Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hangat


__ADS_3

"Aku...."


"Apa kau mau menghinaku lagi, atau kau mau mengukur dan menyombongkan diri tentang kekayaanmu."? ucap Kenzo menatap tajam.


"Tidak Ken..aku tidak datang untuk menghinamu." airmata Elena menetes.


"Lalu apa...kau datang ingin mengantarkan undangan sekaligus menertawakan hidupku yang sederhana....jawab"?


"Tidak..aku datang karna aku merindukan Radit."


"Apakah cintamu tidak berbalas hingga kau tidak punya tempat untuk pulang."?


"Ken...maafkan aku."


"Keluar...keluar sekarang juga Elena Rive." usir Ken dengan suara yang keras.


Radit kecil menangis mendengar Kenzo membentak Elena. hingga airmata Elena jatuh, hatinya sakit sekali mendengar anakknya menangis di hadapannya. tanpa menatap Kenzo, Elena kemudian meraih tubuh kecill Radit dari dalam kereta. untuk pertama kalinya ia memeluk Radit dengan penuh cinta. membawa Radit di dadanya. sejak Radit lahir Elena selalu menghindarinya. bahkan Elena tak sudi anakknya mendekat padanya jika ingin asi maka ia akan memompa asinya dan tak mengijinkan Radit menyentuhnya. kini hanya penyesalan yang begitu kuat menuduhnya.


"Sssstt..,sayang..jangan menangis lagi yah..mama ada disini." ucap Elena pelan.


Kenzo menatap Elena dan mengerutkan dahi, apakah Elana datang untuk mengambil Radit dengan cara paksa. apakah Elena akan menempuh jalur hukum untuk mengambil Radit.


"Apa maksud kedatanganmu sebenarnya Elena."


"Sssst,..diamlah, suaramu terlalu keras..kau akan membuatnya menangis lagi....aku akan pergi aku janji Ken." isak Elena dengan gerakan menutup mulut.


Kenzo terdiam disana...ia membeku ketika menyadari Radit tertidur di pelukan Elena. yah...hatinya menghangat. sudah beberapa hari ini Radit terus gelisah dan menangis, mungkin ia merindukan ibunya. dan saat ini ia melihat keajaiban pelukan seorang ibu. Elena menundukan kepala tidak berani menatap Ken.


"Dia sudah tertidur Ken." bisik Elena pelan.


"Aku akan membereskan box bayinya..."


"Tidakk." cegah Elena...


"Mengapa."?


"Bolehkan aku tidur di ranjangmu dengan Radit."? pinta Elena sedikit takut. yah..Kenzo yang sekarang memiliki garis wajah yang tegas, kulit yang coklat dan tubuh yang berotot hingga Elena sedikit takut.


"Kau tak akan membawa kabur Radit kan."?


"Tidak...aku tidak berani..aku hanya ingin bersama Radit, aku ingin tidur dan memelukknya jika...jika kau mengijinkannya." ucap Elena tercekat ketika Kenzo mendekatinya.

__ADS_1


"Baiklah..aku akan membereskan tempat tidurku, maaf mungkin tubuhmu akan sakit karna tempat tidur ini tidak seperti dikamarmu Elena." ucap Ken dengan suara yang terdengar sedikit pelan.


"Tidak masalah..asal...."


"Asal apa."? wajah Ken mendekat....


"Tidak...tidak ada tikus." Elena tersenyum hingga Kenzo terpana....


"Baiklah....disini tak ada tikus tenanglah." pria itu tertawa kecil lalu segera membersihkan tempat tidur dengan rapi. Elena lalu menidurkan Radit lebih dahulu, lalu Elena melirik sekeliling ruangan yang tidak tertata rapi yah..tidak ada sentuhan tangan wanita di kamar ini. padahal kamar ini bagus karna terletak di lantai dua dan memiliki keistimewaan pemandangan pantai yang indah, jika duduk di balkon kamar. Elena menatap Kenzo yang sudah selesai membersihkan tempat tidur.


Mata keduanya kembali bertemu hingga menimbulkan kecanggungan yang indah.


"Silahkan tidurlah...aku akan turun dan mengawasi restoran dulu, setelah selesai aku akan kembali."


"Baiklah Ken..terimakasih."


"Radut merindukanmu Elena."


"Hatiku bergetar..,dan aku merasakan ikatan indah itu Ken."


"Bagus."


