Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rasa sakit untuk Tari


__ADS_3

"Tunggu...." suara Sean di belakang Wilard dan Tari...


Pria itu muncul tiba-tiba entah dari mana datangnya, Wilard dan Tari tidak menyadarinya..


"Kau...."? desis Wilard terlihat marah, ia lalu menghempas tubuh Tari hingga tubuh wanita itu terdorong ke belakang....Tari hampir terjungkal namun Sean segera menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh...


"Sean." tatap Tari sedih....


"Semua akan baik-baik saja Tari."


Tari mengangguk menurut ketika Sean membimbingnya untuk duduk di pinggir mobil dan memerintahkan anak buahnya mengobati luka Tari...


Pria itu mengalihkan pandangan ke arah Wilard yang melihat semuanya dengan wajah geram...


Sean mengeraskan rahangnya, ia marah dengan semua cara Wilard yang kasar....


"Kau adalah seorang bajingan." desis Sean sungguh kesal....


Wilard tertawa..baginya ia siap mati ketika tau harus berhadapan dengan Sean, ia sudah kehilangan segalanya..dan Wilard menebalkan egonya yang tanpa sadar telah menyakiti Tari dan mengikis cinta istrinya kepadanya....


"Aku bajingan...? baiklah...aku memang seperti itu, tapi bagaimana dengan kalian berdua, pasangan menjijikan yang berselingkuh di belakangku."? teriak Wilard penuh emosi.


"Itu sebabnya banyak orang berkata, walaupun usiamu semakin tua tak juga membuatmu bijak." Sean menyindir...


"Apa maksudmu."? Wilard mengepalkan tangan...


"Seharusnya..aku tidak mengalah dulu dengan memberikan Tari kepadamu...seharusnya aku mengambil apa yang menjadi hakku, dan tidak membiarkan kau memilikinya." teriak Sean marah.....


"Itu adalah kesalahanmu sendiri Sean, kenyataannya sekarang Tari sudah menjadi milikku, dan dia dalam kuasaku." Wilard tertawa angkuh...


Sean bergerak maju untuk menatap mata Wilard,


"Dia dalam kuasamu karna itu kau bisa menyakitinya dengan mudah....aku tidak akan membiarkannya..." desis Sean dingin...


"Baiklah...mari kita liat, karna aku juga tak ingin menyerah...akan ku ikat dia sisihku selamanya, sebagai hukuman." Wilard masih keras kepala, tentu saja..ia bukan pria lemah lagi, bahkan hartanya cukup untuk di bandingkan dengan Sean walau tetap Sean lebih sukses di banding dirinya......


Sean mengangguk.....


"Bagaimana dengan perusahaan WT mu....aku tak sabar lagi untuk menghancurkannya." desis Sean santai...


Wajah Wilard memerah, perusahaan WT adalah perusahan induk dan perusahaan pertama yang ia dirikan setelah ia kembali ke kota bersama Tari dan Keyla...perusahaan itu sudah berdiri 9 tahun, dan Wilard sangat mencintai perusahaan itu...

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu...."


"Kau tidak punya pilihan Wilard.."


" Brengsek...."


"Apa kau ingat perkataanku dulu, jika kau tak bisa membahagiakan Tari maka aku akan mengambilnya lagi...."?


"Kau...sangat licik Sean..."


"Jujurlah Wilard, apa selama beberapa bulan terakhir ini kalian berdua bahagia."? Sean bersedekap menantang Wilard....


Wilard membeku..........ia menatap wajah Tari yang pucat, ada bekas darah kering di pelipisnya, ia terdiam, menyadari kalau Tari terluka sangat banyak darinya. wanita itu hanya menatapnya tajam tanpa ekspresi....


Benarkah ia telah menyakiti Tari sedalam itu, memang beberapa bulan ini setelah Keyla menghilang dari rumah, hubungannya dengan Tari tak bisa berjalan baik, Tari selalu berselisih pendapat dengannya, dan sering menentangnya. sebagai suami Wilard sangat benci jika keputusannya selalu di tentang.....


"Bukan urusanmu untuk tau aku bahagia atau tidak Sean." tatapan Wilard begitu tajam menatap Tari yang juga menatapnya...


"Apa maksudmu, bukankah kau selalu berjanji mencintainya...aku ragu, apakah kau benar-benar mencintainya Wilard."? lirik Sean tajam...


"Aku tidak mencintainya lagi yang ada hanya rasa benci, Wilard melirik Tari yang memejamkan mata sedih mendengar pernyataannya.....tapi mungkin..aku memang membutuhkannya.....Wilard tersenyum seolah menikmati wajah kesakitan Tari...Yah...aku membutuhkan tubuhnya untuk memuaskanku."


