Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hancur


__ADS_3

"Apa maksudmu." mata Angell memerah.


Wili mendekatkan wajahnya dan menikmati wajah putus asa, hancur,malu,bingung yang di tunjukan Angell saat ini. ia sangat menikmati kesakitan di wajah wanita malang ini. ini bahkan belum apa-apa..tidak sebanding dengan penderitaan yang Grace rasakan. dan Wili akan memastikan jika wanita ini akan membayar lebih atas rasa sakit yang di alami Grace adikknya, dan Wili bersumpah untuk itu.


"Setelah apa yang terjadi semalam, kau cukup pintar dengan apa yang ku maksud bukan." ucap Wili dengan dingin.


Airmata turun dari wajah Angel, tidak pernah..tidak pernah dibayangkan sebelumnya jika apa yang terjadi kepadanya akan begitu menyakitkan. bukan hanya rasa malu, bahkan ia tak sanggup membayangkan jika orangtuanya tau apa yang telah ia lakukan. betapa hinanya dirinya sekarang, membayangkan wajah kecewa orangtuanya Angell sungguh tak sanggup hanya dengan menatap mata mereka sekarang. ia ,mengangkat muka menatap mata Wili yang seakan begitu tenang. yah..bagi pria tak akan ada bekas..namun bagaimana dengan dirinya, perjodohan yang telah dilakukan papa. haruskah ia membatalkannya..namun apa yang akan menjadi alasannya...pikiran Angell buntu saat ini.


"Aku...ingin pulang sekarang." suara Angel begitu serak.


Angel meronta dari pelukan Wili dan berusaha bangun, menarik selimut besar ikut bersamanya, untuk menutupi tubuh polosnya. airmata Angel kembali mengalir ketika rasa sakit itu menghantamnya. seolah menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah Angel yang dulu. seorang Angell yang penuh percaya diri dengan kesucian yang di junjung tinggi. Angell telah kehilangan itu semua. Angell membeku, berharap ini semua hanyalah mimpi namun noda darah yang membekas di sprei seolah menegaskan kalau ini bukanlah mimpi.


"Mau kemana kau." Wili mencekal tubuh Angell hingga keduanya bertatapan...


"Pulang..."


"Kemana."


Angell menutup wajahnya dengan tangan, rasa sakit yang ia rasakan begitu besar saat ini hingga ia butuh waktu seorang diri. ia harus pulang kemana, wajah manakah yang harus ia tunjukan pada orangtuanya. Angell kehilangan kepercayaan dirinya.


"Lepas.." ucap Angell dengan airmata yang tertahan.


"Tidak."


"Apa maumu."


"Aku mau kau Angell..kita sudah melakukannya, lalu kau ingin kemana."


"Bukan urusanmu." ucap Angell dengan wajah terluka.


"Kau telah menjadi urusanku sejak semalam Angell Wins." ucap Wili penuh penekanan.


"Kau sudah gila....bukan karna kita telah melakukannya lalu kau seenaknya bilang kalau aku adalah milikkmu tidak...kau hanyalah seorang bajingan yang memaanfaatkanku...dan kau sangat berhasil."

__ADS_1


Angell mendorong tubuh Wili dan melangkah memungut semua pakaiannya dengan sakit hati. dan meninggalkan Wili dengan wajah tenang. pria itu tersenyum...Angell, sekarang ada di dalam genggamannya.


********************


Angell duduk di dalam mobilnya sambil menyetir dengan tatapan yang kosong, akhirnya ia bisa keluar dari rumah terkutuk itu. Angell sudah mampir ke butiknya dan berganti pakaiannya. ia juga sudah menelfon mama dan bilang bahwa semalam ia meminta Wili mengantarnya ke butik. dan syukurlah mama percaya padanya. yah..akan selalu percaya.


Saat ini ia menuju ke tepi pantai yang sepi..ia butuh waktu, ia butuh untuk menenangkan diri dari semua yang terjadi kepadanya. ia butuh untuk melampiaskan rasa sakit yang begitu kuat membungkusnya.


Angell memberhentikan mobilnya di pinggir pantai dan keluar dari sana dengan langkah yang gontai. ia tak perduli kekiri dan kekanan. Angell terus menatap ke depan membiarkan kakinya menyentuh pasir.


Airmata Angell terus mengalir....


"Mengapa....mengapa aku melakukannya...mengapa aku mampu melakukannya." Angell terus mengutuki dirinya sendiri, "Mengapa aku begitu bodoh...mengapa...." jeritnya dengan airmata menetes.


