
"Bagaimana kalau kita makan malam saja."? ucap sang mama yang berusaha mencairkan ketegangan di antara kedua putrinya.
"Mama....aku ada janji makan malam dengan sahabatku, kalau tidak, mama tau, aku tak akan tega membiarkan papa dan mama makan sendirian." ucap Stela tersenyum sambil melirik Mikha yang menatapnya tidak perduli.
"Akupun begitu mama, aku harus menghadiri acara makan malam."Mikha mengucap dengan datar...ia sudah tidak perduli apapun lagi, selain ia harus cepat pergi dari rumah ini...dan berhenti menyaksikan drama yang di mainkan Stela..beberapa kali ponselnya bergetar dan ia tau Caroline yang menelfonnya.
Aksana menatap kedua putrinya secara bergantian....
"Kalian tidak sedang menghindari makan malam dengan kami orang tua bukan.."?
"Tidak papa." keduanya berseru serempak....
Aksana mengangguk lalu berdehem meminta perhatian sekaligus menujukan kekuasaannya....
"Papa ingin, mulai besok kalian berdua tinggal dirumah ini dan tidak di apartement."
Kedua wanita itu terkejut.....
"Apa maksud papa." lagi.....keduanya menjawab secara bersama.
"Kalian tentu tau jika papa tidak suka bicara berulang-ulang..kita akan berkumpul seperti dulu."
"Maaf papa tapi aku tidak bisa, aku sudah dewasa dan sangat nyaman tinggal di apartement juga, jarak dengan perusahaan lebih dekat." seru Mikha menolak. ia tak ingin lagi menyaksikan drama yang di mainkan Stela dan juga perlakuan papanya yang terlalu memuja kakaknya. ia sudah dewasa sekarang dan tidak ingin mengalah lagi....
"Kalau aku tidak keberatan papa...aku senang bisa dekat dengan adikku lagi." ucap Stela menatap ke arah Mikha dan menaikan alisnya...
Mikha tersenyum sinis.....
"Bagaimana jika kakak saja yang tinggal disini, pasti orangtua kita akan senang..papa dan mama akan bahagia kakak, hanya dengan melihat wajahmu." ucap Mikha bersedekap...
Aksana menghela nafas, sedikit menyesal dengan sikapnya yang dulu terlalu memihak Stela, yah...memang ia lebih menyayangi Stela karna dari wajah...Stela sangat mirip dengannya, Stela juga penurut dan tidak pernah menolak setiap permintaannya, dia gadis yang sangat manis di hadapan Aksana..
Sedangkan Mikha...wajahnya dominan putri bungsunya mirip dengan istrinya, sebenarnya Aksana menikah dengan istrinya karna perjodohan dan hubungan mereka dingin ketika dirumah, dan selalu bermain drama mesra di hadapan anak-anak dan semua orang, Aksana tidak mencintai istrinya sedikitpun, dan hanya bertahan demi gengsi dan nama baik...
Sifat Mikha kasar dan juga arogan dan sombong sifat itu menurun langsung dari istrinya, dan karna itulah Aksana tidak menyukai Mikha dan lebih condong pada Stela..
"Papa tidak mau tau..kalian harus tinggal dirumah ini lagi."
"Bagaimana kalau setiap 3 hari aku tinggal dirumah ini papa, dan sisanya aku kembali tinggal di apartement." tawar Mikha mengambil jalan tengah..
"Baiklah...." ucap Aksana tersenyum..
Stela dan Mikha saling memandang dengan tatapan tajam.....
__ADS_1
"Baiklah papa dan mama aku harus pergi sekarang." ucap Mikha menundukan kepalanya dengan sopan, hal yang sama di lakukan Stela...
Keduanya melangkah bersama keluar dari rumah besar itu, Mikha mendekati mobilnya...
"Tunggu." suara Stela terdengar kasar di belakangnya.
Mikha membanting pintu mobil dengan keras....dan menoleh pada kakak sekaligus musuhnya itu..
"Aku sangat sibuk, cepat katakan..."
Stela mendekati Mikha dengan tatapan beku.....
"Aku sudah kembali dan akan aku rebut semua yang menjadi milikmu Mikha.." desisnya dengan senyuman lembut......
