
Angell hanya menatap pasrah ketika Mike membawa Alex menuju kamarnya di lantai atas, mereka berdua terlihat sangat akrab hingga Angell sempat berpikir jika, mungkin Mike telah tau bahwa Alex adalah ayah kandungnya..mungkinkah jika pria itu sudah mengatakan semuanya dengan jujur.
MIke kehilangan figur ayah di kehidupannya secara tragis, dan Alex datang secara mendadak dan ajaibnya bagai tersihir keduanya langsung begitu dekat saat ini. Angell meraih minuman dingin dari dalam kulkas, lalu meneguknya sampai habis. entah mengapa ia merasa tidak nyaman ketika Alex menginap disini. rumah ini adalah miliknya dan Wili selama ini tak pernah ada seorang pria manapun selain papanya yang ia ijinkan datang. Angel tak ingin siapa pun mengusik ketenangannya dan menjadi penghalang kenangan indahnya bersama Wili yang tersimpan rapi di rumah ini.
"Bunda." bisik Mike di belakangnya..
Angell menoleh dan kembali tertegun melihat Alex dan Mike memakai kaos yang sama namun berbeda ukuran. Mike tampak begitu senang memakai kaos kembar dengan Alex..
"Tadi dijalan tak sengaja aku melihat kaos kembar dan Mike menyukainya, kau tidak keberatan kan Angell." ucap Alex dengan senyum penuh art.
Angell kembali harus menelan sendiri rasa kesalnya lagi-lagi karna Mike tampak menyukainya...
Angell hanya mengangguk dengan penuh senyum..
"Kalian berdua tampak cocok memakainya, kaos yang bagus.." puji Angell tersenyum dengan manisnya, walau ia mengirim sinyal tidak terima pada Alex..
"Bunda sudah menyiapkan makan malam, ayo kita makan.." ucap Angell dengan dingin, lalu melangkah lebih dahulu meninggalkan mereka berdua yang saling melempar senyum.
"Ayah..liat wajah bunda tadi."? bisik Mike pelan..
"Yah..dia sangat cantik jika sedang menyimpan kemarahannya Mike."
Mike menganggukan kepalanya, ia sudah sangat hafal dengan sikap sang buda, ia mengamatinya di dalam diamnya. iapun menatap Alex dengan hati yang bahagia..
"Aku akan membantu ayah agar kalian berdua bisa bersatu." ucap Mike berjanji.
Alex hanya tersenyum sambil mengangguk,
"Terimakasih tampanku..kau adalah harapanku seakarang." ucap Alex sambil merangkul tubuh Mike dan melangkah menuju meja makan.
Makan malam...
Mike menatap semua makanan yang ada di atas meja lalu menatp sang bunda yang sedang mengambil piring untukknya dan juga Alex, Angell memang telah terbiasa untuk melayani sendiri Mike ketika makan dulu ketika Wili masih ada dulu, iapun melakukannya untuk suaminya.
"Terimakasih bunda ini semua makanan kesukaanku." ucap Mike memuji.
"Sama-sama sayang, kau dan paman Alex memiliki selera yang sama dan juga alergi yang sama jadi bunda, tidak terlalu sulit untuk memilih menu untuk kalian berdua." Angell tidak menyadari bahwa ia sendiri yang membuka kenyataan kemiripan Alex dan juga Mike.
__ADS_1
MIke menoleh senang pada Alex..
"Paman kita punya selera yang sama dan juga alergi yang sama..kau sudah seperti ayahku saja." ucap MIKe dengan polos.
Angell dan Alex membeku, mereka saling melempar pandangan tak terbaca hingga Angell mengerutkan dahi menyesal karna justru ia sendiri yang mengatakan persamaan mereka..
Alex berdehem ketika ruang makan itu menjadi hening yang mencekam..ia meraih piring yang diberikan Angell lalu duduk kembali.
"Mike..ketika kita sedang makan jangan terlalu banyak bicara." ucap Alex mengingatkan.
"Baiklah paman, maaf ya." ucap Mike dengan wajah memelasnya.
Angell yang melihat itu semua menjadi resah..ia berusaha dengan kuat menahan semua rasa tidak terima di hatinya. ia manatap tajam ke arah Alex yang juga menatapnya.
"Ehem...di negara mana selama ini kau tinggal Alex." tanya Angell berusaha basa-basi.
"Disuatu tempat yang tenang di Swiss." ucap Alex tersenyum.
