Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Pernikahan


__ADS_3

"Apa kau tau banyak tentang Wili."? ucap Angell penasaran dan ia baru menyadari ia belum sepenuhnya mengenal Wili. hubungan mereka terlalu singkat untuk saling mengenal dan sisanya mereka akan saling mengenal setelah pernikahan.


Alex mengetuk-ngetuk jemarinya dengan penuh perhitungan.


"Lusa aku akan menjelaskan semuanya di dalam kado pernikahanmu Angell, sebenarnya aku ingin sekali berbicara banyak padamu tapi waktunya tidak cukup lagi pula ini bukan saat yang tepat Angell." ucap Alex lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya. sebuah alat seperti ponsel namun terlalu kecil.


"Untuk apa ini."? ucap Angell mengerutkan dahi."


"Jika kau dalam masalah atau tertekan dengan keadaanmu kau bisa menekan tombol berwarna merah dan aku akan bisa melacak dimana dirimu berada." ucap Alex menaikan sebelah alisnya.


"Alex..aku hanya akan menikah bukan sedang berperang dalam menghadapi masalah besar..aku...." kata-kata Angell menggantung ketika Alex menyentuh jemarinya.


Angell terdiam....


"Aku hanya ingin kau berjaga-jaga saja..jika kau tidak memerlukanku kau tak perlu menekan tombol itu." seru Alex bersikeras.


Angell memijit dahinya sedikit heran dengan tindakan Alex, namun ia merasa tidak enak jika ia menolak, mungkin ia akan menyimpannya saja.


"Baiklah...aku akan menyimpannya Alex...puas."? Angell menggeleng tak percaya Alex memberikan sebuah alat yang tidak ia butuhkan.


"Bagus...aku hanya berharap kau selalu ingat semua kata-kataku Angell."


"Baiklah."


Alex berdiri dan bersiap untuk pamit pulang...ia menatap Angell dengan begitu dalam. bertahanlah sedikit lagi Angell dan jika Angell menekan tombol merah itu. artinya bahwa Angell memilihnya. dan saat itu Alex akan mengejar cinta Angell dengan kekuatan penuh. sebenarnya ia ingin menghasut Angell sekarang karna sangat mudah baginya namun. ia ingin Angell sendiri yang meminta kepadanya untuk melindunginya. karna sesungguhnya Alex sudah tau rencana Wili menikahi Angell. adalah untuk balas dendam, namun Alex juga tau bahwa tanpa sadar Wili telah jatuh cinta pada Angell. dan Alex tidak akan menyia-nyiakan waktu.


"Berbahagialah Angell karna ketika aku tau kau disakiti sekali saja..aku tidak akan tinggal diam."


Angell melonggarkan tenggorokannya...


"Baiklah...aku yakin kau tidak akan pernah mendengar telp dariku." ucap Angell Yakin.


Alex mendekati Angell hingga menyisakan beberapa senti dari hadapan Angell.


"Aku menyukaimu Angell Wins."


Angell melebarkan matanya rasanya tidak percaya Alex menyikainya.?

__ADS_1


"Alex."


"Kau tidak perlu terkejut Angell, kau bisa tenang sekarang karna aku tidak akan bermain curang dalam merebutmu..tapi jika aku mendapatimu tidak bahagia di dalam pernikahanmu maka aku..akan bertindak untuk merebutmu dan saat itu terjadi tidak ada yang bisa mencegahku Angell" ucap Alex bagai janji..


Angel, benar-benar mematung, semua ini terlalu cepat untukknya..sama sekali di luar pikirannya jika Alex mencintainya..ini sangat tidak mungkin..


"Alex.."


"Aku ingin pulang sekarang Angell karna aku mau tampil tampan dihari pernikahanmu." ucal Alex mengedipkan matanya.


"Alex." jerit Angell dengan penuh tanda tanya.. bagaimana mungkin Alex mengatakan semua itu kepadanya.


Alex memalingkan wajahnya...menatap Angell yang begit cantik malam ini.


"Aku akan selalu menunggumu Angell."


"Alex...."


Kata-kata Angell tertelan ketika Alex telah menaiki mobilnya dan berlalu dari hadapannya.


"Baiklah.....kau membuatku gila Alex." Angell menggeleng ketika ada yang masih merasa mengganjal dihatinya.


😇


Hari Pernikahan yang ditunggu-tungu tiba....


