Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kau masa laluku, Zefanya masa depanku


__ADS_3

Zefanya terdiam menyadari kata-kata Elena sengaja untuk mencari tau siapa dirinya dan mungkin untuk mencari kesalahannya. bagaimana mungkin mereka bisa di bandingkan dalam hal kekayaan..jelas dia akan kalah dengan telak. Zefanya tersenyum ke arah Elena.


tanpa diduga Rafael menggenggam jemari Zefanya dan menatap Elena dan Kenzo secara bergantian.


"Apakah penting seorang calon istri Rafael harus memiliki orangtua sempurna, pendidikan yang tinggi bahkan nama baik. nyonya Kenzo...bagiku di atas segalanya adalah kesetiaan yang aku cari, tak peduli setinggi apapun kedudukanmu, namun jika kau tidak punya kesetiaan maka sia-sialah hidupmu, dan akhirnya kau hanya akan di pandang seprti sampah." Rafael manatap Elena dengan tajam.


Kenzo mengepalkan tangannya dengan kuat menatap Elena dengan ekpresi marah. sementara Angell hanya mengiyakan kata-kata adiknya dengan senyuman sinisnya.


"Kami permisi dulu, harus menyapa Tuan rusell dan nyonya." ucap Kenzo meraih lengan Elena setengah menariknya dan pergi dari sana.


Angell menatap Zefanya yang terlihat sangat rendah diri.ia pun mendekati Zefanya. setelah sebeumnya meminta Rafael menemui Wili dan menemaninya.


"Apa yang sedang terjadi dihatimu saat ini Zefanya."? tatap Angell pelan.


Zefanya mengangkat muka dan menatap Angell yang terlihat sangat tulus.


"Hatiku sedang merenung kak Angell." ucap Zefanya menghela nafasnya. Angell menyentuh bahu Zefanya.


"Kau tau apa yang aku suka ketika melihatmu untuk pertama kalinya."?


Zefanya mengerutkan dahi.....


"Aku tidak tau...apakah kekuranganku terlihat jelas."? ucap Zefanya dengan mata berkaca-kaca.


"Astaga...apa maksudmu kekuranganmu yang terlihat jelas,"


"Aku...dan Rafael kami berbeda, aku sangat tau itu..bahkan berdiri disini pun aku merasa tidak pantas." ucap Zefanya menatap nanar ke arah Angell.


"Jika Rafael memilihmu itu tandanya kau sangat pantas..jangan terlalu merendahkan diri...percaya dirilah kau adalah yang terbaik kaena Rafael mencintaimu."


Zefanya tertegun. hatinya merasa sedih ketika menyadari kak Angell bahkan semua yang ada di ruangan ini menyangka dia gadis yang beruntung karna Rafael akan menikahinya. dan wanita yang sedang hamil itu yang bernama Elena. dia sangat cantik dan lembut. sepanjang percakapan mereka tadi Rafael selalu menatapnya dengan tajam. dan tak sedikitpun mengalihkan pandangan dari Elena. Rafael pasti sangat mencintai Elena dengan begitu besar. bukan seperti hubungan mereka saat ini. Rafael tidak mencintainya. dan jika sudah selesai waktunya mereka akan berpisah.

__ADS_1


Zefanya menatap Angell dan mengangguk tersenyum.


"Yah..aku senang Rafael mencintaiku kak." ucap Zefanya dengan percaya diri. ia harus memerankan perannya dengan baik.


"Bagus Zefanya..aku ingin kau tau jika aku mendukungmu." ucap Angell dengan senyuman tulus.


💔💔


Rafael mencari Zefanya yang tidak dilihatnya bersama Angell lagi. iapun melangkah keluar ruangan dan menyusuri teras samping kalau kalau ia bertemu Zefanya.


"Dimana Zefanya."? Rafael akan melangkah masuk namun langkahnya terhenti melihat sosok Elena berdiri di hadapannya dan menghalangi jalannya.


"Rafael."?


"Maaf...jika kau mencari suamimu mungkin dia sedang berada di dalam..permisi." Rafael melangkah melewati Elena begitu saja membuat airmata Elena mengalir.


"Tunggu...." bisiknya dengan tenang.


"Aku ingin bicara sebentar." ucap Elena dengan ekpresi memohon.


Rafael tersenyum lalu membalikan tubuhnya menatap wajah Elena yang tampak begitu kasihan namun dimata Rafael Elena sudah tidak berarti apa-apa lagi.


