
Mike menatap wajah paman Wilard dan bibi Tari dengan mata yang basah...airmatanya menetes ketika membayangkan kesakitan ketika di tinggal papa Wili dulu, masih teringat jelas di kepala Mike bagaimana hancurnya bunda ketika kehilangan papa, lalu ia kemudian menjadi pelampiasan kemarahan bunda karna kehilangan....Mike sering di abaikan dan juga tidak sedikitpun mendapat perhatian yang seharusnya ia dapatkan. kecewa dan marah sudah pasti mengakar dalam diri Mike kecil. ia yang terluka dan begitu kesepian namun beruntung, sampai usia 12 tahun ayahnya datang di dalam hidupnya dan mengisi kekosongan jiwanya, Mike bisa selamat dari luka batin akibat kehilangan..
Yah...sebagai manusia Mike memang mendendam...rasa sakit itu masih membekas jika ia mengingatnya saat ini. bahkan ia mengakui bahwa setiap kali melihat paman Wilard hatinya menjadi panas...bahkan memang paman Wilard benar kalau ia mendekati Keyla untuk membalas dendam, walau akhirnya ia harus kalah oleh dendamnya sendiri.
Cinta Keyla sungguh mempengaruhinya seperti api yang dipadamkan dalam es, seperti itu juga dendamnya yang membeku oleh cinta Keyla.
"Mike..katakanlah Mike..bukankah kau bilang kau mencintai Keyla..kau mencintainya kan." tanya Tari dengan tak sabar,...
"Bibi Tari...aku bersumpah kalau aku benar-benar mencintai Keyla..meski rasa sakit itu sangat membekas namun..Keyla sangat penting untukku."ucap Mike dengan tegas....
Sementara Wilard menyipitkan matanya....
"Apa kau yakin itu bukan karna dendammu."
"Paman....apakah kau pikir mudah menjadi seperti aku."? tatap Mike tajam...
"Apa maksudmu."?ucap Wilard menantang...
"Yah...melihat pria yang menjadi pembunuh papa yang aku cintai dari dekat, pria yang menyebabkan sakit yang dalam bagiku, meski dia saudara paman sendiri..pernahkah paman membayangkan luka yang aku alami."?
Wilard tersenyum sinis...mendekati Mike.....
"Karna itu aku ingin kau menjauhi penyebab luka itu agar lukamu menjadi kering Mike, jauhi Keyla...tinggalkan dia agar kita tidak perlu bertemu lagi, itu menjadi adil bukan."? desis Wilard tajam...
Mike menatap Wilard dengan tajam,.....
"Aku tidak akan pernah meninggalkan Keyla Paman...meski aku harus menginjak ribuan duri,..aku tidak bisa meninggalkan Keyla." ucap Mike dengan tegas.....
Wilard tertawa.........
"Kau...sangat pintar Mike, tapi sejauh apapun kau berusaha...aku tidak akan pernah menyerahkan Keyla kepadamu."
"Kalau begitu aku minta maaf paman dan bibi, tapi Keyla akan menjadi milikku cepat atau lambat, dengan restu paman dan bibi ataupun tidak, aku...tidak akan bisa melepaskannya." ucap Mike penuh janji...
"Meski harus menyingkirkan aku Mike."? Wilard mulai mengadu domba...
__ADS_1
Mike tersenyum kejam......
"Aku...tidak perduli siapapun Paman...aku, akan menyingkirkan siapapun yang menjauhkan aku dari Keyla....termasuk paman." ucap Mike jujur...
Wilard melebarkan matanya tidak percaya...ia sangat marah, sebenarnya ia yang mau mengadu domba Tari dan Mike namun ia tak tahan lagi...Wilard meraih ujung jass Mike dan sesaat kemundian.....
"Buuuuuuuggggggghhhhhhhhhh........."
Sebuat pukulan keras menghantam wajah Mike hingga tubuh Mike terlempar beberapa langkah ke belakang, bibirnya berdarah akibat pukulan itu....
"Brengsek..aku akan membunuhmu sekarang juga Mike." teriak Wilard begitu terbakar amarah, meski Tari mencoba menghalangi namun Wilard terlanjur dikuasai emosi, naluri membunuhnya muncul tiba-tiba...
Wilard mengeluarkan sebuah senjata dari dalam sakunya dan mengarahkan pada Mike yang menatapnya tajam....Tari berteriak histeris melihat suaminya akan menembak Mike.....
