Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Kejutan


__ADS_3

Sepanjang jalan di lalui keduanya dalam keheningan, Angel tak habis pikir..mengapa Wili mau repot-repot mengantarnya untuk pulang. mereka tidak memiliki hubungan apa-apa dan lagi bukankah Wili sudah punya kekasih. bagaimana jika kekasihnya melihat kebersamaan mereka dan malah menjadi salah paham. ataukah memang Wili hanya murni mengantarnya tanpa ada maksud lain.


"Dimana arah rumahmu." ucap Wili masih memperhatikan jalan di depannya.


"Sebenarnya aku masih harus mampir ke toko bunga dan toko kue." ucap Angel dengan hati-hati, sambil memandang Wili dengan tatapan gugup ketika pria itu juga sedang memandangnya.


"Ow...baiklah, beritau alamatnya."


"Baiklah...tapi aku sungguh tak enak jika...."


"Ada acara apa sampai harus membeli bunga dan kue." Wili mengalihkan pembicaraan.


Angell berdehem melonggarkan tenggorokannya...


"Sebenarnya hari ini orangtua dari calon istri adikku akan datang..jadi aku di tugaskan untuk mengambil pesanan mama."


"Adikmu sudah mau menikah ya." tatap Wili dengan rasa ingin tau yang besar. itu artinya Angell akan dilangkahi menikah oleh adikknya. pria itu terdiam dengan pikirannya.


"Yah...dia akan menikah sebentar lagi dan aku senang."


"Tentu saja, pernikahan adalah sebuah berita gembira semua keluarga pasti akan menyambutnya dengan senang."


"Yah...begitulah." wajah Angel menjadi mendung, bukan berarti ia sedih dengan rencana pernikahan adikknya, namun itu artinya ia harus menerima jika perjodohan yang di katakan papa akan semakin dekat.


"Lalu bagaimana denganmu." kali ini Wili menatap lurus kedalam mata Angel yang begitu berkabut.


"Apa maksudmu, denganku."


"Kau akan dilangkahi adikkmu untuk menikah, mengapa kau tidak menikah lebih dahulu." tanya Wili tidak menyerah.


Angell menarik nafasnya....


"Sebenarnya aku sudah dijodohkan papa.." Angell berkata jujur tanpa disadarinya jika Wili menaikan sudut bibirnya.


"Dijodohkan....dengan siapa."? ucap Wili terlihat semakin penasaran.


Angel menoleh dan menaikan kedua alisnya, bukankah ia tak punya kewajiban untuk menjelaskan pada pria ini siapa yang akan dijodohkan dengannya, Wili tak punya hak bertanya. disamping dia tak punya hak, Angell juga tak tau dengan siapa dia dijodohkan papa. masih kata papa ini akan menjadi kejutan untukk dirinya.


"Itu bukan urusan anda Wili." Angell memalingkan wajahnya dengan malas.


"Baiklah..aku tak akan bertanya lagi, jangan marah Angel." ucap Wili memnita maaf.


Angel hanya menganggukan kepalanya dan terdiam..


Mobil itu berhenti di toko bunga dan kue yang kebetulan bersebelahan toko. Angel yang turun untuk mengambil pesanan dan Wili pun ikut turun dan membantu Angel membawa semua pesanan sambil memerhatikan gadis itu bertransaksi dan bicara. Angel memang sangat cantik, dan punya kharisma seorang Rusell Wins di dalam darahnya.


Wili hanya menatapnya didalam diam.


**********************

__ADS_1


Akhirnya mobil itu sampai di garasi Mansion megah milik keluarga Rusell Wins.


bebrapa pelayan tampak menghampiri mereka untuk menurunkan pesanan kue dan bunga yang sangat banyak.


Keduanya membuka pintu dan turun dari sana.


Angel menatap Wili dengan penuh ucapan terimakasih. bagaimanapun, Wili sangat membantunya.


"Terimakasih Wili."


"Itu bukan masalah Angel." ucap Wili dengan sedikit senyumannya.


"Baiklah...sampai jumpa." ucap Angel memutar tubuhnya.


"Aku sedikit haus...bolehkah kau memberiku secangkir teh." Wili tersenyum misterius.


Angell sungguh tidak mengerti maksud dari Wili, ia tau kan jika keluarga Elena di dalam dan tidak seharusnya Wili ikut gabung...dia bukan siapa-siapa dan ini hanyalah acara keluarga..Angell bukannya tidak sopan. namun sepertinya ia harus menyadarkan Wili.


