Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Bingung


__ADS_3

"Apa maksudmu." ucap Angell menatap serius pada Wili setelah tuan Hans meninggalkan mereka. ini terasa lucu baginya..bagaimana bisa Wili mengatakan kebohongan itu dan mengapa.?


Wili tersenyum menatap mata Angell dengan perasaan asing yang kuat mengikatnya.


"Mengapa Angel..apa kau senang dengan leluconku."


Angell menggeleng dengan tegas, menujukan perasaannya di atas permukaan agar lelaki ini berhenti, mempermainkannya. karna Wili memang bukan tipenya.


"Kau bicara tentang hidupku disini..dan kau bilang itu lelucon, kau bukan tipeku dan aku tidak menyukaimu Wili."


"Benarkah itu Angell."


Wili menarik tubuh Angell mendekat, menghirup aroma tubuh Angell yang membuatnya tergoda. wajah mereka berdekatan dengan debaran jantung yang saling menguji.


"Lepaskan tanganmu Wili, semua orang melihat kita." Angell melotot.


"Biarkan saja, toh dimata mereka kau adalah kekasihku."


"Wili...aku tidak mau bermain-main denganmu..katakan apa maksudmu..mengapa kau tidak membawa kekasih sebenarnya ke tempat ini." tuntut Angell meminta jawaban.


"Kuberi kau waktu 3 hari untuk menebak Angell, apa rencanaku dan mengapa aku membawamu dan bukan kekasihku."


"Wili..kau sudah...." jerit Angell semakin kesal.


"Manfaatkan waktumu dengan baik Angell sayang."


"Apa taruhannya."? Angell menaikan alisnya.


"Jika kau bisa menebak maka aku akan membebaskanmu meminta satu pilihan."


"Apapun."?


"Apapun." janji Wili dengan senyuman mematikan.


"Ayo...aku ingin menyapa teman-teman bisnisku." Wili melingkarkan jemari kokohnya di pinggang Angell dan membiarkan gadis itu dengan pikirannya sendiri. Wili membawa Angell dan mengenalkannya pada beberapa teman bisnis dan berbincang-bincang sebentar.


Sementara dari jauh tampak Oscar meminum segelas wine dan tersenyum mengenang melihat Angell yang sedang digandeng mesra oleh Wili. dulu ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih, Angell selalu menemaninya di setiap acara. usia mereka hanya terpaut setahun. mereka memulai hubungan dari sekolah menengah awal sampai sementer terakhir. sebelum ia tergoda dengan Grace yang merupakan sahabat Angell waktu itu. seandainya waktu dapat diputar. Oscar tidak akan mematahkan hati Angel. dan mungkin saat ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.



Oscar melihat kesempatan itu ketika Angell sedang berdiri sendirian, Wili sedang berbincang dengan seorang pria..mereka tampak serius. dan itu berarti kesempatan baginya untuk mendekati Angell.


Meletakan gelas miniman itu Oscar mendekati Angel.


"Selamat malam malaikatku."


Angell memejamkan menahan kesal.


"Dari sekian banyak tamu disini,mengapa aku harus bertemu dengamu."? Angell menggeleng jengkel.

__ADS_1


"Angell, aku mohon...jangan seperti ini, aku hanya ingin menyapa."


"Kau sudah melakukannya, sekarang pergilah." ucap Angell malas.


"Angel..."


"Apalagi..aku bersumpah aku tak ingin melihatmu Oscar."


Oscar mengusap wajahnya dengan kasar..menyadari mereka jadi tontonan beberapa tamu yang lain sementara Wili masih belum menyadari kehadirannya.


"Ini tentang Wili..ini tentang siapa sebenarnya yang akan menjadi jodohmu Angell."


Angell menajamkan tatapannya. iapun mendekat pada Oscar dan menaikan sudut bibirnya dengan sinis.


"Jika maksudmu kau adalah calon suamiku maka silahkan bermimpi Oscar, karna aku tidak akan sudi menikah denganmu sampai kapanpun."


Oscar tertawa dingin.....


"Sayang sekali bahkan kau tidak tau apapun tentang siapa calon suamimu yang sebenarnya."


"Apa maksudmu calon suamiku yang sebenarnya."


"Ikut aku jika kau ingin mendengar semua tentang Wili." Oscar menaikan sudut bibirnya penuh rencana.


Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari area pesta itu. sementara Angell masih berdiri dengan penuh pertanyaan.


