Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Penyesalan Wilard


__ADS_3

Wilard di bawa ke sebuah ruangan gelap dan beberapa pria berbadan tegap itu memukulnya lagi dan mendorongnya ke belakang..


"Pria tua brengsek..kau membuat kami lelah saja." ucap pria itu lalu meninggalkan kamar berukuran kecil itu dan mengunci pintu di belakangnya...


Wilard menundukan kepalanya.......


Wilard memejamkan matanya terbayang ketika menatap keadaan Tari tadi sungguh membuat Wilard merasakan sakit luar biasa..wanita yang masih menjadi istrinya itu terbaring tak sadarkan diri dengan tergantung dengan alat penunjang kehidupan yang terpasang di tubuhnya..


hatinya sungguh sakit dan Wilard menyadari satu hal, ia harus melakukan sesuatu...


Ia sama sekali tidak pantas lagi memiliki Tari, wanita itu lebih pantas bersama Sean, pria yang slalu mencintainya dan tidak pernah sedikitpun melupakannya,pria yang sepadan dengannya..Wilard yakin bersama Sean, Tari akan bahagia...


Wilard menunduk lagi memejamkan matanya, ia harus mengakhiri semuanya sekarang...dan pergi jauh..


❤❤


"Buuuuuuuggggggggghhhhhhh............."


Wilard merasakan sebuah pukulan keras menghantam wajahnya dengan kuat. Wilard terjatuh dengan rahang yang sakit sekali..ia menatap sosok Sean yang berdiri dengan tatapan tajam...


"Alu sudah bilang padamu bukan, jika kau menemui Tari maka kau akan kulenyapkan dari dunia."


"Sean..."


"Kau begitu hina Wilard, kau...menyakiti Tariku dan liat dia sekarang...masih terbaring dan koma, itu semua karna dirimu." teriak Sean mengepalkan tangannya...menatap Wilard dengan tatapan membunuh...


"Sean...aku hanya ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya..aku, hanya ingin......."


"Apa kau ingin memastikan ia sudah mati atau tidak."? ucap Sean lantang..


"Tidak..aku tidak pernah mengatakan itu semua...dan aku tidak pernah berpikir itu terjadi Sean."


"Apa aku harus membunuhmu saat ini juga." Sean mengeluarkan pistolnya, kesabarannya menipis...


"Aku sudah menandatangani surat perceraian kami Sean, aku melihatnya hanya untuk berdoa agar dia selamat." airmata Wilard menetes...


Keduanya saling menatap....


"Kau berdoa untuknya setelah menyakitinya, kau benar-benar brengsek."

__ADS_1


"Aku sadar aku sama sekali tidak pantas untukknya, aku...pria bodoh yang telah membunuh cintaku sendiri." ucap Wilard dengan tatapan hancur dan ia benar-benar menyerah sekarang dengan menyerahkan Tari pada Sean. baginya ia tidak punya kesempatan lagi. harapan itu telah hancur dan tak mungkin bisa di satukan lagi.


"Baguslah..aku senang kau menyerah,dan mengerti bahwa kau tidak pantas untuk Tari. dan ini terakhir kalinya aku melihatmu di dekat Tari, pergilah sejauh mungkin." ucap Sean mengancam....


"Aku berjanji Sean...aku mohon, bahagiakanlah Tari." ucap Wilard menundukan kepalanya dalam-dalam...


Sean tersenyum sinis, lalu mengangguk...


"Aku..tidak akan pernah menyakitinya seperti kau menyakitinya Wilard."


"Aku akan pergi sekarang.." ucap Wilard pelan......


Wilard melangkah menuju pintu, namun langkahnya terhenti...


"Tunggu..." ucap Sean...


Wilard menoleh.....


"Ya..."?


"Ada yang ingin bertemu denganmu.." ucap Sean dengan wajah beku...


"Keyla...." bisik wilard dengan airmata tertahan...Keyla datang tidak sendiri, ia sudah berubah..ia sedang hamil dan datang bersama Mike...


Wilard terdiam..ketika Sean akhirnya meninggalkan mereka bertiga di dalam ruangan...Wilard menatap putrinya yang mata yang basah...melihat putrinya adalah sebuah keajaiban...sudah berbulan-bulan, ia kehilangan putri tunggalnya, yang meninggalkan rumah karna ke egoisannya, yang pergi karna sikap kerasnya..sudah sangat lama ia merindukan Keyla, sudah terlalu lama ia hidup dalam kesakitan, hingga pertengkaran dengan Tari selalu terjadi hampir tiap hari, karna rasa frustasinya kehilangan Keyla.


