Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Tak berdaya


__ADS_3

Tari terkejut ketika tubuhnya terhempas keranjang yang luas itu..sekuat tenaga Tari bergerak mundur menjauhi Wilard yang menatapnya dengan lapar..apa yang di inginkan seorang pria dewasa pada seorang gadis.? otak Tari berputar dengan cepat hingga gadis itu meringis. ranjang ini cukup luas bahkan untuk 5 orang dewasa sekaligus,


"Jangan mendekatiku.." jerit Tari dengan mata yanb tajam.


"Kau tidak punya pilihan sayang."


"Aku masih sangat muda untuk melakukannya."


"Aku bahkan sudah memimpikan kau mungkin akan hamil setelah ini." lirik Wilard tidak perduli.


Tari mencengkram ujung sprey dengan rasa kesal, ia tak sempat menghindar ketika dengan mudah Wilard menerkam tubuhnya dan menindihnya dengan kekuatan penuh, Tari tak mampu menghindar bahkan untuk sekedar bergerak saja cukup sulit baginya. gadis itu hanya mampu menatap Wilard dengan ketidak berdayaannya, memohon keajaiban agar dia bisa terlepas dari rengkuhan Wilard.


"Lepas........"jerit Tari dengan ekspresi ketakutan.


"Tidak sampai kau setuju dengan mauku."


"Apa maumu."?


"Menikah denganku di usiamu genap 18 tahun."?


"Mengapa kau seputus asa ini, mengapa kita harus menikah." lirik Tari dengan tajam..


"Karna aku membutuhkanmu."


"Bagaimana jika aku menolak."?


Wilard tersenyum dengan sangat manis, jemarinya naik menyentuh permukaan wajah Tari dan membelainya disana, lalu jemari itu terus bergerak turun menyentuh leher jenjang gadis itu dan terus turun membuka kancing atasannya.


Tari meronta dan ia menggeleng keras, sedangkan Wilard semakin menikmati wajah takut Tari namun tak ada yang bisa menolaknya tidak akan bisa..


"Jika kau menolak, aku akan memaksamu bercinta mulai dari sekarang sampai usiamu 18 tahun sampak kau menikah denganku, perlu kau tau jika aku pria yang kuat di atas ranjang jadi kau harus bersiap..."


"Apa.."?


"Tentukan pilihanmu sekarang Tari." ucap Wilard dengan tajam..


Wilard mendekatkan wajahnya dan semakin membuat Tari terpojok..wajah mereka nyaris bersentuhan sekarang, jika Wilard sampai menyentuh bibirnya maka ia tak akan bisa tertolong...


"Baiklah aku menyerah...aku akan menikah denganmu." jerit Tari dengan putus asa.


Seringai Wilard penuh kemenangan,ia bangkit dari tubuh gadis itu dan tersenyum dingin.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau adalah milikku dan jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku." ucap Wilard sembari membetulkan kemejanya.


Tari tidak berdaya dan hanya menangguk dengan wajah ketakutan, yah..ia sangat gugup tadi, bagaimana bisa pria tua ini mengincarnya ya ampun.....apakah dia sungguh-sungguh akan menikah dengannya.?


"Bersihkan dirimu sekarang dan istirahatlah." ucap Wilard dengan tatapan penuh senyum.


"Aku ingin kembali saja ke ruangan pengap itu."


"Dan berkumpul bersama para pelayan."?


"Yah..."


"Apakah kau ingin membujuk mereka agar membantumu melarikan diri dariku."?


Wajah Tari memutih,


Wilard mendekati Tari yang masih menatapnya dengan wajah polos, pria dewasa itu menyunggingkan senyumnya...


"Perlu kau tau jika semua dinding bahkan setiap tempat yang kau lewati itu punya telinga dan aku tidak akan mengampuni penghianat." desis Wilard mengancam..


"Kau terlalu serius Wilard." Tari tertawa dengan canggung dan menghindari Wilard ia menganggukan kepalanya. ia tau siapa yang bisa ia manfaatkan sekarang, gadis itu tersenyum.


"Tunggu aku dikamar sampai aku pulang dan jangan coba-coba pergi atau kupatahkan kakimu Tari."


"Jika kau mematahkan kakiku kau yang akan malu sendiri."


