu-malu, jemarinya menggenggam kuat jemari Angell dengan sangat erat hingga Angell menggeleng..


"Kau cantik sekali pengantinku." bisik Alex pelan..


"Kau juga sangat tampan." sambung Angell tersenyum malu.


Pendeta sudah akan memulai doa-doa dan membacakan janji suci pernikahan mereka.


Alex kembali merasakan bahagia ketika ia bisa mengucapkan janji pernikahan dengan lancar dan tanpa kesalahan, begitu juga dengan Angell yang menjawabnya dengan penuh keyakinan.


"Dengan demikian aku menyatakan kalian sebagai pasangan suami dan istri yang sah dimata Tuhan."


"Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh di cearikan manusia." ucap Pendeta di akhir kata dan tersenyum pada kedua pengantin.


Suasana di sekitarnya tampak bahagia dan tentu penuh dengan rasa haru.


Angell tanpa sadar meneteskan airmatanya ketika Alex meraihnya dalam pelukan, mata keduanya bertemu tanpa satu katapun hanya mata mereka yang saling bicara. Alex pun mengerjapkan matanya rasanya tak percaya, saat ini Anggel sudah sah menjadi istrinya. hal yang selama ini hanya ada didalam mimpinya kini menjadi kenyataan.


Angell adalah milikknya seorang.......


Moment saat ciuman pernikahan membuat keduanya saling menatap dengan gugup.


Di depannya tampak Mike lebih antusias ingin melihat ciuman orangtuanya. namun ia tertegun ketika Rafael meraih saputangan dan mengikat mata Mike hingga ia protes..


"Paman..ini tidak adill aku ingin melihatnya,"


"Kau belum dewasa Mike." ucap Rafael mengingatkan.


Mike akhirnya harus pasrah matanya ditutup oleh Rafael sang paman.


"Paman tidak seru." desis Mike cemberut...


Rafael hanya tersenyum puas bisa mengerjai Mike....

__ADS_1


"Apa kau gugup." ucap Alex mendekatkan wajahnya, sementara tepuk tangan para tamu tak membuat keduanya terganggu..


"Menurutmu..cium aku hanya sebagai simbol Alex..aku sangat malu." ucap Angell menggigit bibirnya dengan ekspresi gemas.


"Tidak..kau sudah menjadi istriku jadi aku lebih berhak menciummu dengan gaya apapun."


"Alex...." desah Angell memohon..


"Tenang saja dan nikmatilah.." bisik Alex dengan senyuman puas.


Alex semakin merapatkan tubuh Angell kepadanya dan mendekatkan wajahnya.


Secara perlahan pria itu mendekat menyentuh bibir Angell dengan bibirnya, keduanya memejamkan mata menikmati ciuman itu dengan penuh perasaan yang dalam. Alex melum** bibir Angell dengan penuh cinta, mereguk kenikmatan dengan penyatuan kecil yang indah dari sebagian kecil tubuh mereka.


Suara tepuk tangan memenuhi tempat yang luas itu, suasana pesta taman yang begitu mewah semakin menambah perasaan bahagia sang pengantin.


"Paman..apakah aku bisa membuka mata sekarang, mataku sakit.' ucap Mike kesal.


Rafael tersenyum dengan sangat permintaan maaf lalu membuka mata Mike,


"Kau lulus sebagai anak yang baik."


"Aku sudah mulai remaja paman."


Rafael hanya menggeleng menyerah.....


Semua teman-teman dan keluarga terdekat mulai berfoto dengan pengantin, Mike juga tak mau kalah ia berpose dengan berbagai gaya.


Rusell, Tania dan Rafael lalu Mike juga ikut berpose dengan berbagai gaya, semua larut dalam kebahagiaan yang begitu terasa indah...


"Terimakasih tuan Rusell, jika tuan tidak membantuku maka kami tidak akan bisa menikah saat ini." ucap Alex menunduk di hadapan Rusell.


"Kau anakku sekarang, mengapa masih memanggilku Tuan."? ucap Rusell dengan suara yang berat..


"Maafkan aku..papa." ucap Alex dengan senyuman yang tulus.


Rusell menganggukan kepala...


"Berbahagialah Alex, kau pantas mendapatkannya." ucap Rusell tersenyum.


"Trimakasih papa." ucap Alex dengan penuh hormat.


Mike yang sedang menatap ayahnya terlihat senang....


"Ayah....aku sangat senang sekali, kita sudah jadi satu keluarga."ucap Mike dengan senyuman.


Alex menganggukan kepalanya lalu memeluk tubuh putranya dengan begitu kuat hingga Rusell dan Livia pun ikut terharu..


"Mulai sekarang, ayah akan selalu ada untukkmu putraku." ucap Alex dengan airmata yang menetes..


Mike menganggukan kepala...

__ADS_1


Sementara dari jauh Angell menatap kebersamaan keduanya yang menggetarkan hatinya. Angell kemudian berpamitan pada teman-temannya dan mendekati sepasang ayah dan anak itu dan berdehem..


"Ehem.." desah Angell melirik keduanya...


Alex dan Mike melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Angell dengan tatapan tajam.


"Kalian berdua mesra sekali." bisik Angell cemberut.


"Apa bunda cemburu."? ucap Mike melipat tangannya di dada..


"Sedikit." ucap Angell tersenyum...


"Bunda cemburu padaku atau Ayah."? tanya Mike menggoda sang bunda.


Angell membeku..ia tak bisa memilih sekarang..


Alex kemudian meraih Angell di dalam pelukannya lalu mencium dahinya dengan lembut.


"Kami berdua adalah milikkmu bunda." ucap Alex memeluk keduanya dengan gemas..


"Alex..lepas...kau agresif sekali." cibir Angell jengkel..


Alex tak peduli wajah Angell yang merona...


"Mike nanti malam kau harus tidur dengan paman Rafael." ucap Alex mengingatkan.


"Mengapa."


"Kau mau seorang adik tidak."? tanya Alex dengan sungguh-sungguh..


"Aku mau." jawab Mike dengan polos.


"Itu berarti kau harus mau tidur bersama paman Rafael."


"Baiklah..cepat berikan aku adik." ucap Mike dengan nada penekanan hingga mereka bertiga tertawa....


**^^**


Malamnya...


Angell sudah selesai mandi dan menanti Alex yang masih di luar kamar sedang berbicara dengan papa, mereka akan tinggal di pulau selama seminggu lagi untuk merayakan pernikahan ini.


Entah mengapa malam ini ia kembali teringat akan Wili hatinya kembali nyeri...


Suara ponsel yang bergetar mengalihkan perhatian Angell......


Nomor tidak dikenal.....?


Angell: Hallo..........


Nomor tidak dikenal: Angell.............

__ADS_1


Angell sangat terkejut hingga menjatuhkan ponselnya dengan ketakutan...airmatanya menetes di wajahnya......


"Tidak mungkin......" jeritnya dengan suara tercekat.....


__ADS_2