"Wah...di Swis itu bagus ya paman...aku ingin sauatu hari nanti bisa kesana dan bermain salju." ucap Mike penuh harap.
"Tentu kau bisa kesana Mike, rumah paman dekat dengan pegunungan dan ada danau untuk memacing..dan juga ada salju dimana-mana."
"Bisakah suatu hari kita kesana bunda, kita ke rumah paman dan menginap disana."
Angell hanya mengangguk menurut..
"Baiklah sayang, tapi tidak dalam beberapa tahun kedepan kau harus menghadapi ujian dan persiapan masuk sekolah jadi kau haru konsentrasi Mike, jangan pikirkan hal lain dulu." ucap Angell dengan penuh penekanan..
"Yah..aku mengerti bunda." ucap Mike kembali tertunduk.
Mike menyelesaikan makannya dengan senang hati, ia kemudia melirik sang bunda dan juga ayahnya yang saling diam dan lebih memilih menikmati makanan masing-masing. Mike mendorong piringnya lalu menatap kedua orangtuanya yang sepertinya masih terlihat diam.
"Aku sudah selesai bunda..jika..."
"Naiklah lebih dahulu ke kemarmu Mike."
"Tapi aku menunggu paman..."
__ADS_1
"Setelah selesai makan maka paman akan menyusul." ucap Alex menaikan sudut bibirnya.
Mike tersenyum lalu mengangguk
"Aku menunggu paman di kamar dan kita akan melanjutkan game kita paman."
"Tentu saja.."balas Alex juga dengan anggukan kepala..
Mike lalu beranjak dari duduknya lalu menghampiri sang bunda lalu mencium pipinya dan meninggalkan ruangan makan, namun..Mike tidak benar-benar pergi..ia menyembuyikan tubuhnya di balik pintu, ia ingin mendengarkan pembicaraan kedua orangtuanya yang ia yakin tak akan berjalan baik. sambil mengintip Mike mulai memusatkan perhatiannya menuju meja makan...
Angel merasa sudah cukup sandiwaranya, Mike sudah di kamarnya dan ini saatnya dia memperingatkan Alex.
"Aku ingin kau berhenti mendekati anakku Alex." ucap Angell dengan dingin..
Alex meneguk segelas air lalu menatap tajam ke arah Angell, ia pun bangkit dari tempat duduknya, mengitari meja makan untuk, meraih Angell tenggelam dalam pelukan posesifnya, Alex menatap wanita yang terlihat masih melindungi dirinya dengan sangat kuat...
"Apa kau lupa bahwa Mike juga anakku."? wajahnya mendekat..
"Dia anakku dan Wili, kurasa kau benar-benar sudah kehilangan akal dan rasa malu di dalam dirimu Alex." Angell meronta berusaha melepaskan pelukan Alex namun tak bisa....
"Rasa malu..kehilangan akal, aku sudah lama tidak memilikinya Angell, satu-satunya yang aku punya sekarang adalah rasa cinta yang teramat besar untukkmu dan juga anakk kita Angell."
"Kau sudah gila jika berpikir dengan mendekatiku, kau bisa membuatku melupakan Wili tidak...aku tegaskan padamu bahwa aku..tidak akan kembali kepadamu karna selamanya di hatiku hanya ada Wili seorang dan aku...tidak akan berganti hati apalagi denganmu.' ucap Angell dengan sangat tajam..
"Angell..aku tegaskan kepadamu bahwa aku tidak akan menyerah, kau dan Mike pasti akan aku dapatkan...Mike membutuhkan aku ayah kandungnya..namun bukan berati aku memintanya melupakan Wili kau salah...aku sangat berterimakasih dai menjaga anakku dengan sangat baik sampai akhir hidupnya, dan kini saatnya aku..menjalankan tugasku sebagai ayah kandungnya.."
"Tidak..aku tidak mengijinkannya Alex.."
"Kau harus mau..atau kau akan kehilangan semuanya karna keegoisanmu."
"Aku sangat membencimu.." jerit Angell dengan suara yang tegas..
"Aku sudah biasa menerima kebencianmu Angell, tapi maaf..aku tidak bisa menyerah..." ucap Alex dengan nada tegas...
Sementara dari balik pintu Mike tertunduk sedih, sepertinya bunda tak akan menyerah begitu saja..bisakah ia melihat mereka bersatu..bolehkah ia berharap keajaiban itu....
Hai..baca juga karya Author yang lain yah...😉😉💝💝
__ADS_1