Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Pertengkaran


__ADS_3

"Wili." desah Angell dengan ekspresi pasrah.


Angell begitu terkejut melihat Wili ada di hadapannya berdiri dengan tatapan murka kepadanya. Angell baru mengingat kalau ia belum menghidupkan ponsellnya. ia lupa karna asikk bercengkrama bersama Ibu Linda.


Alex mematikan mesin mobil dan menatap ke arah Angell.


"Aku akan bicara kepada Wili..kau tunggulah disini." ucapnya tegas.


"Tidak Alex..ini kesalahanku karna tidak menghubunginya..aku benar-benar melupakannya, dan aku akan turun sekarang." Angell merasa bersalah.


"Tidak Angell..kau ingat bahwa hari ini kau adalah milikku." ucap Alex menaikan sebelah alisnya.


"Alex..aku sudah melakukan semuanya, aku sudah menemanimu membeli gaun dan mengantarnya langsung pada Ibumu, bagaimana mungkin aku milikmu..aku punya calon suami...."


Kata-kata Angell terputus dengan dramatis ketika Wili sudah mendekati mereka dan memukul kaca jendela mobil dengan keras.


"Bugggghhhhh...Bughhhh...."


"Alex keluarlah." teriak Wili dengan penuh emosi..


Alex mengepalkan tangannya dan segera membuka pintu mobil di ikuti Angell yang merasa tidak enak dengan situasi saat ini.


Wili memandang Angell dengan tatapan paling dingin..


"Masuklah ke mobilku sekarang juga Angell." ucap Wili bagai perintah.


Angell menatap kedua pria itu bergantian...yah..mungkin ia harus ikut Wili, calon suaminya terlihat sangat marah sekarang dan Angell mengaku dia memang bersalah karna tidak memberitau Wili tentang apa yang terjadi. pasti Wili mencarinya setengah mati. Angell melangkah pelan menuju mobil Wili...


"Kau tidak boleh ikut bersamanya Angell..apa kau lupa jika hari ini kau adalah milikku."? ucap Alex tak kalah dinginnya.


Ucapan Alex membuat Wili sangat murka, sedangkan Angell tertegun melihat kedua pria itu saling menyerang. Wili tak perlu menunggu, pria itu langsung menghantam wajah Alex dengan sangat kuat hingga pria itu terjatuh ke aspal.


Alex kemudian membalas menghantam wajah Wili dengan kekuatan penuh hingga Wili terjatuh ke aspal. pria itu lalu dengan mudah bangkit dan kembali menerjang Alex.


Alex menggertakan giginya ketika menyadari sudut bibirnya berdarah. Alex pun bangun berdiri namun belum sempat ia membalas Wili sudah menerjangnya lagi dan menghantam perut pria itu hingga kembali terjatuh ke aspal.


Wili mendekati Alex dan meraih ujung kemeja pria itu dengan tatapan membunuh.


"Kau adalah pria sakit jiwa Alex, kau...berhalusinasi bahwa calon istriku adalah milikmu..aku sangat kasian kepadamu." cibir Wili dengan ekpresi jijik.


"Hahahah...."Alex tertawa sama sekali tidak perduli dengan luka yang di dapatnya. ia menatap Wili.


"Mengapa kau tertawa."?

__ADS_1


"Aku akan menemukan celah untuk memisahkan kalian berdua Wili..aku tidak menyerah, akan kubuat halusinasiku menjadi kenyataan...dan ya..aku memamg sakit, jadi bisakah kau memberikan Angell padaku sebagai obat." Alex berucap dengan nada sinisnya.


"Brengzekk kau.."


Wili semakin terbakar emosi kemudian kembali memukul wajah Alex hingga pria itu benar-benar tak berdaya penuh darah.


Angell menatap tak percaya tubuh Alex yang jatuh, pria itu mencoba bangkit dengan sisa tenaga yang ia punya. menatap Angell dengan senyuman.


Angell berlari kepada Wili yang masih ingin melampiaskan kekesalannya, Angell segera berdiri dan menghalangi langkah Wili dengan mata yang berkaca-kaca.


"Berhentilah Wili." jerit Angell dengan kesedihan yang mendalam.


Wili tertawa kesal...semakin mengepalkan tangannya.


"Jadi kau...lebih memilih membelanya Angell."


Angell menggeleng...


"Kau salah paham Wili..semua yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan."


"Aku melihat calon istriku berada satu mobil dengan pria lain dan dia mematikan ponselnya, kau mau aku berpikir apa."? Teriak Wili dengan amarah yang meledak .


"Wili..percayalah padaku." isak Angell memohon."


"Aku minta maaf karna aku tidak mengabarimu, Wili aku tidak pernah menghianatimu..apa maksudmu berkata seperti itu."


