
Akhirnya setelah melalu perdebatan kecil Angell mengalah dengan mengikuti kemauan Mike dan Alex. bahkan hari ini ia absen ke makam Wili.
Menaiki mobil mereka bertiga tampak saling bercanda dan tertawa...Mike ingin berkemah dan akhirnya Alex memutuskan mereka akan ke vila pribadinya. Angell hanya meng-iyakan permintaan Mike karna putranya tampak sangat antusias berkemah.
"Bunda terimakasih yah..karna sudah mau mengabulkan permintaanku." ucap Mike melirik bundanya yang duduk di depan bersama Ayahnya. hatinya sungguh bahagia melihat pemandangan ini. mereka sudah seperti keluarga.
"Sama-sama sayang, kau tau bunda mencintaimu nak."
"Tentu." Mike tersenyum sambil melirik kaca mobil dan menatap Alex yang sedang mengedipkan mata kepadanya.
Mike mengangkat jempolnya memberi isyarat jika mereka berhasil membujuk bunda.
Sepanjang perjalanan Angell hanya tertidur karna ia terlalu lelah, Alex benar-benar tidak melepasnya.
Alex meliri Angell yang tertidur di sampingnya,sambil menyetir Alex mengusap kepala Angell yang sudah terlelap.
"Apa ayah begitu mencintai bunda." tanya Mike menggoda Ayahnya.
"Dengan seluruh jiwa ayah." bisik Alex masih menyentuh Angell dengan penuh kasih sayang. terang saja usianya sudah 45 tahun Alex ingin hidup tenang dan membina keluarga bersama Angell juga anakknya dan mungkin jika Alex beruntung Angell akan melahirkan anak lagi untukknya.
Mike menyentuh bahu Alex dan tersenyum mengerti.
"Keluarga kita pasti akan bersatu ayah.. tenang saja."
"Trimakasih anakku kau adalah kekuatanku." ucap Alex.
❤
Angell terbangun ketika sudah hampir sampai, ia terkejut ketika melihat di tempat duduk belakang Mike sedang di temani setumpuk makanan dan mainan, juga beberapa kantong pakaian...
"Mengapa banyak sekali belanjanya, mengapa tidak membangunkan aku."? ucap Angell menguap sebentar ia merasa lebih segar setelah dapat tertidur.
"Bunda..paman membelikan ini semua kan kita akan menginap di vila."
Angell begitu terkejut...ia menatap mata Alex ingin protes namun ia bisa melihat tatapan tajam Mike yang tampak akan kecewa padanya...
"Angell..tenang saja, sudah lama kan kau tidak pernah istirahat dari pekerjaanmu, sekali-sekali kita juga harus menikmati hidup." ucap Alex tersenyum.
"Astaga kalian berdua sangat mirip." ucap Angell menyerah.
"Apa di vila aku bisa memasak."? ucap Angell sambil mengikat rambut panjangnya.
Alex mengangguk...
"Aku sudah menelfon pengurus rumah dan mengabarkan jika kita akan menginap disna, jadi semua bahan makanansudah terisi." ucap Alex sambil memijit dahinya. ia lelah menyetir sejauh ini sudah 4 jam. karna memang lokasi vilanya jauh.
Angel menatap iba pada Alex...
__ADS_1
"Tinggal berapa jam kita akan sampai."? tatap Angell menatap Alex.
"Masih 45 menit."
"Hmm..hentikan mobilmu." ucap Angell.
"Tunggu kau mau apa."? tanya Alex waspada.
"Kau juga lelah Alex, tenagamu sudah habis untuk semalam..."
Alex menaikan sebelah alisnya memberi isyarat kalau Mike akan berpikir yang bukan-bukan tentang mereka...
Angell memejamkan matanya dengan ekspresi kesal. mengapa bibirnya tidak bisa dikendalikan.?
"Apa maksud bunda, semalam paman melakukan apa."? tana Mike khawatir.
Wajah Angell dan Alex memerah......
"Maksud bunda adalah semalam Paman membantu bunda memindahkan sofa di kamar." ucap Angell berkilah.
"Kan ada pelayan." Mike tak mau kalah berdebat..
"Pelayan sudah tidur sayang." uczp Angell mulai kesal dengan keingin tahuan Mike.
"Mereka pelayan kita mengapa bunda jadi sungkan pada mereka dan malah membuat lelah paman sih..." Mike menggeleng..