"Ah...aku minta maaf Wili, tapi aku pikir ini bukanlah waktu yang tepat...ada banyak.."


"Siapa itu Angell." suara berat papa mengejutkan Angel. ia lalu menoleh dan hanya menatap heran. tidak biasanya papa tertarik pada temannya.


"Papa...ini.."


"Tuan Rusell Wins." sapa Wili dengan senyuman penuh hormat sambil menundukan kepalanya.


Angel membeku melihat ke akraban papa dan Wili, ia kehilangan kata..walau sejuta pertanyaan sudah menumpuk dikepalanya.


"Angel..mengapa tidak mempersilahkan Wili masuk."


"Papa..tapi..." suara Angel terputus..


"Ayolah...silahkan masuk dulu Wili, malam ini aku senang karna banyak tamu penting dan sejuta kabar baik." ucap Rusell dengan senyuman yang merekah.


Wili hanya mengedipkan matanya ke arah Angell yang masih terpaku kehilangan kata-kata, bahkan Wili melangkah melewatinya dengan santai dan berjalan bersama Papa saling berbincang seolah mereka benar-benar dekat.


Angell masih berdiri disitu sampai sang mama datang memeluknya sambil mengejutkan dirinya.


"Mama menunggumu di dalam dari tadi Angel, mengapa lama sekali."


"Mama..."


"Ayo..cepatlah tidak ada waktu untuk bersiap-siap, semua sudah menunggumu."


"Tapi aku hanya pelengkap saja Mah, mengapa mama memburuku seolah aku yang akan di nikahkan." Angel memasang wajah kusut.


"Tapi kau adalah kakak kandung Rafael, kau juga sangat penting sayang."ucap mama setengah mendorong Angell agar bergegas.


*********************

__ADS_1


Angell menatap bingung pada gaun bermodel sabrina berwarna putih yang sangat indah. gaun itu mempunyai panjang sampai mata kakinya. ia menatap mama Livia yang sedang memilih anting dan asesoris lainnya. sementara seorang penata rias sedang memberi sentuhan cantik pada wajahnya.


"Mama...mengapa aku di dandani juga."


"Bukan hanya kau sayang kau melihat mama juga kan."? seru mama Livia masih menatap riasannya di cermin.


"Ini acara apa sih."


"Pertemuan dua keluarga."


"Mengapa mama tidak mendadani Elena, dia kan yang akan menikah."


"Dia sudah selesai di dandani sedari tadi putriku." ucap mama Livia menjelaskan.


"Tapi..mengapa aku juga harus dandan." ucap Angel heran.


"Kamu ingat kan apa kata papa soal perjodohanmu."


"Yah..."


"Keluarga mereka akan datang malam ini."


"Apa...'' Angell begitu terkejut dengan wajah kesal seketika.


"Mengapa sayang."


"Aku tidak mau mah..mengapa mama membohongiku, mama bilang Rafael yang akan menikah." mata Angell memanas bahkan airmatanya hampir menetes.


"Waktu itu kau mengiyakan usulan papa bukan, mama tidak bisa berbuat apa-apa..lagi pula papa bilang kalian masih bisa membatalkan perjodohan jika memang kau tidak nyaman." Mama Livia mencoba sabar ketika menjelaskan pada putrinya.


"Siapa dia, namanya.." tanya Angell mulai bersikap pasrah.


"Kau akan tau sendiri sayang, sekarang kau harus tersenyum..nanti riasanmu rusak, kau tau papa paling tak suka dibantah." Livia mengingatkan Angel.


Angell mengangguk, papa akan berubah menjadi pria menakutkan ketika marah. bukannya Angel takut, tapi ia hanya berusaha menahan diri, sikap manisnya selama ini yang menjadi topengnya seakan mulai menipis. ia benci dijodohkan...


"Lagipula jika kau menolak. Rafael pasti kecewa karna dia sudah sangat ingin menikah." sambung mama Livia.


"Baiklah..aku menyerah ma...puas."?


"Kau putriku yang cantik dan sangat baik, kau juga kakak yang luar biasa." puji Livia dengan senang.


Akhirnya mereka sudah selesai di makeup, mama Livia menuntun Angell menaiki lift untuk turun ke lantai satu.


"Ting....." pintu lif terbuka..


Betapa terkejutnya Angell melihat siapa pria yang akan dijodohkan dengannya..ia bahkan ternganga seakan tidak percaya. pria itu tersenyum puas ke arahnya. bahkan dia datang bersama keluarganya.


"Kau..."? jerit Angel menggeleng sungguh terkejut.....

__ADS_1


__ADS_2