Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Sakit hati


__ADS_3

Rafael melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan kemudian menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba. ketika ia sudah tidak tahan lagi.


"Aaaarrgggggghhhhh."


Rafael memukul stir mobil dengan sangat kuat hingga tangannya lecet. matanya basah dengan dendam yang membara.


tidak pernah ia bayangkan jika Elena mampu menghianatinya sekejam ini, mampu memberinya luka sedalam ini. Rafael mencengkram stir mobil dengan kuat. tidak...ia tidak percaya lagi dengan namanya cinta. baginya cinta hanyalah kebohongan semata. ia sudah memberi segalanya, bahkan berjanji untuk setia sampai akhir hidupnya untuk satu wanita. tapi tampaknya cinta sejati tak akan pernah ia rasakan. yah..mulai saat ini Rafael menutup pintu hatinya untuk mencintai. tak ada yang bisa menyentuh hatinya lagi baik itu kelembutan dan airmata.


Rafael kembali melajukan mobilnya membelah jalanan yang sepi. ia harus melupakan Elena secepatnya.


Pintu ruang tamu terbuka Rafael masuk dan tertegun mendapati Papa Roni dan mama Aleta sedang berbicara dengan orangtuanya. Rafael menebak ini pasti soal hubungannya dan Elena.


Dengan menundukan kepala Rafael mendekati para orangtua itu dengan sopan. seperti itulah yang selalu di ajarkan mamanya. dan Rafael selalu melakukan semuanya tanpa protes.


"Rafael." sapa Roni dengan tatapan menyesal.


"Duduklah dulu nak." bisik sang mama menepuk sofa di sampingnya, memberi isyarat agar Rafael duduk didekatnya.


Rafael hanya menganggukan kepala dan duduk di samping mamanya.


"Papa Roni dan mama Aleta minta maaf atas apa yang terjadi pada hubungan kalian berdua Rafael." ucap Roni dengan suara yang berat.


Semua yang ada diruangan itu menjadi diam..masing-masing dengan pikirannya sendiri. tentu mereka tau betapa besarnya cinta Rafael pada Elena. dan semua tidak menyangka atas apa yang Elena lakukan pada Rafael.


Rafael mengangkat muka menatap Roni dan istrinya serta kedua orang tuanya dengan senyumnya yang khas. menunjukan kalau dia baik-baik saja. pria tak akan mudah menangis karna cinta apalagi jelas penghianatan yang dilakukan Elena begitu besar kepadanya.


"Aku baik-baik saja..lagi pula, mungkin Elena bukan jodohku..aku mohon jangan mengkhawatirkanku." ucap Rafael mencoba bijak lalu tersenyum. berusaha menyembunyikan kemarahan yang menggunung didalam hatinya. Rafael mampu menyembunyikan rasa sakitnya dan memberi kelegaan pada seluruh keluarganya terutama orangtua Elena. ia ingin mereka tau bahwa dia baik-baik saja.


"Kau memang putraku yang kuat." sambung Rusell merasa lega.


"Tentu saja papa...aku adalah anakkmu." desis Rafael dengan pandangan meyakinkan.


💝💖


Angell tak mampu menahan rasa terkejutnya mendengar berita tentang penghianatan yang dilakukan Elena dari mama Livia. Angell lalu berlari ke arah tangga dan menuju kamar Rafael.


Sampai di depan pintu Angell membeku....


diketuknya pintu dengan pelan...


Angell langsung membukanya...


Ceklek.........

__ADS_1


Angell masuk ke dalam kamar Rafael dan menemukan adikknya duduk di balkon kamar dengan mata yang memandang kosong ke depan.


Angell menatap dua minuman dingin yang dipegangnya lalu mendekati Rafael. menyentuh pundak adikknya hingga Rafael menoleh, ia terlalu melamun hingga tak memperhatikan kakaknya datang.


"Hay.." sapa Angell tersenyum lalu duduk di samping adiknya sembari meletakan minuman dingin. Rafael tersenyum lalu menatap kakaknya.


"Terimakasih...tapi percayalah kak..aku baik-baik saja." ucap Rafael meraih minuman dingin itu dan meneguknya. sembari menatap ke arah taman mama Livia dan merasa sedikit lebih baik.


Angell menghela nafasnya. lalu ikut meneguk minuman itu dan menatap Rafael.


"Kau tau jika kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku."? kita adalah sepasang saudara yang di lengkapi telepati, aku bisa merasakan suasana hatimu walau kau tidak bicara."


"Kak Angell...karna itu aku tak perlu repot menjelaskan isi hatiku disaat aku sedang tak ingin bicara apapun..kau kakakku dan aku sangat beruntung kau bisa mengerti aku tanpa aku harus meminta."


