
Tari menatap ke arah cctv yang mengarah langsung pada mereka berdua...ia lalu memeluk tubuh putrinya dan menyelipkan sebuah alat kejut listrik di saku baju Keyla, yang selama ini di simpannya, untuk menjaga diri. Keyla yang menyadari alat kejut listrik itu lalu menatap mata sang mama...
"Mama.." desahnya gugup, ia tak pernah berhadapan dengan kekerasan fisik apalagi harus bersikap lebih berani, sesungguhnya ia sedikit penakut dalam berkelahi.."Tari memeluknya lalu membisikkan kata-kata untuk menguatkan Keyla...
"Sayang...kau cukup menempelkan pada tubuh lawanmu dan menekan tombolnya dan mereka akan pingsan, saat itulah kesempatanmu untuk berlari." ucap Tari dengan nada serius...
Keyla mengangguk, mungkin ia harus mencari tau di internet tentang alat ini.
"Aku akan mengingat semua perkataanmu mama."
Tari mengangguk dengan penuh haru, masih tidak menyangka putrinya sudah menikah...dan sebentar lagi akan memiliki anak, dan ia akan punya cucu. bahkan Tari tak berani membayangkan apakah bisa melihat kelahiran cucunya secara langsung atau tidak......airmatanya kembali menetes, menyibakan anak rambut Keyla yang menutupi wajahnya...
"Kau sudah dewasa sekarang sayang, waktu berlalu begitu cepat..."
"Maaf...."
"Untuk apa..."?
"Untuk semua yang terjadi....Keyla mengangkat wajahnya, semua ini karna aku..jika xaja aku tidak melarikan diri dari Mike...jika saja, aku bisa sedikit lebih sabar....mungkin semua tidak akan menjadi rumit seperti ini...semua menderita karna aku..."tangisan Keyla menggema seraya menutup wajahnya dengan tajam....
Tari menyentuh puncak kepala Keyla dan mengelus disana..
"Kita tak pernah bisa menebak hari esok dan seterusnya...semua sudah terjadi dan jangan menyesalinya sayang, namun kau harus mulai belajar dari semua kesalahanmu dari sekarang...jangan pernah mengulanginya." tatap Tari sedih...
"Aku janji mama..aku janji, ini adalah pelajaran paling menyakitkan yang aku alami dan aku sangat sedih sekali..."
"Kau sudah seorang istri sekarang."
"Aku bahkan menikah tanpa kehadiranmu mama, papa dan orangtua Mike..aku egois sekali." sesal Keyla sedih...
"Doa mama selalu menyertaimu nak."
"Bagimana jika setelah masalah selesai aku mengadakan resepsi lagi."?
Tari terdiam ia sungguh tidak yakin akan masa depannya. Sean bukanlah pria biasa....dan bukan pria yang sabar... Tari tidak berani membayangkan masa depannya.....
"Kau benar sekali nak, kita akan mempersiapkan segalanya." Tari berusaha menghibur putrinya walau rasanya itu sulit sekali..
"Baiklah aku tidak sabar untuk segera keluar dari ini...tapi Mama....apakah Mike akan memaafkan aku."?
"Tanya Keyla dengan ragu.."
__ADS_1
"Tentu saja,...dia sangat mencintaimu sayang..kau harus memikirkan cara bagimana meminta maaf padanya, karna kau melukainya sangat dalam nak."
"Baiklah...aku mengerti dan akan mulai memikirkannya dari sekarang."
Tari mengangguk....
"Bagimana kalau kita tidur saja sekarang..besok kau harus melakukan pelarian panjang dan akan lelah..apalagi kau sedang hamil."
Keyla tersenyum dan mengangguk, lalu berbaring di ranjang...
"Peluk aku Mah...aku sangat rindu pelukanmu."
Tari mengiyakan permintaan putrinya dengan mata berkaca-kaca. ia lalu berbaring di samping anaknya dan memeluknya Keyla pun tertidur....
💖💖
Bandara........
Mike keluar dari sana dengan tatapan tajam. seorang anak buah kepercayaannyamenghampiri Mike dan menunduk hormat.....
"Kau harus siap Martin jika aku membawa istriku, kita akan langsung terbang dan meninggalkan negara ini secepatnya." ucap Mike.
