
Tari terbangun dan merasa nyeri di tubuhnya, matanya berkeliling dan tertegun mendengar suara bising mesin. dimanakah dia...mengapa kebisingan ini tak kunjung berhenti, belum lagi rasa dingin yang menyentuh kulitnya..Tari menggeleng, menaikan selimutnya sembari mengumpulkan ingatan apa yang sebenarnya terjadi....
Sebuah lengan besar sedang memeluk posesif dadanya hingga Tari mengerutkan dahi...dan begitu terkejut melihat Wilard sedang memeluknya erat, tubuh keduanya saling menempel di bawah selimut. dan pria ini tampak sangat tampan dan nyenyak...
Tari menghela nafas, apa yang sebenarnya terjadi..mengapa, ia bisa berada di sini di ranjang, ia tau mereka tidak tidur seperti biasa namun mereka melakukannya, Tari merasakan itu di bagian inti tubuhnya. pandangan Tari menyapu segiap dpsudut ruangan dan menemukan kenyataan kalau mereka sedang berada di dalam pesawat..yah, suara bising pesawat terdengar sangat jelas, walau lebih halus..
Pesawat...itu artinya, Wilard telah membawanya pergi tapi bagaimana bisa, pria ini membawanya tanpa Sean tau. Tari bahkan tidak mampu membayangkannya...Sean pasti sangat marah..
"Kau sudah bangun sayang."? teguran Wilard disampingnya membuat Tari tertegun..ia menoleh,
"Wilard."?
"Terimakasih Sayang." bisik Wilard sambil mengecup ringan pundak mulus istrinya..
"Terimakasih untuk."?
"Memberiku kesempatan." bisik Wilard di telinga Tari dengan suara berat yang menggoda..
"Wilard." pandangan Tari menuduh pada keadaan mereka sekrang...
"Kau tau aku...aku berjanji kau boleh menghukumku apa saja, aku telah melakukannya ketika kau tertidur.." desah Wilard semakin mengeratkan pelukannya. sementara jemarinya mulai berpencar, mencari kenikmatan..
"Kau.....dasar pria tua yang mesum."
"Aku sudah lama tidak merasakannya semenjak kau meninggalkanku." Wilard semakin merapat pada tubuh istrinya yang membuatnya candu.
Tari tersenyum..namun ia segera menoleh pada Wilard. ia mengerutkan dahinya...
"Bagaimana caramu membawaku, Sean...bagai mana mungkin dia membiarkannya."? tanya Tari tak habis pikir...
Namun wanita itu terkejut ketika Wilard melum** bibirnya hingga ia menatap tajam...
"Wilard."
"Jangan bicarakan pria lain di depan suamimu." desis Wilard dengan mata tajam..
"Kau...."
Tari terkejut ketika Wilard kembali menindih tubuhnya. mata mereka bertemu dan saling memandang...
Wilard tertegun menikmati wajah Tari yang masih begitu cantik, ia masih berusia 35 tahun..tubuhnya padat dan berisi pada tempatnya...
__ADS_1
"Aku menginginkanmu lagi sayang."
"Kau harus menjelaskan semuanya padaku dulu." ucap Tari menahan tubuh Wilard dengan kedua tangannya yang gemetar...
"Aku akan menejelaskan semuanya nanti setelah pesawat kita mendarat sayang." ucap Wilard dengan senyuman nakal..
"Kita melakukannya disini..di atas pesawat."? jerit Tari melebarkan matanya seakan tak percaya.
Wilard mengangguk membenarkan pikiran Tari namun ia segera mengalihkannya, dengan menyibakan selimut Tari membuat wanita itu tertawa namun sangat malu. Wilard tidak menahan dirinya lagi, segera pria tampan itu menyentuh bibir Tari dengan bibirnya dengan menutut, menyesap bibirnya dengan penuh kerinduan, semua perasaan melebur jadi satu, hingga mereka saling menyentuh dan memberi kenikmatan.
Disela cumbuannya....Wilard menatap istrinya yang pasrah di bawah rengkuhannya....matanya berkaca-kaca ketika menyadari ia yang telah menyakiti istrinya dengan begitu dalam, penyesalan itu teramat besar hingga Wilard sempat ingin menjauh...namun cinta kembali menyatukan mereka dan Wilard berjanji akan benar-benar menyerahkan hidupnya pada wanita yang menjadi ibu anaknya...
Pria tampan itu bersiap menyatukan dirinya dengan Tari, matanya tajam menahan gairah yang hampir mencapai puncaknya....
