
"Masuk ke kamarmu sekarang juga Stela, jika kau tidak ingin bergabung..maka berhentilah menjadi pengganggu." ucap Aksana dengan tatapan beku..
Stela mengeratkan genggamannya pada tas tangannya, ia memandang penuh kebencian pada mereka...
"Aku lebih baik pergi dari rumah ini papa..." Stela mengangkat dagu tinggi-tinggi, sekaligus menegaskan egonya.
Lalu melangkah meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang masih tertinggal...
Aksana hanya menarik nafasnya dengan frustasi, begitu juga dengan Lusi, jelas Stela sengaja merusak kebersamaan yang indah dengan ulahnya, entah sampai kapan dia berhenti...
"Papa...aku akan menyruh orang untuk mengawasi kakak, walaupun dia pergi namun kita tetap bisa menjaganya dari jauh."ucap MIKha berusaha menenangkan kedua orangtuanya.
Aksana mengangguk dengan penuh rasa syukur..
"Kau mempunyai hati yang lembut dan pemaaf seperti mama, kau tau betapa papa bangga padamu anakku."?
"Aku tau papa...aku sangat mencintai keluarga kita, tenang saja..aku akan membawa kak Stela kembali." ucap Mikha tersenyum,
Lusi dan Aksana mengangguk n senang...Mikha benar-benar dapat di andalkan.
*******************************
Stela hampir sampai di mobil ketika MIkha mencekal tangan Stela, dan wanita itu menatap marah karna Mikha meraih genggaman Stela.....
"Kau mau kemana..rumah adalah tempat teraman kakak." ucap Mikha dengan mata yang membulat sempurna...
Menjijikan..sikap Mikha yang begitu manis terasa menjijikan di matanya. hingga ia menaikan sudut bibirnya,
"Aku akan buktikan aku bisa tanpa kalian semua."ucap Stela dengan keangkuhan seorang nona muda...
"Silahkan......aku mau liat kesombonganmu akan menghancurkanmu." ucap Mikha mengangkat alisnya, tentu ia harus memberi kesempatan untuk Stela merasakan kehidupan keras di luar, agar gadis ini mengerti..tak ada yang lebih mencintainya selain keluarga.
"Aku akan membalasmu dengan segera." Stela masih belum menyerah.
"Aku tunggu kak Stela, oya..jika kau masih ingin bekerja di kantor maka pukul 7 kau harus ada disana jika tidak....."
__ADS_1
"Kau mulai menekanku yah."
"Kau benar Stela....aku adalah bossmu sekarang."
"Jika aku tidak datang tepat waktu..apa yang bisa kau lakukan."
"Jika kau tidak datang tepat waktu kau akan menerima hukuman dan jika kau menolak hukuman maka aku akan menendangmu dari perusahaan."
Stela semakin terbakar emosi....lalu tanpa menjawab satu katapun ia melangkah membuka pintu mobil dan meninggalkan rumah itu dengan cepat.....
Stela menatap sekali lagi rumah mewah itu dengan tatapan penuh dendam. ia akan membalas semua perlakuan Mikha padanya.
**********
Stela menatap kosong jalan di depannya yang gelap segelap hatinya sekarang, mungkin ia harus menginap di hotel terdekat dan mengumpulkan rencana untuk membalas Mikha dan merebut kembali posisinya.
Karna terlalu tenggelam dalam lamunan Stela tidak memperhatikan jalan. mobilnya tiba-tiba di salip dan berhenti tepat di depan mobilnya. Stela tidak sempat mengerem mobil dan tabrakan kecil tak mampu di hindari...
"Brugggghhhhhh..."
Stela keluar dari mobil dan tertegun melihat seorang pria dari masa lalunya, datang dengan penuh dendam padanya, keluar dari mobil itu,
Damian Russ...
Mengapa Damian ada disini dan tidak, apakah dia salah lihat..bukankah pria itu di Amerika. jantung Stela berdebar, sesaat ia mengintip pria yang sepertinya mendekat. nyalinya menciut seketika itu juga...haruskah ia berlari saja, yah..kerusakan ini tidak seberapa di banding harus berhadapan dengan pria gila ini.
