
Angell terbatuk-batuk ketika ia ditarik keluar dari air dengan paksa. matanya melebar tak percaya, Wili yang menyelamatkannya. mengapa di saat menginginkan kematianpun pria itu masih mengikutnya.
"Apa yang kau lakukan Angell."
Angell terlalu banyak minum air hingga ia merasakan pusing luar biasa dan sesak nafas, Angell bahkan tak mampu menjawab petanyaan Wili wanita itu pasrah pada kegelapan yang menariknya dengan kuat.
Wili membeku melihat tubuh Angell tak sadarkan diri. sebagian hatinya meminta membiarkan Angel saja. toh..ini pantas ia dapatkan. balas dendamnya akan menjadi sempurna dengan kematian Angell namun. sebagian besar hatinya tak rela membiarkan Angell mati.
Wili kemudian mengangkat tubuh basah Angell dan membawanya pergi...ya..ia mengalah pada hatinya yang memilih menyelamatkan Angell.
****************
Angell membuka matanya dengan tatapan bingung. tertegun ketika ingatan terakhirnya adalah dia tenggelam di laut dan Wili menyelamatkannya. dimanakah dia sekarang mengapa kamar ini sangat ia kenal.?
"Kau pikir aku akan membiarkanmu secepat itu mati." tatap Wili dengan dingin. Wili bersedekap menyadarkan tubuhnya di meja depan ranjang.
"Kau menyelamatkan aku." ucap Angell menyadari dia dikamar Wili. astaga mengapa ia tak bisa lepas dari pria ini.
"Tentu saja kau adalah milikku dan aku tak akan membiarkan milikku pergi dariku."
"Sudah kubilang aku bukanlah milikkmu." tegas Angell jengah.
Wili mendekat dan meraih kedua bahu Angell dan mengeraskan tatapannya.
"Kau tidak bisa lari dariku Angel..karna apa yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku."
"Kau...sakit..." ucap Angell
Diluar dugaan Wili tersenyum kejam, sama sekali tak tersinggung dengan perkataan Angell.
"Kau benar sayang, aku sedang sakit karna dirimu Angell dan kau harus menjadi penyembuhku setiap kali aku butuh." Wili memberi peringatan.
Wili kembali melum** bibir Angell dengan kuat seolah menghukum Angell di dalam ciumannya, beraninya Angell ingin bunuh diri..beraninya gadis ini memutuskan pergi darinya..tidak..Wili tak akan membiarkan Angell meninggalkannya, bukan hanya karna dendam..Wili merasa Angell adalah nafasnya. ia butuh Angell untuk bisa bernafas.. seperti itulah Angell baginya. ciuman itu semakin dalam dan membuat pertahanan Angell menjadi goyah. logikanya menolak namun perasaannya menerima, ia benci menyadari tubuhnya mengenali sentuhan Wili dan meresponnya dengan sangat baik, seolah tubuhnya menemukan pemilikknya, astaga bukankah ia sama saja dengan pela***. Angell meronta dan melepaskan dirinya dari rengkuhan Wili. ciuman mereka terlepas, masing masing menahan gairah mereka sendiri-sendiri.
"Bajingan.." tatap Angell marah.
"Ironis bukan..kau membenciku namun tubuh dan gairahmu merespon sentuhanku dengan sangat baik." Wili terkekeh penuh kemenangan.
"Aku sangat membencimu."
"Aku menyukaimu Angell sayang, apalagi setelah kita melakukannya. kau telah terikat padaku karna kau sekarang adalah milikk seorang Wiliam Pearl."
__ADS_1
Angell menggeleng frustasi...
"Terserah padamu karna aku ingin pulang sekarang."
"Pulang dengan keadaanmu seperti itu..apa yang akan kau katakan pada orangtuamu."
Angell mengabaikan Wili kemudian bangkit dari tidurnya, berusaha berdiri walau masih terhuyung-huyung, Angel hampir saja terjatuh kalau saja Wili tidak segera menahan tubuhnya.
"Kau masih lemah Angel." tatap Wili dengan wajah cemas.
"Aku tidak tau apa maksudmu sebenarnya kepadaku Wili tapi kau..tidak akan berhasil." ucap Angell dengan tatapan benci.
"Aku akan membiarkanmu menenangkan dirimu demi menghormati virginitasmu yang baru saja hilang darimu Angell, tapi jika kau melakukan bunuh diri lagi maka aku akan menarikmu dan mengikatmu dengan kuat sampai kau kehilangan semua kebebasanmu." lirik Wili dengan sinis.
"Itu semua hanya didalam mimpimu Wili, karna aku tidak akan tinggal diam." Angell menyipitkan matanya geram.
