
Angell sedang menyiapkan bekal untuk makan siang Wili. ia menatap ke arah sang putra yang sedang melahap sarapannya dalam diam. jika dilihat sifat Mike serupa dengan Alex, dingin dan hampir tak pernah tersenyum ia hanya tersenyum pada Angell dan juga papanya, senyum Mike hanya untuk keluarganya walau hanya senyuman tipis.
"Bunda..apakah aku akan punya adik lagi."?
"Yah...apa kau senang."?
"Apakah dia akan selalu menangis."?
Angell menatap Mike yang menatapnya tajam....
"Yah..anak bayi akan selalu menangis sayang, kau juga dulu selalu menangis." ucap Angell tersenyum.
"Akan sangat merepotkan, dan berisik." ucap Mike dengan gelengan kepala.
"Kau akan terbiasa sayang...dan bunda yakin kau akan menyukainya."
"Kapan dia akan lahir."
"Hmmm.....sekitar 6 bulan lagi." ucap Angell setelah selesai menyiapkan makan siang untuk Wili.
"Baiklah..aku akan menunggu dengan sabar bunda."
"Kau adalah putraku yang terbaik....Bunda akan mengantarmu, jadi cepatlah..."
"Baik bunda, aku sudah selesai." ucap Mike berdiri.
Keduanya melangkah beriringan ke mobil dan hendak masuk ke dalam, suara ponsel Angell berdering dan ia pun menjawabnya sambil masuk kedalam mobil.
Belum sampai semenit ia masuk, Angell menjerit histeris seketika...
"Apa....Wili kecelakaan."? Angell langsung jatuh pingsan saat itu juga di hadapan Mike.
"Bunda...." jerit Mike histeris....ia menatap dingin ke arah supir.
"Kita kerumah sakit sekarang." ucapnya dengan nada tegas.
Rumah sakit........
Rafael dan juga Rusell menatap ke arah Angell duduk di depan ruang operasi dan hanya terdiam dengan tatapan kosong. yah...bagaimana mungkin Wili bisa mengalami kecelakaan ketika pulang dari rapat bersama dengan rekan bisnisnya. Angell menggeleng memeluk perutnya yang masih rata. di dalam hatinya Angell terus menggumankan doa....
menurut dokter Wili terluka parah di bagian kepala hingga harus melakukan operasi untuk menyelamatkan hidupnya. harapan hidup adalah 50% dan Angell sangat bergantung pada 50% itu.
"Bunda." desah Mike yang terus setia di samping bundanya, ia tak mau pergi atau pulang untuk istirahat. Mike ingin selalu menemani sang bunda.
"Mike....pulanglah dan tidur bersama nenek yah, besok kau harus sekolah." ucap Angell memeluk tubuh Mike meminta kekuatan. yah setiap kali Angell sedih pasti ia memeluk Mike dan akan merasa lebih baik setelah memeluk putranya.
Rafael ikut duduk di samping Mike dan membelai rambut sang keponakan.
"Kau adalah seorang pria kecil yang sejati." bisik Rafael.
"Aku ingin seperti Papa, paman dan kakek." Mike tersenyum tipis.
"Maka kau akan menjadi seperti kami."
Angell kembali memejamkan matanya...ia menatap ke arah Rafael.
"Antarkan dia pulang Rafael, biarkan dia tidur dengan mama." ucap Angell dengan suara serak.
"Zefanya dan Viona sudah tidur."?
"Viona sangat rewel dan Zefanya kewalahan, dengar kakak semua akan baik-baik saja." ucap Rafael pelan.
"Aku mengerti."
__ADS_1
Rafael lalu membawa Mike pulang walau harus di lalui dengan debat kecil. Mike adalah anak yang kritis. beruntung Rafael bisa mengendalikannya.
Hening.....Rusell menatap putrinya dengan kesedihan yang dalam.
Rusell pun duduk di sebelah putrinya, dan membiarkan Angell bersandar di pundaknya. sepasang ayah dan anak itu terdiam.
"Papa...apakah semua akan baik-baik saja."?
Rusell menghela nafasnya...
"Apa yang Tuhan ijinkan di dalam hidup kita itu pasti yang terbaik sayang."
"Meski akan terasa sakit."?
"Tuhan akan memberimu kekuatan sayang."
Angell kembali memejamkan mata........ia sungguh tidak sanggup kehilangan Wili. jika sesuatu terjadi maka ia akan ikut saja. rasanya tidak mungkin hidup tanpa Wili.
Pintu ruangan operasi terbuka, dan tampak dokter keluar dari sana dan mendekati sepasang ayah dan anakk itu yang berdiri dengan rapuh.
"Dokter..bagaimana menantuku."?
