
"Lepaskan aku Derrell,semua orang melihat kita." desah Mikha merasa ngeri...
Namun Derrell terlanjur terbakar, ia mencengkram lengan Mikha dan mendekat...Derrell tersenyum.....
"Semua yang ada disini..adalah anak buahku, anggap saja mereka patung." ucap Derrell sambil terus memandangi Dion yang berdiri kaku menatap mereka...
"Patung.....astaga kau sakit Derrelll."
Derrell mengeraskan tatapannya...ia melirik ke arah Dion....
"Masuklah kekamarmu sekarang Dion, pestanya sudah selesai."ucapnya bagai perintah, Dion langsung mengangguk dan melangkah pergi...
Mikha tidak terima, ia ingin mengikuti Dion namun langkhanya tertahan oleh cekalan Derrell pada lengannya, Derrell mendekat dan meraih punggung Mika merapat padanya, sinar matanya terlihat mengerikan, mengabaikan semua pernyataan tajam Mikha padanya...
Jemari kokoh Derrell bergerak naik dan menelusuri pipi mulus Mikha yang masih di balut makeup tipis itu..Mikha sangat manis...senyuman penuh keinginan begitu menguasai pria kejam ini....
"Saatnya melakukan kewajibanmu sayang...aku ingin kau sekarang." desis Derrell dengan wajah menggelap, segera mengangkat tubuh Mikha yang seolah ringan untukknya...
"Kau bukan manusia." jerit Mikha dengan mata yang basah, sementara para tamu yang hadir menatap dan bersorak, dimata mereka Mikha dan Derrell pasangan serasi...
"Turunkan aku Derrell..kau sudah gila yah...ini belum malam.." jerit Mikha meronta....
"Aku tak perduli waktu sayang, jika aku menginginkan kau sekarang, maka itulah yang harus terjadi."
Derrell mengangkat tubuh Mikha seolah ringan, padahal jarak taman dan kamar mereka sangat jauh, tak sedikitpun pria ini lelah.....
Mikha merasa lemah ketika mereka mendekati sebuah kamar paling besar dengan pintu yang lebar, Mikha menduga itu adalah kamar mereka, karna ada bunga yang menempel di depan pintu..
Mikha menoleh panik, apalagi Derrell terlihat begitu dingin dan tanpa ekspresi, dimanakah kamar Dion, ia sungguh ketakutan menghadapi pria ini.....
Sampai di depan kamar, pintu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya lalu merekapun masuk dan pintu besar itu tertutup dengan gerakan yang menggetarkan jiwa...Mikha membeku, bagaimana caranya keluar, apakah pintu itu tak bisa terbuka jika bukan Derrell...
Pria itu menurunkan tubuhnya hati-hati di ranjang dan keduanya saling menatap....Mikha mengepalkan tangannya ketika Derrell tanpa malu mulai melepas jassnya lalu dasinya dan menyisakan beberapa kancing kemejanya...dan mendekatinya.......
"Bagaimana perasaanmu menjadi seorang istri dari Derrell Russ."? desahnya meraih Mikha sembari jemarinya menyentuh pengait gaun pengantin di belakang Mikha dan membukanya,
__ADS_1
"Mengerikan...aku seperti bermimpi buruk." desis Mikha mulai panik ketika pengait gaun itu terlepas, dan jemari Derrell bergerak masuk menyentuh punggungnya...
"Mengerikan yah....kau akan segera merasakan apa arti rasa ngeri itu ketika aku memasukimu sayangku." desah Derrell seketika itu juga melepas gaun pengantin Mikha dengan sekali tarikan.....
Membuat Mikha panik dan meronta,
"Damian.......dimana kau menyembunyikannya, aku menikah dengannya bukan denganmu..kau tau itu..."
Mata Derrell menggelap, ia mencengkram wajah Mikha dengan tatapan membunuh,....hingga Mikha mengerang...
"Damian...Damian...Damian...berhenti memanggil nama itu Mikha, kau adalah istriku dan bukan dia...berhenti menyebut namanya...."teriak Derrell menggelegar....
"Kau tidak lupa kalau tadi...pendeta jelas menyebut nama Damian dan bukan namamu, kau siapa..kau kembarannya atau hanya mirip....."?
Derrell terdiam...ia tampak sangat marah dengan pernyataan Mikha.......ia menyunggingkan senyum sinis,
"Atau kau....adalah......" Mikha sungguh histeris ketika menyadari hal yang begitu mengerikan di kepalanya...Derrell adalah...........?
