
Angell melangkah turun dari mobilnya dengan gontai, hari ini ia sangat lelah karna mempersiapkan acara perayaan ulangtahun suaminya Wili, ia duduk seharian di makam dan meletakan kue dan beberapa bunga di sekitar makam itu hanya sendirian, seluruh keluarganya tak ingin terlibat mereka lebih memilih menghadiri pentas drama Mike.
Angell melirik jam dan begitu terkejut, apakah Mike sudah pulang, ini sudah hampir malam. ia melangkah ke dalam rumah dan tertegun tak ada jejak Mike dirumahnya. Angell berlari naik ke tangga dan masuk ke kamar Mike namun Mike tidak ada di kamarnya. ketakutan langsung mengampirinya, ketakutan akan kematian Wili terulang di kepalanya. dimana Mike..kemana dia pulang? mengapa ponselnya mati.? mengapa dia tidak menghubungi Angell ketika pentas usai, bukankah Angell berulang kali mengingatkan Mike, jika ponselnya harus tetap aktif.
Angell berlari turun dari tangga dan hendak menuju mobil.
"Nyonya Angell." cegah Pelayan menunduk hormat.
"Yah.."?
"Tuan muda sedang berada dirumah tuan besar Rusell." ucap pelayan itu pelan.
"Benarkah."?
"Iya nyonya, tadi tuan besar menelp ke rumah.
"Baiklah terimakasih yah, kau boleh kembali bekerja."
Angell menghela nafasnya lega, bahkan pelayan harus membantunya duduk sebentar karna seluruh tubuhnya menjadi lemas. mengapa Papa dan mama tidak memberitahunya kalau Mike disana.
Angell tersenyum kepada pelayannya dan membiarkan pelayan itu kembali menyelesaikan pekerjaanya.
ketika ia merasa sudah tenang ia bergegas menuju mobil dan melaju kencang ke rumah orangtuanya. ia harus menjemput anakknya sekarang.
❤
Angell mematikan mesin mobiknya begitu tiba di garasi rumahnya. ia segera turun dan melangkah masuk.
Angell menemuka Tari sedang menghias bunga. untuk di letakan di kamar masing-masing, Tari melihat kedatangan Angell dan langsung tersenyum.
"Kak Angell."?
"Yah sayang, kau sedang sibuk Tari."
"Aku sedang menghias bunga." ucap Tari.
"Semua kesukaan mama menurun padamu." ucap Angell segera duduk.
"Aku menyukai bunga-bunga ini kak."
"Kau harus membuka toko bunga."
Tari mengangguk setuju....
__ADS_1
"Dimana mama."?
"Di taman belakang sedang bicara dengan Mike."
"Mike..apakah dia ada masalah."?
Tari terdiam..bukan haknya mencampuri rumah tangga kak Angel.
"Sedang melihat angsa di taman belakang yang di pesan papa."
"Wah....aku ingin melihatnya Tari."
"Pergilah kakak, setelah selesai menghias bunga ini aku akan menyusul."ucap Tari.
"Baiklah."
Angell melangkah meninggalkan Tari yang menatapnya dengan sedih. kasian juga kak Angell, dia sama sekali tidak melupakan suaminya, tentu saja kak Wili adalah pria yang baik, jujur mencintai kak Angell dengan tulus. Tari hanya tersenyum, ia berharap suatu saat bisa merasakan cinta sejati seperti kakaknya.
⚘
Angell sampai di pintu taman belakang, ia berhenti sejenak dan menatap dari jauh, papa dan mama sedang duduk di samping Mike mereka sedang bercanda dan tertawa, melempar makanan untuk angsa yang berenang di kolam.
Mike tampak senang.....
"Kapan kau akan menelp bundamu nak." ucap Rusell menatap Mike.
"Bunda tidak membutuhkanku kakek." ucap Mike yang membuat Angel, sangat terkejut. mengapa Mike berbicara seperti itu.
"Jangan bilang begitu Mike, bunda mencintaimu." ucap Livia membela.
"Nenek..aku sudah mengerti, umurku hampir 11 tahun dan aku tau bunda tak pernah sedikitpun perduli..bagi bunda papa dan adik lebih berharga." airmata Mike menetes...
