Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Niat Mikha


__ADS_3

Stela mendekat dengan amarah yang tak mampu di bendungnya....


"Kau pikir aku akan diam saja....kau sudah kalah Mikha, papa berpihak padaku dan tentu saja, aku akan mengusirmu dan ibumu pergi..."


"Benarkah...aku tak sabar lagi mendengar hasil rapat nanti, kita liat saja kakakku sayang, aku yang terusir atau dirimu." Mikha tersenyum kejam...


Lalu melangkah sembari menyikut bahu Stela denan sengaja, Stela menoleh dengan geram...


"Aku tak akan kalah darimu Mikha...papa pasti berpihak padku." jerit Stela yang hanya dibalas kekehan sinis dari Mikha, gadia itu bahkan tidak terpengaruh dengan teriakan Stela padanya.


Sementara karyawan yang lain kebetulan melintas hanya menatap sambil berbisik, namun segera ketakutan ketika mendapat tatapan tajam Stela...


Wanita muda itu segera melangkah menuju ruangan papanya. ia harus meminta penjelasan soal kedatangan Mikha...


💚💚


"Masih terlalu pagi untuk menguji kesabaranku Stela." ucap Aksana menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya...


Stela sudah tidak perduli ia mendekati papanya dan duduk di hadapan Aksana..


"Mengapa dia begitu percaya diri papa...dia bahkan berkata bahwa aku aka berada di kakinya, apa maksudnya papa..apa maksudnya." Stela menjadi histeris.....


"Diam...." bentak Aksana membuat Stela terkejut...


"Papa..." airmata Stela menetes.....


"Kau yang lebih tua dari Mikha tapi lihatlah dirimu..kau bahkan tidak bisa mengendalikan dirimu Stela..papa sangat lelah dan stress sekarang ini...bisakah kau tidak membuatku marah.."


"Aku tidak sudi papa..aku tidak akan pernah membiarkan Mikha menang dariku."


"Dia adik kandungmu Stela."


"Aku tidak perduli...dalam rapat nanti, papa harus menyebut namaku saja..hanya namaku." desis Stela bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan itu dengan aura menakutkan....


Aksana memejamkan matanya, keadaan ini sungguh membuatnya gila. pria itu bangkit dan segera melangkah keluar ruangan.


💞💞


Mikha melangkah dengan ringan menuju mobil tempat Martin sedang menunggunya. iapun segera masuk dan tersenyum..


"Bagaimana..."?


"Berjalan dengan lancar." ucap Mikha tersenyum puas,..


"Bagus...bagaimana perasaanmu sayang,"? tanya Martin menggenggam jemari Mikha."


"Aku merasa bahagia." ucap Mikha dengan sinar mata yang puas...


Martin menganggukan kepalanya, lalu mengecup punggung tangan Mikha..

__ADS_1


"Sekarang kita pulang sayang."


"Yah....."


💖💖


"Mengapa kau melakukan itu lagi Mikha...Mama sudah bilang lupakan semua, mengapa kau malah meminta sesuatu yang begitu besar pada papamu,kalau seperti ini apa bedanya kau dengan Stela." ucap Lusi tidak terima..


"Mah...serahkan semuanya padaku, lagipula aku ingin menyelamatkan keluarga kita, papa tampak hancur dan tidak fokus..sementara Stela..aku harus menghentikannya mama."


Lusi membeku...ia memejamkan mata,


"Papamu....dia, apakah dia baik-baik saja."? tanya Lusi sedikit cemas..


Mikha menghela nafas,....


"Sebenarnya aku masih sangat marah, tapi melihat papa yang begitu kacau amarahku menghilang Mah...seperti yang mama bilang aku tak bisa membenci papa karna dia memang tidak tau tentang tes DNA itu." Mikha menundukan wajahnya...


Lusi menganggukan kepalanya...ia menatap Mikha dan menyentuh wajah putrinya...


"Kau tau betapa bangganya mama padamu Mikha...hatimu bahkan lebih baik dariku." ucap Lusi pelan...


"Aku ingin keluarga kita seperti dahulu lagi Mah...dan aku ingin menyadarkan kak Stela bahwa keluarga adalah segalanya." ucap Mikha kemudian memeluk tubuh Lusi dengan erat


Sementara dari jauh Martin hanya mengangguk lega ia yakin sekarang jika Mikha adalah gadis yang baik, dan mungkin ia akan mengakui semuanya pada Mikha tentang siapa dirinya.