Alex menengahi pertengkarn merekaa...
"Berhentilah..." ucap Alex dengan nada dingin hingga Angell da Mike terdiam.
"Ayo...menepilah biar aku yang menyetir." ucap Angell cepat.
"Tapi...."
"Kau lelah Alex...ini demi kebaikan kita bersama kau membawa aku dan Mike." lirik Angell mengingatkan.
Alex mengalah dan menepikan mobilnya..Angell turun dari sana dan mulai menggantikan posisi Alex menyetir.
"Terimakasih Angell." ucap Alex tersenyum..
"Hm...kau bisa istirahat sebentar." balas Angell pelan. lalu melirik Mike di belakang anak ini tak sedikitpun lelah.
"Apa kau tidak tidur sebentar Mike."
"Tidak bunda tenang saja, aku sedang menikmati perjalanan jauh pertamaku." liriknya tersenyum.
Angell hanya mengangguk, sesekali ia menatap Alex yang memejamkan matanya. mengapa Alex terlihat tampan yah. hidung yang mancung, rahang yang tegas bulu mata yang tebal dan tubuh yang atletis. meski pria ini sudah berusia 45 tahun namun ia terlihat awet muda dan tampan. Angell menggeleng mengusir jauh pikiran nakalnya.
__ADS_1
"Jangan terlalu menatapku, perhatikan jalan..kau bisa menabrak nanti." ucap Alex dengan suara yang tenang.
"Aku tidak...." desis Angell kesal.
Alex membuka mata dan menangkap jemari Angell dan mengecupnya denan penuh perasaan hingga keduanya saling menatap.
"Kita akan punya banyak waktu berdua Angell."
"Jangan macam-macam Alex." Angell menarik tangannya kembali dengan kegugupan yang kentara.
Alex kembali memejamkan matanya, ia benar-benar butuh sedikit istirahat sebelum menggoda Angell, ia harus melaksanakan rencananya....Angell harus jadi milikknya.
Angell sangat malu dan langsung fokus menyetir ya ampun, ia bisa membayangkan jika wajahnya sedang memerah saat ini. sedangkan Alex hanya tersenyum senang. setidaknya ia tau Angell mulai memperhatikan dirinya.
Mike yang duduk di belakang hanya tersenyum menggeleng, merasa lucu melihat tingkah kedua orang tuanya. ia kembali berfokus pada pesan di wa nya..
Mikha mengirim pesan.....akhir-akhir ini temannya selalu memberi perhatian padanya.
Mike menggeleng..meski Mikha sangat cantik ia tidak menyukainya. Mika lantas kembali berfokus pada game nya.
Mobil akhirnya sampai di kawasan Vila. Penjaga Villa membuka gerbang dan menduk hormat pada Angell yang dibalas senyuman ramah dari Angell.
Mobil berhengi dan Mike lebih dahulu turun, ia sangat antusias ada di kawasan villa yang sejuk dan megah ini.
"Mike..jangan jalan jauh yah..jangan keluar gerbang, pak Wahyu tolong awasi Mike." ucap Angell membuka sabuk pengaman..
"Baik nyonya."
"Oke bunda." jawab Mike menurut.
Sementara Alex masih tampak tertidur. Angell meminta pak Wahyu untuk menurunkan barang, sementar ia harus membangunkan Alex. Angell kemudian mendekati Alex dan membuka sabuk pengaman pria itu. karna ujung sabuk pengaman itu di samping Alex, maka Angell harus sedikit melewati tubuh Alex untuk melepaskan perekatnya.
Jemari Angell menyentuh sebelah tempat duduk Alex dan di saat itulah pria itu membuka mata. dan keduanya tertegun. Angell begitu terkejut karna posisinya adalah tubuhnya di atas tubuh Alex..
"Angell." desah Alex menajamkan tatapannya...
"Aaku...inginn...melepaskan sabuk pengamanmu karna kau tertidur...jadi aku..."
Alex terkesima.....
Kedua tangannya tak membuang kesempatan, langsung memeluk pinggang Angell dan tubuh Angell merwpat kepadanya...
"Kau sengaja ingin menggodaku yah." bisik Alex dengan tatapan membara..
"Kau sudah gila lepaskan aku, Mika bisa melihat kita."
"Cium aku...baru aku lepaskan..." ucap Alex menaikan sebelah alisnya...
__ADS_1
"Kau....."? jerit Angell kesal....