
"Papa.." jerit Angell dengan mata berkaca-kaca.
"Ya."?
"Mengapa papa membiarkan aku direbut seolah aku piala."?
Rusell mendekati putrinya dan menyentuh bahunya...
"Papa hanya ingin memberimu kesempatan memilih, karna dari awal papa yang bersalah karna menjodohkanmu, papa hanya tidak ingin memaksakan kehendak padamu lagi...jika kau mencintai Wili, kau bisa bersamanya dengan keinginanmu sendiri kalian bisa melanjutkan pernikahan. dan jika kau memilih Alex itu juga karna keinginanmu dan bukan paksaan sayang."
Angell terdiam sesaat memandang Alex dan Wili yang juga menatapnya..lalu kembali menatap mata Papanya.
"Pa....sebulan terlalu lama bagiku."
"Tidak Angell..papa ingin kedua pria membuktikan siapa di antara mereka yang benar-benar mencintaimu dan kau mencintainya."
"Bagaimana kalau seminggu papa."?
"Seminggu."? ulang Rusell.
"Aku ingin cepat menyudahi drama panjang ini dan hidup dengan tenang papa."
"Baiklah terserah kepadamu..tapi kau harus bersikap adil."
Angell mengangguk lalu memandang Alex dan Wili secara bergantian......
💛💛
Pagi hari Angell sudah sampai di butiknya dan turun dari mobilnya. ia tak ingin Alex ataupun Wili yang menjemputnya agar aman. ia tak ingin mereka bertengkar lagi...
Angel, melangkah masuk kedalam butik dan terkejut melihat sebuah buket bunga yang berukuran besar dari Wili dan sebuah bantal penyangga leher yang di berikan Alex. Angell hanya mendesah..kedua pria itu saling berebut untuk mendapatkan perhatiannya.
"Nyonya Angell, di ruangan nyonya juga sudah tersedia kursi pijat yang dikirimkan oleh tuan Alex untuk nyonya." ucap pelayan menundukan kepala.
"Kursi pijat."? ulang Angell
"Yah....silahkan nyonya melihat, dan ini ada surat untuk nyonya." ucap Pegawainya menunduk hormat sambil memberikan surat itu kepada Angell.
"Baiklah terimakasih."ucap Angell sambil menerima surat kecil itu.
Angell naik ke tangga dan membuka pintu ruangan, hatinya menghangat seketika....melihat ruangannya sudah di tata dengan sangat nyaman. melangkah menuju kursi pijat Angell kemudian duduk disana. mengapa selama ini ia melupakan kursi ini. seharusnya ia membeli ini sejak lama dan kursi ini benar-benar membantu ketika ia lelah dalam mengerjakan sebuah gaun.
Angel memejamkan matanya sambil menikmati sensasi pijatan kursi ajaib itu di kepala, leher, pundak dan turun ke kaki. Angell tersenyum ia tak menyangka jika Alex memikirkan semuanya dengan baik ia menyiapkan apa yang dibutuhkan Angell.
Wanita itu teringat kalau ia belum membaca surat dari Alex, segera ia membuka dan membacanya.
Untuk ibu dari anakku, Angell
Maafkan aku, itu saja yang aku ingin katakan kepadamu..aku minta maaf, maaf, dan maaf aku begitu menyakitimu dan memaksamu Angell.
Aku tau aku bukanlah pria yang baik, hidupku gelap dan tanganku penuh darah. aku tau aku tidak layak untuk cintamu yang berharga, tapi aku ingin kau tau jika aku..benar-benar mencintaimu Angell
Aku ingin kau tau jika, aku akan melakukan apapun untuk melihatmu bahagia..apapun, walau itu akan menyakitiku.
Aku sangat mencintaimu dengan segenap nyawaku Angell Wins.
__ADS_1
Sebastian Alex.
Angell tanpa sadar merasa begitu haru sekaligus hangat dalam waktu bersamaan..mengapa Alex harus berubah se hangat ini, mengapa sikapnya sekarang justru membuat Angell bimbang.? mengapa jantungnya berdebar?
Suara ketukan di pintu mengejutkan Angell sekaligus menghempaskan lamunannya. ia melipat dan segera menyimpan surat dari Alex dengan cepat. lalu menekan tombol dan pintu terbuka.
"Wili."?
"Mengapa kau terlihat begitu terkejut."? ucap Wili dengan tenang mendekati Angell.
"Maaf..aku sedang memikirkan sebuah rancangan gaun baru aku terlalu fokus dan tak berpikir jika kau datang." Angell tersenyum...
"Sayang..bagaimana kalau kita makan siang sekarang."? ajak Wili segera memeluk Angell dan menghirup aroma rambutnya yang harum.