"Mengapa aku harus malu." Wilard mendekatkan wajahnya, kegugupan itu terasa sangat menyiksa bagi Tari.


"Karna kau akan menikah dengan gadis cacat." desah Tari menggaruk kepalanya.


"Hahaha... kau pintar Tari, karna itu berpikirlah sebelum membuatku marah." tatap Wilard tajam.


Pria itu membalikan tubuhnya bersiap keluar ruangan namun Tari kembali lagi mengikutinya hingga Wilard mengangkat jemarinya tanpa menoleh.


"Peringatan terakhir untukmu jika kau..."


"Aku hanya mengantarmu sampai di depan pintu." ucap Tari dengan senyum yang merekah di bibirnya,


Wilard membalikan tubuhnya dan terpana melihat wajah Tari yang begitu cantik..pria itu mendekat meraih Tari dengan satu hentakan hingga gadis itu jatuh didalam pelukannya,


"Jadilah gadis yang manis dan kau akan aman, namun jika...."

__ADS_1


"Kau selalu mengancam, kau pikir aku tidak sadar yah..aku akan mulai menerimanya dengan tabah." ucap Tari menyentuh bahu Wilard dengan sapuan tangannya yang ringan.


"Bagus, aku akan keluar sebentar..tunggu aku."


"Baiklah.." ucap Tari menganggukan wajahnya..


Wilard mendekat dan melum** bibir Tari dengan singkat namun terasa panas..lalu pria itu melangkah keluar kamar dan pintu itu otomatis tertutup.


Tari memejamkan matanya, jemarinya terkepal denan kuat, seperti di drama-drama yang ia sukai.. ia tidak akan tinggal diam dan akan mendapatkan cara untuk pergi dari pria tua ini. untuk sekarang, ia hanya bisa menunggu dan bersikap manis agar Wilard tidak curiga....


Tari sadar jika hampir di seluruh pulau ini di lengkapi cctv dan ia harus bisa menjaga sikapnya agar teratur.


Tari melangkah pelan, duduk di pinggir ranjang yang luas itu sendirian...wajahnya tertunduk dengan kesedihan yang dalam, airmatanya menetes ketika mengingat orangtuanya, mengingat kakak-kakaknya dan rasanya menyakitkan jauh dari mereka. apalagi menyadari jika keluarganya telah menganggapnya mati, betapa kejamnya Wilard....Tari akan membalasnya, semua rasa sakit yang diberikan pria ini harus dibalas dengan rasa sakit yang sama, dan Tari akan membalasnya jika ia punya kesempatan itu.


💖💖


Wilard melangkah menuju helikopter, ia akan terbang hari ini untuk bertemu seseorang..


"Tuan Wilard..apakah tuan benar-benar akan melaksanakan rencana tuan pada nona Tari." tanya anak buahnya dengan takut.


Pria itu terdiam..ada sesuatu yang menahannya entah mengapa, seharusnya ia bisa melakukannya tadi lalu mencampakan gadis itu namun, ada sesuatu yang menahannya.....tapi Wilard belum memastikan perasaanya.


"Tentu akan kulakukan dalam 3 bulan, karna ia baru akan genap 18 tahun 3 bulan dari sekarang." ucap Wilard masih mengerutkan keningnya.


"Tuan Wilard, saya harap tuan mengambil keputusan yang benar kali ini..,karna kita berhadapan dengan tuan Sean Slowi, dia bukan orang biasa." anak buahnya mengingatkan..


"Aku tau..dan aku akan ingat dengan baik." ucap Wilard kembali terdiam.


💕💕


Wilard melangkah pelan untuk membuka pintu kamar, ini sudah tengah malam dan ia tak sabar untuk pulang..sejak Tari tinggal di pulau ia mulai bisa sedikit tersenyum. gadis itu membawa aura positif untukknya hingga membangkitkan semangad bagi Wilard.


Pintu terbuka dan Wilar tertegun ketika melihat Tari tertidur di atas sofa milikknya iapun tanpa sadar tesenyum, melangkah masuk Wilard mendekati gadis cantik itu dan menundukan tubuhnya agar sejajar dengan posisi Tari..


"Kau cantik bahkan ketika tertidur." ucap Wilard dengan tatapan tidak terbaca.


.


l


.

__ADS_1


__ADS_2