💞💞


Aksana menatap dirinya di cermin dan menghela nafas....rambut tipis mulai tubuh di wajahnya, ia tak pernah lagi mencukur karna kehilangan gairah hidup..


Aksana akhirnya keluar dari kamar dan menuruni tangga, ia melihat Stela terlihat sedang kesal...


"Apa lagi dengan wajahmu."? tatap Aksana tajam..


"Semua masakan pelayan dirumah ini tidak ada yang enak....aku benar-benar tidak tahan." ucap Stela dengan wajahnya yang kusut..


"Pesanlah makanan dan jangan cengeng." ucap Aksana cuek dan melangkah keluar...


"Tapi papa tau aku memiliki alergi jadi susah bagiku pa.."


"Papa juga sedang pusing Stela...bisakah kau mengurus dirimu sendiri."?


Aksana menatap malas dan segera meninggalkan Stela yang hanya bisa meringis...ia melirik meja dengan hati yang kesal. biasanya ibu Lusi yang memperhatikan makananya dan alergi yang ia alami. Stela sudah mulai merasa frustasi, karna ahkan ia tak bisa mengurus dirinya sendiri.


💖💖


Aksan turun dari mobil, ia memasuki salah satu mall yang terkenal di kota itu untuk memilih beberapa keperluan pribadinya.


Aksana mendesah,sebenarnya ia bisa mengurus anak buahnya untuk melakukan untuknya namun Aksana lebih memilih keluar rumah di sela waktu liburnya, di banding tetap dirumah yang hanya akan membuatnya semakin tersiksa oleh bayangan Lusi.

__ADS_1


pria berusia hampir 50 tahun itu melangkah menaiki eskalator dan melemparkan pandangan ke segala arah.ini pertama kalinya Aksana berjalan sendirian dan rasanya sangat menjengkelkan.


Pria itu lalu melangkah menuju butik langganannya untuk memilih beberapa dasi dan jass untuk di pakai di rapat nanti, yah..lusa adalah rapat yang akan dilakukan oleh Aksana dan ia memilih lusa dan tidak akan menunda terlalu lama karna baginya, cepat ia menyerahkan segalanya pada Mikha maka secepatnya ia akan bertemu dengan istri cantiknya...


Aksana tanpa sadar tersenyum sambil melangkah memasuki toko.


💞


"Apakah ini terlihat bagus untuk Martin Mah."? tatap Mikha pada dasi yang di pilih Lusi.


Wanita cantik itu mengangguk, mengenang jika ia selalu memilih dasi untuk Aksana.....sudah sebulan mereka berpisah, bagaimana kabar Aksana, apakah dia sudah mengganti jass dan dasinya...siapa yang memilihkan untukknya apakah Hana.?hati Lusi menjadi sedih...


"Ini bagus untuk Martin." ucap Lusi tersenyum..


"Baiklah...aku pilih ini, mama memang terbaik dalam memilih dasi...Martin pasti senang." ucap Mikha antusias....


"Apakah kalian jadi pergi..hari ini."? tanya Lusi..


"Yah....dia sudah hampir sampai, ayo Mah...kami akan mengantar mama pulang lalu kami akan pergi."


Lusi menggeleng....


"Tinggalkan mobilmu biar Mama membawanya pulang." ucap Lusi pelan..


Mikha menganggukan kepala....


"Baiklah..bersenang senanglah cintaku,dan hati-hati membawa mobil." ucap Mikha mencium pipi Lusi..


"Baiklah...kau juga hati-hati." ucap Lusi mengingatkan..


Mikha mengangguk laku melangkah meninggalkan toko itu, kini tinggalah Lusi yang sedang memandang sebuah dasi yang tampak cocok untuk Aksana. wanita itu tertegun..matanya berkaca-kaca...menggenggam dasi itu sedikit kuat..jauh di dasar hatinya Lusi merindukan Aksana...


"Maaf bu..apakah ibu jadi mengambil dasi ini."? tanya pelayan toko mengejutkan Lusi...


"Yah...aku mau ini tolong." ucap Lusi menyerahkan 2 buah dasi kepada pelayan toko itu..


Lusi membalikan tubuhnya dan langsung menubruk tubuh seseorang di belakangnya hingga hampir terjatuh...


Namun....pria itu menahan lengannya agar tidak membentur lantai...


"Aaah..maafkan aku." ucap Lusi menunduk dan langsung mengangkat wajahnya...


Mereka berdua membeku sama-sama terkejut......


"Lusi..."


"Aksana.." desah Lusi dengan mata berkaca-kaca....


Jangan lupa Mampir juga yah..💖💖

__ADS_1



__ADS_2