Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Surat Wasiat


__ADS_3

Angell meraih surat itu lalu menatap Alex sebentar.


"Apakah aku boleh ke kamar untuk membacanya."?gumam Angell.


"Yah...tentu saja pergilah..aku juga akan menyelesaikan beberapa urusan."


Angell mengangguk dan berdiri lalu melangkah meninggalkan ruang kerja Alex. pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa kebesarannya. dan menyunggingkan senyum, ia tinggal menunggu hasilnya.


💗💗


Angell membuka pintu kamar dan menuju balkon dan duduk disana. dipandanginya kembali surat itu lalu membukanya.


Melinda


Angell, ketika kau membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di dunia.


Angell, maafkan aku karna menutupi semua ini darimu kalau aku sebenarnya adalah bibi Melindamu, adik kandung dari ibumu Mutia.


Maafkanlah semua kesalahanku dimasa lalu, aku menyesal dengan semua kesalahanku dulu. meski itu semua sepenuhnya bukanlah kesalahanku.


Livia ibumu, dia memisahkan aku darimu..dia melarangku setiap kali aku ingin menemuimu, aku bukan ingin menghasutmu Angell tapi itulah kenyataanya. selama bertahun-tahun aku hidup di dalam kesepian, dan kerinduan yang dalam kepadamu. beruntung aku memiliki Alex yang menemaniku.


Mengenai perjodohanmu dengan Wili, sebenarnya Livia sudah mengetahui latar belakang Wiliam sebelum kau di jodohkan. mungkin saja Livia tau bahwa Wili menikahimu karna dendam dengan maksud mengusirmu secara halus, dan membuat anakknya Rafael menjadi satu-satunya pewaris tunggal keluarga Rusell Wins yang sangat banyak. ia sengaja merestui pernikahanmu dengan Wili.


Angell...betapa aku merindukanmu dan selalu memimpikan kita hidup bersama. kau putri kandung dari kakak yang begitu aku cintai..kita dipisahkan secara kejam oleh wanita itu. wanita yang puja, wanita yang kau sayang dan kau panggil dengan mama Livia. dia adalah wanita jahat itu Angell.


Angell..aku hanya meminta satu kepadamu, bisakah kau mendampingi Alex, dia yang paling terpukul dengan kepergianku. dan tak ada wanita lain yang bisa mendampinginya selain dirimu Angell Wins. dia adalah jodohmu yang sebenarnya.


Aku juga telah memindahkan aset milikku atas nama anak kalian berdua nanti. penuhilah permintaanku Angell. berikanlah aku seorang pewaris, yang lahir dari rahimmu, anak kandung Alex. bibi mohon kepadamu Angell, agar bibi bisa tenang.


Cium sayang Bibi Melinda.


Angell gemetar memegang surat itu, airmatanya menetes dengan tak terkendali. bibi Melinda adalah ibu angkat Alex.? dan semua yang terjadi didalam hidupnya adalah skenario mama Livia. Angell menggeleng tidak..semua informasi ini terlalu mendadak dan ia tak mampu mencerna satu persatu. tidak mungkin,...mama Livia mencintainya sejak kecil dan tidak mungkin melakukan itu kepadanya hanya karna harta. bisa saja bibi Melinda mengarang ini semua dan melimpahkan kesalahan kepada ibunya.


Angell bangkit dari tempat duduknya. tidak mungkin semua yang ia baca ini hanya tipuan..dan Angell akan menanyakan ini kepada Alex.


Ia lalu keluar kamar dan mencari-cari Alex, menuruni tangga ia menghampiri pelayan.


"Dimana tuan Alex."?


"Dikamar tuan di atas." ucap pelayan itu menundukan kepala.

__ADS_1


Angell menatap ke lantai dua dan kemudian kembali menaiki tangga.


sesampainya di pintu ia pun mengentuk dan memanggil nama Alex namun pria itu tidak menjawab. lalu dengan tidak sabar ia membuka pintu kamar Alex sembari matanya mencari-cari.


namun kamar yang bernuansa gelap itu tak menampakan sosok Alwx yang dicarinya.


Angell tertegun melihat seisi ruangan yang terlihat gelap dan redup. walau terlihat sangat mewah dan misterius. Angell terus masuk dan memanggil nama Alex.