"Katakan..karna aku ingin mencari calon istriku Elena." Rafael sengaja mengulang kata calon istri.


"Rafael...apakah kau benar-benar sudah melupakan aku."? desah Elena dengan penuh airmata.


"Apa maksud kata-katamu Elena."


"Yah....aku tau dengan jelas jika kau masih sangat mencintaiku bahwa kau sengaja ingin membuatku cemburu mengenalkan wanita itu pada seluruh keluarga, kau tau wanita itu sama sekali tidak pantas..dia bukan berasal dari keluarga terpandang seperti kita dan....dia seperti menyimpan sesuatu di matanya." ucap Elena berusaha mempengaruhi Rafael.


Setelah ia memikirkan semuanya tadi. tidak ia tak bisa merelakan Rafael begitu saja. yah...ingatan tentang semua kebersamaan mereka dulu membuat Elena tidak rela. yah...semua orang pernah berbuat kesalahan bukan, itu berarti ia juga punya punya kesempatan untuk kembali. dan usaha terakhirnya adalah membujuk Rafael. jika Rafael masih mencintainya. maka dia bisa melepaskan semuanya dan mereka bisa memulai semua dari awal. Elena berjanji ia akan setia..dan tak akan pernah berani berganti hati lagi. Elena sudah belajar dan mengutuk sema perbuatannya di masa lalu. baginya hubungan dengan Kenzo seperti mimpi buruk.

__ADS_1


"Kau sangat percaya diri sekali Elena..kau pikir setelah apa yang kau lakukan."


"Aku juga korban disini Rafael." isak Elena dengan putus asa.


"Apa maksudmu kau hanyalah korban."?


"Aku melihat suatu malam Kenzo berbicara dengan seseorang di telp mereka bilang merebutku darimu adalah salah satu cara agar bisa menghancurkanmu Rafael."


"Oya...siapa yang akan menghancurkanku...selama ini aku tidak pernah punya musuh dan kau mulai mengarang sesuatu di kepalamu untuk memenuhi ambisimu Elena, bukankah kau sendiri bilang kau tidak mencintaiku."?


"Rafael..percayalah aku tidak bohong....Kenzo merencanakan ini semua dia memang ingin menghancurkanmu dengan merebutku." tangis Elena sedih.


"Kau pikir kau seberharga itu hingga ia mau melakukannya, jangan menimpakan kesalahan pada orang lain atas dosa yang kau lakukan sendiri Elena." teriak Rafael dengan tatapan terluka.


"Apa kau benar-benar sudah melupakanku Rafael..apa kelebihan wanita rendah itu dariku." jerit Elena histeris.


Mata Rafael menatap nyalang ketika Elena menyebut Zefanya dengan kata-kata rendah. entah mengapa ia tidak terima. ia mendekati Elena dan mencengkram lengan wanita yang pernah dicintainya itu dengan pandangan jijik.


"Jaga mulutmu Elena, karna bagiku Zefanya adalah wanita yang paling berharga untuk diriku dibanding kau yang bersembunyi dibalik wajah lugumu yang akhirnya menjadi penghianat..aku mencintai Zefanya hingga aku sudah lupa bahwa aku pernah mencintaimu Elena Rive."


"Apa..sudah tak ada harapan untukku..bagaimana mungkin secepat itu."?


"Pantang bagiku memungut sampah yang telah aku buang Elena begitu juga rasa cintaku padamu..telah menjadi sampah ketika kau menghianatiku."


"Rafael...aku mencintaimu." ucap Elena masih belum rela.


"Menjauhlah dariku Elena karna bagiku kau hanya akan menjadi masa laluku dan Zefanya akan menjadi masa depanku..aku tidak akan pernah kembali kepadamu walau dunia ini terbalik sekalipun."


Rafael memutar tubuhnya dan bersiap melangkah...namun ia terkejut ketika Elena memeluknya dengan erat....


"Elena lepaskan aku....atau kau akan mempermalukan dirimu sendiri..aku sangat membencimu Elena dan bahkan aku merasa jijik ketika kau berada di dekatku..apa kau bisa menerima perlakuanku."? ucap Rafael tegas.

__ADS_1


Akhirnya pelukan itu terlepas dengan dramatis, Elena membiarkan Rafael pergi menjauh darinya..airmatanya menetes dengan hati yang terluka, sungguh harapan itu sudah tertutup rapat baginya..saat ini ia hanya bisa menyesali semua perbuatannya.


__ADS_2