Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Penyesalan Elena


__ADS_3

Elena membeku ketika pipinya ditampar dengan keras. airmatanya mengalir dengan penuh kesakitan. tidak pernah tidak pernah Ayah semarah ini kepadanya. tidak pernah Ayah memarahinya. ia anak tunggall di besarkan dengan penuh cinta. dan saat ini melihat Ayahnya memandang dengan wajah marah dan malu membuat Elena kehilangan kata....


"Katakan pada ayah..mengapa kau melakukan ini semua Elena..mengapa kau berubah menjadi jahat."?


"Itu karna aku mencintainya ayah..aku mencintai Rafael." jerit Elena histeris.


"Kau yang menghianatinya, kau meninggalkannya untuk pria yang ternyata hanya memanfaatkan dirimu."


"Itu semua karna Kenzo yang menjebakku Ayah."


"Dan kau tergoda bukan" kali ini suara Rafael terdengar kecewa.


"Rafael.." kata-kata Elena teputus.


Rafael mendekat..


"Aku telah menghapus perasaanku ketika kau menghianatiku Elena."


"Rafael..."


"Aku mencintai istriku dan tidak akan pernah kembali kepadamu walau, sebesar apapun kau mengharapkanku maka sebesar itu pula aku akan tetap menolakmu Angell."


"Rafael...apakah tidak ada lagi kesempatan."?


"Maafkan aku Elena."


Elena mengangkat muka memandang satu persatu mulai dari orangtuanya, orangtua Rafael, Kak Angell dan suaminya lalu ada Rafael dan Zefanya yang memilih berdiri sedikit jauh kepadanya. airmata Elena menetes ketika memandang Zefanya. wajah lugu Zefanya mengingatkan pada dirinya yang dulu. sebelum menghianati Rafael yah....Zefanya adalah gambaran dirinya dulu sebelum ia tergoda oleh Kenzo.


Elena sangat menyesal dan sungguh-sungguh menyesal ketika mengingat hari dimana dia minum di klub malam bersama Kenzo entah apa yang terjadi sehingga paginya ia begitu terkejut ketika ia mendapati dirinya tidur bersama Kenzo, lalu pria itu memaksanya untuk mengandung anakknya. Elena terlanjur hamil anak Kenzo hingga ia terpaksa merelakan Rafael. menyakitinya padahal hatinya menangis, ia tak berdaya walau hatinya masih ada dengan Rafael. namun ia sadar ia adalah seorang penghianat. Elena harus rela menikah dengan Kenzo namun sekali lagi ia menderita.belum lagi pernikahannya yang bagai neraka. Kenzo mengekangnya lebih dari yang Rafael lakukan membuat Elena muak untuk sekedar bertahan.


Ketika ia melihat Rafael, benih-benih cinta itu kembali tumbuh subur, dan membuat Elena buta. semua rasa cintanya yang selama ini terkubur seakan meledak tidak terkendali. hingga rasa cemburu membakarnya ketika Rafael menemukan cinta yang lain.


Elena memejamkan mata..hari ini ia seakan di sadarkan bahwa Rafael sudah tidak mencintainya lagi..Rafael sudah melupakannya, dan cintanya hanya untuk Zefanya.


"Aku minta maaf." hanya satu kata itu membuat ruangan seketika hening. semua larut dalam kesedihan Elena. yah... Elena sesungguhnya wanita yang baik, namun mungkin mereka bukan jodoh saja...


Roni seakan menutup rasa sayang dan cinta pada putrinya ia mendekati Elena...


"Minta maaflah pada Rafael dan Zefanya dan orangtua Rafael dan tunjukan penyesalanmu Elena." suara Roni menggelegar.


Elena berdiri dengan susah payah..ia menatap wajah ayahnya yang begitu terluka oleh perbuatannya. betapa rasa malu yang di torehkan Elena begitu besar dan menyakiti pria pertama yang mencintainya di dunia ini.


Elena mengangguk dan menyerah.....


"Aku minta maaf papa Rusell, mama Livia , kak Angell dan kak Wili dan juga...." airmata Elena mengalir semakin deras ketika menatap Rafael yang menatapnya dengan sangat tajam, rasa cinta itu telah hilang.

__ADS_1


Livia mendekati Elena, wanita yang selalu ia sayang dan sudah dia anggap sebagai putrinya... lalu menyentuh wajah Elena..


"Kami memaafkanmu Elena, kau masih muda...anak muda sering berbuat kesalahan dan kau layak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki dirimu."


"Mama Livia."


"Kau dan Rafael akan menjadi saudara...mama yakin kau pasti akan menemukan yang terbaik di luar sana." ucap Livia.


Airmata Elena tumpah saat itu juga...dan segera memeluk tubuh Mama Livia dengan erat.


"Aku telah mempermalukan diriku sendiri, aku sungguh sangat bodoh mama Livia."