"Aku mencintaimu Tari Pearl...terimakasih memilihku lagi." desahnya dengan suara parau..
"Hm....lakukan Wilard." Tari memeluk tubuh suaminya menerima semua perlakuannya..
Wilard tersenyum lega kemudian menghentakan tubuhnya dengan gerakan yang kuat dan merasakan kenikmatan disana....
❤❤
Setelah percintaan itu selesai, keduanya berbaring saling memeluk. kepala Tari bersandar di lengan suaminya, jemari mereka saling bertautan...
"Tidak....aku baik-baik saja...lukanya di samping perutku, jadi tidak terjadi sesuatu disini." ucap Tari menyentuh perutnya..
"Maaf...aku..."
"Sudahlah..semua sudah berlalu, jangan mengingatnya lagi...aku juga tidak sepenuhnya benar..,tak seharusnya aku berbohong padamu." sesal Tari.
"Kau boleh menghukumku."
"Tentu saja...aku tidak akan melepasmu."
Wilard mengangguk lalu mencium kening Tari dengan penuh cinta.....lalu mengusap bahunya..
"Bagaimana kalau kita punya anak lagi."
"Jangan bercanda..kita akan punya cucu." jerit Tari memperingatkan...
Wilard terkekeh...
__ADS_1
"Keyla akan sibuk dengan suami dan anaknya, hubunganku dengannya buruk sayang, dia tidak memaafkanku."ucap Wilard dengan berat..
"Di akan segera sadar sayang..percayalah." ucap Tari menenangkan suaminya...
"Aku berharap itu sayang, melihat tatapan bencinya aku sangat hancur."
"Aku mengerti perasaanmu Wilard, percayalah kita akan selalu bersama..karna kita adalah keluarga." ucap Tari semakin merapatkan tubuhnya di pelukan Willard.
💚💚
"Bodoh.......aku menyusulnya kesini dan dia malah pergi." jerit Mikha dengan histeris ketika masuk ke dalam hotel dan tidak menemukan Mike dan Keyla..ia mengerang frustasi...
"Dasar.........aku akan membalas kalian." jeritnya kesal..
Susah payah Mikha memnbujuk papanya agar membiarkan Ia keluar negri. tentu Mikha masih berharap bertemu Mike dan Keyla..karna ia masih ingin membalas dendam namun yang terjadi adalah mereka sudah kembali ke tanah air dan meninggalkannya sendiri, baru saja wanita itu hendak melangkah ia terkejut melihat Martin masuk ke dalam kamar hotel..
Keduanya bertatapan tajam...
"Untuka apa kau kesini."? ucap Martin melangkah melewatinya dan membuka lemari, meraih kopernya dan melangkah hendak keluar...namun lengannya tertahan....
"Hey...pria rendahan..beraninya kau melewatiku begitu saja...katakan dimana Mike." jerit Mikha dengan frustasi..
Martin mengepalkan tangannya, sial..wanita gila ini masuk ke kamarnya tanpa permisi lalu memarahinya tanpa jeda. seolah ia adalah ratu di negara ini.
"Kau masuk ke kamarku dan membentakku nona, bukankah kau sudah melebihi batasmu, dan mengenai tuan Mike, dia sudah kembali ke negara kita..mengapa kau malah mencari suami orang lain tanpa rasa malu, kau pikir siapa yang rendahan disini." Martin bersedekap menatap dengan tajam....
Mikha begitu terkejut ketika pria miskin ini membalas perkataannya, wanita itu mendekat hingga wajah mereka tampak lebih dekat saat ini.
"Pria miskin yang tidak tau diri....kau pikir kau begitu hebat yah..kau sangat menjijikan dimataku..pria kelas rendah."
Mikha berdecak kesal lalu melangkah melewati Martin namun ketika sampai di pintu ia terkejut ketika lengannya di tarik paksa...
Martin terlihat dangat marah dengan kata-kata penghinaan yang di lontarkan Mikha padanya,..ia akan menunjukan bahwa Mikha tak akan bisa merendahkannya, bahwa keadaan bisa berbalik kapan saja.
Wajah Mikha begitu pucat ketika melihat Martin terlihat begitu marah...pria itu melepaskan jassnya berikut dasinya dan kemejanya.
Mikha bergerak mundur ke belakang..
"Apa yang kau lakukan......"
"Mengajarimu cara agar kau bisa merasakan bagaimana berada di posisi rendah dan terhina..agar kau bisa menghargai orang lain."
__ADS_1
"Apa..."?
Mikha tak sempat berpikir ketika Martin menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan menindihnya.