Derrell segera menghempaskan Mikha ke ranjang dan langsung menaikinya, bibir Derrell dengan cepat melum** bibir Mikha dengan kuat seolah menghukum, menyesapnya seolah haus...sembari tanganya bergerak bebas melepaskan segala penghalang di tubuh Mikha denga gerakan cepat,
Mikha tak berdaya ketika Derrell tak berhenti mencumbunya, bibirnya begitu kuat, mengul**, mengh**** dan memberi tanda pada sekitar dada Mikha....
Mikha tak pernah di biarkan Derrell beristirahat dari erangan yang menguasai pikirannya,
"Apakah kau mengingatku sayang."? desis Derrell di sela cumbuannya di ujung dasa Mikha.
"Aku bahkan mengutukmu dalam mimpiku." ucap Mikha mengerang ketika Derrell menggunakan mulutnya mengulu* dadanya dan bermain disana..
tubuh Mikha melenguh ketika sensasi itu mengepungnya tanpa ampun...ingatan ingatan seperti mimpi mulai menyapanya, cara Derrell menyentuhnya tidak asing.......pria ini terlihat penuh gairah yang besar...
"Mulutmu tajam sekali... apa perlu aku sedikit mengingatkanmu sayang."?
"Lepas Derrell, kau monster...." jerit Mikha berusaha melepaskan diri dari tindihan Derrell, usahanya seolah sia-sia....bahkan tak bisa menggeser Derrel sedikit saja...hingga Mikha kesal.....
Pria itu tampak mengerikan dari atas, meski ia tampan namun tetap saja, sorot matanya menakutkan.....
__ADS_1
Derrell menyiapkan diri di antara tubuh Mikha, bukti gairahnya begitu terlihat hingga Mikha menggeleng....pria itu tersenyum seolah puas menikmati wajah Mikha yang tersiksa.....
Tangan Derrell menekan kedua tangan Mikha di atas kepalanya dan mengunci disana.. keduanya saling menatap.....
"Apa kau....mengingat ketika pertama kali aku menyentuhmu."?
"Apa maksudmu..aku tidak mengerti...." desis Mikha kesal,
"Hahahahah....kau milikku Mikha dan tidak seorangpun yang bisa memilikimu selain aku..."
Mikha membeku..ketika kata-kata yang sama seprti mengingatkannya pada satu peristiwa di masa lalu...ada apa dengannya, mengapa kata-kata Derrell tidak asing di telinganya...mengapa terasa familiar.....
Mikha tak sempat berpikir ketika Derrell menghentakan tubuhnya.. begitu kuat memasukinya, hingga Mikha merasa penuh dan sesak.......
Derrell menatap puas dari atasnya......
sambil menggerakan tubuhnya pelan...Derrell mendekatkan wajahnya, melum** bibir Mikha di sela penyatuan mereka yang indah...Mikha terbuai.....otaknya menjadi beku, oleh gairahnya sendiri.....
Sentuhan ini...seperti mimpi.........mengapa terasa indah...?
"Apa kau mengingatku Mikhayla sayang...ketika pesta musim panas......"
"Tidak....." jerit Mikha menghalau semua ingatan yang mulai muncuk ke permukaan..
"Aku pria penolongmu sekaligus penghancurmu." desis Derell semakin mempercepat hentakannya....
Mikha seketika membuka mata dan langsung mengenali tatapan Derrel, yang sama....tubuhnya langsung bereaksi mundur namun tak bisa karna Derrell tak begitu saja melepasnya.....
"Kau......tuan penolong."? ucap Mikha terbatas.....
"Ingatanmu bagus...."
Derrell tertawa, membukam Mikha dengan ciuman panasnya, dan semakin membuat Mikha menggila.....airmatanya menetes penuh rasa takut ketika peristiwa dulu kembali menghantam sadarnya....
namun terlambat....ia sudah terperangkap di dalam cengkraman Derrell tanpa mampu terlepas,..airmatanya menetes ketika tubuh mereka sudah menyatu.....
__ADS_1
Derrell menyelesaikannya dengan indah dan penuh jejak yang terlihat di seluruh tubuh Mikha....pria itu menjatuhkan diri di samping Mikha ketika semuanya selesai sda senyum puas di wajahnya....Derrell melirik Mikha dan tersenyum, ia menarik Mikha untuk tenggelam di dalam pelukannya.......
"Kau milikku sejak dulu Mikhayla....."