Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Solusi terburuk


__ADS_3

"Aku tidak mau tunangan dengannya Mah, karna aku ingin langsung menikah dengan Elena, bagaimana."? ucap Rafael mengejutkan semua yang ada diruang makan ini. Elena sendiri hampi tak bisa menelan makanannya karna terlalu terkejut.


Mama Livia menarik nafas dengan lega, karna Rafael setju dengan semua keinginannya. begitu juga dengan Angel yang hanya menganggukan kepala dengan setuju.


"Bagus..tidak ada masalah lagi, mama senang sekali karna kau setuju sayang, kalau untuk menikah..mama kembalikan pada kalian berdua." mama Livia tidak berhenti tersenyum. pasangan ibu dan anak itu terlihat sangat gembira dengan keputusan yang dibuat Rafael tanpa melihat bagaimana Elena. apakah mereka tidak bertanya dulu bagaimana dengannya. apakah dia setuju atau tidak.


"Tante Livia, bisakah aku bicara."? ucap Elena yang membuat Rafael menarik kursi sedikit lebih dekat dengannya. tangan kekarnya melingkar posesif memeluk tubuh Elena hingga wanita itu hanya mampu memejamkan matanya. sekilas keduanya saling bertatapan dengan tajam.


"Bicaralah sayang, tante akan mendengarkan." ucap Livia menaruh konsentrasinya pada Elena.


"Hmm..begini, aku baru saja melanjutkan kuliahku..pernikahan terlalu cepat..bisakah memberi aku waktu untuk...."


Wajah Rafael memerah tak suka, namun ia berusaha menahan rasa marahnya karna menghormati mama Livia. beraninya gadis ini menolakknya.


"Bukankah kau bisa berkuliah setelah menikah sayang." mama Livia memberi solusi, sekaligus menegaskan bahwa ia satu suara dengan putranya yaitu ingin mereka segera menikah.


Otak Elena semakin terasa buntu ketika ia tida juga mendapat solusi yang masuk akal. lalu tanpa sengaja ia menatap Angel yang sedang meminum segelas air dan tersenyum ketika menemukan solusinya. Angel yang merasa diperhatikan lantas menatap balik pada Elena.


"Apa maksudmu didalam tatapanmu itu Elena, mengapa kau menatapku seperti itu."


Mama Livia dan Rafael juga menatap ke arah yang sama dengan Elena.


"Kak Angell, kami akan menikah jika kak Angel sudah menikah." ucap Elena dengan lantang dan menemukan erangan kesal diwajah Rafael.


"Mengapa aku yang menjadi alasanmu Elena." ucap Angell sedikit kesal. apa Elena sedang mengejeknya karna ia belum punya pacar.


"Maafkan aku kak, aku mohon jangan tersinggung dengan ucapanku. Elena menundukan kepala dengan hormat. aku tau kalau kak Rafael sangat mencintaimu dan pasti tak ingin melanggar kakaknya dalam hal menikah, kami juga tidak sedang dikejar apa-apa."


Wajah Angel yang tadinya kesal berubah menjadi terharu. lalu memegang tangan Elena setengah meremasnya dengan kuat.


"Aku yakin kau adalah yang terbaik untukk adikku, kau bahkan memikirkan perasaan orang lain di atas perasannmu, aku sangat menghargainya Elena." ucap Angel senang.


Mama Livia hanya mengangguk dengan haru, menyadari sikap Elena sangat lembut seperti bundanya Aleta. Livia akan menjaga Elena dengan segenap kekuatannya. Elena adalah menantunya. satu-satunya menantunya yang begitu ia sayangi.


Sedangkan Rafael hanya mampu menahan rasa geramnya. padahal ia sudah memimpikan hari dimana Elena bisa menjadi milikknya seutuhnya. namun dengan kelicikannya Elena mampu melepaskan diri. Rafael mengusap wajahnya. tentu saja jika Elena bersikap curang maka ia akan menghadapinya dengan sikap yang akan membuat Elena tak berkutik.

__ADS_1


"Bagaimana Rafael, apa kau setuju untuk menunda pernikahanmu sampai kakaku Angel menikah."


Elena tersenyum menikmati kekesalan diwajah Rafael yang hanya bisa ia artikan sendiri. rasakan..itu adalah balasan karna Rafael sudah memperdayanya.


Rafael tersenyum....


"Tentu saja, aku sangat mencintai kakakku Angel dan akan bersabar sampai kakak menikah." Rafael mengedipkan sebelah matanya pada Angel.


"Bagus...pembicaraan kita selesai." ucap sang mama menutup pembicaraan.


"Tapi Mah...aku ingin meminta sesuatu." ucap Rafael memasang wajah lugunya di hadapan mama Livia.