Angell melangkah pelan menuju Altar ditemani oleh Papa Rusell. ia sangat cantik dibalik gaun putihnya yang ia rancang sendiri. sebuah mahkota di kepalanya dan kain tudung yang menutupi wajah cantikknya. Angell menahan nafasnya yang terlalu gugup. menatap Wili disana sudah menantinya di hadapan Pendeta dengan sangat tampan.


Papa Rusell menyentuh jemari putrinya yang bergetar di lengannya.


mereka bertatapan dan Rusell hanya menguatkan Angell lewat tatapan matanya, dan Angell mengerti itu.


Sampailah mereka di depan altar di iringi Tatatpan penuh doa dari mama Livia, Rafael dan Zefanya. mereka hanya tersenyum dengan penuh Rasa cinta. Angell merasa sangat bahagia.


Wili menyambut tangan Angell untuk mendampinginya kemudian ia menunduk hormat ke arah Rusell.


"Kau cantik sekali sayang." bisik Wili dengan tatapan memuja.

__ADS_1


"Kau juga sangat tampan sayang." Angell menggigit bibir tipisnya.


Kemudian Pendeta mengambil alih perhatian dan memulai doa-doa. Angell dan Wili hanya mendegar dengan penuh konsentrasi. dan tiba saatnya pembacaan ikrar sebagai suami istri mereka saling berhadapan. Wili lalu mengatakan dengan lacar sumpah pernikahannya begitu juga dengan Angell.


"Akhirnya kalian aku nyatakan sebagai suami dan istri." ucap Pendeta yang membuat seisi ruangan penuh haru dan tepuk tangan.


Wili menatap ke arah Angell merasa sangat bangga karna sekarang, Angell telah menjadi istrinya dan tidak ada yang lebih berharga baginya selain kenyataan Angell sudah ada di dalam genggamannya.


Tiba saatnya melakukan ciuman setelah pernikahan. Wili meraih punggung Angell mendekat hingga tubuh mereka bersatu di dalam pelukan. pria itu membuka tudung wajah Angell dan tersenyum.


"Istriku." desisnya dengan misterius...


"Suamiku." balas Angell tercekat dengan sosot mata Wili yang tampak lain. ia kembali teringat kata-kata Alex.


Wili mendekat dan kemudian melum** bibir Angell dengan penuh perasaan yang dalam. Angell memejamkan mata menikmati ciuman indah yang diberikan Wili hatinya dipenuhi bunga-bunga indah. namun di ujung ciuman Angell terkejut bukan main ketika Wili menggigit bibirnya dengan sedikit kuat hingga sontak membuka mata. kemudian mengerutkan dahi.


Angell benar-bnar menemukan wajah yang begitu dingin di sorot mata Wili hingga matanya berkaca-kaca antara perih di bibirnya dan peih di hatinya yang entah mengapa mengirim sinyal bahwa semua ydak akan baik-baik saja.


"Wili." desahnya pelan..suaranya tertutup tepuk tangan yang riuh di dalam Gereja. Angell merasa gugup dan cemas di waktu yang bersamaan.


"Jangan terlalu berpikir yang keras sayang..aku akan membuat segalanya indah nanti malam." bisiknya sangat mesra di telinga Angell, terlalu mesra hingga Anggel merasa ia seperti sedang mendengar hukuman mati. tubuhnya bahkan merinding saat ini juga.


iapun menatap Wili merasa sesuatu yang selama ini disimpan Wili di dalam sorot matanya akan segera ia tumpahkan, walau Angell sama sekali tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Dengan demikian mereka sudah sah di hadapan Tuhan dan negara bahwa mereka adalah sepasang suami istri.


Semua yang ada di dalam gedung mendekati mereka dan memberi selamat. namun di antara kerumunan saudara dan orangtua, Dani tidak hadir bersama Fela. Angell ingin bertanya namun ia mengurungkan niatnya. waktunya tidak tepat.


Seorang pria memasuki gedung itu sendirian membawa sebuah kotak kecil hitam di genggamannya ia menatap Angell dengan senyuman tajam.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua." desahnya dengan sinar mata yang menyala-nyala.


Wili dan Angell menoleh.....


Tatapan mata Angell berhenti di kotak hitam itu. dan kembali menatap mata Alex..ia teringat janji Alex kemarin....


"Kau tau benar merusak acara Alex." geram Wili.

__ADS_1


"Aku datang memberi selamat Wili dan jangan terus mencurigaiku karna mungkin saja orang yang perlu di curigai adalah dirimu." ucap Alex menaikan sudut bibirnya.


"Apa maksud semua ini."? ucap Angell menatap keduanya.....


__ADS_2