Mike menatap tajam,...jemarinya terkepal, berusaha kuat menahan amarah dari dalam dadanya yang bergemuruh...jika Paman Wilard bukan papanya Keyla dan suaminya bibi Tari, mungkin saja pria ini hanya akan tinggal nama...namun Mike sekali lagi menahan dirinya, agar tidak bertindak di luar kendali, meski ia sadar saat ini nyawanya di ujung senjata api milik Paman Wilard.
Wilard baru akan menembak Mike sebelum terdengar suara keras di belakangnya....
"Hentikan papa....jangan membunuh Mike." jerit Keyla dengan suara yang keras,...ia berlari dari arah rumah besar dan berdiri menghalangi tatapan kebencian diantara Mike dan juga sang papa."
Airmata Keyla mengalir deras di wajahnya yang lelah....ia menatap Mike dan Wilard bergantian dengan tatapan hancur......
"Mengapa kalian berdua tega membohongiku selama ini...dan sekarang malah ingin saling membunuh." jerit Keyla histeris..
Mike menggeleng, tidak...ia akan melakukan apa saja....apa saja agar Keyla tidak menangis, ia bahkan rela melakukan hal terburuk agar Keyla jangan menangis, hatinya sakit melihat airmata Keyla....
Hal yang sama juga di alami Wilard, putri kesayangannya menatapnya penuh kebencian...dan itu adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang ayah..yaitu menerima kebencian dari putri kesayangannya..
"Keyla...." Wilard ingin mendekat namun sekali lagi....Jemari Keyla gemetar menahan papanya agar jangan mendekatinya...
"Papa.....mengapa papa menyembunyikan hal sebesar ini dariku,mengapa papa tidak jujur kalau papa adalah pembunuh paman Wili..papa pembunuh...aku seorang anak dari pembunuh,...." jerit Keyla histeris hingga Tari memeluk putrinya ikut menangis....
Wilard merasa hancur seketika itu juga...senjatanya jatuh dari genggaman tanpa mampu ia genggam lagi..airmatanya mengalir deras...bagaimana bisa ia jujur pada Keyla bahwa ia membunuh adik kembarnya sendiri. bagaimana bisa.....
"Keyla....maafkan papa nak...maafkan papa." jerit Wilard menundukan wajahnya....
__ADS_1
"Mengapa.....mengapa hanya aku saja yang tidak tau, aku putrimu bukan.....papa bilang aku adalah kesayangan papa, aku segalanya untuk papa, mengapa papa bisa membiarkan aku seprti orang bodoh."
"Keyla........"
"Cukup......aku tidak ingin mendengar semuanya papa," Keyla menutup kedua telinganya dengan tangan...
"Keyla..ijinkan papa menjelaskannya padamu.."
Tari yang melihat betapa hancurnya Wilard mendekati suaminya...
"Ikut aku sebentar Wilard." ucap Tari menuntun tubuh Wilard yang lemah dan meninggalkan Keyla dan Mike sendiri..berdiri saling menatap.....
Keyla memejamkan matanya dan hanya airmata yang menetes....
Mike mendekatinya sampai jarak mereka dekat....merekapun saling menatap......
"Mengapa kau juga ikut berbohong Mike, kau bilang mencintaiku." isak Keyla merasa sedih luar biasa....
"Keyla....itu karna aku....."
"Kau bahkan terus berbohong ketika kita mengunjungi makam Paman Wili..aku percaya kepadamu." keluh Keyla memejamkan matanya...
Mike menyentuh bahu Keyla meski gadis ini hanya menatapnya dingin...Mike memeluknya dengan erat, walau ia tau...Keyla tidak merespon pelukannya...Mike menahan itu semua, walau sakit......
"Aku hanya tak ingin membuatmu terluka, taukah kau aku sangat mencintaimu.."bisik Mike di telinga Keyla...
"Pada akhirnya aku tetap akan terluka dan kali ini terlalu sakit untuk aku tanggung Mike."
Kata-kata Keyla begitu mengandung arti yang sangat dalam hingga Mike terdiam......
Pelukan itu terlepas dan Mike menatap Keyla dengan tajam, berusaha mengerti arti kata-kata Keyla......dan tanpa di duga Mike...Keyla menjatuhkan dirinya dengan posisi berlutut di hadapan Mike hingga pria itu terkejut......
"Keyla apa yang kau lakukan."? Mike menatap dengan penuh tanya......
❤❤❤❤
__ADS_1