"Baik tuan Mike...orang kita akan selalu berjaga disini, menurut nyonya Tari, anda harus menginap malam ini di rumah sakit itu dan menyamar menjadi pasien...lalu kita akan membawa nyonya Keyla..." ucap Martin anak buahnya menjelaskan.
Martin membimbing Mike untuk sampai di mobil dan segera berlalu meninggalkan bandara menuju Rumah sakit...
💗💗
Wilard terdiam di sudut ruang kerjanya,, ia tak pernah berpikir jika Tari membohonginya dan sekarang malah bersama Sean...pria itu mengepalkan tangannya....usianya sudah tak lagi muda, namun tak bisa dipungkiri bahwa ia masih sangat kuat dan tampan di usianya yang mulai senja...
Diraihnya sebuah pistol dan mengisinya dengan peluru hingga penuh...
"Penghianat kau Tari....beraninya kau meninggalkanku setelah aku,..begitu mencintaimu...beraninya kau....." teriak Wilard dengan mata tajam menyala-nyala.
Pagi ini ia mendapat kiriman foto, Sean yang sedang tidur bersama Tari dengan tubuh yang polos di bawah selimut..foto itu sangat mengerikan bagi Wilard karna Sean seolah menunjukan bahwa Tari di bawah kendalinya saat ini...Wilard terbakar.....ia telah kehilangan segalanya sekarang termasuk putrinya, Wilard tak akan ragu membunuh Tari kali ini. ia sudah menyimpan kemarahan pada wanita itu sejak Tari selalu membantah perkataannya, selalu membela Mike di banding suaminya sendiri...Wilard akan segera mengakhirinya....
"Lebih baik kau mati saja Tari....matilah...."teriak Wilard dengan suara menggelegar....
Pria berusia 51 tahun itu bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang kerjanya, membuka pintu dan keluar dari sana dengan tatapan membunuh...
Seorang anak buahnya menunduk hormat padanya....
__ADS_1
"Siapkan segalanya karna aku akan berangkat ke luar negri."ucap Wilard dingin.....
"Baik tuan..."
Wilard menuju mobil dan masuk kedalamnya, dan mobil itu bergerak melaju menuju bandara....
💖💖💖
Sean sedang di ruang kerjanya ketika pintunya di ketuk, lalu iapun menekan tombol di meja kerjanya dan pintu terbuka....
Sean sedikit terkejut melihat Tari yang berdiri disana dengan wajah gugup...pria itu mengerutkan kening dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi...
"Ada apa sayang."?
Tari meremas kedua tangannya menyalurkan kekuatan....
"Aku ingin meminta sesuatu kepadamu sayang." bisik Tari merayu....
Sean tersenyum senang mendengar panggilan sayang dari Tari, ia pun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri wanita cantik itu...
"Ada apa..katakan saja." ucap Sean meraih tubuh Tari setengah memeluknya keduanya bertatapan tajam...
Oh..astaga..rencana lebih mudah dari kenyataannya, Tari memejamkan matanya meminta kekuatan, karna ini adalah pertarungan dan menghadapi Sean bukan hal mudah....pria ini terlalu kuat untuk di hadapi apalagi tatapannya yang sungguh mengintimidasi Tari..seluruh tubuhnya lemas, membayangkan bagaimana jika Sean tau rencananya, bagaimana jika mereka gagal..
"Ada apa...mengapa kau terlihat sangat gugup dan ketakutan."? Sean menajamkan tatapannya...
"Keyla....aku pikir dia harus di bawa ke dokter."
"Mengapa..apa yang terjadi kepadanya."?
"Dia merasa sakit di perutnya sejak semalam..aku pikir..."
"Itukah sebabnya semalam kalian saling memeluk dan menangis."? tatap Sean tajam..
"Bagaimana kau tau Sean." Tari berpura-pura, ia tau Sean sudah melihat rekaman cctv...
"Aku tau segalanya..baiklah sayang, aku ingin kau tau aku juga menyayangi Keyla seperti putriku sendiri....aku tak ingin terjadi sesuatu padanya.."
Tari mengangguk...ingin melangkah...namun lengannya tertahan oleh tarikan tangan Sean kepadanya...hingga tubuh Tari kembali tenggelam di dalam pelukan posesifnya,...
"Sebelum kita pergi Tari..aku ingin kau memberi jawaban dan juga,....melakukannya denganku." ucap Sean dengan sinar mata tajam......
__ADS_1
Tari menghela nafasnya.......