
Angell membuka mata dan tersenyum ketika ia sadar begitu membuka mata ia berada di tempat paling nyaman yang sebelumnya tak pernah disyukurinya. ia sangat senang melihat kamar yang begitu dicintainya. ia tidur dengan sangat nyenyak semalam. tak pernah se nyenyak ini sebelumnya. sudah tiga hari dia kembali ke rumah. papa sepertinya menahan mulutnya untuk memberi pertanyaan, hal itu juga berlaku bagi Rafael. Angell yakin itu atas campur tangan mama Livia, ia menjadi lebih tenang karna ketika kedua pria itu membuka mulut mereka dengan pertanyaan maka akan memakan waktu yang panjang.
Hari ini Angell akan kembali membuka butiknya dan menikmati kebebasan yang sudah lama tidak ia rasakan. dengan langkah ringan ia melangkah menuju kamar mandi sembari bersenandung...
💝💝
Angell menuruni tangga dan melambatkan langkahnya ketika ia melihat papa dan Rafael sedang duduk sarapan di meja makan, serta mama Livia yang menyiapkannya.
"Angell, mengapa berdiri disitu..ayo sarapan dulu sebelum berangkat." ucap mama Livia.
"Baik mah."
Angell menuruni tangga dan mengambil tempat duduk di samping mamanya.
Rusell menatap putrinya dengan dalam..sejuta pertanyaan sduah berada di dalam kepalanya sejak ia melihat Angel pulang sendiriantnpa Wili. namun ia menahan diri karna Livia memberi peringatan tegas agar jangan menanyakan apapun jika Angel tidak lebih dahulu mnceritakannya, memberi Angell waktu itu adalah kata-kata istrinya, dan Rusell mau tak mau menerimanya dengan sabar.
"Makanlah yang banyak sayang." ucap papa sambil menambahkan segelas susu di dekat piring Angell.
Angell terdiam.....
"Terimakasih papa."
"Tentu..bagaimana apakah kau akan kembali ke butik sekrang."?
"Yah....aku ingin sekali membuka kembali butikku."
"Bagus...papa ingin kau tau Angell jika papa mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu kak, buka cuma papa saja." ucap Rafael menaikan alis tak mau kalah..
Livia dan Angell tertawa seketika...
"Kita adakah keluarga dan sudah harua saling mencintai dan mendukung."
"Papa...Rafael dan mama...aku menceritakan semua yang terjadi kepadaku malam ini dan kuharap, kalian mendukungku."
Rusell menghentikan sarapannya dan menoleh pada Rafael.
"Baiklah....kami akan mendengarkanmu Angell, dan papa hanya memintamu jujur..setelah itu papa akan melakukan apa yang seharusnya papa lakukan." ucap Rusell tajam hingga ruangan seketika menjadi hening.
"Aku janji papa...aku akan menceritakan segalanya." ucap Angell hati-hati.
"Baiklah kalau begitu cepat selesaikan saeapanmu karna kita akan segera berangkat, papa akan mengantar putri papa." ucap Rusell tersenyum.
"Terimakasih papa." ucap Angell dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
💖💖
Angell sampai di butik dan keluar dari mobil ia menunduk hormat kepada papanya sebelum mobil itu melanju meninggalkannya.
Angell merasa bahagia kaena papa bersikap lunak padanya.
Angell membalikan tubuhnya dan hendak masuk ke dalam butiknya namun ia terkejut melihat sosok Wili menghadang jalannya. pria itu terlihat kurus dan begitu berantakan. butuh beberapa menit untuk mengenali Wili. Angell terdiam memandang Wili dengan datar.
"Angell." desahnya mendekat, namun Angel mundur beberapa langkah.
"Tetap disitu Wili." tegas Angell tidak nyaman.
Wili menghentikan langkahnya..
"Ada apa mencariku."? ucap Angell dengan mata berkaca-kaca, sial... mengapa Angell merasa sedih melihat kondisi Wili, seharusnya ia tetap membenci. mengapa justru hatinya sakit melihat keadaan Wili saat ini...mengapa.?
"Aku sangat merindukanmu Angell, aku sangat merindukanmu." wajah pria begitu terluka dan sedih.