Sementara sebuah mobil berhenti tak jauh dari mobil Angell yang terparkir. seorang pria keluar dari sana...dan dengan pelan melangkah mengikuti Angell di belakangnya. tanpa wanita itu menyadarinya. jemarinya terkepal dengan kuat....


Angell sampai di bibir pantai, dan memandang omvbak yang bergulung-gulung drngan tidak lelahnya, ia tersenyum dengan hati yang hancur..sungguh, inikah perasaan hancur sebenarnya..inikah perasaan ingin mati ketika tak mampu lagi menahan segala rasa sakit. bagi Angell, kesucian adalah segalanya. bahkan kata-kata itu terus ia dengar dari mama Livia, mempersembahkan kesucian untuk pria yang akan menjadi suaminya adalah suatu kebanggaan.


Namun Angel telah kehilangannya bahkan pada pria yang bukan suaminya, pria yang tidak disukainya..dan pria itu akan menikah dengan wanita lain, dan ia sendiri yang sedang mengerjakan gaun pengantin mereka.


Angell tersungkur jatuh di pasir,membiarkan rambut panjangnya tergerai ditiup angin....


"Semuanya sudah hancur." desahnya dengan tatapan putus asa......


*********************


"Mama sudah menghubungi Angel." tatap Rusell dengan wajah khawatir.


"Terakhir ia bilang kalau akan pulang papa...semalam dia menginap dibutik, katanya ada pertemuan dengan klien barunya pagi ini."


Rusell mengerutkan dahinya...


"Baiklah..dia sudah dewasa, biarkan dia melakukan apa yang ia mau."

__ADS_1


"Papa..apa tidak sebaikknya papa menemuinya..mengapa perasaan mama tidak enak." ucap Livia terlihat cemas.


"Tidak, papa yakin dia wanita yang kuat...tenanglah sayang." Wili mendekat dan memeluk Livia dengan erat.


"Baiklah...ini pertama kalinya dia tidak tidur dirumah, dan entah mengapa Livia merasa tidak enak. namun ia hanya mampu berdoa agar Angell selalu baik-baik saja.


******************


Angell menunduk lama disana, masih dengan airmata yang tumpah, wajahnya memerah karna terlalu banyak menangis, matanya bengkak....


Angell mengangkat wajahnya memandang ombak laut yang sedang pasang...ia tersenyum, indaah.....batinnya.


"Kau kakak yang paling aku banggakan kak Angell."


"Mama sangat bangga padamu, kau mampu menjaga dirimu dengan sangat baik..kau persis seperti mama."


"Papa tidak meminta apapun darimu Angel, hanya saja..jangan permalukan papa sekecil apapun..maka luruskan langkahmu dan jaga dirimu baik-baik"


Kata-kata orangtua dan adikknya kemudian mulai menuduhnya dengan tajam... betapa mereka sangat bangga kepadanya, di usia ke 22 tahun ia mampu menjaga dirinya dari semua pergaulan bebas. namun.. bahkan semua rasa bangga itu ia hancurkan dalam semalam dengan pria yang bukan suaminya.


Angell sungguh tak mampu menatap wajah mereka. ia telah menghancurkan kepercayaan mereka, ia tidak mungkin menikah dengan pria manapun. dan Rafael akan membencinya karna Angell akan menjadi penghalang pernikahannya....


Angell berdiri menatap ke arah pantai, jemarinya terkepal dengan kuat...bagaimana jika dia menghilang saja...itu lebih baik bukan.. ia tak akan menimbulkan kekecewaan bagi keluarganya. yah......


Angell menguatkan hatinya kemudian melangkahkan kakinya menuju pantai..ia bahkan telah mati rasa ketika kedua kakinya menyentuh air laut dan semakin melangkah..


"Mungkin akan sedikit sakit..tapi hanya sebentar Angell." bisiknya menguatkan hatinya.


Angell kemudian memejamkan matanya memasrahkan segalanya, mempersembahkan dirinya pada kematian di dasar laut..berharap ia tak pernah di temukan oleh siapapun...menghilang..ia ingin menghilang dari dunia.......


Angell menenggelamkan dirinya sendiri...membiarkan airlaut mengisi tubuhnya. nafasnya terasa sesak paru-parunya seakan meledak..


Angell hampir kehilangan kesadaran...ketika sesuatu dari atas air menarik tubuhnya dengan keras....

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan."???? jerit pria itu dengan marah.......


__ADS_2