"Kau pikir aku akan menahanmu kakak, silahkan saja..aku tidak perduli..bukankah semua ini adalah milikmu..papa telah menyiapkan untukmu secukupnya, walau kau menghilang dan berfoya-foya di luar negri seperti wanita murahan namun tenang saja, papa tidak akan membuatmu kelaparan, tapi akan aku pastikan kau akan mendapatkannya seperti seorang pengemis ." desis Mikha menaikan alisnya...
"Apa kau sedang menantangku Mikha."? ucap Stela mengerutkan kening, ia merasa Mikha berkata-kata dengan kemarahan.
"Yah...aku sangat iri padamu yang sukses memakai topeng gadis baik-baik di hadapan semua orang, aku lelah menjadi baik Stela, dan tak ada salahnya jika aku menantangmu." desis Mikha tajam....
"Hahaha...menarik, permainan kita akan seru adikku sayang..bersiaplah..karna aku adalah orang yang serakah dan aku...tidak akan meninggalkanmu apapun sayang," ucap Stela dengan mata berbinar..
"Aku tidak takut padamu Stela...akan kuhancurkan semua rencanamu sebelum kau menghancurkan aku."
"Mikha........"
Stela mengepalkan tangannya dengan kuat, matanya bersinar tajam...yah seorang Stela tidak akan pernah menyerah dan membiarkan Mikha menang...
Mikha melirik jam di tangannya....
"Selamat tinggal kakak.."
Mikha membuka pintu mobil dan membuka pintu mobil dan tenggelam disana dengan wajah marah...
Sementara Stela menyipitkan matanya dengan sinis....
"Aku akan membuatmu berlutut di hadapanku Mikha..."desis Stela juga masuk ke dalam mobilnya......
💖💖
Suasana club tampak begitu ramai, dengan dentuman suara musik yang memekakan telinga,
Sial....ini pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir menginjak kakinya di club malam..
__ADS_1
Tampak dari jauh beberapa teman melambai ke arahnya membuat Mikha tersenyum. lalu melangkah mendekati teman-temannya..
"Mikha...." jerit Caroline senang mereka berdua berpelukan dengan erat. lalu duduk bersama....
"Aku terlambat yah..maaf." ucap Mikha tersenyum...
"Tidak..kami baru saja sampai." balas Caroline dengan senyuman....
Lalu memperkenalkannya dengan beberapa teman prianya pada Mikha..merekapun melanjutkan perbincangan kecil...
Caroline kemudian memberikan gelas kecil berisi minuman yang entah apa pada Mikha..sudah lama ia tidak minum, bagaimana rasanya....
"Apa ini.."?
"Minuman yang akan membuat malam kita indah." bisik Carolina yang sudah setengah mabuk.
Sementara pria yang tadi dikenalkan Caroline mendekat,
"Hai....Mikha." senyumnya dengan sopan...
"Hai...Doni." tegur Mikha sambil meneguk minuman yang di tangannya, dan memejamkan matanya sebentar..rasanya sedikit pahit dan menyengat di tenggorokannya..
"Bagaimana kalau kita berdansa."? ucap Doni mengulurkan tangannya..
Mikha mengangkat wajahnya dan menatapnya dengan pandangan yang mulai berkabut...
"Aku..sedikit pusing, dan aku tak bisa berdansa." Mikha tersenyum lembut...
"Akan ku ajarkan." seru Doni meraih jemari Mikha untuk berdiri...
Sementara Caroline hanya mengangguk setuju karna ia pun sedang bersama kekasihnya..
Doni memeluk tubuh Mikha dan berdansa bersama...ruangan mulai riuh dengan sorak sorai para manusia pemuja dunia malam...
Mikha merasa pusing semakin menguasainya, dan Doni tampak bersemangad..pria itu mendekat dan ingin mencium Mikha..
Namun sebuah tangan kokoh menghantam wajah Doni dengan kuat,
"Buuggggghhhhh........."
Mikha menoleh dengan cepat menyadari bunyi pukulan itu begitu kuat....
suasana club yang remang oleh cahaya lampu warna-warni membuat Mikha tak mampu melihat wajah pria yang memukul Doni, belum lagi rasa pusing yang begitu kuat menyerang kepalanya..
__ADS_1
ia menoleh dan melihat punggung Pria itu yang mendekati Doni, namun ia tak bisa mengenali siapa pria itu....
"Brengsek..jangan pernah menyentuh milikku." desis pria tampan itu kembali melayangkan pukulan di wajah Doni...hingga pria itu berdarah......