Kenzo mengangguk masih menatap mata Elena,perlahan rasa rindu itu kembali menguar dan menggodanya, ingin sekali Kenzo memeluk Elena saat ini.. menciumnya bahkan bercinta dengannya yah...hal yang selama ini ia rindukan.seleah malam-malam sepi yang Ken lalui bersama bayi Radit 6 bulan ini. sudah banyak wanita yang mendekat dan menawarkan ingin menjadi istrinya namun Ken menolak. karna jauh di dalam hatinya ia masih merindukan Elena. hanya Elena yang ada di pikirannya. tapi Ken menahan diri sekuat tenaga. walau gairahnya membara dengan hanya melihat mantan istrinya saat ini.


"Kau tidak akan kabur dan membawa anakku kan."?


"Kau boleh mengunciku dari luar kalau kau ragu Ken." ucap Elena dengan serius.


"Maafkan aku, tapi memang aku harus menguncimu agar aku bisa bekerja dengan tenang."


"Yah..lakukan saja." tatap Elena masih tersenyum.


"Kau sudah makan."? tanya Ken.


"Belum..apakah aku harus membayar jika aku ingin makan."? tanya Elena polos.


"Mengapa berkata begitu Elena."?


"Aku tidak punya uang." desah Elena dengan air mata menetes.


Kenzo membeku melihat Elena berdiri dengan rapuh, dengan cepat pria itu mendekati Elena dan memeluknya.

__ADS_1


Tangisan Elena pecah saat itu juga, ia memeluk tubuh Kenzo dengan gemetar. betapa ia sangat menyesal meninggalkan keluarganya. Elena yang tidak dewasa Elena yang manja dan lugu. saat ini Elena tak berdaya di hadapan mantan suaminya sendiri, pria yang selalu di bencinya. pria yang selalu menjadi pelampiasan amarahnya.


Kenzo menjauhkan tubuh Elena walau masih menatap matanya.


"Aku akan membawa makanan untukkmu dan setelah itu tidurlah bersama Radit, aku akan bekerja."


"Baiklah terimakasih Ken."


Kenzo mengecup dahi Elena, lalu melangkah keluar kamar dengan hati yang berbunga-bunga.


💕💕


Elena mulai membersihkan seluruh kamar dan menata ulang semua barang-barang Ken dan Radit. ketika ia menyentuh mainan Radit airmata Elena menetes, di genggamnya mainan itu dengan gemetar....


"Maafkan mama nak..mama melewatkan semua perkembanganmu namun, mama janji mama akan selalu ada buat Radit mulai sekarang." ucap Elena menghapus airmatanya.


Karna sudah terlalu lelah Elena segera naik ke ranjang dan tidur di samping Radit dan sambil memeluknya erat. kedua pasangan mama dan anak itu tertidur dengan saling memeluk.


💓💓


Kenzo membuka pintu kamar dan begitu terkejut melihat sekeliling ruangan yang sudah rapi. baju-bajunya yang tadinya berserakan tersusun rapi di lemari dan juga mainan Radit yang berserakan sudah tersimpan rapi dalam kotak mainannya. dan tatapan mata Kenzo tertuju pada pemandangan indah lainnya. dimana di atas ranjang. sosok yang sedang tertidur lelap sambil berpelukan dengan mesra menggetarkan jantungnya. yah...sudah lama ia memimpikan melihat kemesraan ini. Kenzo meletakan makanan Elena di atas meja kecil di kamarnya dan mendekati keduanya.


Wajah Elena tampak sangat lelah dan terlelap tidur di wajahnya yang damai.


Dengan gerakan pelan..Kenzo membangunkan Elena. wanita itu membuka matanya dan terkejut, sesaat ia kehilangan orientasinya karna di bangunkan tiba-tiba.


"Maaf..aku membangunkanmu karna kau harus makan." ucap Kenzo dengan hangat.


Elena mengangguk masih terlihat lelah...ia menatap ke sisi kirinya melihat sosok kecil yang membuat senyumnya mengembang seketika. jemarinya menyentuh wajah kecil itu yang masih tertidur dengan damai. dan Kenzo hanya terdiam menatap interaksi mama dan anak itu.


"Tampannya mama..nyenyak sekali tidurnya." bisik Elena dengan suara serak.


"Beberapa hari ini dia rewel.,apa mungkin badannya tidak enak aku tidak tau."


"Aku akan memijitnya nanti." ucap Elena.


"Baiklah,...tapi kau harus makan dulu...aku membuatkan makanan istimewa untukmu Elena." ucap Kenzo.


Elena kembali memeluk tubuh Kenzo.......


"Terimakasih Ken..." desah Elena dengan mata yang basah.

__ADS_1


__ADS_2