Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Terjebak


__ADS_3

Angell turun dari mobil dan keluar dari sana. hari masih terlalu pagi untuk membuka butik namun Angell harus bergegas untuk menyelesaikan gaun untuk ibunya Alex dia tak ingin pria itu kecewa. bagaimanapun minggu depan adalah hari ulang tahun ibunya Alex pasti dia mau mempersembahkan sesuatu yang spesial untuk wanita yang melahirkannya. dan Angell sangat mengerti perasaan itu.


Seperti biasanya jam segini belum ada karyawan yang datang tentu saja ini masih jam 5 pagi. hanya seorang satpam yang memang bertugas menjaga butiknya yang menyapanya pagi ini.


"Selamat pagi nona Angell."


"Pak Karni, selamat pagi." balas Angell menganggukan kepala.


"Non pagi-pagi udah datang."


"Iya pak, aku dikejar target."


Angell lalu masuk ke dalam butik dan membiarkan pak Karni membantunya untuk membuka pintu dan jendela.


Angell lalu naik ke lantai atas ruangannya, karna ia memang meletakan baju milik ibu Alex di kamar khususnya. alasannya ia tidak mau sampai tertukar atau sampai baju itu lecet. Alex telah mempercayakan padanya.


Angell membuka pintu dan terdiam disana dahinya mengerut ketika melihat ruangannya yang terlihat acak. jika dilihat sepintas tak ada yang aneh. namun jika di teliti, ada yang berubah dari posisinya. Angell meletakan tasnya dan ponselnya di atas meja dan mendekat ke arah gaun milik ibu Alex yang telah ia buat dengan susah payah.


Angell sampai di depan gaun itu dan begitu terkejut melihat gaun indah itu sengaja di sobek bagian bawahnya, kesalahan itu sangat fatal dan tak mungkin Angell bisa memperbaikinya dalam waktu singkat. apa yang terjadi disini.?


Tubuhnya melemah seketika, sampai tersungkur di lantai dengan ekspresi sangat kecewa. siapakah yang melakukan ini. bagaimana bisa ia tega menghancurkan gaun yang Angell buat dengan susah payah.


apa yang harus dilakukannya. bagaimana cara mengatakannya pada Alex bahwa gaun itu telah rusak.


Tiba-tiba Angell teringat untuk memeriksa cctv agar mengetahui siapa yang berani menghancurkan gaun yang hampir selesai dibuatnya.


💓


Angell keluar dari ruang cctv dengan wajah yang kecewa karna tidak menemukan bukti rekaman pada saat kejadian.


Wanita itu melangkah dengan gontai menuju arah tangga namun langkahnya terhenti mendengar suara mobil yang berhenti di parkiran dengan pelan. wajah Angell benar-benar pucat sekarang menyadari Alex yang turun dari dalam mobil dan melangkah pelan memasuki area butik.


Angell berdehem untuk mengatasi kegugupannya.


"Alex." sapa Angell lebih dahulu.


"Selamat pagi Angell.. aku mampir kesini sebelum ke kantor."


Angell tak mampu lagi menahan perasaanya, bukan karna ia takut, ia bisa mengganti uang kompensasi berapapun biayanya. namun bukan itu alasannya. namun ini menyangkut seorang ibu dan niat tulus seorang anak. ia juga menyayangi mamanya dan ia mengerti tatapan Alex yang penuh harapan.


"Alex, aku mohon maafkan aku..."

__ADS_1


"Ini masih terlalu pagi untuk minta maaf Angell, dan juga terlalu pagi untuk berbuat kesalahan yang mengharuskanmu minta maaf." Alex tersenyum dengan sabar.


Angell menggeleng...Alex terlihat sabar karna ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan gaun itu. entah apa pria ini akan tetap memasang wajah ramah padanya jika tau yang sebenarnya.?


"Ayo..kita ke ruanganku saja." ucap Angell melangkah lebih dahulu menaiki tangga. diikuti Alex dibelakangnya, Alex tersenyum ia senang jika mereka bisa berduaan seperti ini.


Angell memhuka pintu ruangan dan mempersilahkan Alex masuk dan mengikutinya. Angell mendekati gaun yang telah rusak itu dan menunjukan semua yang terjadi. sambil memijit dahinya.