"Apa yang kau minta sayang." tatap mama Livia serius.


"Bisakah Livia tinggal bersamaku di Apartement, karna kampusnya dekat dengan apartemenku dan aku bisa mengantarnya jika aku ke kantor nanti, dan setiap akhir pekan atau libur kami akan tidur di rumah ini."


"Aku setuju Mah, karna kampus Elena akan jauh dari rumah kita..dan akan lebih dekat dari Apertement Rafael." ucap Angel membela.


"Apa."?? suara Elena terdengar sangat terkejut sekaligus tidak terima dengan usulan Rafael. Elena langsung menggeleng dengan penolakan maksimal.


"Mah...kau lebih tau aku kan, aku tak akan berbuat macam-macam pada calon istriku sendiri, lebih baik baginya jika akulah yang menjaganya setiap saat sampai kami menikah..aku tidak akan menyentuhnya." bujuk Rafael dengan nada lembut.


"Aku tidak mau tinggal denganmu." seru Elena dengan keras hingga tanpa sadar membuat Mama Livia dan kak Angel menatapnya.


"Elena sayang, mengapa reaksimu berlebihan..apakah adikku telah melakukan sesuatu kepadamu, ataukah kau melihat dia seperti pria yang mesum." ucap Angel dengan suara menekan.


"Tidak..bukan begitu, aku tidak bilang bahwa kak Rafael pria seperti itu..." Elena merasa bersalah sekarang.


"Elena, anak tante adalah anak yang sangat baikk dan tidak sekalipun terlibat skandal dengan para wanita...dia adalah satu-satunya pria di negara ini yang sangat menghormati wanita. hidupnya sangat lurus seperti jalan tol.. jika dia bilang tidak akan menyentuhmu sampai pernikahan maka itulah yang akan terjadi sayang." ucap Mama Livia tentu saja membela anak lelakinya.


Elena kehilangan kata.... ia diserang oleh mereka bertiga dan otomatis dia kalash dengan telak.


"Mama setuju jika kau yang menjaga Elena, karna kau adlah tunangannya Rafael." ucap mama Livia dengan keputusan final.


"Apa kau setuju dengan keutusan tante Elena." tatap mama Livia dengan tajam.

__ADS_1


Apakah boleh dia tidak setuju, apakah boleh dia jujur bahwa Rafael tidak sebaik yang ditampilkannya selama ini. tapi jika jujurpun tidak ada yang percaya bahkan orangtuanya akan menganggapnya memfitnah Rafael dan akibatnya hubungan dua keluarga ini akan hancur di tangannya.


"Baiklah tante, aku setuju..lagipula..kak Rafael calon suamiku, aku tidak harus taku apapun kan."


Elena membeku ketika Rafael meremas bahunya dan tersenyum.


"Aku akan menjagamu dengan baik Elena percayalah." sinar mata Rafael membuat Elena merasa ngeri hingga memalingkan wajah.


Mama Livia senang dengan keputusannya dan mengantar kak Angel sampai ke mobil seperti biasanya. tinggalah Rafael dan Elena seorang diri di ruangan makan.


"Selamat datang didalam cengramanku Elena sayang, ketika kita sampai di apartement nanti maka kau akan mendapatkan hukuman dariku...karna kau berani menolakku."


Rafael mendekatkan wajahnya dan sesaat kemudian melum** bibir Elena tanpa sedikitpun perlawanan.


>>>>**<<<<


Angel menatap murka pada pegawainya.....


"Apa yang terjadi, mengapa gaun pengantin ini dikembalikan."?


"Maaf nona Angel, tapi pemesan gaun ini berkata ini tidak sesuai dengan yang dipesan."


"Apa.."?


Pegawainya menyerahkan sebuah kartu nama yang disitu tertulis "Wiliam Pearl." Angel meremas kartu nama itu dengan marah.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu brengsek." jerit Angell kesal meraih tasnya dan melangkah keluar dari butik dengan wajah gusar.


Sementara para pegawainya hanya menarik nafas dengan lega. Angel dikenal sebagai boss yang kejam dan sombong. ia tak segan-segan membentak dan memecat pegawai yang membuat kesalahan sekecil apapun. namun karna ia adalah putri dari seorang yang kaya raya seperti Rusell Wins maka tak ada yang berani menyentuhnya.


************************


Seorang pria dewasa 35 tahun duduk di dalam ruangan apartemennya yang luas. ia menaikan sudut bibirnya dengan tajam memandang sebuah foto seorang gadis cantik dengan tatapan tajam.


"Kau akan membayar untuk setiap airmata yang menetes diwajah adikku Angell Wins."

__ADS_1


💝💝💝💝


__ADS_2