Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Aku Wanita Yang Cacat


__ADS_3

Mikha mengikuti langkah Damian menuju mobil dan berhenti ketika pria itu membuka pintu mobil untuknya,


"Mengapa kau tidak masuk."


"Tunggu kita sepakat dulu."


"Sepakat."?


"Yah..."


"Katakan Mikha."


"Jika nanti pembicaraan kita berakhir dengan pertengkaran atau kau menjadi emosi, kau tidak boleh menurunkan aku di jalan..aku masih trauma ketika kau meninggalkan aku di tengah jalan yang gelap dan dingin..aku sangat ketakutan....."


Damian tertegun, mendekati Mikha dan menyentuh bahunya...


"Apa kau lupa kalau aku kembali padamu karna tidak tega, aku menolongmu dan membawamu ke rumah sakit, kau.....berhutang nyawa padaku." ucap Damian tegas...


Mikha kehilangan kata, lalu segera menaiki mobil di ikuti Mikha.....


sepanjang jalan di lalui dengan keheningan,


"Aku lapar bagaimana denganmu."? tanya Damian sedikit melirik.


"Aku juga lapar." ucap Mikha tersenyum....


"Baguslah, kita harus mencari restoran di dekat sini." ucap Damian..


"Tentu...." balas Mikha sambil memandang ke sisi kiri dan


Menatap jalan-jalan yang dilaluinya, ia tersenyum ketika menangkap burung di sawah yang mereka lewati, burung itu terbang rendah sambil memberi makan anak-anaknya, melalui mulutnya. hati Mikha menjadi sangat sedih hingga tanpa sadar airmatanya menetes....


"Ada apa Mikha."? suara berat milik Damian menembus kesadaran Mikha..


"Aku tidak apa-apa Damian."!


"Jangan sedih hanya karna melihat burung-burung itu, kau liat tadi di tk Dion, anak-anak menyukaimu..meski kau tidsk bisa mempunyai anak-anak sendiri namun yakinlah, ada banyak juga anal-anak kehilangan orangtua karna berbagai alasan...mungkin kau bisa mengisi kekosongan itu,disaat kau kehilangan harapan...." ucap Damian cukup membuat Mikha menghentikan tangisnya..


"Maaf....aku jadi cengeng begini..." ucap Mikha mengusap airmatanya...


"Itu manusiawi, aku sering melakukannya ketika sedang sendirian..." ucap Damian jujur.


Mikha menoleh.....


"Kau pernah melakukannya Damian..."?


"Tentu...aku masih manusia Mikha, kadang aku merasa jalan di depanku menjadi gelap, dan mengurung diri di kamar dan melepaskan semua beban adalah caraku untuk bisa berdiri tegak."

__ADS_1


"Aku pikir kau...."


"Pria dingin, kaku dan kejam...itukah yang kau dapat dari kesan pertamamu Mikha."?


"Bukan hanya kesan pertama Damian, namun sampai saat ini aku masih berpikir kau pria seperti itu."


Damian mengangguk sambil memutar mobilnya ke arah sebuah restoran mewah, dan segera memarkir mobilnya sekaligus mematikan mesin mobil....


"Semua sangat berat ketika aku harus kehilangan istriku setahun lalu." ucap Damian membuka pintu mobil...


"Damian...."


"Kita akan melanjutkan cerita di dalam." Damian tersenyum, lalu mengitari mobil mewahnya dan membuka pintu bagian Mikha.....


Mikha turun dan tersenyum lalu melangkah bersama Damian menuju restoran...


Pelayan membungkuk di hadapan mereka dan mengantar ke meja yang sudah di boking oleh Damian, pintu terbuka dan mereka berdua dipersilahkan masuk dan duduk di kursi pasangan yang nyaman, ada pemandangan taman yang indah dengan berbagai warna yang siap memejamkan mata...Mikha tersenyum, menganggumi tempat yang indah dan nyaman ini..


"Tuan...kami ada menu baru, bisakah anda mencobanya."? seru pelayan dengan sangat sopan,karna Damian sering makan disini...


Mikha menatap tajam ke arah Damian.....


"Aku sering datang bersama rekan bisnisku Mikha, aku sering mengajukan tempat ini karna pembicaraan bisnis juga berjalan jika tamu merasa nyaman bukan."?


"Yah....aku mengerti...kau sangat pintar memilih restoran.."


"Yah..." Mikha tersenyum.....


Pelayan mulai datang dan mengatur menu diatas meja lalu mempersilahkan mereka mencobanya...Damian meminta Mikha mencoba segala menu istrimewa di restoran ini dan wanita itu tak berhenti memuji masakannya...


"Aku tak tau jika ada makanan seenak ini."


"Kau akan jatuh cinta dan merindukan restoran ini ketika kau pergi jauh Mikha.."


