
Wili menatap segelas wine dengan senyuman getir..ia tak mampu memejamkan matanya dan hanya duduk dengan putus asa setiap malam karna merindukan Angell. sudah seminggu Angell di bawa Alex entah kemana..berbagai cara, koneksi dan semua anak buah yang ia punya untuk mencari namun sia-sia. Angell seperti hilang di telan bumi. hatinya hancur berkeping-keping..ketika mengingat segala niat balas dendam yang sia-sia. Wili tak berhenti mengutuk dirinya sendiri. mengapa dia begitu bodoh..mengapa ia menolak semua bukti yang menunjukan bahwa Angell tidak bersalah. mengapa justru rasa bersalahnya hingga Wili mencari orang lain untuk melampiaskan rasa frustasinya karna kehilangan. Wili tertawa di antar airmatanya yang menetes.
"Kambalilah Angell, ampunilah aku...hukumlah aku dan aku bersedia...tapi jangan begini..kau sudah membunuhku Angell." ucap Wili dengan pasrah. kembali menuang minuman itu lagi dan lagi seakan tak pernah ada kata puas,
Pintu ruangannya terbuka....
Dani menghela nafasnya melihat kakaknya, Wili bisa mati jika terus menerus melakukan ini. ia memandanb berbotol-botol minuman di atas mini bar ruangan Wili sambil menggelengkan kepala.
Dani mendekati Wili dan duduk disamping kakaknya dan ikut menuang minuman di gelasnya.
"Seharusnya aku mendengarkanmu Dani." ucap Wili dengan suara serak.
"Sifat alami manusia adalah dia akan mendengarkan ego dan prinsipnya sendiri walau itu salah...aku tidak menyalahkanmu kak Wili...semua sudah terjadi, sekarang yang harus kita pikirkan adalah menemukan kaka Angell dan menyelamatkannya....haruskan kita memberitahu keluarganya."?
Wili menggeleng......
"Alex mengancamku jika aku tak boleh memberitau siapapun, kalau tidak ia akan menghabisi Angell." ucap Wili mengerang....
"Bagaimana sekarang...kemana kita harus mencarinya kak..aku sudah meminta bantuan teman-temanku namun tak bisa melacak Alex."
"Aku sangat bingung dan takut...jika terjadi sesuatu pada Angell maka aku...."
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, aku yakin kak Angell aman bersamanya."
Wili menoleh tak suka....
"Maksudku..Alex tak mungkin mencelakai kak Angell, yang aku liat dari tatapannya dia, mencintai kak Angell sama sepertimu." ucap Dani lantang.
"Aku tidak akan melepas Angell untuknya Dani."
"Aku tau...dan aku juga tau pasti hal yang sama dilakukan Alex..yaitu tidak membiarkan kak Angell lepas darinya, buktinya sampai saat ini, Kak Angell belum ditemukan."
Wili mengepalkan jemarinya sambil minum lagi....
"Kak..bagaimana kalau kita menyelidiki latar belakang masa lalu Alex, mungkin kita bisa mendapat petunjuk."
Wili terkejut..mengapa ia tak berpikir sampai kesana.? ia mengangguk dengan senyum yang terbit di bibirnya, sebuah senyum harapan.
__ADS_1
"Lakukan sekarang Dani, kita harus cepat dan aku tak mau kita membuang waktu."
"Baik kak...aku pasti akan melakukan yang terbaik untukkmu."
"Terimakasih Dani." ucap Wili dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja...kau kakakku dan aku akan selalu ada untukmu."
❤❤
Angell terkejut ketika tubuhnya di dorong ke atas ranjang. Alex tak membuang waktu dan segera menindih tubuhnya. Angell mendorong tubuh Alex hingga terhempas dan segera ia bergerak mundur dan menjauhi Alex yang menatapnya dengan lapar. airmatanya menetes begitu ketakutan..melihat bagaimana Alex menginginkannya dengan begitu besar.
Alex tertawa ketika Angell menghindarinya dengan cepat ia mendekati Angell dan kembari menarik wanita itu kali ini dengan keras dan langsung menindihnya..
"Alex..lepaskan aku..kau mau apa..." jerit Angell histeris ia meronta dengan sangat kuat. namun Alex semakin menggila...
