
Angell : Bohong...siapa kau..jangan coba-coba berbohong atau aku akan....
Penelfon : Apakah kau takut Angell, apakah kau sudah menghianatiku..karna itu kau tidak mau menerima kenyataan?
Angell : Diam....kau membuatku gila..aku peringatkan kepadamu jika aku tidak akan percaya..aku tidak akan percaya padamu..
Penelfon : Kau tau suaraku, kau tau jika aku Wili namun kau mengelaknya..haruskah aku datang dan mengejutkanmu Angell..
Angell : Pergilah dan jangan menggangguku...aku tidak percaya kau adlah Wiliku karna Wili sudah meninggal..
Airmata Angell menetes di wajah cantiknya....
Penelfon : Baiklah..akan kukirimkan bukti jika aku masih ada..aku adalah Wiliam Pearl...
Ponsel dimatikan secara sepihak oleh si penelfon gelap.. Angell melemparkan ponselnya di atas meja dengan jemarinya gemetar..ia menutup wajahnya dengan tangan begitu ketakutan dan gelisah, suarnya benar-benar Wili, dari cara bicaranya jelas kalau dia adalah Wili tapi...ini semua tidak mungkin, orang yang sudah meninggal tidak mungkin bisa hidup. apa yang terjadi kepadanya, mengapa ia sangat gelisah..
Ponsel Angell berdering kali ini ada pesan masuk di ponselnya..tidak itu pasti pria misterius yang mengaku sebagai Wili. Angell memejamkan mata sekali lagi, menimbang apakah akan melihat pesan itu atau mengabaikannya..Angell dilanda dilema.. untuk sesaat ia merenung masih menatap ponselnya dari tempatnya duduk.
Lalu terdengar lagi bunyi pesan masuk dan kali ini Angell benar-benar tak tahan untuk melihat isi pesannya, ia ingin melihat sejauh mana pria itu mampu menipunya.
Angell meraih ponsel itu dengan jemari yang bergetar namun ia kembali menguatkan diri dan menatap layar ponsel dengan penasaran...
Hening..........
"Wili....." jerit Angell dengan histeris, matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya..didalam foto itu adalah Wili yang sedang menatapnya tajam..seluruh tubuh Angell melemah dengan cepat, jantungnya berpacu dengan kencang.....
"Tidak...ini tidak mungkin.." jerit Angell dengan isakan sedihnya, bagaimana mungkin Wili masih hidup bagaimana bisa...meski Angell tidak melihat sendiri ketika Wili dikuburkan, karna waktu itu dia juga mengalami keguguran dan dan harus istirahat di atas tempat tidur dan tak boleh kemana-mana. Angell harus puas melihat proses pemakaman suaminya melalui video. namun ada banyak saksi yang mengatakan kalau Wili memang sudah meninggal.
Kalau benar Wili masih hidup, kemana dia selama ini. mengapa meninggalkannya selama itu...
Angell meraih ponselnya dan segera mematikannya agar ia tidak membaca pesan dari pria misterius itu.
"Tidak.. Angell, itu tidak mungkin..Wili sudah meninggal...sadarlah..kau sudah menjadi istri dari Alex dan Mike....jangan pernah menghianati mereka lagi." bisik Angell dengan wajah tertunduk...
Sementara......
Seorang pria tersenyum melihat ke layar tv berukuran besar yang menampilkan ruang kerja milik Angell, bahkan ia bisa melihat dari sini tangisan bersalah di wajah Angell.
Pria itu tersenyum puas, ketika ia berhasil memasang cctv tersembunyi di ruangan Angell. dengan begitu ia bisa melihat aktifitas wanita yang paling dibencinya...
Suara pintu diketuk pelan membuat pria itu tersenyum, lalu menatap tajam pada sosok tangan kanannya saat ini. seorang gadis yang menjadi kaki dan tangannya dan menjadi alatnya untuk mematai Angell.
"Dina..." senyumnya mengembang disudut bibirnya..
__ADS_1
"Selamat siang tuan Wilard." ucap gadis itu membungkuk dengan penuh hormat..
"Bagaimana..apakah semua sesuai dengan rencanaku."? tanya Wilard dengan tajam..
Gadis itu tersenyum dengan penuh perhitungan..
"Aku akan memastikan nyonya Angell mengalami kepanikan."
