
Wilard mencoba mengangkat tangannya lagi, namun tubuhnya terasa begitu sakit, tak mampu ia gerakan seperti biasanya, karna ketika ia mencoba bergerak seperti semua bagian penting ditubuhnya remuk, menyakitkan..belum lagi berbagai selang yang menghiasi tubuhnya, Wilard merasa sangat tersiksa...
Namun.....
Dia masih hidup.? batin Wilard terasa lega menyadaeimia masih bernafas..setidaknya ia bisa melihat Tari untuk yang terakhir kali...
Terimakasih Tuhan...sebagai seorang pendosa, Wilard merasa Tuhan terlalu baik padanya dengan memberikan kesempatan untuk melihat dunia ini lagi..Wilard tersenyum seraya bersyukur di dalam hatinya...
Tari.....tiba-tiba ia merindukan Tari, dimana Tari...dimana dia, ingatan terakhir Wilard adalah mereka akan saling memeluk sebelum ia tertembak entah oleh siapa..apakah itu dilakukan anak buah Sean..entahlah ia sama sekali tidak tau.
Wilard memejamkan matanya lagi. ia sama sekali belum menyadari jika Tari ada tepat disampingnya sedang menggenggam tangannya.
beberapa alat menghalangi pandangannya pada Tari yang tertidur. ia juga tak bisa banyak bergerak.. Wilard masih kehilangan orientasinya..dan masih dalam pengaruh obat penenang...
Airmatanya mengalir kini hanya bisa terdiam...seluruh pikirannya tertuju kepada Tari, dimanakah gadisnya....
mengapa Sean meninggalkan Tari di pulau..apakah maksud pria itu meninggalkan Tari, apakah Sean sedang merencanakan sesuatu.....berbagai pemikiran itu memenuhi kepalanya..
Erangan Wilard rupanya membuat Tari terbangun dari tidurnya, ia langsung bangun dari tempat duduknya walau masih terasa pusing karna bangun tiba-tiba....
Hening.......
Tari membeku ketika menatap Wilard, dan tanpa di duga Wilard juga menatapnya dengan wajah yang sama terkejutnya...Tari seakan sedang bermimpi sehingga ia terpaku untuk beberapa saat sebelum tersadar...
"Wilard......" suara Tari tercekat di tenggorokannya...
"Taarri...." airmata menggenang di sudut matanya yang basah...seluruh tubuhnya bergetar merontaa ingin memeluk Tari namun..ia memekik ketika mencoba bergerak namun rasa sakit itu menghantamnya dengan kuat...
Tari yang menyadari itu langsung mendekati Wilard dengan airmata yang menetes di wajahnya tak mampu ia tahan.
"Sa..sayang...jangan bergerak dulu.." jerit Tari masih seakan tidak percaya...ia tersenyum walau airmatanya menetes.
Wilard menggerakan sedikit tangannya untuk menggapai Tari namun gadis itu langsung menahan tangannya agar tidak bergerak..
"Tari jangan pergi....." Wilard berusaha menggapai tangan Tari..
"Aku..akan memanggil dokter sayang, tunggu aku." ucap Tari melepaskan genggaman tangannya....
Wilard menganggukan kepalanya sedikit. sementara Tari berlari dengan cepat ke arah pintu walau harus terantuk beberapa kali karna terburu-buru.
Wilard membeku...apakah itu benar Tari....ataukah dia sedang bermimpi...tidak mungkin Tari ada disini......
__ADS_1
💗
Dokter datang dengan cepat dengan Tari disampingnya dan mulai memeriksa keadaannya. saat itulah Wilard sadar jika ia tidak bermimpi. matanya tajam menatap Tari yang terlihat cemas, dan pucat..rambutnya di ikat dengan seadanya..namun entah mengapa itu terlihat cantik dimatanya.
"Perkembangan anda bagus sekali tuan Wilard, luar biasa...jarang pasien yang tertembak didada mampu melewati masa kritisnya dan bisa sadar dalam keadaan stabil."puji dokter dengan wajah sumringah..
"Terimakasih dokter, aku sangat beruntung." Wilard hanya tersenyum....karna memang ia belum mampu mengerakan tubuhnya dengan baik.
"Apakah dia akan sembuh dokter."? Tari tak tahan untuk bertanya hingga membuat Wilard hanya terdiam memandangi Tari yang bersikap sangat manis dan perhatian. Wilard tak bisa menyembunyikan jika ia bahagia...
"Tuan Wilard akan segera sembuh namun perlu waktu, luka operasinya masih basah..pastikan tuan Wilard minum obat tepat waktu." dokter mengingatkan.
