Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kehilangan Harapan


__ADS_3

Mikha masih berada di dalam mobil sebuah parkiran rumah sakit ternama. jemarinya erat memegang stir mobil. perutnya masih terasa sakit dan Mikha hanya memandang dengan wajah yang pucat ke arah rumah sakit dengan tatapan yang beku.


Kemarin ia sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hari ini dia akan mengetahui hasilnya.


Mikha kemudian turun dari mobil, ia sudah membuat janji dengan salah satu teman dokternya..


💝💝


"Apa...."? jemarinya bergetar seiring airmatanya yang menetes...


"Maafkan aku harus menyampaikan ini padamu Mikha, berdasarkan hasil pemeriksaan yang kita lakukan 2 hari lalu dan aku benar-benar menyesal mengatakan ini, tapi ada tumor yang cukup besar di sekitar rahimmu....dan mungkin kita harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim..karna jika tidak akan mengancam nyawamu." ucap Intan teman sekaligus dokter di bagian kandungan...


Mikha menundukan kepalanya, itukah sebabnya ia tak juga hamil meski mencoba bersama dengan Martin. bagaimana bisa ia mengalami ini semua ini..mengapa ini tejadi kepadanya.....?


Lama Mikha berdiam diri disana, duduk seakan kehilangan jiwa..ia benar-benar kehilangan harapan akan hidupnya...


"Mikha......" seru Intan menyentuh jemari sahabatnya yang begitu terpukul...


"Ya....." ucap Mikha dengan pandangan mata yang kosong.


"Maafkan aku Mikha..jangan sedih...kau membuatku semakin merasa bersalah.."


Mikha menatap Intan dengan kerapuhan yang tak pernah ia tunjukan sebelumnya tangisannya pecah saat itu juga.


Intan melepas kacamatanya dan menghapus jejak airmatanya yang turun ikut larut dalam kesedihan Mikha...ia bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Mikha yang hampir tak bisa mengangkat wajah,


Mereka adalah sepasang sahabat sewaktu kuliah dulu dan saling mendukung dalam segala hal...


"Mikha....." tangis Intan memeluk tubuh sahabatnya dengan erat..


"Bagaimana hidupku Intan..apa yang harus kulakukan sekarang...." jerit Mikha begitu hancur...


"Tenanglah Mikha..tenang....kau harus kuat aku yakin kau sangat kuat." jerit Intan menghibur sebisanya walah ia tau tak ada yang bisa menghiburnya saat ini.


Mikha begitu merasakan sakit yang menghatamnya dengan sangat kuat, ia menangis dengan rasa sesak yang ada...


"Aku merasa sakit sekali intan...ini sangat menyakitkan untukku."


"Mikha....kau harus bersyukur dengan melakukan operasi itu maka kau akan selamat..."


Mikha menggeleng sedih, bahkan ia berencana menikah dengan Martin. setelah semua kenyataan ini masih bisakah ia mengangkat wajahnya di hadapan Martin. masih bisakah ia menikah dengan kekasihnya...


"Aku harus bagaimana....aku tak bisa melakukan itu Intan." jerit Mikha mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Yah,...kau masih punya waktu beberapa minggu untuk menenangkan diri sebelum melakukan operasi Mikha..tenangkan dirimu..." pinta Intan dengan cemas melohat betapa terpukulnya Mikha sekarang.


Mikha mengangkat wajahnya menatap mata Intan....

__ADS_1


"Apakah tak ada jalan lain Intan, bisakah aku hamil sekali saja...aku mohon..." rintih Mikha putus asa.


Intan menghela nafasnya.....


"Itu....akan sangat beresiko untukmu Mikha...kau bisa saja meninggal." ucap Intan menggeleng......


Mikha kembali menyandarkan tubuhnya yang lemah.....


💝💝


Bandara......


Martin keluar dari ruang kedatangan penumpang tidak sendiri namun bersama seorang wanita berusia sekitar 50 tahunan, ia merupakan adik dari ibunya yang tampak modis,


"Bibi, aku harap bibi akan suka dengan calon istriku." ucap Martin terlihat senang..


"Tentu saja sayang...kita dari keluarga dan kelas yang sama. tentu saja bibi akan menerima dan menyukai calon istrimu, apalagi saat ini dia memegang posisi sebagai presdir muda...dia sangat hebat." ucap bibi Marlin tersenyum..


Martin mengangguk, terlepas dari kehebatan Mikha ia sungguh bahagia, Mikha sudah masuk kriteria sebagai calon istri seorang Martin.