"Mengapa kau menanyakan hal yang sebenarnya telah kau tau."
"Tidak...aku mohon..lepas."
Angell berseru dengan panik ketika Alex menyentuh bajunya dengan paksa untuk melepaskannya. Angell memukul, menendang dan mencakar sekuat yang ia bisa, namun Alex seperti mati rasa, ia bahkan tidak terganggu walau betapa kuat cakaran Angell pada kulitnya.
"Tidak...kau sudah gila..aku akan membencimu Alex, jangan lakukan ini."
"Aku tidak perduli Angell kau harus menjadi milikku."
"Aku masih seorang istri..aku masih istri dari Wili." jerit Angell menangis.
Alex terbakar cemburu..ia mendekati Angell...
"Setelah apa yang ia lakukan kepadamu..setelah Wili menyakitimu dengan begitu dalam..kau masih saja mengaku sebagai istrinya, apa kau benar-benar menguji kesabaranku Angell."
"Itulah kenyataannya..aku tak bisa membiarkan kau menyentuhku...aku...."
"Diam...."
Mata Alex bersinar tajam hingga Angell merasa seperti dicekik dengan kuat hanya melalui tatapan. Angell hanya menggeleng ketakutan..
__ADS_1
"Mulai sekarang..berhenti menyebut nama itu kalau tidak aku akan menghabisinya dan memastikan kau melihatnya Angell."
"Kau sangat kejam." tangis Angell putus asa..
"Sekarang yang harus kau ingat adalah kau akan menjadi milikku, ibu dari anakku dan mengenai Wili..aku akan membereskannya dengan segera." ucap Alex dengan seringai tajam.
"Sraaaakkkkkk" pakaian atas Angell terlepas dengan mengenaskan, seolah tidak kehilangan akal Angell bergerak mundur dan meraih selimut dan menutupi tubuh bagian atasnya. seluruh tubuh Angell gemetar dan begitu ketakutan...
"Hari ini juga kau..akan menjadi milik seorang Alex."
"Alex..aku mohon...aku mohon jangan melakukannya, aku mohon." jerit Angell gemetar namun Alex sama sekali tidak mengurungkan niatnya malah ia semakin mengunci pergerakan Angell hingga wanita itu tidak berdaya di bawah rengkuhannya. Alex tertawa dengan keras hingga seluruh ruangan kamar menggema dengan mengerikan.
"Taukah kau...sudah berapa lama aku memimpikan hari ini, dimana kau menjadi milikku." Sambil bicara Alex menyentuh bagian sensitif Angell hingga wanita itu menjerit tidak terima..
"Lepaskan...aku tidak akan memaafkanmu Alex." isak Angell merasa sedih.
Alex menundukan wajahnya mendekati wajah Angell yang begitu cantik, dan seketika itu juga Alex melum** bibir Angell dengan kuat, menyesapnya dengan penuh gairah yang menggebu-gebu. sementara jemarinya bergerak berbagi tugas mencari kenikmatan yang mendukung Alex menuju puncak.
"Alex...aku mohon jangan." di sela-sela cumbuan Alex padanya Angell masih meronta sekuat tenaganya yang tersisa.
"Aku tidak akan melepaskanmu Angell."
Alex bergerak membebaskan mereka berdua dari pakaian yang tersisa dan kembali memeluk tubuh polos Angell.
Tangisan dan ratapan Angell seolah tak berarti bagi Alex, pria itu terus bergerak mencari kenikmatan sendiri. Angell sungguh indah.
Ketika Angell telah kehilangan kekuatannya, Alex tersenyum puas...
"Tubuhmu harus menerimaku Angell, pria itu mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh perut Angell..lahirkan anakku Angell sayang..aku mencintaimu." Alex mengecup bibir Angell seringan bulu lalu bergerak memasuki Angell dengan hentakan kuat...........
Tangisan Angell menggema di seluruh kamar.....
💞💞
Angell masih tertidur dengan jejak airmata yang membekas nyata di wajahnya. selimut masih menutupi tubuh keduanya yang polos. Alex tersenyum puas. duduk bersandar di kepala ranjang ia menatap wanita yang begitu ia cintai itu.....
"Tak ada yang bisa merebutmu dariku Angell, karna kau adalah milik seorang Alex."
__ADS_1
"Hahahahhahaha."