Tari mengangguk-angguk mengerti...
"Aku akan mengingatnya...." senyum Tari terbit di wajahnya seperti matahari.
"Baiklah...saya permisi." ucap sang dokter melangkah keluar ruangan.
Tari menunduk penuh ucapan terimakasih. mengantar dokter sampai di pintu dan menutup kembali pintu ruangan. jantung Tari berdegup kencang....ia sangat senang sekali melihat Wilard membuka matanya. gadis itu melangkah mendekati Wiard yang terus menatapnya....
Airmata bahagia kembali menetes....
Wilard menganggukan kepalanya.....seiring matanya juga basah..mengulurkan tangannya ke arah Tari dengan penuh harap, Wilard tersenyum ketika jemari itu kembali berada di dalam genggamannya...
"Aku mencintaimu.." ucap Wilard tak ingin melepaskan genggaman Tari...
"Aku juga sangat mencintaimu Wilardku." bisik Tari dengan wajah yang merona.
Tari menggunakan sebelah tangannya untuk mengusap wajah Wilard yang masih bengkak dan lebam karna terlalu banyak dipukuli...sentuhan jemari Tari di wajahnya membuat Wilard memejamkan matanya, betapa ia mencintai Tari...betapa ia merindukan gadis ini...betapa inginnya ia memeluk Tari untuk meluapkan perasaan cintanya, jika saja luka didadanya dan alat-alat ini tidak menjadi penghalang...
"Apakah masih terasa sakit."? Tari mendekatkan wajahnya dengan kesedihan yang dalam...
"Yah sedikit sakit tapi..aku baik-baik saja." ucap Wilard berusaha menahan sakit yang masih terasa di dadanya..
"Kau akan segara pulih sayang, asal kau ikut semua kata-kata dariku." tatap Tari menghapus sisa airmatanya...
Wilard menganggukkan kepalanya setuju.....
"Aku...akan berjuang untuk sembuh, dan aku akan mengabdi kepadamu Tariku." ucap Wilard berjanji..
Tari tersenyum karna Wilard menurutinya dengan patuh. gadis itu mendekat untuk menyentuh bibir Wilard dengan bibirnya walau ciuman itu ia lakukan hati-hati, setidaknya Tari ingin menjelaskan pada Wilard bahwa ia akan selalu ada di sisih Wilard. pria itu hanya memejamkan matanya ia senang Tari memberinya perhatian yang tak disangkanya...
__ADS_1
"Apa kau senang melihatku kembali."?bisik Tari mencium punggung tangan Wilard..
"Aku senang sekaligus takut." balas Wilard pelan.
"Kau tidak perlu takut ada aku disini...kau tau jika aku sangat mencintaimu."
Wilard sedikit tertawa walau setelah itu ia kembali mengerang karna sakit di dadanya...
"Jangan tertawa karna kau akan merasa sakit."
"Maaf sayang..."
"Aku adalah perawat pribadimu sekarang jadi jangan macam-macam..kau harus ikut semua kata-kataku." ucap Tari mengedipkan matanya..
Wilard akhirnya hanya mengangguk menyerah...lalu pintu di ketuk pelan dan seorang perawat perempuan masuk dan menunduk dengan hormat...
"Saya akan membersihkan luka tuan Wilard sekaligus mengganti perban."
Mata Tari melebar seketika ia menatap perawat cantik itu dengan wajah dingin...
"Ehm...bisakan kau mengajariku cara membersihkannya, biar aku saja yang melakukannya dan kau tunggu sampai aku selesai." ucap Tari meminta.
Perawat itu hanya mengangguk mengerti lalu mempersilahkan Tari untuk belajar..
Willard hanya mampu terdiam...Tari adalah gadis yang keras kepala dan selalu berdebat...
Perawat itu mulai mengajari Tari dengan sabar, bagaimana cara membersihkan dengan sangat hati-hati lalu bagaimana cara menutup lukanya kembali dengan perban. Tari melakukannya dengan sangat hati-hati. hingga Wilard yang memperhatikan hanya mampu merasa bangga. yah...Tari gadis yang pintar dan cepat belajar.
"Selesai...." ucap Tari sumringah...
Perawat itu melirik ke arah Wilard dengan tatapan kagum, walau Wilard sudah dewasa namun tak bisa dipungkiri kalau Wilard sangat tampan.
Tari menyipitkan matanya tak suka....
"Kau bisa pergi nona, aku akan menjaga kekasihku." ucap Tari bersedekap....
"Kekasih."? ucap Wilard dan perawat itu bersamaan....
Hai...mampir juga yah..💖.
__ADS_1