Wili mendekati Angell, meraih lengannya dan menatap Angell dengan tajam.


"Lebih baik aku langsung membunuhnya saja." ucap Wili dengan sangat tenang.


"Wili..aku janji....aku, tidak akan bertemu dengannya lagi..jangan membunuhnya, aku tak ingin calon suamiku menjadi seorang pembunuh." jerit Angell dengan airmata tertahan sekaligus membuat Wili terdiam.


Tangisan Angell mampu meredam semua amarahnya. pria itu menatap Angell. menatap jemari Angell yang bergetar memegang lengannya.


"Cepat masuk ke mobil sekarang juga Angell, sebelum aku...benar-benar membunuhnya saat ini." ucap Wili dengan penuh peringatan.


"Baiklah..Wili." ucap Angell menganggukan kepala.


Angell berlari kecil ke arah mobil Alex dan membuka pintu mobil. ia meraih tasnya di dalam mobil Alex, sesaat kemudian ia menatap Alex dengan wajah sedih, lalu berlari ke arah mobil Wili yang berlawanan dari mobil Alex. dan segera masuk dan berdiam diri disana.


Wili mendekati Alex yang berdiri dengan tatapan dingin pada Angel yang duduk di dalam mobil Wili. pria itu meringis.


"Aku...tidak akan pernah bermain-main denganmu kali ini Alex."

__ADS_1


"Serahkan pada waktu..karna aku juga tidak akan menyerah Wili." Alex jauh dari kata mengalah.


Wili mendekati Alex kemudian sekali lagi menghantam wajah Alex hingga darah keluar juga dari hidungnya.


"Lakukanlah dan kau akan melihat..dengan siapa kau berhadapan saat ini Alex." Wili mengibaskan jassnya dengan keangkuhan seorang pria.


Wili meninggalkan Alex yang segera menghapus jejak darahnya dengan cepat. ia tak ingin Angell melihat bahwa ia juga terluka.


Alex menatap mobil itu melaju meninggalkannya sendirian dengan keadaan yang mengenaskan. ia masih dapat melihat Angell yang menatapnya dengan tatapan tidak terbaca.


💓


Sepanjang perjalanan di lalui dengan keheningan yang mengerikan. wajah Wili terlihat begitu dingin tidak tersentuh. sehingga Angell harus beberapa kali berdehem untuk memecah kesunyian.


"Aa..apa kau sudah makan Wili." tanya Angell basa basi."


"Apa kau masih memikirkan aku di saat kau bersama pria lain..aku merasa tersanjung." sinis Wili.


Angell hanya menghela nafasnya....


"Aku mohon dengarkan aku Wili, aku sudah menjadi milikmu ingat...aku tak pernah berpikir akan menghianatimu apalagi bersama Alex..dia hanya klien dan temanku."


"Teman...sejak kapan kalian berteman." Wili menghentikan laju mobilnya dengan tiba-tiba, dan menatap Angell dengan tajam...


Angell menatap wajah Wili dari samping dan melihat sudut bibir itu terluka. hatinya merasa nyeri dengan rasa bersalah yang kian menuduhnya. namun ia memang hanya berteman dengan Alex dan mereka hanya pergi mengunjungi ibu Alex tidak lebih.


"Kau diam Angell....apa kau sudah kehilangan alasan untuk membela dirimu...bagaimana pelukannya apakah sama dengan pelukanku..atau jangan-jangan kalian sudah tidur bersama..bagaimana rasanya..." tuduh Wili tajam.


"Kau lebih menyukai permainan siapa..aku atau dia.."?


Pertahanan Angell akhirnya runtuh saat itu juga teganya Wili menuduhnya. Angell merasa begitu terhina dengan kata-kata Wili. sesaat kemudian...


"Paccckkkkkkllk....." sebuah tamparan keras mendarat di pipi Wili, hingga pria itu terdiam.....


"Tamparan itu karna kau sudah menghinaku Wili, mungkin sebaiknya kita berpikir ulang tentang hubungan kita." airmata Angell menetes di matanya. Angell membuka pintu mobil dan segera keluar dari sana.


Wili memejamkan matanya, sesaat mengutuki setiap perkataannya yang keterlaluan, bayangan foto Angell di pelukan Alex membakar emosinya dengan cepat bagai sekam yang tersulut api.. tidak...ia tidak bisa kehilangan Angell.


Wili membuka pintu mobil dan segera berlari mengejar Angell yang berjalan dengan cepat, karna ini masih di daerah luar kota. agak sulit bagi Angell menemukan taxi.


Wili mencekal tangan Angell hingga wanita itu berbalik...keduanya bertatapan dengan tajam...


"Masuk ke dalam mobilku sekarang juga." desis Wili dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Dalam mimpimu Wili." Desis Angell dengan wajah terluka.....


__ADS_2