Namun...siapa yang mampu melawan takdir, ketika ia berusaha menolak Mike bersatu dengan Keyla..justru takdir mempersatukan mereka berdua. di saat ia begitu melindungi Keyla justru mereka menikah tanpa ia tau...Wilard kini sadar, keegoisannya menghancurkan segalanya...ia kehilangan Tari dan Keyla tetap menikah dengan Mike....ia tak mau melakukan kesalahan lagi, ia telah kehilangan istrinya setidaknya Wilard tidak mau kehilangan Keyla.


Pria itu mendekati putrinya, Keyla yang dulu tak pernah ingin jauh darinya, Keyla yang dulu selalu bersikap posesif padanya, selalu bermanja padanya...Keylanya sudah dewasa sekarang...ia menatap Keyla dengan rindu dan sesaat kemudian menatap Mike lalu tersenyum tanda perdamaian...Mike lalu menunduk hormat kepadanya...


"Keyla..." tatap Wilard dengan suara yang bergetar...airmatanya menetes sungguh-sungguh rindu...


Keyla terdiam........ia memejamkan matanya dengan rasa sakit yang begitu besar.......hatinya hancur begitu mendengar kabar mama mengalami koma, Keyla merasa dunianya gelap.......


"Wilard langsung memeluk tubuh putrinya dengan erat seolah menggantungkan hidup, ia menangis karna bahagia bisa memeluk Keyla setelah sekian lama mereka berpisah....


Tapi.....ada yang aneh....Keyla tidak bereaksi atas pelukannya, tidak bicara sepatah katapun dan tidak membalas pelukannya....namun Wilard menganggap putrinya juga terkejut melihatnya lagi.


"Pembunuh." jerit Keyla dengan suara bergetar....

__ADS_1


Wilard sangat terkejut mendengar kata-kata Keyla yang penuh dendam......pria itu melepaskan pelukannya dan menatap Keyla seolah meminta jawaban...


"Keyla..apa maksud....."


"Mengapa bukan papa saja yang tertembak...mengapa bukan papa saja...mengapa harus mama..mengapa harus mamaku." jerit Keyla lantang dengan tatapan marah.....


Mike yang melihat itu langsung memeluk Keyla untuk menenangkan istrinya...


"Keyla..hey..dia papamu, kau tidak boleh bicara seperti itu." mata Mike berkaca-kaca seketika...


Keyla menoleh....airmatanya menetes menatap Mike dengan wajah terluka....


"Mengapa aku tak bisa Mike...mengapa, mengapa aku harus diam saja ketika dirinya menyiksa mama..mengapa aku harus diam......."


"Keyla...maafkan papa nak.." Wilard sungguh hancur melihat kebencian dari putrinya sendiri...


"Maaf....begitu gampangnya papa minta maaf, bangunkan mama..kembalikan dia padaku...aku mau mamaku kembali, rasanya ingin mati melihatnya terbaring disana papa." tangis Keyla sedih,


"Keyla...maaf....."


"Papa tau mengapa mama terlibat dengan paman Sean..."?tatap Keyla tajam...


Wilard mengusap wajahnya dengan kasar, entah mengapa ia merasa takut..mendengar kenyataan yang mungkin akan membunuhnya.....


"Keyla...." Wilard mencoba menggapai tangan Keyla namun sekali lagi ia harus menahan sedih ketika Keyla enggan di sentuh olehnya.


"Mama menyelamatkan aku....dia menyelamatkan hidupku dari Roland, dan menuruti keinginan paman Sean...seharusnya papa tau mama tidak mungkin menghianatimu."


"Keyla...ini kesalahan papa..papa mohon..."


"Kau..pembunuh..."


"Keyla...." suara Wilard terputus dengan dramatis.....


"Yah...kau pembunuh..kau telah membunuh paman Wili seolah belum cukup kau juga ingin membunuh mama....aku benci padamu, dan aku menyesal menjadi anakmu...aku benci......." tangis Keyla begitu terguncang hingga Wilard melebarkan matanya dengan syok......


Yah....kata-kata Keyla mampu membunuhnya..yah...pria itu tersungkur di lantai dan menangisi perbuatan jahatnya....


"Aku membencimu......" jerit Keyla dengan kemarahan yang tak mampu ia sembunyikan......

__ADS_1


__ADS_2