
Tari bersembunyi di balik tembok kamar khusus milik kak Alex, ia memang sengaja sedari tadi mengintip dua kakaknya untuk mengetahui sejauh mana mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi Wilard. Tari menyipitkan matanya dan memperhatikan kedua kakaknya Alex dan juga Rafael yang sedang memilih senjata untuk menghadapi Wilard besok. gadis itu masih bertahan disana demi menunggu waktu yang tepat untuk mengambil salah satu pistol mungil yang menarik perhatiannya.
Tari menatap jatuh cinta pada sebuah pistol kecil yang ada di antara banyaknya pilihan yang ada di atas meja. Tari mengepalkan tangannya membayangkan Wilard Pearl, seorang psikopat gila yang tega ingin membunuh kak Angell atas nama dendam yang tidak masuk akal. Tari menyipitkan matanya. ia ingin sekali melihat pria itu tertembak di tangannya. Tari bahkan sudah membayangkan pria itu kesakitan dan mendapat pelajaran yang berharga. meski usianya m(asih sangat muda saat ini tapi Tari tidak takut sekalipun pada Wilard, belum pernah bertemu saja pria itu sudah membuatnya benci setengah mati...
Alex menatap Rafael yang sudah memilih sebuah pistol yang begitu pas ditangannya dengan senyuman puas..
"Bagaimana perasaanmu besok."? tanya Alex pelan..
"Aku tidak sabar lagi." ucap Rafael antusias.
"Kita akan mencegat pria itu ketika ia melintas di jalur rahasia yang biasa ia lalui." ucap Alex menunjukan petanya pada Rafael.
"Baik kak, anak buahku sudah bersiap dan tinggal menunggu perintah kakak." ucap Rafael.
"Baik....kita akan melumpuhkan Wilard agar dia tidak akan berani macam-macam pada keluarga kita." ucap Alex dengan suara yang tajam.
"Aku tak sabar lagi melihat wajahnya."
"Kau bisa melihat wajah Wili di dalam wajahnya Rafael karna itu kau harus mengendalikan dirimu, kau harus tetap sadar yang kau hadapi bukanlah Wiliam Pearl namun Wilard Pearl saudara kembarnya yang begitu indentik, secara visual mereka tidak berbeda, jika Wili masih hidup kau mungkin akan keliru dalam memilih." ucap Alex mengingatkan.
Rafael mengangguk dengan setuju...
"Aku akan selalu mengingat kata-katamu kak." ucap Rafael.
Alex hanya mengangguk...lalu setelah mereka berdua memilih senjata, Rafael lebih dahulu keluar ruangan sedangkan Alex berada di belakangnya. mereka menginap di rumah Alex karna lokasinya yang dekat.
Alex baru saja ingin menutup pintu...
"Kakak....." Tari tiba-tiba menghampiri Alex yang hampir menutup pintu dibelakangnya.
"Ada apa."? tanya Alex menguap tanda ia sudah mengantuk...
"Aaku..mellihat sesuatu yang bergerak di depan rumah, tepatnya di sekitar taman.." jerit Tari ketakutan.
"Baiklah...sekarang naiklah ke kamarmu dan kakak akan melihatnya diluar."
"Baik kak." ucap Tari mengangukan kepala begitu takut,
__ADS_1
"Besok pagi kau dan kak Angell akan pergi kerumah mama dan papa, kalian aman disana." ucap Alex sambil melangkah
"Iya kakak....." Tari kembali menunduk, iapun tersenyum ketika Alex segera berlari ke luar rumah, dan lupa mengunci pintu kamar rahasianya.
Tari melihat ke kiri dan kanannya ia tersenyum, lalu menyelinap masuk kedalam kamar itu dan mengambil apa yang ia inginkan....
💗💗
Alex membuka pintu kamar, tak ada siapapun di taman depan rumah sebenarnya apa yang di liat Tari, mungkin itu hanya kucing.
Alex menggeleng lalu ia tertegun menatap ke arah Angell yang sudah tertidur lelap, istrinya terlihat cantik dan menggemaskan walau akhir-akhir ini Angell selalu terlihat lelah dan sensitif, ia akan mudah menangis dan begitu rapuh. Alex sungguh mencintainya...