Tari menggeleng pasrah, menutupi wajahnya yang lenuh airmata mendengar kata-kata kejam dari Wilard....


"Tentu saja perusahaan WT, kalau soal Tari..aku bisa mencari tubuh lain untuk memuaskan aku.." ucap pria itu tegas...


Wilard kembali menatap Sean dengan tawa yang kejam..


"Bagus....Tari adalah milikku sekarang." Sean tersenyum menang.....


Sementara..........


Tari merasa begitu hancur dan malu mendengar pernyataan Wilard yang mampu menyakitinya dengan sangat dalam...airmatanya menetes....ia bangkit dari tempat duduknya walau masih menahan sakit akibat pukulan Wilard di tubuhnya, yah..apakah semua ini menjadi kesalahannya..


Seorang ibu bahkan bisa menukar nyawa demi keselamatan dan kebahagiaan anakknya....seorang Ibu mampu merasakan berjuta rasa sakit demi memastikan anakknya tidak terluka.....hal yang sama dilakukan Tari untuk anakknya... sudah berkali-kali dia memohon agar Wilard menyerah untuk memberikan Mike dan Keyla kesempatan bersatu namun pria ini tetaplah keras kepala, dan akhirnya semua menjadi sangat rumit untuk di mengerti seperti saat ini, dan kata-kata Wilard barusan begitu menyakitinya....jika memang ini adalah kesalahannya maka Tari mampu menanggung hukuman..


Tari melangkah melewati Sean dan menatap pria itu...


"Bisakah kau meninggalkan aku sebentar, aku ingin bicara pada Wilard untuk yang terakhir." pinta Tari dengan sedih.....


"Baiklah...hanya 15 menit, aku menunggumu Tari."

__ADS_1


"Terimakasih Sean." Tari mengangguk dengan tatapan hancur...


Setelah Sean pergi, Tari mendekati Wilard....untuk berdiri menatap mata Wilard yang tampak dingin.....airmatanya menetes,


"Mengapa semua jadi begini Wilard..kau menyerahkan aku padanya."? isak Tari sakit hati....


"Tentu saja...bukankah kau senang bersamanya, bukankah kau menikmati setiap sentuhannya Tari...? jangan berpura-pura di hadapanku,kau tidak akan bisa menipuku.,dan yah...aku lebih mencintai perusahaanku dari pada dirimu." Wilard menatap tajam....


Tari memejamkan matanya menangis.....


"Mengapa kau sangat kejam padaku."? desah Tari sangat sedih...


"Apa maksudmu."? Wilard mengepalkan tangannya...


"Apa kau lupa..jika dulu..aku menolak Sean demi dirimu, aku.......memilihmu dulu Wilard, aku memilihmu....tangis Tari merasakan sakit luar biasa,....aku meninggalkan duniaku untuk bersamamu, aku menolak pilihan yang jauh lebih baik darimu dan mengabdi sebagai istrimu...mengapa kau sangat kejam.." jerit Tari kecewa...yah..dia pantas kecewa bukan...?


Wilard terdiam...mematung di tempat, berbagai ingatan di masa lalu membawanya seolah menyadarkannya bahwa...Tari Wins..,memilihnya, walau saat itu dia bisa saja memilih Sean yang lebih segalanya dari padanya....seorang pria dewasa yang terluka parah dan tidak punya banyak harta, dan masa lalu yang kelam dan penuh darah....hati Wilard menjadi nyeri.....


Ia menatap Tari dan sangat terkejut.....


"Tari...apa yang kau lakukan."


Tari memegang sebuah pistol kecil yang berada di genggamannya...ia sungguh lelah.....


"Aku membebaskanmu Wilard, aku sangat lelah...dengan semua ini....dan aku ingin pergi saja." ucap Tari gemetar.....


Sean yang melihat Tari memegang pistol sangat terkejut, seketika ia bangkit dan berlari ke arah Tari.....


"Tari hentikan..aku mohon..." bisik Sean dengan hati yang begitu sakit....


Sementara Wilard mencoba mendekati Tari....


"Tari..jangan melakukan itu..aku mohon."


"Mengapa kau berubah lagi Wilard...aku membencimu, dan aku membenci hidupku." jerit Tari histeris sambil menodongkan pistol ke arah tubuhnya sendiri......


"Tari hentikan..." Wilard bergerak maju, dengan wajah pucat, namun langkahnya tertahan....


"Jika aku mati..maka aku akan membawa cintaku pergi, tapi jika aku selamat..maka dengarkan aku Wilard Pearl kau telah kehilanganku dan Cintaku..."


Sean berlari sekuat tenaga..,namun belum juga sampai ia mendengar suara tembakan.......

__ADS_1


"Duarrrrrrr................"


__ADS_2