"Kau sudah bercukur yah..kau lebih rapi sekarang." bisik Angell menatap kagum.
"Aku melakukan semua karna istriku."
"Hah..gombal sekali."
"Yah...kau semakin cantik saja, auramu berbeda." bisik Wili mendekat.
"Aku sedang mencoba produk kecantikan dan sedang menunggu hasilnya." ucap Angell melepaskan pelukan Wili dan seger meraih tasnya.
"Ayo kita pergi." ajak Angell menggandeng tangan Wili untuk keluar dari sana.
Mereka sampai di pintu keluar dan terkejut setelah mendapatkan bunyi klarkson mobil yang memekakan telinga. mereka menoleh dan tertegun melihat Alex keluar dari sebuah mobil mewah miliknya, dan tersenyum mendekati mereka.
"Wah..aku hampir tertinggal."
"Apakah kau sudah membaca suratku dan menerima hadiah dariku Angell sayang."? Alex sengaja mengatakan di depan Wili agar pria itu kesal.
"Dia memberi hadiah apa Angell, buang saja..aku mampu membelikanmu hadiah yang lebih baik, kau istriku Angell."
"Jangan lupa posisi kita sama Wili, kau telah kehilangan hak sebagai suami jadi jangan bersikap seakan kau suami paling baik, aku sungguh merasa lucu."
"Kau..aku tidak akan membiarkanmu menang Alex, karna Angell adalah milikku."
"Cukup." suara Angell tegas di udara...membuat kedua pria itu terdiam.
ia menoleh pada keduanya yang masih saling menatap tajam....
"Ayo...kita makan siang bersama, dan jangan ada keributan aku mohon." ucap Angell menekan.
Alex tersenyum...lalu meraih jemari Angell lebih dahulu dan membawanya ke dalam genggamannya mereka melangkah ke mobil milik Alex.
"Hey..tunggu...naik mobilku saja." ucap Wili protes...
Alex sudah membuka pintu depan dan membawa tubuh Angell masuk kemudian menutup pintunya.
"Kau punya pilihan masuk ke mobilku dan duduk di belakang atau..kau bisa pergi dengan mobilmu sendiri." ucap Alex bersedekap...
"Kau....licik."
"Kau sudah tau aku dari dulu bagaimana aku, maka tentukan pilihanmu Wili."
__ADS_1
"Aku..akan ikut mobilmu, tak apa aku duduk di belakang dari pada aku harus membiarkan kalian bersama." ucap Wili melangkah sambil membuka pintu mobil bagian belakang.
Alex hanya menggeleng dan sedikit tersenyum...
Restoran Seafood........
Mereka duduk bertiga dengan mengapit Angell di tengah...
"Kau suka seafood Angell."? tanya Alex antusias...
"Yah...ini tempat favoritku sejak dulu..disini sangat enak...dan aku ingin kalian berdua mencobanya."
"Kau suka menu apa Alex."?
"Aku menyukai kepiting namun aku memiliki alergi."
"Kau alergi kepiting."? tanya Angell tertarik..
"Kepiting dan udang..aku memiliki alergi."
"Astaga maafkan aku, seharusnya aku memilih restoran lain." tatap Angell menyesal.
"Tidak mengapa Angell, aku bisa memesan menu lain." ucap Alex menatap Angell dengan tajam.
"Apa reaksi alergi jika kau memakan keduanya."? ucap Angell.
"Tubuhku akan memerah dan bengkak."ucap Alex menjelaskan.
Angell benar-benar terkejut....
sedangkan Wili hanya mencibir karna Alex menarik perhatian Angell dengan kisah dramatisnya.
Pelayan datang dan meletakan pesanan dan Angell meletakannya di depan Wili dan untuk Alex, untunglah di restoran ini tersedia menu lain selain seafood, jadi Angell memesan menu daging untuk Alex.
Merekapun mulai makan dengan tenang...
Angell sangat antusias mengambil menu kepiting kesukaanya namun baru saja makanan itu sampai ke mulutnya Angell langsung memuntahkannya....
"Uek...uek...."
Alex dan Wili saling menatap tajam....dan berseru dengan bersamaan...
"Angell." seru keduanya serentak..
"Aku hanya.....
Angell merasa kepalanya berputar-putar dengan sangat kuat.....
di iringi rasa mual yang menyiksanya...
Alex menghentikan makannya saat itu juga..ia menatap Angell.
"Kita harus ke rumah sakit...sekarang Angell." ucapnya dengan tegas.......
Ayo tebakk readerku sayang, apa yang terjadi pada Angel....koment ya.?
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