Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Salah tingkah


__ADS_3

Ketika bibir mereka hampir bersentuhan....


Rusell menjauhkan tubuhnya menikmati wajah Livia yang sudah memerah. seakan ia sedang menunggu ciuman itu. dan semua orang diruangan itu termaaasuk Jimi hanya memndang dengan rasa iri.


"Belum saatnya aku menciummu sayang." bisik Rusell dengan sangat lembut.


💚


"Kau..."? desis Livia penuh peringatan. lalu tersenyum malu pada Mr. Jimi dan timnya yang masih menatap mereka dengan tatapan tidak terbaca.


"Mr.Jimi bisakah kau memeriksa desainku." Livia berusaha menutupi wajah malunya dihadapan mereka.


"Tentu saja nona Livia." Jimi menunduk hormat.


"Baiklah, aku ada pekerjaan sebentar, sayang setelah selesai tunggu aku dikamar." ucap Rusell seraya mengecup dahi Livia.


"Ah...tentu saja sayang, aku tidak lama." balas Livia menyipitkan matanya kesal.


Jimi menatap tuan Rusell sampai menghilang dibalik lift dan menatap Livia.


"Ini pertama kalinya aku melihat wajah tuan Rusell tersenyum." ucapnya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kurasa dia sedikit dingin saja." balas Livia tenang.


"Sedikit dingin? nona Livia entah kau sudah mengenal watak calon suamimu atau belum sempat mengenalnya. tapi tuan Rusell itu terkenal sangat dingin, tidak punya hati dan sangat mengerikan jika sedang marah. aku sudah melayaninya selama bertahun-tahun. tidak ada wanita yang bisa mendekati atau meluluhkan hatinya, itu tidaklah mungkin karna apa..tuan Rusell akan langsung memberi peringatan kejam."


"Mungkin karna aku calon istrinya jadi dia sedikit bersikap lunak." balas Livia mengibur diri.


"Dia terlihat sangat jatuh cinta kepadamu nona Tania percayalah...aku bisa melihat itu dimatanya." Jimi menaikan salah satu alisnya.


Livia mengangguk dengan gugup, yah...mungkin dipikiran Jimi adalah dia harus bersyukur karna Rusell mencintainya dan ingin menikahinya.Jimi tidak salah berpikir begitu karna Rusell memperlihatkan betapa ia jatuh cinta pada Livia didepan semua orang. namun menyedihkan karna itu semua tidaklah benar. mereka menikah bukan karna saling mencintai namun karna Rusell telah mengancamnya hanya untuk merawat Angel. gadis itu hanya mampu menghela nafas.



iapun membuka pintu kamar dan sedikit terkejut melihat Rusell ada dikamarnya sedang berbaring diranjangnya dan bermain bersama Angel.


"Mengapa kau seolah melihat hantu."? tatap Rusell.


Livia melepas jaketnya dan meminum segels air. sesaat kemudian ia menatap Rusell yang menunggu jawabannya.


"Ini kan bukan kamarmu, seharusnya kau tidak disini."lirik Livia jengkel.


"Sebentar lagi kita menikah dan kita akan sekamar, apa aku salah berada disini..anggap saja aku melatih pandanganmu agar terbiasa melihatku." sambung Rusell tersenyum.

__ADS_1


"Kau sudah berjanji Rusell, pernikahan kita hanya untuk statusku sebagai Ibunya Angel." Livia meletakan gelas sedikit keras.


"Yah...aku memang menjanjikannya, tapi kalau untuk sekamar itu adalah rahasia umum, mana mungkin suami-istri pisah kamar, semua orang dirumah ini akan mempertanyakannya."


Livia terdiam..ia mendekati Angel yang sedang tersenyum ketika menyadari kehadirannya. wajah Livia langsung bersinar.


"Angellku sayang, kangen Mama ya."


Livia meraih Angel untuk menggendongnya dan mengabaikan Rusell tepat disebelahnya yang menatap begitu dalam.


"Angel haus."? Livia tak henti mencium wajah Angel yang sangat menggemaskan.


Rusell hanya terdiam, sungguh pemandangan yang indah yang sudah lama ia rindukan di dasar hatinya. punya keluarga utuh, mencintai dan dicintai..apakah itu mungkin.?


Rusell bangkit dari ranjang dan mendekati Livia dan Angel.


"Orangtuamu akan tiba besok, persiapkan dirimu..ingat semua yang telah aku katakan padamu..kau adalah Ibu kandung Angel, sisanya aku akan menanganinya."


Senyum diwajah Livia memudar, membayanbgan akan bertemu orangtuanya seperti mimpi baginya..sudah tiga bulan mereka terpisah,mampukah Livia berbohong pada orangtua yang melahirkan dan membesarkannya.?


jemarinya bergetar dengan sangat gugup.

__ADS_1


__ADS_2