"Aku datang pagi ini Alex..dan gaun ibumu aku."


"Gaun itu sudah rusak."?ucap Alex menatap gaun itu dengan wajah kecewa.


"Alex...aku minta maaf kalau aku...melakukan kesalahan besar."


"Apa maksudmu."?


"Ada seseorang yang masuk ke ruangan ku dan menghancurkan gaun ini aku..sangat menyesal atas semua yang terjadi..aku benar-benar tidak enak padamu."


Wajah Alex berubah sedih.....


Angell semakin merasa bersalah.. ia mendekati Alex dan menatap wajah pria itu dengan penuh sesal.


"Alex.."


"Apa maksudmu favorit."


Alex tersenyum lagi....


"Ibuku tau semua tentangmu, karya-karyamu dan selalu memesan gaun yang kau buat."


"Astaga..." mata Angell berkaca-kaca penuh haru sampai ingin menangis, secinta itu ibu Alex pada karyanya. dan saat ini malah Angell telah membuatnya kecewa.


"Aku harus bagaimana sekarang Alex." tanya Angell bingung.


"Baiklah..itu berati bukan kesalahanmu Angell."


"Kau tidak menyalahkanku."?


"Tidak."


"Mengapa..bukankah kau berhak, aku bertanggung jawab atas kerusakan gaun ibumu pasti kau.. "

__ADS_1


"Dari pada saling menyalahkan..aku lebih memilih mencari solusi." Alex


"Hah" Angell kehilangan kata, ia berpikir reaksi Alex akan marah seperti yang dilakukan Wili padanya ketika pegawainya menghilangkan berlian di gaun pengantinnya. Angell menatap tajam ke arah Alex berusaha menemukan kalau pria ini sedang berbohong kalau dia sedang menahan perasaannya. kalau sebenarnya dia sedang marah. namun tidak..pria ini tampak tenang seperti biasa.


"Aku punya solusi..apa kau mau ikut denganku." Alex bersedekap sambil menatap Angell penuh perhitungan.


"Baiklah..katakan apa solusimu dan aku akan mengikutinya."


Alex duduk di sofa sambil menatap Angell...


"Kau mau menemaniku mencari gaun yang pas untuk ibuku untuk mengganti gaun yang telah rusak ini, karna aku sungguh tidak mengerti soal gaun wanita..dan menemaniku memeberikan gaun itu langsung kepada ibuku."


Angell tak menyangka permintaan yang sederhana, Angell pikir dia harus melakukan sesuatu yang berat. namun perkiraannya salah. Alex hanya akan memintanya hal sekecil itu. dan Anggel akan melakukannya dengan senang hati.


"Aku punya kenalan beberapa desainer terkenal, aku akan membawamu kesana dan mengenai ibumu..ayo kita kesana." ucap Angell dengan yakin.


Alex berdiri dan menatap Angell yang saat ini terzenyum dengan begitu manis. lalu Alex mengulurkan tangan ke arah Angell.


"Bisakah..kita menjadi teman."


"Teman."?


"Yah..aku ingin menjadi temanmu Angell." ucap Alex berharap.


"Baiklah...ayo kita berteman." Angell membalas uluran tangan Alex dan tersenyum.


Ini adalah langkah awal..sebelum aku merebutmu dari Wili, karna kau...adalah milikku..hanya milikku...tatap Alex dengan begitu dalam.


"Bagaimana kalau sekarang saja kita berangkat." ucap Alex tak menunda waktu.


"Baiklah...ayo."


Merekapun melangkah keluar dari butik, Alex membimbing Anggel masuk kedalam mobilnya. lalu iapun menyusul masuk.


Angell duduk disamping Alex yang tampak sangat tenang. terlalu tenang hingga jantungnya berdebar kencang. Alex terlalu dingin dibanding Wili dan ia sedikit merasa takut.


Ponsel Angell berdering dan tanpa sadar Angell dan Alex sama-sama saling bertepatan.


"Dari calon suamimu Angell." ucapnya dengan nada tenang.


Angell tersenyum menatap ponselnya dan menimbang...

__ADS_1


"Matikan saja ponselmu Angell, aku tidak mau ada yang mengganggu kita hari ini." tatap Alex tajam..


__ADS_2