Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Rasa sakit dari masa lalu


__ADS_3

Wili baru saja selesai mandi dan mendengar suara ketukan pintu di kamarnya. ia menoleh dan sesaat kemudian menekan sebuah remote dan pintu kamar pun terbuka dan Dani muncul disana dengan tatapan tajam.


"Kakak.... "


"Ada apa." ucap Wili sambil mengancingkan piyama tidurnya.


"Aku ingin bicara. "


"Mengapa tidak besok saja. " ucap Wili dingin. ia lalu menghampiri balkon dan duduk disana dan Dani hanya mengikutinya.


"Katakan.. aku sangat lelah hari ini Dani."


"Kakak..... apa kau sedang menyelidiki kematian Grace.. apa kau belum sepenuhnya merelakan dia tenang." ucap Dani meminta penjelasan.


Wili menatap Dani dengan tajam. kemarahan langsung keluar dari matanya. ia tersenyum dingin.


"Grace adalah satu-satunya adik kita dan kakak belum merelakan dirinya sampai detik ini. "


"Kau ingat kakak jika dia tau dia akan sedih melihatmu seperti ini"


"Apa kau kesini untuk mengajariku tentang itu."?


"Aku hanya memperingatkanmu tentang apa yang kau lakukan sekarang kak."


Wili memutar tubuhnya dan sesaat kemudian mencengkram ujung baju adikknya dengan tatapan marah.


"Aku pikir kau memang tidak pernah perduli kepada Grace adikk kita yah..kau memang tidak perduli sedikitpun tentangnya karna selama ini kau selalu sibuk dengan para wanitamu..tapi aku..tidak akan pernah melupakannya, siapapun yang terlibat dengan kematian Grace maka dia harus menanggung akibatnya." janji Wili.


Dani tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun......


"Kau pikir hatiku terbuat dari batu kak...tapi aku tau semua yang terjadi kepada Grace adalah murni karna keserakahaannya sendiri."


"Diam....apa kau benar-benar adikku."

__ADS_1


"Dan..apakah kau benar-benar kakakku."? Dani tak mau kalah.


"Mengapa kau percaya dengan surat bunuh diri palsu dan keterangan polisi yang cepat..mengapa.


"Kakak..aku telah menyelidiki semuanya..aku tau kau hanya merasa bersalah karna di saat Grace melakukan bunuh diri kau tidak ada disampingnya...lalu karna rasa bersalahmu kau..mencari pelampiasan yang tidak masuk akal dengan menuduh orang lain." ucap Dani dengan lantang.


"Dani..."


"Apa aku salah."


"Cukup Dani." Wili mengeraskan rahangnya.


"Kau hanya tidak bisa menerima kenyataan yang ada kak Wili." sambung Dani tajam.


"Pergi kau dari sini sebelum aku kehilangan kendaliku Dani." Wili menghempaskan tubuh adikknya dengan keras hingga Dani membentur meja di belakangnya. pria itu bangkit dan menegakan tubuhnya.


"Aku telah menyelidiki semuanya dan alasan sebenarnya kau mendekati Angell."


Wili menatap gusar.....


Kata-kata Dani terputus ketika matanya melebar dengan tak percaya melihat Wili mengarahkan sebuah pistol kepadanya......


"Kakak...." teriak Dani hampir tak percaya.


"Bisakah lalu menutup mulutmu dan berhenti ikut campur urusanku Dani."


"Tapi aku hanya memperingatkanmu kakak."


"Brengsek...jika kau tidak segera pergi dari sini maka peluru ini akan menembus dadamu Dani..aku tidak main-main."


Dani menghella nafasnya dengan berat lalu kembali menatap mata Wili. ia harus melindungi Angell karna Angell tidak bersalah dalam hal ini. namun bagaimana caranya ia menghentikan kakaknya dalam rencana balas dendam gilanya. bagaimana cara menjelaskan pada kak Wili jika Angell adalah korban dari kejahatan Grace.? Dani menggeleng...apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Aku hanya memperingatkanmu sekali kak Wili..kau akan menyesalinya dan semoga belum terlambat untuk memperbaiki kehancuran yang kau buat sendiri."

