Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Dipaksa menikah


__ADS_3

Rusel menyandarkan tubuhnya di dinding dan hanya menatap penuh arti. sungguh pemandangan ini membuatnya merasa tenang dan damai. Livia meski masih sangat muda namun ia sangat lembut ketika bicara dan punya daya tarik dikeseluruhan dirinya. Rusel bahkan mendengar beberapa pelayan laki-laki dan perempuan memuji Livia. Rusel juga merasakan itu, kehadiran Livia dirumah ini bagai seberkas cahaya di tengah gelapnya kehidupan Rusell, dan entah mengapa kini ia mulai serakah dengan berpikir, bagaimana kalau Livia menjadi istrinya.


🖤


Livia mengetuk pintu kamar Rusell yang terletak disebelah kamarnya. sesekali matanya masih melirik ke arah ranjang untuk memastikan Angel masih tertidur, walau sudah ada pelayan yang mengawasi tapi Livia tidak tenang. untunglah letak kamar mereka hanya hanya dibatasi sebuah pintu. ia hanya perlu bergerak ke sudut kamar dan langsung terhubung dengan kamar Rusell.


Pintu terbuka Gadis itu terpana meihat Rusell tsmpan dengan piyams tidurnya ia terlihat lebih santai. dan Livia pun segera masuk, ia mengerutkan dahinya melihat hampir seluruh cat kamar ini berwarna hitam, betapa redupnya kamar ini..seperti tidak ada kehidupan disini.


Rusel mengikuti arah tatapan Livia.


"Aku menyukai warna hitam, itu menunjukan siapa aku dan isi hatiku. dan jati diriku" Rusel menjatuhkan tubuhnya ke sofa single yang empuk dikamarnya. sementara Livia masih berdiri dengan keheranan, seumur hidupnya ini pertama kalinya ia menemukan cat tembok berwarna hitam. sangat misterius dan mengerikan. hanya ada sebuah lampu besar ditengah ruangan yang menyala redup untuk menerangi mereka.


"Sangat gelap dan mengerikan." ucap Livia bergidik lalu duduk di hadapan Rusell.


"Aku lelaki seperti itu Livia, jadi kau harus tau."


Livia melonggarkan tenggorokannya ia memalingkan wajahnya ke sekeliling kamar dan kembali dibuat ngeri, ada banyak senjata api berbagai ukuran terpajang di hampir semua dinding ruangan.

__ADS_1


Rusell tersenyum menatap Livia dari ujung rambut sampai kaki dan menggeleng. sempurna Livia tampak cantik dengan dres panjang putih yang menutupi mata kaki, namun pesonanya begitu tidak terkendali.


"Kau mau bicara apa."


"Aku sudah bertemu kedua orangtuamu." ucap Rusel santai.


Mata Livia membulat sempurna. bagsimana mungkin Rusell menemukan orangtuanya,bagaimana mereka, apa mereka dalam keadaan baik,apakah mereka merindukan Livia seperti ia merindukan mereka. begtiu banyak pertanyaan memenuhi kepala Livia hingga matanya memanas, hampir 1 bulan sudah ia diculik.


"Kau bertemu orangtuaku, ach...bagaimana mereka, apakah mereka merindukan aku." airmata Livia menetes tanpa bisa dicegah.


"Yah..mereka merindukanmu dan aku akan mengundang mereka ke rumahku jika kau..mengikuti semua perintahku."


Livia menyipitkan matanya curiga lalu menghapus airmatanya, ia tentu senang kalau Rusell mengijinkan orangtuanya ketempat ini. tapi Livia tau ia harus membayar mahal untuk itu.


"Katakan apa maumu Rusell."


"Kau harus bersedia menikah denganku Livia."

__ADS_1


"Menikah."?


Wajah Livia memucat seketika ia menggeleng.ia menatap Rusell dengan tatapan benci. bagaimana mungkin pria ini meminta hal yang tidak masuk akal kepadanya. bagaimana mungkin Rusell ingin menikahinya sementara mereka tidak pernah saling mengenal. dia sedang diculik sekarang untuk mengurus putri Rusell. Livia sudah merelakan itu semua dan masih berharap jika ia bebas nanti, Livia akan kembali menikah dengan Roni kekasihnya. Livia berpikir Rusell memberikan dia hadiah yaitu kedatangan orangtuanya sebagai ucapan terimakasih karna telah mengurus Angel sepenuh hati. namun apa yang ia dengar ini. pernikahan? apa lelaki ini sudah gila.


Rusell tertawa senang melihat wajah Livia yang pucat pasi ia sangat menikmati semua itu.


"Yah...kau tidak punya pilihan selain menikah denganku Livia Morens."


Livia menegakan tubuhnya, ia berdiri dengan airmata tertahan dengan jemarinya terkepal dengan kuat.


"Aku tidak akan pernah menikah denganmu tuan Rusell Wins." ucap Livia tegas.


Rusel menaikan sudut bibirnya, matanya bersinar tajam seolah siap menghancurkan.


"Tidak ada yang bisa menolakku Livia, termasuk dirimu."


Rusell bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Livia yang bergerak mundur ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2