"Bagus...aku ingin dia merasakan kesakitan.. aku..akan membuatnya menderita sebelum membunuhnya..." ucap Wilard dengan suara tajam..
"Aku akan selalu setia kepadamu tuan Wilard." ucap Dina dengan menundukan kepalanya dalam-dalam.
Wilard menganggukan kepalanya......
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku Dina." lirik Wilard dengan senyumnya yang kejam...
"Suatu kehormatan bagiku untuk melayani anda."
💞💞
Angell memandang makan malamnya dengan tak berselera. mau tak mau pikirannya melayang pada foto yang dikirimkan tadi siang. apakah itu benar Wili...tapi mengapa meninggalkannya selama itu..mengapa membiarkannya terluka sedalam itu. mengapa Wili tega sampai mengorbankan anak mereka sendiri...
Mengapa.......?
Angell terkejut ketika menatap mata Alex yang begitu menilainya....
"Aku sedikit tidak enak badan." ucap Angell menundukan kepalanya.
Angell terdiam ketika merasakan sentuhan lembut Alex di kepalanya dan matanya berkaca-kaca, ketika Alex meraihnya untuk bersandar di dadanya.
"Apa kau mau makan di kamar saja."?
"Tidak aku baik-baik saja." ucap Angell dengan jemaei yang memeluk Alex dengan jantung yang berdegup kencang.
"Aku ingin kau mengatakan semua perasaanmu sayang, entah itu sedih, kecewa..marah dan bahagia." ucap Alex dengan suara yang dalam.
Mike yang melihat kemesraan orangtuanya hanya bisa tersenyum bahagia, lalu menyudahi makannya. dan bangkit berdiri.
"Ayah..bunda, aku harus ke kamar dan menyelesaikan tugas sekolah."
"Pergilah sayang." ucap Alex...
Mike kemudian mencium pipi orangtuanya dan segera meninggalkan ruang makan itu..
__ADS_1
Angell kemudian menatap Alex...
"Aku mencintaimu Alex, entah sejak kapan.. yang pasti jantungku berdebar hanya untukmu..beri aku waktu sedikit lagi agar bisa lebih berani mengatakan perasaanku.."
"Aku akan selalu menunggu sayang." balas Alex dengan senyuman lalu meraih Angell di pelukannya..
Angell memejamkan matanya, cintanya hanya untuk Alex...batinnya...
💜💜
Alex sedang mengerjakan beberapa dokumen yang tertunda karna kemarin ia fokus pada pernikahan dan bulan madu meski singkat.. matanya menyipit dan terlihat fokus..
Suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian Alex. pria itu lalu menekan sehuah tombol dan pintu terbuka, tampak Toni anak buah kepercayaannya masuk dan menundukan wajahnya..
"Tuan Alex."
"Ada apa..kau terlihat kesal."
"Aku menemukan sesuatu tuan Alex."
"Sesuatu..apa itu."? Alex melepaskan pekerjaannya sebentar lalu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Toni. mereka saling memandang dengan tatapan penuh arti.
"Duduklah..aku ingin mendengar segalanya Toni."
"Baik tuan."
Alex duduk di sofa dengan wajah serius di ikuti Toni yang mengambil tempat duduk di hadapan pria itu.
"Cepat katakan ada apa.?
"Ini tentang penyelidikan atas kematian tuan Wiliam." ucap Toni.
"Yah...bagaimana...penyebab kematiannya apakah wajar ataukah...?
"Tuan Wili dibunuh." ucap Toni menundukan kepala sekali lagi, kali ini wajah Alex benar-benar terkejut dan menjadi pucat..
"Dibunuh."? ulangnya seakan tidak percaya....
Jemarinya mengepal dengan kuat hingga buku jarinya memutih. bagaimana mungkin Wili dibunuh dan siapa yang tega melakukannya, bukankah Wili adalah pria yang baik, dalam dunia bisnis dia pun terkenal tenang dan tidak memiliki masalah yang mungkin akan menimbulkan dendam dari antara para rekannya.
"Siapa pelakunya.."?
"Tuan Alex..ini sama sekali di luar prediksi kita dan mungkin tidak akan pernah menyangka jika dia adalah pembunuhnya."
__ADS_1
"Katakan siapa."? teriak Alex dengan geram......