"Maaf aku tidak punya waktu."
Angell melangkah melewati Wili begitu saja namun seketika Wili menahan lengannya, hingga keduanya bertatapan...
"Aku ingin bicara padamu tolonglah Angell."
Angell mengeraskan tatapanya..
"Apakah aku benar-benar sudah tidak ada di hatimu."? teriak Wili dengan kuat.
Angell memejamkan matanya, airmatanya menetes...namun ia menguatka dirinya..
"Baik..cepat masuk dan waktumu 15 menit, aku sangat sibuk." ucap Angell melangkah lebih dahulu. Wili hanya menghela nafas lega, ia tak tau hasil pembicaraannya dengan Angell nanti namun..ia menyerahkan hidup sepenuh ya pada Tuhan.
Wili melangkah masuk mengikuti Angell dari belakang, dan tiba diruangan wanita yang masih menjadi itrinya itu.
Angell duduk di sofa dengan canggung dan Wili memilih tempat duduk di hadapan Angell.
Angell melirik jamnya dwngan malas.
"Katakan Wili karna aku tidak punya banyak waktu."
Wili mengangguk dengan cepat....
"Apa kabarmu Angell."
"Apakah kau datang jauh-jauh kesini hana untuk menanyakan kabarku."?
__ADS_1
"Setelah apa yang aku lakukan...setelah luka yang aku torehkan padamu...aku senang karna kau bisa pulang kembali dengan selamat."
Angell menatap mata Wili dengan tajam...
"Yah...kau benar, aku tidak mati Wili dan aku masih hidup sekarang..walau rasa cinta dan kepercayaanku telah mati..kau pasti tau apa yang terjadi kepadaku.,kau tau apa yang Alex lakukan padaku." jerit Angell lepas kendali..yah..seluruh darahnya mendidih menyadari jika semua berawal dari balas dendam Wili yang salah alamat.
Wili mengusap wajahnya dengan kasar lalu mengangguk dengan penuh penyesalan...
"Semua yang terjadi padamu adlaah karna aku Angell, karna diriku..aku tau walau aku harus mati tak akan bisa menebus semua dosaku padamu."
"Lalu untuk apa kau kemari..apakah kau mau menabur garam di atas lukaku."? tatap Angell geram.
"Angell...aku kemari karna aku meminta maaf, aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu sayang."
"Benarkah...? aku melihat kau baik-baik saja, bahkan kau tampak sehat." ucap Angell mencibir.
Wili bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Angell lalu menjatuhkan diri di hadapan Angell yang menangis terisak..
"Aku bersalah kepadamu Angell, aku bersalah padamu istriku." ucap Wiki dengan wajah yang tertunduk..."
Angell memejamkan matanya, tentu ia masih merasakan jantungnya berdebar ketika dekat dengan Wili tentu hatinya masih mau mengampuni, tapi itu semua butuh waktu...
"Bangun Wili..aku tidak suka kau bersikap seperti ini, mana Wili yang dulu gagah dan tampan." isak Angell pelan.
"William Pearl yang dulu sudah mati Angell..aku adalah Wili yang baru..yang telah meninggalkan masa lalu dan ingin menebus dosa."
Angell menuntun Wili untuk berdiri,
"Kau harus bercukur dan hidup sehat lagi." ucap Angell menaikan alisnya.
"Apakah kau memaafkan aku Angell, aku akan melakukan semuanya...aku..akan mengikuti semua kata-katamu." ucap Wili terlalu senang.
Angell mengangguk...
"Aku memberimu kesempatan sebelum memutuskan apa yang akan terjadi pada rumah tangga kita Wili."
"Aku senang sekali dan aku akan berjuang Angell untuk mendapatkan hatimu lagi." ucap Wili penuh semangad.
"Wili..aku tidak mampu menjanjikan..."
"Ssstt...Angell, aku cukup bersyukur kalau kau memberiku kesempatan untuk membuktikan diri bahwa aku layak tetap menjadi suamimu."
"Baik." senyum Angell.
"Angell, aku ingin menemui orangtuamu dan meminta maaf."
__ADS_1
"Hah."? desah Angell melonggarkan tenggorokannya....