Angell menggenggam tangan adikknya dengan tatapan sayang.


"Semua akan baik-baik saja Rafael."


"Yah..tentu aku harus menjadi lelaki yang kuat untukk menjagamu dan orangtua kita." Rafael tertawa...dan Angell semakin teriris menyadari kesakitan di mata Rafael begitu kentara. di hianati oleh orang terdekat itu tidak mudah. dan ia percaya, Rafael akan menemukan cinta sejatinya suatu saat. dan Angell hanya bisa berharap dalam waktu dekat.


"Bagaimana kabar kakak hari ini..mengapa baru pulang."? tatap Rafael mengalihkan pembicaraan.


"Hari yang rumit bagai benang kusut."


Angell melotot...


"Tidak...tolong jangan bicara seperti itu..aku mencintai Wili."


"Aku juga tau dia mencintaimu kak...dan aku bahagia"


"Aku hanya berharap semua berjakan sesuai rencanaku."


"Aku hanya akan menjagamu dari jauh kak..semoga hubungan kakak baik dan cepat menikah."


Airmata Angell menetes menyadari jika saja dia itu ia menikah. mungkin saja saat ini Rafael pasti juga sudah menikah dan Elena tidak akan menghianati adiknya dan luka ini tak akan pernah ada. Rafael menyadari airmata yang menetes di wajah kakaknya.


"Mengapa kakak menangis."?


"Rafael...maafkan aku.."


"Ada apa." Rafael menyentuh bahu Angell menenangkan.


"Jika kakak dulu mau menikah secepatnya kau pasti sudah menikah dengan Elena dan tidak akan ada pengianatan ini."

__ADS_1


"Hei...kakak..berhenti menyalahkan dirimu, lebih baik aku terluka saat ini dari pada nanti. lagipula jika dia memang setia dia pasti menunggu, tapi dia bukan wanita yang tepat untukku." ucap Rafael tegas.


"Tapi....."


"Kak Angell..kadang segala sesuatu yang terjadi diluar kendali kita namun..itulah kehidupan, orang terdekatpun bisa menjadi penghianat yang tak pernah kita sangka..namun bukan berarti dunia kita akan berakhir bukan"?


Angell menganggukan kepala....


"Aku akan menemukan seseorang yang baik kak."


"Aku mencintaimu adikku."


Rafael meraih tubuh kakaknya untuk saling memeluk dan menyalurkan kekuatan. Rafael tersenyum..bicara dengan kak Angell selalu membuatnya merasa lebih baik. Rafael akan bangkit meski tanpa cinta toh...ia akan tetap menjalani hidupnya dengan baik.


💔💔


Seorang pria tampan keluar dari gedung apartemennya dan menatap ke seberang jalan, tepat di sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sedang menunggunya. pria itu segera menyebrang jalan dan mendekati mobil itu dengan hati-hati. sampai disana Pria itu disambut oleh seorang anak buah berbadan tegap.


"Silahkan masuk ke dalam mobil, tuan sudah menunggumu dari tadi." ucap anak buah itu sembari membuka pintu mobil bagian belakang.


Seringai tajam langsung menyambutnya ketika ia masuk dan kemudian duduk dihadapannya.


"Bagaimana....apakah kau berhasil"?ucap seorang pria tampan berjas hitam itu kepadanya.


"Tentu saja...pelan-pelan mereka akan hancur satu persatu."


"Jadi kapan kau akan melaksanakan rencanamu."? ucap pria itu tajam.


"Setelah tuan membantu perusahaanku maka aku akan mengerjakan bagianku." tatapnya dengan senyuman.


"Tentu..aku telah menyiapkan cek dengan harga yang pantas." pria berjass jitam itu menaikan sebelah alisnya.


"Senang bekerja sama dengan anda tuan...kalau begitu saya pergi dulu." ucapnya dengan hormat lalu keluar dari mobil dan segera menjauh.


Pria berjass itu menatap ke arah anak buahnya.


"Diaz..hancurkan perusahaannya dan buat dia bangkrut, aku ingin..dia di lempar ke jalanan."ucap Alex dengan dingin.


"Baik tuan Alex." pria bernama Diaz segera melaksanakan perintah Alex.


Hai...readersku sayang..gimana puasanya full yah...semangad...Author mengucapkan selamat menjelang berbuka puasa yah...


Jangan lupa Like, Koment karna yang buat author semangad up itu karna like dan koment kalian..jadi jangan bosan koment ya...dan juga Vote...sehat selalu semuanya...💝💝

__ADS_1


__ADS_2