Mikha segera mengangguk namun ia masih penasaran dengan cerita Damian tentang kematian istrinya, ia ingin mecocokan dengan cerita Stela...


"Bisakah kau melanjutka ceritamu tentwng kematian istrimu."?


"Mengapa kau sangat tertarik, apakah kakakmu tidak cerita tentang bagaimana dia membunuh Istriku."?


"Aku mohon maafkan aku Damian, tentu aku tak bisa mengubah masa lalu, namun aku hanya ingin tau yang sebenarnya ini menyangkut kakak, tapi jika kau tidak siap cerita maka aku tidak akan memaksa..." ucap Mikha jujur..


Damian menghela nafas...samnil meneguk air mineral dengan haus....


"Aku sangat mencintai istriku namanya Celine, dia adalah wanita tercantik yang pernah membuatku jatuh cinta, dia seorang model terkenall dan memang dekat dengan dunia malam..


Dan malam itu, aku tak ada dirumah karna pekerjaanku, anakku Dion di titipkan bersama pengasuhnya sementara Celine pergi ke club untuk memenuhi undangan rekan modelnya, tak ada yang aneh karna dia biasa melakukan itu,

__ADS_1


Namun malam itu ada serang wanita sedang menyewa club tempat Celine dan rekannya sedang menikmati malam, mereka berdua berkelahi dan saling melemparkan minuman, lalu berakhir dengan kakakmu memukul Celine di kepalanya, hingga Celine mengalami koma..........."


Sampai disitu Sean menghentikan ceritanya, kali ini ia mengambil minuman beralkohol yang memang tersedia bagi pelanggan dewasa jika mereka ingin minum...


Mikha merasa iba melihat kesakitan di mata Damian, tentu saja...dia sedang bekerja dan menerima berita buruk itu. Mikha tak mampu berkata apapun....hanya bisa ikut sedih, manusia dicobai dengan berbagai macam peristiwa...


"Maaf...membuatmu sedih...."


Daman tersenyum....


"Aku sudah biasa Mikha.. merasakan kesepian yang menyakitkan ini, dan lebih memilih memenuhi hariku dengan berbagai pekerjaan yang mungkin bisa membuat aku sedikit lupa dengan kesakitan ini."


"Semua akan baik-baik saja Damian, setidaknya kau punya Dion sekarang.....dan aku.." ucap Mikha begitu saja, ia ingin menghibur Damian yang sedang sedih...


Damian mengangguk....


"Aku hanya ingin berkata padamu bahwa...aku...ingin kau menjadi istriku bagaimana."?


Wajah Mikha memerah....seketika ia tertawa...hingga tawanya berubah menjadi tangis........isakan itu begitu pedih.....


"Jangan mengahancurkan hidupmu dengan menikahi wanita cacat sepertiku, aku bahkan tidak pantas untuk memikirkan cinta." ucap Mikha sungguh sedih...


Ia hanyalah wanita tanpa rahim, ia hanya wanita cacat yang tidak berguna, Mikha tidak berani membayangkan cinta datang padanya,


baik cinta Damian atau Cinta Martin....ia sama sekali tidak pantas....


Damian juga berdiri, menarik tubuh Mikha mendekat hingga keduanya saling bertatapan tajam....


"Kau harus menjadi milikku Mikha.."


Damian menunduk lalu melum** bibir Mikha dengan penuh perasaan, mencececap dengan sedikit menuntut hingga Mikha memejamkan matanya, bibir mereka masih saling beradu seolah berlomba, Damian semakin mengeratkan pelukannya, merasakan harumnya desah nafas Mikha membuatnya menggila....


Yah....ia sudah lama merindukan Mikha sejak pertamakali ia melihat Mikha, ia sudah jatuh cinta walau Damian masih mencoba menolak perasaanya namun takdir mempertemukan mereka kembali..dan Damian tak akan melepasnya...


Damian merasa Mikha mulai kesulitan mengimbangi ciumaannya, lalu Damian melepaskan luma*** yang masih sangat ingin ia rasakan namun bukan disini tempatnya.....


Mikha berdiri menegakan tubuhnya dengan nafasnya yang masih naik turun, bibirnya bengkak, ciuman Damian membuat tubuhnya goyah..keduanya saling bertatapan tajam....


"Aku akan menunggu di mobil Damian." ucap Mikha dengan wajah yang malu....


Mikha melangkah cepat melewati beberapa tamu restoran yang memandangi airmata yang jatuh dari matanya dengan heran, namun Mikha terus melangkah keluar restoran,


Ketika hampir sampai di mobil sebuah tangan kokoh menariknya dengan kuat hingga ia berbalik......


"Martin....."?


"Akhirnya aku menemukanmu Mikha...." desis Martin mengeraskan tatapannya.....

__ADS_1


__ADS_2