Angell menatap tubuh Oscar yang menjauh dan mengepalkan tangannya..apa yang coba dikatakan Oscar. mengapa ia malah membawa nama Wili disini.


Angell melangkahkan kaki menemui Oscar dan disaat bersamaan Wili pun melihatnya. pria itu meraih segelas wine dan menegukk nya sampai habis. lalu kembali meraih segelas lagi dan meneguknya sampai habis. matanya bersinar dengan tajam.


Angell Wins, rupanya gadis itu memang punya hubungan lebih dengan Oscar. bahkan saat ini ia tak tahan untuk tidak menemuinya. dan Wili akan mengejutkan Angell malam ini.


pria itu kembali menatap ke arah gelas yang masih penuh berisi minuman beralkohol itu dengan senyuman.



Angell menatap Oscar yang sudah berdiri di pinggir balkon dengan tatapan sayu.


"Angell...apa kau mengingat jika dulu kau sering menemaniku ke pesta...waktu itu kita sangat bahagia." ucap Oscar tersenyum miris.


Angell tertawa dingin.....


"Itu adalah masa yang paling aku benci yaitu karna pernah mengenal dirimu Oscar."


Oscar memalingkan wajahnya menatap Angell. sungguh tatapan Angell padanya sangat berbeda..rasa cinta itu telah menguap entah kemana.


Oscar melangkah mendekati Angell agar keduanya salinh memandang penuh arti.


"Sayangnya kau selalu memandangku yang bersalah untuk menutupi rasa bersalahmu pada Grace." ucap Oscar dengan lantang.

__ADS_1


"Apa maksudmu...."


"Mengapa kau tidak memberiku kesempatan untuk aku menjelaskan semuanya tentang hubunganku dan Grace." ucap Oscar menahan perasaannya.


Angell bersedekap.....


"Kau jelas menghianatiku dengan sangat kejam...di saat aku benar-benar mencintaimu, kau malah meninggalkanku dan mendekati Grace..apa...maksudmu sebenarnya." suara Angell terdengar sedikit meninggi walau gemetar. untunglah tak ada siapa-siapa disini karna kebanyakan tamu lebih memilih berbicara di dalam gedung.


Oscar tersenyum lagi.....


"Kau tidak tau apapun tentang Grace sebenarnya Angel." pria itu mulai membuat Angell kesal.


"Grace sahabatku dan aku tidak akan pernah meragukan persahabatan kami."


"Alu yakin kau akan sangat kecewa jika kau tau yang sebenarnya tentang Grace."


"Cukup.....aku rasa kau terlalu banyak bicara hal yang tidak masuk akal. kau bilang kau ingin bicara tentang jodohku yang sebenarnya dan tentang Wili..dan ketika aku datang kau malah berbicara hal yang tidak masuk akal tentang grace." Angell menggeleng sinis.


"Aku hanya ingin kau tau kebenarannya Angel."


"Kebenaran apa Oscar."


"Kebenaran bahwa Gracelah yang telah menghianatimu." ucap Oscar tak ragu sedikitpun.


"Tutup mulutmu dan jangan berani memfitnahnya."


"Lalu bagaimana denganku Angell, aku juga di fitnah..aku bahkan tak bisa mendekatimu seperti dahulu."


"Kita adalah masa lalu Oscar."


"Tapi aku ingin kau juga menjadi masa depanku Angell." tatap Oscar dengan sungguh.


"Tidak....kau sudah gila karna itu tidak akan terjadi." Angell memutar tubuhnya hendak melangkah.


"Bagaimana dengan kenyataan bahwa kaulah yang dikunci Grace dikamar mandi sekolah dulu, dan tentang beberapa kesialan yang menimpamu disekolah. itu semua karna Grace." ucap Oscar dengan telak.


Angell membeku....ingatan tentang teror pada waktu disekolah dulu kembali menghantamnya.


"Jangan bicara lagi Oscar."


"Tidak...aku tidak akan diam saja."


Angell menyerah dan menatap Oscar...


"Aku akan memberikan bukti bahwa Gracelah penyebab dari semuabyang terjadi kepadamu."


"Mengapa dia melakukan itu." tanya Grace menaikan kedua alisnya.


"Itu karna.." kata-kata Oscar terputus ketika Wili tiba-tiba muncul, dan menatap keduanya dengan tatapan beku.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan disini...." ucap Wili bersedekap mengejutkan keduanya....


__ADS_2