
10 Tahun kemudian.........
Mike tumbuh menjadi seorang pria kecil yang tampan, ia mempunyai tatapan dingin dan senyum yang mematikan ia tumbuh lebih tinggi dari anak-anak seusianya, di sekolah ia adalah pria idola.
Hari ini untuk kesekian kalinya, sang bunda absen di lomba matematika yang di adakan sekolahnya. semua orangtua hadir hanya orangtua Mike yang selalu absen. dan ironisnya Mike menjadi juara. Mike di paksa menjadi dewasa dan harus mengerti di usianya yang sudah 10 tahun. sejak kepergian papanya 5 tahun lalu bunda dan dirinya tidak pernah melewatkan seharipun tanpa pergi ke makam, sudah berbagai cara di lakukan kakek, nenek, paman dan bibi untuk menghentikan kebiasaan bunda tapi sia-sia. bunda selalu bersikeras mengunjungi makam papa setiap sore hari untuk sekedar merenung disana.
Di dalam rumah pun selalu di penuhi foto-foto papa yang berukuran besar. di hampir seluruh ruangan selalu ada foto papa. tidak pernah ada dinding atau meja yang kosong.
Mike keluar dari mobil sambil menjijing tas sekolahnya. ia masuk kedalam rumah dan menemukan rumah dalam keadaan kosong. ia menghela nafas dengan rasa lelah yang sudah di ambang batas. selama 5 tahun. bunda tak pernah memperhatikan dirinya hanya menangis dan meratap kepergian papa. dan itu menyakitinya begitu dalam. mengapa bunda tidak bisa menerima kenyataan, mengapa bunda tak bisa memberinya sedikit cinta kepadanya.
Mike memejamkan mata, dan seorang pelayan menghampirinya.
"Tuan muda...nyonya berpesan jika tuan muda sudah pulang maka harus menyusul ke makam, dan juga jangan lupa membawa bunga dan mewangian." ucap pelayan itu menundukan kepala.
"Baiklah, terimakasih." ucap Mike pelan.
Ia segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke kamar. memakai kaos hitam dankeluar kamar lagi menuju mobil. supir yang sudah menunggu hafal dengan kegiatan Nyonya dan tuan mudanya.
"Kita singgah sebentar untuk membeli bunga." ucap Mike.
"Baik tuan muda." supir itu membuka pintu mobil....
💔💔
Pemakaman Elit.....
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di parkiran kawasan pemakaman yang mewah itu. pintu mobil terbuka. Mike keluar dari sana dengan tatapan dingin ia memegang keranjang berisi bunga dan melangkah mendekati seorang wanita yang sedang menangis di sisi makam. Mike mendekatinya dan duduk disebelah bundanya yang sedang menangis.
"Bunda."?
"Kau sudah datang Mike, mana bunganya..papa dan adikmu pasti akan suka."
Mike tersenyum sembari menyerahkan keranjang bunga pada bundanya.
"Bunda..apakah sudah makan."
"Belum..setelah dari sini kita makan yuk."
"Baiklah..." ucap Mike lalu menatap sebuah makam yang berisi sang papa dan adikknya dalam satu lahat.
ia terdiam...hanya diam mengamati bundanya yang seakan sedang berbicara sendiri dan sesekali tersenyum menceritakan cerita yang lucu. awalnya Mike masih bisa mengerti, namun selanjutnya ia mulai merasa bunda sudah terlalu berlebihan.
__ADS_1
"Bunda, ayo kita pulang..sudah hampir malam dan bunda akan sakit jika selalu terlambat makan." ucap Mike membujuk.
"Baiklah sayang sebentar lagi yah..bunda pamit sama papa dan adek dulu."
Mike kembali menghela nafas, namun tidak berani membantah. ia sangat mencintai sang bunda dan berjanji akan menjadi anak yang baik.
"Sayang..aku pulang dulu yah, kamu sama adek tenang aja nanti bunda balik lagi sama kakak yah..love u sayang." Angell mencium makam dan tersenyum kemudiania menoleh pada Mike yang diam saja.
"Ayo pamit sama papa dan adek." ucap Angell.
"Baik bunda."
Mike menatap pada makam dan tersenyum...
"Kami melepasmu papa dan adek, berbahagialah disana dan..kami akan selalu mencintaimu."