Wili terdiam menatap Angell dengan dalam. menatap Angel yang mulai menjauh darinya. Wili menarik nafasnya yang terasa berat. wanita itu yang membuatnya benci sekaligus cinta dalam waktu bersamaan..Wili mengusap wajahnya. mengapa hanya Angell yang sanggup memuaskannya.
Wili menggeleng..apakah dia sudah menjadi seorang maniak se*. sial..bahkan saat ini ia harus segera mandi air dingin untuk memadamkan gairahnya.
Angel melangkah meninggalkan pria itu yang hanya menatap pasrah.
********
"Angel sayang." bisik mama Livia dengan mata berkaca-kaca mendekati Angell dan menatap penuh rindu..
"Mengapa kau lama sekali pulang." wanita itu mencubit bahu Angell dengan gemas.
"Aw...mama. aku sedang sibuk..bukankah aku sudah mengirim pesan." ucap Angel memeluk mama Livia dan menarik nafasnya. menjatuhkan wajahnya di bahu wanita yang membesarkannya adalah kerinduan terbesarnya ketika pulang kerumah.
"Ada apa sayang, terjadi sesuatukah diluar kendalimu." ucap Livia mengelus punggung Angell dengan gerakan menenangkan.
"Aku baik-baik saja mah...aku hanya rindu padamu." mata Angell berkaca-kaca masih di pelukan mama Livia.
"Jika kau sudah tenang maka kau boleh menceritakan isi hatimu dan mama akan selalu ada untukkmu putriku."
Angel tersenyum..entah mengapa dari dahulu setiap ia sedang berada di dalam masalahnya sendiri, walau sekuat apapun ia mencoba menutupinya namun mama Livia selalu tau jika ia sedang tidak baik-baik saja. dan seperti biasanya mama Livia akan menunggunya tenang dan mendengarkan segala keluh kesahnya. namun kali ini berbeda. apa yang ia alami tidak mudah..tidak mungkin ia akan jujur tentang semua yang ia alami.
"Seperti biasa mama, kau selalu menjadi alasanku tetap merindukan rumah."
"Mama senang mendengarnya Angel, dan mama hanya berharap kau bisa melalui setiap masalah yang sedang kau hadapi."
__ADS_1
"Aku mengerti mah..aku akan tetap kuat seperti dirimu."
Angel melepaskan pelukannya dan membiarkan mama menuntunnya masuk kedalam rumah.
"Mama sudah memasak semua masakan kesukaanmu Sayang." bisik Livia senang.
"Aku sangat lapar." ucap Angell memeluk sang mama dengan perasan bahagia.
**********************
Wili sedang mengerjakan pekerjaannya di kantor, sambil menunggu Angell, ini sudah hampir jam 9 pagi namun Angell masih belum menunjukan wajahnya dikantor. pria itu mulai kehilangan konsentrasinya.
Suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian Wili, pintu terbuka dan muncullah seorang gadis cantik bermakeup sedikit tebak dan memakai pakaian minim. Wili mengerutkan dahinya. apakah gadis ini sedang salah alamat. sebab ia merasa tidak mengenalnya.
"Siapa kau."?
"Aku desainer baru yang dikirm nona Angell untukk menggantikan dirinya."
"Apa katamu, kau menggantikan Angell, lalu dimana dia sekarang." wajah Wili menjadi gusar.
"Dibutik." jawab gadis itu polos.
"Sekarang pulanglah karna aku tidak butuh siapapun selain Angell." teriak Wili dengan sangat keras. gadis itu bahkan hampir pingsan karna dibentak. dengan langkah setengah berlari gadis itu melarikan diri dari ruanganitu denan cepat.
Wili mengepalkan tangannya....
"Jadi kau..ingin melarikan diri dariku yah..." wajah Wili menggelap meraih jassnya dan segera keluar dari ruangan dengan langkah cepat.
❤❤
"Aku senang bisa bekerja sama dengan anda." ucap Angell mengulurkan tangannya pada seorang pria yang tersenyum kepadanya.
"Nona Angell...gaun ini adalah kejutan untuk ibuku, aku ingin dia bahagia ketika menerimanya." pria itu menatap kagum pada Angell.
"Tentu saja tuan Alex, aku akn melakukan yang terbaik."
" Aku percaya padamu."
Disaat bersamaan, pintu ruangan terbuka. Wili muncul disana menatap geram ketika di depan matanya Angell saling menggenggam tangan dengan seorang pria asing.
"Jadi ini alasanmu meninggalkan kantor Angel Wins." ucap Wili bersedekap dengan tatapan membunuh....
__ADS_1
Angel kehilangan kata, memejamkan matanya dengan lelah.