
Angell terdiam ketika mobil itu melaju dengan cepat membelah jalan. hari sudah malam, Angell bisa melirik dari kaca spion, beberapa mobil yang mengawal mobil mereka. sementara Alex duduk di sampingnya sedang menyetir dengan tatapan dingin. tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Alex. mau tak mau Angell sedikit takut, bagaimanapun Angell tidak mengenal Alex dalam waktu yang lama, sama seperti mengenal Wili. mereka berdua hadir dalam hidupnya begitu cepat dan mampu merebut perhatiannya. apa yang akan terjadi kepada hidupnya..?mau dibawa kemana dia, bolehkah Angell meminta menurunkannya di hotel agar ia bisa pulang.
Angel menghela nafasnya.....
"Apakah kau sudah makan."? suara dingin Alex mengejutkan Angell.
"Yah..aku sudah makan tadi...Angell menjawab dengan gugup...hm..Alex."
Alex menoleh sebentar sebelum kembali menatap ke arah jalanan.
"Yah...ada apa."?
"Bolehkan aku tau kita mau kemana...apakah kau bisa menurunkan aku di hotel terdekat saja, aku bisa pulang...."
"Apa maksudmu pulang Angell." Alex tertawa hingga Angell merasa merinding.
"Jadi apakah kau tidak akan mengantarku pulang."?
"Tidak." ucap Alex datar.
"Lalu..kau mau membawaku kemana."?
"Kau akan tau Angell, yang pasti aku sudah pernah bilang bukan...ketika kau menekan tombol itu kau adalah sepenuhnya milikku..dan aku akan menunjukan rumah kita sayang." Alex tersenyum dengan penuh kemenangan....
"Apa."?
"Aku bukan pria yang lembut Angell, aku bukan pria yang sabar..jika aku marah..maka aku akan membunuh baru aku merasa puas...jadi kau tidak akan membuatku marah bukan." tatapnya tajam...
"Alex..aku tidak mengerti dengan maksudmu, yah..aku menekan tombol itu dan memintamu untuk menolongku..jadi aku pikir kau akan membawaku..."
"Tidak Angell..kau sudah tidak bisa kembali lagi..kau sudah menjadi milikku dan aku tidak akan mengembalikanmu atau menyerahkanmu pada suamimu yang brengsek itu."
"Alex...tidak bisa seperti itu..bagaimana kalau orangtuaku mencariku mereka akan sangat khawatir." mata Angell berkaca-kaca dengan gelisah. apalagi ketika ia memandang keluar jendela, dan hanya kegelapan yang ia liat..Angell semakin panik.
"Kau akan menelfon orangtuamu dan bilang bahwa kau baik-baik saja, kau sedang bulan madu bersama suamimu Angell Wins."
"Apa yang kau rencanakan sebenarnya Alex."? Angell menoleh dengan tajam.
"Menjadikanmu milikku seorang Angell aku jatuh cinta padamu dan aku ingin kau....hidup bersamaku selamanya."
"Bagaimana mungkin kita bersama aku sudah menikah."
"Bukankah pernikahan kalian atas dasar kebohongan.. Wili menikahimu karna balas dendam Angell, kau tau itu..dan aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu lagi."
Angell terdiam...ia memalingkan wajahnya pada kegelapan diluar sana, mengapa dua pria ini begitu terobsesi dengannya. awalnya Wili datang dengan dendam..lalu Alex..apakah pria ini punya dendam padanya juga.? entahlah Angell tak bisa menjawabnya..hanya waktu dan ia menyerahkan hidupnya pada takdir Tuhan.
__ADS_1
"Jangan berpikiran terlalu berat...aku akan memberimu sebuah kejutan."
"Kejutan."?
"Ya...istirahatlah...kau akan tau nanti."
Angell akhirnya mengangguk, mau tak mau ia harus mengikuti semua kemauan Alex, karna pria ini bukanlah pria yang ramah. mungkin sebaiknya dia memang beristirahat agar ia punya kekuatan untuk memikirkan jalan keluar baginya.
💓💓
Wili menghancurkan segala barang yang ia temui di mansion pribadinya. ia teramat gusar..Angell kemana Alex membawa istrinya pergi.
Pria itu mengutak-atik ponsellnya dari tadi untuk menghubungi beberapa orangnya yang di tugaskan untuk mencari keberadaan Angell yang hilang di telan bumi.