Stela mengakui dia memang gadis yang sekarang dengan ambisi yang besar cenderung nekat dan gila, tapi berhadapan dengan Damian adalah sesuatu yang lain, Stela benar-benar tak ingin berurusan dengan pria tidak waras ini...
Ia punya hutang sangat besar pada Damian di Amerika. dan yang paling membuat pria itu marah adalah, Stela telah membunuh istri Damian setelah perkelahian di club malam. mereka tidak saling mengenal, karna saat itu Damian begitu hancur dan terpukul atas kematian istrinya yang bernama Celine. namun ia yakin Damian punya fotonya, walau tidak jelas karna Stela sudah membayar mahal untuk menyingkirkan bukti-bukti. dan Stela yakin pria ini akan membunuhnya. Stela mampu lolos dari hukuman di Amerika dan pulang ke negaranya, dengan kekuatan uang seorang Aksana.
Stela menundukan tubuhnya memasuki mobil, dan hendak melarikan diri namun ia terkejut ketika pria besar itu menarik rambut belakangnya hingga Stela terkejut...
"Kau mau kemana pembunuh." desis Damian dengan tajam...
Betapa pucat wajah Stela saat ini ia menatap Damian dengan ekpresi tajam, otaknya dipaksa berputar saat ini juga yah.. Stela pintar dan licik dan ia akan meloloskan diri kali ini semoga bisa..
__ADS_1
"Siapa kau."? ucap Stela dengan wajah polosnya yang di buat-buat.
Damian mengeraskan tatapannya, senyumnya terlihat mengerikan, apalagi ia marah. Stela benar-benar ketakutan sekarang.
"Kau pikir kau akan lepas begitu saja setelah membunuh istriku dan menyebabkan anakku kehilangan ibunya, begitu."? teriak Damian dengan tatapan menyala-nyala...
Damian sudah gelap mata, tangannya terlurur dan mencekik Stela dengan kekuatan penuh. ia menatap tajam. dendamnya harus terbalas, kematian istrinya sangat menyakitkan dan wanita ini..harus mati..
"Aaaaccchhhhh.......lepaskan aku." jerit Stela merasa akan mati sesaat lagi..
"Kau akan menemui istriku dan meminta maaf disana, dan untuk itu kau harus mati." desisnya penuh ancaman.
Stela tidak bisa melepaskan diri ketika, Damian yang jauh lebih kuat darinya dengan mudah ingin membunuhnya..
"Kau salah orang tuan, aku tidak mengenalmu...aku bukan dia...." jerit Stela mencoba di ujung nafasnya.
Dan....cekikan di lehernya terlepas..Stela segera menghirup udara sebanyak-banyaknya. untuk pertama kali dalam hidupnya Stela merasa bersyukur bisa menghirup nafasnya kembali...
Belum sempat ia menghela nafas, lengannya kembali di cengkram dengan kuat hingga Stela mendongakan wajahnya menatap pria yang begitu tinggi di hadapannya ini.
"Siapa yang kau maksud, jika bukan dirimu lalu siapa...katakan." ucapnya dengan suara yang tegas.
Stela mulai meneteskan airmata,.....
"Mikha.....dia dalah adikku, dia yang bergaul dengan bebas dan sempat ke luar negri. mungkin yang tuan maksud adalah dirinya dan bukan aku." isak Stela dengan tatapan sedih..
"Kau punya adik..."? tanya Damian tajam..
"Yah...dia sering memakai identitasku jika melakukan kejahatan dan selalu aku yang akan menangunggnya, selalu begitu..aku sekarang bahkan terusir dari rumah karna dirinya,"
Damian menghempaskan pegangannya pada Stela hingga wanita itu meringis kesakitan...
"Katakan apapun yang kau tau tentang wanita itu, atau kau tidak akan hidup sampai hari esok." ancam Damian dengan mata menyala-nyala..
Stela tersenyum.....
__ADS_1
"Aku akan membantumu tuan..." ucapnya dengan nada lemah....