Seorang supir membuka pintu mobil dan menunduk hormat ketika mereka masuk..


"Apakah bibi akan menemui paman Alex..."? tanya Martin ketika sudah masuk kedalam mobil.


"Tentu saja..aku rindu kakakku." ucap wanita cantik itu tersenyum..


Keduanya saling memperlihatkan senyum puas...


Mikha memijit pelipisnya yang terasa nyeri, ia menjadi sering sakit kepala tanoa sebab,dan nyeri di perutnya kadang datang dan pergi seolah mengingatkannya untuk mengambil keputusan.


Pintu di ketuk dan Stela masuk, ia sudah mulai menunjukan perubahan yang baik setelah pembicaraan pagi itu. Mikha hanya bisa percaya..lagipula otaknya terasa penuh karna memikirkan berbagai masalah yang ia hadapi sekarang,apalagi Damian terus mengirimi pesan dengan nada mengancam.


"Ada apa Mikha, wajahmu pucat sekali." ucap Stela terkejut, mendekati Mikha dengan tatapan khawatir..


"Aku sedikit lelah..bisakah kau menggantikan aku dalam pertemuan dengan tuan Wijaya."? pinta Mikha memohon..


"Baiklah..akan kulakukan...bagaimanadenganmu apa kau mau pulang dan istirahat, papa dan ibu pasti khawatir...."ucap Stela meninjukan kecemasan.


"Aku akan ke apartemenku kak..." bisik Mikha tersenyum...


"Baiklah..kabari aku jika kau butuh sesuatu."ucap Stela pelan...


"Baiklah terimakasih..." ucap Mikha tersenyum sambil meraih tasnya...


Mikha bangkit dari temoat duduknya dan mulai merasa sedikit goyah, rasa pusing kembali menghampirinya. ketika pintu kembali terbuka dan seseorang yang paling ia rindukan tersenyum disana...


"Martin..."? bisik Mikha dengan nada lemah....

__ADS_1


Martin mendekat dengan senyuman yang penuh semangat,ia mendekati Mikha dan memeluknya..di hadapan Stela..


"Aku merindukanmu."


"Yah...aku juga Martin." bisik Mikha dengan suara yang bergetar..


Martin melepaskan pelukan lalu tersenyumke arah Stela.....


"Apa kabarmu Stela."? tatap Martin tersenyum ramah..


"Aku sangat baik Martin, kebetulan sekali kau datang...bisakah kau mengantar Mikha pulang."


"Ada apa."


"Dia sedang lelah dan butuh istirahat." ucap Stela cemas...


Martin mengangguk lalu menatap ke arah Mikha...


"Apa kau baik-baik saja sayang."?


Mikha tersenyum...


"Belakangan ini aku banyak lembur dan sedikit lelah." ucapnya memberi alasan..


"Baiklah..ayo kita pergi..." ucap Martin merangkul tubuh Mikha dan membawanya keluar ruangan..


Sementara Stela mengerutkan dahi...hatinya bergetar.....


"Ada apa denganmu Mikha."? desahnya sambil menghela nafas masih khawatir....


❤❤❤


Mikha menatap dengan tatapan bingung...Martin membawanya ke sebuah gedung baru, yang sangst yinggi seperti sebuah Hotel yang akan di buka disini. sebuah gedung tinggi yang selesai di bangun...


"Untuk apa kesini Martin." bisik Mikha marasa tidak enak,mungkin saja mereka akan di usir sebentar lagi jika berdiri di depan gedung orang lain....


"Coba tebak gedung apa ini Sayang."?


"Gedung apa.....aku tidak tau, mengapa kita kesini...jika pemiliknya tau kita bisa di usir." ucap Mikha sedikit jengkel...


"Mikha....gedung ini akan di pakai menjadi Hotel dan aku buatkan untukmu." ucap Martin dengan nada yakin...


Mikha tentu saja bingung....gedung bakal Hotel ini terlihat megah dan mewah, apakah Martinsedang bercanda dengannya.....


"Apa maksudmu..kau tau jika selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan dirimu Martin...tapi jangan melakukan ini lagi Martin..aku jadi kesal." ucap Mikha jujur.


Martin malah terseyum dan mendekati Mikha..memegang bahu wanita itu dengan pandangan tak terbaca....

__ADS_1


"Akulah pemilik gedung ini Mikha.sebenarnya aku adalah anak pemilik M group." ucap Martin yang sungguh mengejutkan bagi Mikha....


"Apa...."? desah Mikha membeku di tempat....


__ADS_2