Ia sudah tidak tidur sejak semalam, perasaan bersalahnya selalu menuduh dan menuduhnya lagi. Wili tak bisa berhenti memutar otaknya untuk mencari Angell, berbagai kemungkinan ia tempuh demi setitik terang yang menuju keberadaan Angell.
Wili juga tak bisa memberitau keluarga Angell, dan tetap harus menjaga rahasia seolah-olah ia dan Angell masih berbulan madu. Alex sudah mengancamnya lebih dahulu. sakit memang namun Wili tetap masih berharap Angell kembali kepadanya dengan keadaan apapun. Wili akan tetap menunggu dan mencintai Angell dengan seluruh hidupnya.
💖💖
Angell terbangun dan begitu terkejut ketika berada di sebuah ranjang besar dan ruangan yang asing. apakah ini di hotel ataukah rumah Alex.? wanita itu tak sadar selama perjalanan. ia mengusap matanya sekali lagi..tubuhnya jadi lebih segar, mungkin karna ia sudah istirahat.
Suara pintu terbuka mengalihkan pandangannya....
ia mendekati Angell dan mengusap wajah wanita itu...
"Bagaimana tidurmu."?
"Baik..aku merasa sangat segar Alex."
"Aku senang mendengarnya..."
"Kita dimana...apakah ini di hotel."?
Alex menggeleng....
"Kau ada di mansion pribadiku Angell."
"Hah."? Angell menatap sekelilingnya....
"Mulai sekarang kau tinggal disini Angell, bersamaku." ucap Alex tegas.
Angell melonggarkan tenggorokannya...ia lalu mengangguk.....
"Sekarang ayo mandi..aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu Angell."
__ADS_1
"Baiklah...aku akan segera keluar Alex." ucap Angell dengan senyuman pasrah.
Alex kemudian keluar dari kamarnya. Angell pun menoleh sekitar ruangan kamar yang luas itu. kamar ini berwarna Biru sesuai warna favoritnya. ada lemari berukuran besar lalu meja rias dan segalanya, seolah di atur sesuai dengan jiwanya. tanpa sadar Angell tersenyum, kamar ini mengingatkannya dengan kamar dirumahnya. dari mana Alex tau semua kesukaanya.?
Angell hanya menggeleng dan bergegas melangkah menuju pintu kamar mandi untuk membersihkan diri..
💖💖
"Aku ingin kau mengirimkan semua foto-fotoku dengan Angell pada Wili dan aku mau kau memastikan reaksinya." ucap Alex sembari mematikan ponsel.
Alex menatap ke arah beberapa lembaran kertas yang sudah ia persiapkan sedari tadi. memandang ke arah foto Angell yang selalu terpanjang di meja kerjanya. Alex sudah lama memimpikan hari ini hari dimana Angell bersamanya.
Pintu ruangan terbuka....
Angell muncul disana dengan wajah segarnya. ia menatap gugup ke arah Alex yang memenjara matanya.
"Katanya kau ingin menunjukan sesuatu kepadaku."? ucap Angell mendekat..
"Duduklah." ucap Alex lembut.
"Baiklah."
Angell duduk di hadapan pria itu dan menatapnya.
"Aku ingin jujur kepadamu dan sekaligus minta maaf Angell." ucap Alex tampak menyesal..
"Katakanlah..apa maksudnya kau meminta maaf."?
"Ibuku telah meninggal minggu lalu."
"Apa...Ibumu meninggall....Alex aku berduka cita untukkmu."?ucap Angell dengan mata berkaca-kaca. sungguh ia tak pernah menyangka Ibu dari Alex akan pergi secepat ini. mereka baru saja bertemu.
"Terimakasih Angell." balas Alex dengan wajah sedih.
"Ibu sudah tenang disana, kau harus kuat." tanpa sadar Angell menyentuh jemari Alex memberi kekuatan. Alex menatap jemari mereka yang bersentuhan ia terdiam.
"Angell kau tau...disaat-saat terakhirnya ia masih merindukanmu dan sebelum meninggal ia masih sempat menulis surat untukmu."
"Menulis surat untukku.? tapi mengapa Ibu menulis surat padaku Alex."
Alex meletakan sepucuk surat di depan Angell dan membiarkan wanita itu menebak....
"Kau akan mengetahuinya setelah membaca surat itu." ucap Alex dengan suara yang serak menahan airmatanya...
"Apa isi surat ini."? ucap Angell dengan penasaran....
__ADS_1