__ADS_1


Dani menundukan kepalanya dengan hormat lalu meninggalkan kamar Wili. membiarkan pria itu terdiam masih memegang pistolnya ia pun menjatuhkan tubuhnya di sofa santai di balkon kamarnya. matanya basah ketika kesakitan itu muncul dan menyerang jiwanya. ia selalu terpuruk dalam rasa bersalahnya tanpa mampu bangkit.....


Lama.....ingatan Wili terbang pada kejadian lima tahun lalu. saat ia kembali dari luar negri dan mendapati adikknya sudah terbaring di rumah sakit bukan di ruang perawatan namun di ruang jenazah. rasanya dunianya hancur saat itu juga. Grace adik kecilnya sehari-hari selalu bersikap manja. adikknya memang lebih dekat padanya. karna sebelum orangtua mereka meninggal Wili yang di beri tugas untuk menjaga adik-adikknya dengan baik. sekaligus menuntun mereka agar menjadi seorang pengusaha sukses. bahkan Grace bercita-cita ingin menjadi seorang model terkenal karna memang tubuhnya tinggi. Wili memejamkan matanya tidak terima ketika beberapa jam sebelum Grace meninggal ia sempat menelfon Wili dan mengatakan dia berkelahi dan ditampar oleh teman sekelasnya bernama Angell Wins. bahwa Angell telah merebut kekasih yang dicintai Grace, pria bernama Oscar. yah...Wili yakin bahwa Angell yang bersalah dalam hal ini. kecantikan Angell telah dia manfaatkan untuk melukai adik seorang Wili Pearl dan ia tak akan bisa tinggal diam. Angell harus merasakan apa yang Grace rasakan. dicampakan dan dihianati dengan kejam.


💞💞


Zefanya memandang nanar pada surat perjanjian yang telah ia tanda tangani. Bahkan ketika Rafael mengambil map itu dari tangannya Zefanya hanya mematung. selanjutnya bagaimana apa yang akan terjadi kepadanya.? bahkan lututnya gemetar sekarang.


Rafael tersenyum dengan penuh kemenangan ketika menatap wajah Zefanya yang tampak sangat cantik dimatanya. meletakan map di atas meja Rafael mendekati Zefanya dan kembali menatap matanya.


"Kau akan tinggal di apartemenku mulai hari ini."


"Tidak..aku tidak mau, aku betah di flatku meski sangat kecil jika kau...jika kau membutuhkanku..aku akan kesana."ucap Zefanya terbata-bata.


"Tidak..aku tidak setuju Zefanya, aku..tidak mau repot menjemputmu ketika aku sedang butuh..aku ingin kau.. selalu ada disampingku setiap saat." ucap Rafael tegas.


Mata Zefanya berkaca-kaca..dalam semalam semuanya berubah dalam hidupnya. bahkan Zefanya merasa ia sudah kehilangan semua harga dirinya. tapi..apakah harga dirinya saat ini penting untukknya. bahkan untuk melanjutkan sekolah adiknya ia harus bersusah payah. apakah ini yang terbaik baginya.? hidupnya sekarang untuk adikknya dan Zefanya akan melakukan apapun asalkan adikknya bisa terus sekolah tanpa takut kekurangan. besar harapan Zefanya agar adikknya bisa mendapatkan hidup lebih baik darinya.


"Baiklah..tapi bisakah aku tetap bekerja."?


"Apa kau sedang meremehkan aku Zefanya."?


"Aku hanya ingin...."


Rafael kembali menyambar wajah Zefanya dengan kedua tangannya. ia menatapnya dengan penuh perhatian. pria itu tersenyum seraya mendekatkan wajahnya.


"Kau adlah milikku dan aku tidak akan membiarkanmu kelaparan Zefanya."


"Sampai kapan."? ucap Zefanya tercekat.


Rafael tertegun....ia tak tau sampai kapan, ia membutukan Zefanya sebagai wanitanya.


"Sampai tubuh kita sudah tak lagi saling membutuhkan." bisik Rafael tenang.

__ADS_1


Airmata Zefanya mengalir di wajahnya. yah...seharusnya dia tak bertanya, lagipula apa yang ia harapkan. mengharapkan Rafael menikahinya..tidak..dia tidak pantas...Zefanya akan menahan diri paling tidak ia harus mengumpulkan tabungan Tari sampai lulus kuliah nanti. dan soal dirinya...


Zefanya hanya menyerahkan hidupnya pada takdir.....


__ADS_2