"Maaf...kami sudah berusaha..tapi luka di kepalanya sangat parah."
Angell menggeleng tidak terima...
"Dokter..apa maksudmu."
"Pasien sudah sadar sekarang, biasanya pasien akan meninggal di meja operasi namun sepertinya ia menunggu nyonya untuk berpamitan."
"Apa...." seluruh tubuh Angell melemah...hampir saja ia pingsan namun menguatkan dirinya. ia harus bertemu Wili.
"Dokter..." isak Angell keras.
Rusell menahantangisnya namun ia menguatkan Angell...
"Temuilah suamimu dan ucapkan selamat tinggal agar dia bisa tenang Angell."
"Papa...."
"Pergilah."
💓💓
Hening......
Ruangan ICU, terdengar bunyi alat-alat yang mengerikan hingga Anggell terpaku. dari jauh ia melihat Wili sedang menatapnya semua alat terpasang di tubuhnya. dengan bunyi yang begitu menyeramkan bagi Angell.
"Angell." desah Wili mengangkat tangannya dengan gemetar.....
"Sayang..." Angell menggapai jemari Wili dan menggenggamnya.
"Aaku..sangat senang kau..melihatmu Angell."
"Ssst..diamlah, jangan terlalu banyak bicara..dengarkan aku..kau akan sembuh." ucap Angell dengan suara yang gemetar.
"Angell, trimakasih..kau sangat mencintaiku."
Angell memejamkan mata berusaha menahan gejolah di hatinya yang ingin meledak dalam tangis. rasanya sakit melihat Wili terbaring tak berdaya.
"Aku mencintaimu Wili."
"Angell..jadilah wanita kuat....aku..ingin kau, menerima Alex..jika aku....sudah tidak ada lagi." ucap Wili dengan susah payah.
__ADS_1
"Apa maksudmu..aku akan sangat marah jika...."
"Aku tau...Mike bukan anakku Angell."
Angell membeku....airmatanya menetes penuh rasa sakit...
"Apa maksudmu..kau tau.."?
"Maafkan aku terlalu serakah ingin memiliki kalian berdua."
"Wili...aku...."
"Alex adalah pria yang tepat untuk menggantikanku, aku...tidak percaya pada siapapun selain dia untukk menjagamu dan Mike."
"Diam." jerit Angell dengan keras..
"Angell."
"Aku tak mau dengar apapun..aku hanya mencintaimu Wili. Alex atau siapapun tidak bisa menggantikanmu." ucap Angell marah.
Wili menggenggam jemari Angell........
"Angell...pikirkanlah..."
"Kau akan sembuh Wili."
"Aku...mencintaimu......"
"Tiiiiiiiiiiiiiiit..............." Bunyi monitor itu terdengar menyayat hati hingga Angell semakin histeris melihat Tubuh Wili tidak bergerak bahkan bernafas lagi.
"Wili..aku bilang bangun." Angell mengguncangkan tubuh Wili namun tidak bergerak. iapun segera menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
Tak berapa lama kemudian Dokter pun datang dan mulai memeriksa dan kemudian menghela nafas menatap Angell dengan tatapan menyesal.
"Nyonya Angell maaf....tuan Wili sudah meninggal.
"Apa."?
Angell merasa dunianya runtuh saat itu juga dan sesaat kemudian...ia merasakan perutnya mengalami kontraksi dan terasa begitu menyakitkan. Angell tersungkur di lantai ruangan dengan memegang perutnya. sementara darah segar keluar dari balik dresnya...
"Ach.....sakitt..." desah Angell meringis...
"Nyonya Angelll.".......
💔💔
Angell membuka matanya..seketika itu juga ia menatap sekelilingnya. ruangan putih, ada alat yang menusuk tangannya.
"Infus."? Angell memijit pelipisnya dengan pelan. dan seketika itu juga pintu terbuka. Mike muncul disana bersama seluruh keluarganya.
mereka menatapnya dengan tatapan sedih.....mama yang lebih dahulu mendekat dan duduk di sampingnya. sementara Mike berdiri disamping neneknya.
"Bagaimana keadaanmu sayang."?
"Mah...." Seketika ingatan Angell tertuju pada Wili.
Ia menatap Mamanya dengan airmata yang menetes...
"Mah...dimana Wili...dan juga..perutku sakit sekali."? isak Angell dengan gemetar. ia merasa perutnya kosong dan terasa sakit. ia kemudian menyentuh perutnya yang telah rata....airmatanya menetes ketika satu kemungkinan di kepalanya....
Livia memejamkan matanya dengan isakan panjang...
"Wili sudah meninggal Angell, dan bayimu...pergi bersamanya sayang."
__ADS_1
"Tidak...." jerit Angel lalu pingsan lagi....