Tiba-tiba dari arah kamar mandi, pintu terbuka danAlex keluar dari sana dengan hanya mellilitkan handuk di pinggangnya sehingga memperlihatkan tubuh atasnya yang polos dan tanpa sehelai benang pun. pria itu baru selesai mandi dan tampak segar dan begitu tampan. ia menatap Angell dengan seringat tajam.


"Alex....aku tidak tau kalau kau sedang mandi..aku pergi saja..." Angell melangkah ingin meninggalkan kamar itu namun ia terkejut ketika Alex meraih tubuhnya dan tenggelam di dalam pelukan posesif pria itu.


"Kau sudah masuk ke kamarku, dan kau tidak bisa keluar begitu saja Angell." wajah Alex mendekat hingga ia hampir menyentuh bibir Angell.


"Aaa..lepaskan aku dulu Alex, aaku ingin bicara." ucap Angell dengan susah payah.


"Bicaralah." senyum Alex membuat Angell gugup.


"Lepaskan dulu." gumam Angell pelan.


"Baik."


Alex akhirnya melepaskan pelukannya, dan kesempatan bagi Angell untuk mengambil nafas sebanyak-banyaknya, astaga apa yang terjadi kepadanya.?


"Ayo bicaralah." ucap Alex meraih kursi dan duduk di depan Angell.


Angell memutar pandangan ke segala arah dan tidak menemukan kursi lain.


"Duduk di ranjangku Angell." perintah Alex tajam.


Angell akhirnya mengalah dan duduk di pinggir ranjang dengan sungkan.


lalu ia menatap Alex.


"Kau telah membaca isi surat wasiat itu."? tanya Alex ingin tau.


"Yah..aku sudah membacarnya tanpa ada satu katapun yang terlewat Alex, aku mohon jawab pertanyaanku..."?


Alex mengangguk.......


" Alex apa benar kalau bibi Melinda adalah ibumu."?

__ADS_1


"Ya." jawab Alex singkat.


"Apakah...semua yang ia tulis ini benar."?


"Sejauh yang aku tau, ibu tak pernah berbohong..seumur hidupnya ia menghabiskan waktu untuk menghukum dirinya di rumah itu sendirian."


"Menghukum diri sendiri."? ulang Angell.


"Yah...sejak aku kecil, dia selalu bercerita tentangmu..betapa ia merindukan keponakannya namun tak pernah mendapat kesempatan."


Angell mendengarkan dengan serius...


"Mengapa dia tidak mencariku, aku tidak percaya jika mama yang melarang bibi bertemu denganku."


"Jadi kau bilang bahwa ibuku berbohong."? sorot mata Alex menajam.


"Aku tidak bilang begitu, tapi maksudku mungkin saja bibi salah paham."


"Bagaimana dengan kenyataan bahwa mama Livia sudah tau Wili adalah tunanganmu jauh sebelum kau menyadarinya..." Alex melemparkan kenyataan.


Angel, kehilangan kata....ia terdiam....


"Itu mungkin saja...."


"Aku tau kau mencintai mama Livia lebih dari apapun tapi kau harus menerima kenyataan Angell kalau mama Livia mungkin saja adalah pelaku sebenarnya."


Angell menatap Alex dengan gusar..ia tidak menerima jika Alex menuduh mama Livia. Angell berdiri dan bersedekap..


"Mama Livia tidak mungkin melakukan itu kepadaku." airmata Angell menetes tidak terima.


"Lalu kau mau bilang ibuku yang berbohong...ibuku adalah adik kandung dari mama Mutia yang adalah ibu kandungmu Angell, apa keuntungan yang di dapat ibuku untuk mengasut dirimu yang juga darah dagingnya."? tantang Alex dengan begitu tajam..


"Aku tidak tau...mungkin saja ia tak ingin disalahkan dalam hal ini Alex."


"Yah..,tidak seharusnya aku datang menyelamatkanmu dari Wili. jika bukan karna ibu aku tidak perduli sedikitpun padamu Angell."


Angell tersungkur..hatinya tidak bisa menerima jika memang mama Livia ada di balik semua rencana ini. tidak....mama Livia....adalah hidupnya.


Alex meraih tubuh Angell yang rapuh dan memaksanya berdiri berhadapan dengannya...


"Kau harus melaksanakan isi wasiat itu dengan segera." ucap Alex tajam.

__ADS_1


"Tidak..apa maksudmu."?


"Kau harus melahirkan anakku Angell Wins." ucap Alex dengan seringai tajam....


__ADS_2