"Mike mengapa ngomongnya bgitu sih."?
"Memang apa yang aku katakan salah bunda."?
"Iya..kita kan akan kesini besok." ucap Angell sedikit tidak suka dengan sikap Mike.
"Bunda, besok aku ada pementasan drama lagi bunda..bunda janji akan hadir." ucap Mike berdiri dan menatap sang bunda yang melangkah pelan menjauhi makam.
Mike menghentikan langkahnya dan menatap Angell yang telah lebih dahulu melangkah menuju mobil. Angell tidak sadar kalau luka yang ia torehkan kepada Mike semakin lama semakin besar saja. airmata Mike menetes lagi.
💖💖
Sekolah Mike........
Mike duduk di belakang panggung pementasan dengan wajah yang dingin. ia menatap beberapa teman yang sedang di beri semangad oleh orangtuanya untuk lebih percaya diri untuk tampil. Mike menunduk lagi, pemandangan itu sangat menyakitinya hingga Mike leibh memilih tidak melihat.
Iapun segera memakai kostum sebagai seorang pria berwajah jelek, thema hari ini adalah
Beauty and the beast...
Pemeran perempuan bernama Michaila mendekatinya Michaila sebagai si gadis cantik lawan mainnya dan teman sekelasnya. Michailla merupakan gadis paling cantik di sekolahnya memiliki tinggi badan yang sama dengannya, kaena itu di setiap pementasan drama mereka berdua akan selalu di pasangkan.
"Mike..apa kau sudah siap untuk pementasan drama ini."?
"Yah." gumam Mike tenang.
__ADS_1
"Dimana orangtuamu..apakah kali ini akan datang."? tanya Micha dengan senyum yang lembut.
Mike menatap gadis itu dengan tajam...
"Apa perdulimu, orangtuaku datang atau tidak tak ada hubungannya denganmu bukan."? ucap Mike dengan kasar.
"Mike..aku hanya bertanya."
"Pergilah dari hadapanku karna aku tidak suka melihatmu." ucap Mike dengan nada tinggi.
Micha hampir menangis...ia kemudian meninggalkan Mike yang masih terlihat dingin tidak tersentuh.
Mike mengerutkan dahinya tidak suka, lalu kemali melanjutkan memakai kostumnya seorang diri.
Pementasan drama di mulai...para penonton tak lain adalah orangtua murid dan keluarga, berdiri di antara penonton penggemar setianya yaitu kakek, nenek, kak Tari, paman dan bibi lalu adik sepupunya Viona yang berusia 5 tahun. Mike tersenyum senang walau sebenarnya hatinya sedang menangis.. bukannya ia tidak senang semua keluarganya datang namun, ia mengharapkan bunda juga datang, paling tidak sekali saja agar Mike bisa bahagia, namun sepertinya itu tinggal harapan. karna sampai detik terakhir pementasan drama. Bunda tidak ada di tempat itu. Mike benar-benar terluka.. untuk kesekian kalinya ia terluka. namun Mike mencoba menutupinya dengan senyuman..
Setelah pementasan drama itu semua keluarganya menghampiri dan memberi selamat.
"Kau sangat berbakat sayang." puji Livia.
"Terimakasih nenek." Mike tersenyum dengan sumringah.
Viona langsung meminta Mike menggendongnya..
"Kakak tampan sekali sih." bisik gadis kecil itu merayu.
"Astaga..tentu saja, kan kakak Viona jadi harus tampan." ucap Mike tertawa.
Rusell dan Livia saling menoleh,mereka bisa melihat tangisan tersembunyi dari Mike, mereka harus bicara pada Angell.
💓💓
Bandara privat...
Seorang pria tampan turun dari pesawat, wajahnya tidak berubah dan tetap tampan di usianya yang sudah 45 tahun. yah..dialah Alex.. pria itu menghela nafasnya dalam-dalam, menghirup udara yang sama dengan Angel dan anakknya adalah sebuah kekuatan baginya.
"Angell..bagaimana kabarmu sekarang."?
Selama hampir 11 tahun menghilang dan mencoba melupakan, Alex nyatanya tak bisa menghapus bayangan Angell dan anakknya....
"Tuan Alex.. silahkan masuk ke mobil."
__ADS_1
"Baiklah..."
Alex tersenyum lalu melangkah menuju mobilnya..