Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Tidak terima


__ADS_3

"Kau.."? suara Angel tertelan dengan dramatis. matanya melebar, haruskah ia percaya sedikit saja jika kali ini matanya bermasalah.


Pria itu berdiri disana dengan wajah paling tenang yang pernah dilihat Angell selama ini. apakah mereka sedang bercanda dengannya sekarang.


"Mendekatlah putriku..akan kuperkenalkan dengan calon suamimu...calon suamimu....calon suamimu." kata-kata itu terus bergema didalam kepalanya dan Angel hanya terdiam. seraya kakinya dipaku ditempat.


"Ayo...nak, jangan diam saja,..papa memanggilmu jangan permalukan dia Angel." pinta sang mama menatap mata Angel. memberi isyarat jika papa akan merasa dipermalukan jika Angell masih berdiri seperti patung disini. Livia merasa suasana begitu tegang seperti mereka sedang diruangan sidang.


Angel masih menatap mata mama Livia meminta tolong, namun sayang mama tidak bisa berbuat apapun.


"Mah.."


"Ayo sayang, semua akan baik-baik saja..mama akan menemanimu." bisik mama Livia semakin mendorong tubuh putrinya setelah mendapat tatapan peringatan dari suaminya Rusell.


Angel di bawa dan didudukan disamping pria yang akan dijodohkan dengannya. Angell sangat kesal sekarang, jemarinya terkepal dengan sangat kuat.


"Jadi..aku senang jika malam ini kita semua hadir di tempat ini untuk sebuah pembicaraan serius tentang anak-anak kita." ucap Rusell membuka pembicaraan.


Orangtua Elena dan orang tua dari pria yang akan dijodohkan dengan Angel tampak mengangguk menurut.


"Bagaimana kalau kita membicarakan tentang pernikahan Angel lebih dahulu sebab ia adalah putri pertama di keluarga seorang tuan Rusell wins.. sudah seharusnya dia lebih dulu menikah dibanding adikknya.


Salah satu orangtua pria itu mengusulkan. ia tak memperhatikan wajah Angell yang sudah memerah dengan tatapan tajam.


Rusell hanya mengangguk dan menatap Angell yang masih terkejut..


"Kau benar...apakah tidak keberatan Roni dan Aleta kita membicarakan tentang Angel lebih dahulu." tanya Rusell dengan senyuman.


Roni hanya mengangguk seraya melirik Rafael dan Elena yang juga mengangguk setuju.


"Kami ikut saja mana yang terbaik, lagipula..memang Angel yang harus lebih dulu menikah dari kedua adikk-adiknya." Roni bersikap bijak.

__ADS_1


Angel berusaha sekuat tenaga untuk menahan dirinya untuk tidak bersuara. sekali lagi ia harus menekan rasa marahnya demi orangtuanya. walau rasanya ia akan menjadi gila sebentar lagi.


"Baiklah....Angel, saat ini aku akan memperkenalkan dengan calon tunanganmu."


"Namanya adalah...."


"Aku sudah sangat mengenalnya papa." ucap Angel menahan luapan emosi yang bergemuruh di dadanya. bagaimana bisa...mereka menjodohkan dirinya dengan pria ini.


Pria itu memutar tubuhnya dan menatap Angell dengan penuh arti..


"Lama tidak bertemu malaikatku." desisnya yang membuat Angel mengerang dengan sangat kesal. ingatan masa lalunya berhamburan setelah sekian lama berusaha ia lupakan. airmatanya hampir menetes jika saja ia tidak segera sadar dengan sekelilingnya.


Sementara Wili duduk disana dengan wajahnya yang paling dingin. menatap Angell dengan sejuta perasaan. ia akan membawa Angel kembali melintasi waktu dan segala ingatan buruk masa lalunya. Wili menaikan sudut bibirnya dengan penuh dendam.


"Bagaimana dengan perasaanmu Angel, kau akan papa jodohkan dengan Oscar Ruple. dia seorang pengusaha muda yang begitu terkenal dan papa yakin kau akan bahagia bersamanya sayang." ucap Rusell dengan senyuman yang tenang.


Angell tertawa...walau saat ini wajahnya teramat sangat marah.