"Sudah...jangan terlalu banyak menangis..mama akan selalu menyayangimu Elena..dan bangkitlah...kau Elena Rive yang kuat.."


"Terimakasih Mama Livia." isak Elena.


Elena lalu meminta maaf pada semuanya termasuk Zefanya keduanya saling menatap.


"Maafkan aku." bisik Elena pelan.


"Sejak awal aku sudah memaafkanmu Elena."


"Benarkah."?


"Aku yakin kau akan menemukan bahagiamu sendiri Elena."


Keduanya berpelukan...lalu ia menatap ke arah Rafael...


pria itu menatap Elena dengan begitu dalam.


"Maafkan aku Elena...aku mengatakannya kepada orangtua kita." ucap Rafael.


"Itu lebih baik Rafael.. kau menyadarkanku dengan cara yang tepat..terimakasih kau menahan diri untuk tidak menyakitiku padahal aku pantas." ucap Elena.


"Kau sudah aku anggap adikku Elena." ucap Rafael tersenyum...


"Baiklah..terimakasih..aku akan mengubur semua masa lalu kita."


"Yah...aku harap kau akan menemukan kebahagiaanmu Elena."


Elena mengangguk..Rafael kemudian memeluk tubuh Elena untuk yang terakhir kalinya. dan melepaskannya.


Semua yang ada diruangan kembali tersenyum lega. paling tidak semua kesalah pahaman berakhir damai sehingga tidak ada permusuhan di antara kedua keluarga......


💖💖

__ADS_1


Elena menatap dari atas balkon kamarnya dengan hati yang masih sedih. sejak semalam bahkan ayah dan ibunya tak ingin berbicara kepadanya.


Elena merasa seperti seorang pendosa yang tidak terampuni, walau seluruh keluarga Rafael memaafkannya namun tidak akan mampu menghapus rasa malu yang ia torehkan.


Elena menatap layar ponselnya, menatap foto anak laki-lakinya dan memejamkan mata. ia merindukan anakknya entah mengapa.....


Elena bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah pintu kamarnya.


💞💞


Dari jauh seorang pria tampak sedang menggendong anakknya sambil duduk di meja kasir, yah..dia membuka sebuah restoran seafood kecil yang sederhana di sudut kota. Kenzo tak segan turun ke laut untuk mengambil bahan segar dan menjaga kualitas seafoodnya agar selalu segar. tak heran kalau restorannya adalah yang menjadi favorit di sekitarnya. sejak ia bangkrut dan bercerai ia membawa anakknya pergi dan memulai hidup baru. anaknya bermain dengan cerianya sambil berceloteh yang tidak di mengertinya.


Elena membeku ketika melihat anak laki-laki tampan itu begitu mirip dengannya. anak yang bahkan sangat dibencinya ketika lahir dulu. yah..Elena selalu membenci anak itu yang ia anggap adalah pembawa sial baginya sehingga memisahkannya dari Rafael.


Penggunjung Restoran seafood itu sangat ramai sehingga Elena harus berdesak-desakan dengan pembeli yang lain.


namun ia mampu menerobos kerumunan oerang banyak itu hingga sampai didepan kasir hingga mata mereka bertemu.


"Kenzo." desah Elena dengan suara serak. tatapan Elena beralih pada anak kecil yang menatapnya sambil tersenyum sedangkan Kenzo menatap dengan dingin...


"Restoran sedang ramai nyonya...lagi pula kau tidak pantas berada disini, levelmu berbeda kau terlalu kaya untuk makan di Restoran miskin disini." ucap Kenzo dengan datar. pria itu bangkit dan ingin pergi..


"Aku ingin bicara, tolonglah." jerit Elena pelan.


Kenzo terdiam.....


"Ini yang terakhir kita bicara..Elena." ucapnya tajam.


Elena mengangguk perlahan....lalau mengikuti Kenzo yang menggendong anakknya ke lantai atas.


Membuka pintu kamar yang sangat sederhana Kenzo meletakan anakknya di kereta dan membiarkannya bermain.


"Masuklah jika kau tidak merasa jijik Elena."


Elena segera masuk dan mendekati anakknya...


"Radit...aku memberi nama Radit kepadanya."


"Radit."? ucap Elena tersenyum dan hendak menyentuh Radit.


"Jangan menyentuhnya lalu memberi harapan aku tak mau membuat anakku kecewa..cukup aku yang merasakannya." ucap Kenzo memperingati Elena.


Elena merasa matanya basah..Kenzo yang sekarang terlihat lebih berotot, kulitnya menghitam tanda ia sangat berkerja keras. namun pria ini terlihat berbeda, Kenzo terlihat lebih tegas dan makin tampan.


"Kenzo..."

__ADS_1


"Untuk apa kau datang Elena Rive."? tatap Kenzo dengan tajam..


__ADS_2