"Ssstt...jangan bilang begitu, dan jangan menangis..bunda punya alasan sayang, tapi bukan berarti bunda berhenti sayang padamu. kau putranya."
"Aku hanya menangis di depan kakek dan nenek kok..aku tidak menangis di hadapan siapapun bahkan di hadapan bunda."
"Mike." mata Livia berkaca-kaca.
"Aku selalu tampil menjadi sempurna di mata bunda, nilai-nilai di sekolah selalu ku kejar agar bunda melihatku...aku selalu juara di kelasku dalam lomba kimia matematika dan lainnya...tapi begitu aku pulang membawa piala di tanganku. bunda selalu saja tidak berada di rumah dan kakek dan nenek tau dimana bunda berada...."? tatap Mike dengan isakan yang penuh rasa sakit.
"Tidak..." jawab Rusell.
"Mama berada di makam."
__ADS_1
"Astaga...." ucap Livia memejamkan matanya.
Angell membeku disana, ia bahkan tak mampu mendekati mereka lagi. Angell memilih kembali ke rumah besar.
Hingga Tari mendekatinya dan mengejutkan Angell.
"Kak...kalau lelah sebaiknya istirahat di kamar kakak, aku sudah menaruh bunga segar..aromanya akan membuat kakak lebih baik." ucap Tari lembut.
Angell terdiam sebentar ia memang membutuhkan untuk tidur sekarang.
"Baiklah Tari, terimakasih..kau memang benar aku sedang lelah dan butuh istirahat." ucap Angell dengan seyuman letihnya.
Angell naik ke kamarnya dan menutup pintunya.
Wanita itu duduk di pinggir ranjang dan merenungi setiap kata-kata Mike yang di ucapkan dari dalam hati. Angell sadar selama ini hampir tak pernah punya waktu untuk putranya. ia sangat menyesal sekarang.
💓💓
Di sebuah ruangan kerja yang luas, Alex menatap ketila beberapa pekerja mulai mengisi ruangan yang masih kosong itu dengan sofa dan berbagai hiasan dinding yang lebih maskulin. sebuah bingkai foto berukuran besar di bawa oleh dua orang pekerja.
"Tuan...foto ini mau digantung dimana."? tatap pekerjanya hati-hati.
"Aku mau di letakan di belakang meja kerjaku, aku ingin ia berada di tengah-tengah ruangan." ucap Alex dengan senyuman bahagia.
"Baik tuan."
Alex kemudian memandang ke arah belakang ketika bingkai foto itu dibuka dari bungkusannya.
wajahnya sumringah ketika gambar itu terlihat seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil dan menatap ke arah camera. usia anak itu sekitar 7 bulan ketika di foto. dan ketika foto itu tergantung saat ini Alex tersenyum puas.
Alex mengenang ketika ia meminta Angell untuk mengirimkan foto dirinya dan Mike sebagai kenangan dan syarat agar Alex benar-benar melepaskan mereka. sejak saat itu ia sudah tidak pernah lagi tau kabar tentang Angell.
Putranya pasti sudah besar sekarang dan...Angell dan Wili pasti sudah punya beberapa anak lagi mungkin. Alex memutuskan ia tidak akan mengusik kehidupan Angell lagi, tak akan mencari tau tentang mereka. Alex memutuskan akan mengenang Angel dan putranya di sisa hidupnya, dan tidak menikah lagi.
"Tuan Alex."
Alex menoleh dan menatap anak buahnya yang baru bernama Toni.
"Ada apa,"?
"Ada sebuah undangan peresmian hotel baru oleh tuan Aksana group, beliau adalah pembisnis yang cukup di segani saat ini. anda tentu mengenalnya tuan.
"Yah..tuan Aksana." siapa yang tidak mengenalnya beliau sudah terkenal di dunia bisnis usianya tidak muda lagi sekitar 67 tahun. dan Alex sangat berhutang budi padanya.....haruskah ia pergi, tapi mungkin ia akan bertemu dengan Wili dan keluarganya, sudah siapkah hati Alex.?
__ADS_1