Alex menaiki ranjang dan duduk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. ia tampak berpikir..
Menghadapi Wilard bukan hal yang mudah, pria itu adalah pembunuh berdarah dingin, yang membunuh tanpa berpikir dua kali, Wilard untunglah Alex sudah punya cara yang bisa menghentikan Wilard. yah...ia akan memaksa pria itu menyerah, karna Alex telah menemukan sesuatu yang bisa menghentikan rencana balas dendam Wilard pada Angell.
Alex, tidak akan membiarkan istri dan juga anakknya bahkan keluarganya tersakiti..ia akan melakukan segalanya.
Sentuhan di dadanya membuat Alex sontak menoleh ke arah samping ia menyadari istrinya yang sedang menyentuhnya..Alex tersenyum godaan yang besar yang tidak mampu di tolaknya. Alex melonggarkan tenggorokannya ketika gairahnya bangkit.
Diraihnya tubuh Angell dengan sebelah tangannya yang kokoh dan membawanya untuk berbaring di atas tubuhnya dalam posisi memeluknya dari atas. Alex melingkarkan jemari kokohnya untuk tetap memeluk istrinya yang terlihat lebih berisi.
Angell menggeleng lalu kembali memeluk Alex...
"Aku tidak bisa tidur jika kau tidak memelukku." desah Angell masih memejamkan matanya..
"Kau sangat manja sayangku dan aku suka."
"Benarkah..kau tidak bosan padaku."?ucap Angell tersenyum...
"Aku ada di dalam daftar fans garis kerasmu sayang."
"Benarkah...apa yang kau inginkan dari idolamu ini."? lirik Angel, menggoda.
"Dirimu sayang..aku ingin dirimu sekarang."
"Baiklah sayang, aku mengerti aku ingin memberimu hadiah."
__ADS_1
"Hadiah." ulang Alex membelai punggung istrinya dengan kasih sayang..
"Yah..hadiah.." Angell membuka mata lalu menarik tubuhnya menjauh dari suaminya walau masih duduk di atas tubuh Alex...
Pria itu menatapnya dengan mata yang berbinar, ia menganggukan kepalanya dengan pasrah.
"Sayang..bagaimana kalau kita bercinta saja sekarang sebagai hadiah...aku akan sangat menyukainya di banding hadiah apapun."
Alex ingin menyambar tubuh Angell namun wanita itu berusaha menghindarinya.
"Aku kesal sekali kau tidak bisa mengendalikan diri." Angell bersedekap jengkel.
"Maaf sayang..baiklah, aku menyerah dan menunggu." Alex melipat tangannya di atas kepala tanda menyerah.
Angell tersenyum senang...lalu melompat turun dari atas ranjang dan menghampiri laci meja yang tak jauh dari ranjang.
membuka laci dan meraih sebuah kotak berbentuk panjang lalu menggenggamnya dengan senyuman yang merekah..
Angell mendekati ranjang tempat suaminya berbaring dan tersipu malu, ia memakai gaun tidur yang tipis dan merasa malu melihat tatapan suaminya pada tubuhnya.
"Tutup matamu." Angell mengigit bibir tipisnya..
"Hadiah yang penuh siksaan sayang." ucap Alex menegakan tubuhnya dan bersandar si kepala ranjang lalu memejamkan matanya.
Angell mendekati Alex dan meletakan kotak panjang itu di dalam genggamannya lalu memintanya membuka mata...
"Ayo..buka matamu sayang." ucap Angell tak sabar...
"Baiklah sayang." Alex membuka mata pelan dan tertegun melihat kotak itu di tangannya..
"Apa ini sayang."? lirik Alex dengan senyuman penasaran.
"Aku kan bilang hadiah..jadi kau harus membukanya sendiri." ucap Angell tersenyum senang...
Alex menganggukan kepalanya dengan pasrah, lalu jemarinya membuka kotak berwarna biru itu dengan lilitan pita berwarna senada. Alex tampak tidak sabar untuk segera mengetahui isi dari kotak kecil itu..
Dan......
__ADS_1
Hening..........
Alex membeku dengan ekspresi tidak percaya, matanya melebar dengan mulut yang terbuka tak mampu menahan rasa terkejutnya..