Angell berdiri dengan sisa kekuatan yang ada. hatinya sakit sekali. memandang Oskar yang menatapnya seolah tidak terjadi apa-apa. seolah luka itu tak pernah di torehkan kepadanya. pria ini adalah pria yang paling dibencinya di seluruh dunia. Angell bahkan dalam mimpipun tidak akan pernah menikah dengan Oskar.


Sementara semua yang ada di ruangan saling menatap dengan kerutan di dahinya.


"Tapi maaf..aku tidak bisa menikah dengannya, aku.....menolak perjodohan ini." ucap Angel dengan wajah dingin.


Wajah Rusell memerah saat ini..betapa malu dirinya karna putri yang selalu disanjungnya. begitu ia banggakan mempermalukannya dengan begitu besar, dihadapan para orangtua dan calon besannya.


"Apa maksudmu Angel." ucap Rusell menatap lurus pada mata putrinya.


"Papa pernah bilang jika tidak akan memaksaku didalam perjodohan ini bukan...jadi aku..menolakknya saat ini juga." Angel menaikan salah satu alisnya dengan menantang...


Livia hanya memejamkan matanya, ia tak pernah membayangkan jika Angel akan berani melawan papanya. Rusell tak pernah suka di bantah apalagi di depan umum..saat ini kedua pasangan ayah dan anak itu berdiri saling menantang.

__ADS_1


"Bagus...aku tidak menyangka dengan penolakanmu saat ini Angel, katakan apa..kekurangan Oskar."? tatap Rusell bersedekap dengan tajam.


Angel membeku ketika ingatan masa lalu itu tergambar dengan jelas di ingatannya. tentang penghianatan Oskar..bagaimana pria itu mempermainkan hatinya dengan kejam bukan hanya dia sendiri namun mengorbankan sahabat baikknya yang membuat Angell terpuruk dalam rasa bersalah yang dalam. Angel tak akan pernah bisa melupakan peristiwa itu..peristiwa dimana ia mendengar kabar yang mematahkan hatinya......tidak....ia tidak akan pernah sudi menjadi istri dari pria brengsek ini.


"Aku...membencinya..." ucap Angell menatap ke arah Oscar yang melonggarkan tenggorokannya dengan gugup. sial..apakah Angel akan mengadukan dirinya, mengapa ia tak tau jika yang menjadi jodohnya adalah Angell Wins. pria itu menggelengkan kepalanya berusaha menekan rasa gugupnya. Oscar tak ingin membuat semua orang curiga kepadanya. ia harus memerankan citranya dengan baik.


"Astaga nona Angel...aku sangat tersinggung kau membenciku bahkan ketika kita tidak pernah bertemu sebelumnya." Oscar menyipitkan matanya mengancam Angel didalam matanya.


Sementara Wili hanya menatap keduanya secara bergantian. ia menemukan sedikit ke anehan dalam tatapan mata Angel yang penuh kebencian.


"Kau bukan tipeku Oscar...aku minta maaf tapi kejujuran lebih baik dari pada kebohongan..bukankah..kau seharusnya lebih mengerti hal ini." Angel membalas dengan menantang.


"Cukup Angel...kau benar-benar mengejutkan papa." Rusell mengepalkan jemarinya.


Sesaat kemudian ia menatap penuh permintaan maaf pada orangtua Oscar beserta Orangtua Elena dan Wili yang malah menyaksikan ketegangan mereka. makan malam kali ini gagal total.


Oscar dan orangtuanya segara pamit untuk pulang dan tinggalah orangtua Elena dan Wili yang masih tertinggal.


Rusell menatap Angell dengan tatapan tajam....


"Papa ingin bicara berdua denganmu Angel."


Rusell melangkah lebih dahulu dengan wajah yang sangat marah. Livia ingin ikut namun Rusell menghentikan langkahnya menatap Livia dengan tajam.


"Jangan coba membelanya ma...atau aku akan benar-benar marah."


"Mama hanya menemaninya pa..mama janji." ucap Livia dengan wajah memelas. dan Rusell hanya mengangguk.


Angel menghela nafas, sesaat ia menatap mata Wili yang masih menatapnya dengan penuh arti. mata Angel berkaca-kaca.. apakah benar ia telah mengacaukan makan malam ini. lalu pandangannya tertuju pada Rafael yang tak mampu menyembunyikan wajah kecewa kepadanya.


Angel menepis rasa sakitnya dan segera melangkah menemui papa Rusell. dan ia yakin semuanya tidak akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2