Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 100


__ADS_3

"Iya. Aku akan membelanya. Bukan hanya membela Kiara, tapi aku juga akan menikahinya. Kalian dengar itu?!" Zee mengatakannya dengan spontan sambil menatap wajah para laki-laki yang datang bersama dengan Yono tadi.


"Tidaakkk! Tidak ada yang boleh menikahi Kiara!" 


Yudha yang tersadar dengan ucapan Zee langsung berteriak histeris. Dia langsung beranjak maju untuk memukul Zee, namun langkahnya langsung di hadang oleh tetangga Kiara. Yono yang melihat hal itu langsung melayangkan tatapan tajamnya ke arah sang putra.


"Jangan berbuat ulah lagi. Sampai kapanpun, aku tidak akan sudi menikahkanmu dengan wanita murahan ini!" Yono membentak Yudha yang masih terlihat meronta-ronta. 


Kini, tatapan mata Yono beralih kepada Zee. Dia terlihat menantang Zee dengan sikap pongahnya.


"Jika kamu memang berniat menikahi wanita ini, lakukan sekarang juga. Aku ingin lihat, seberapa berani kamu melakukannya." Yono menatap sambil mencibir Zee.


Zee yang memang sudah bertekad untuk menikahi Kiara dan menyelamatkannya dari orang-orang tidak bermoral itu, langsung menyambar tantangan Yono.


"Baik. Aku akan menikahi Kiara hari ini juga. Aku minta, semua yang hadir disini untuk menjadi saksi." Zee menatap orang-orang yang ada di sana dengan seksama. Dia melihat tiga orang yang kemarin ditemuinya juga ada di sana. 


Merasa mendapat tantangan balik dari Zee, Yono segera menyanggupinya. "Baik. Kami akan menjadi saksi. Kami tunggu pukul sepuluh di masjid dekat balai desa. Jika kamu ingkar janji untuk tidak menikahi Kiara, aku minta kamu melepaskan semua uang yang sudah kamu berikan untuk pemilik lahan itu."


"Tidak masalah," ucap Zee. Hal itu bukan menjadi masalah besar bagi Zee. Dia menyanggupi permintaan Yono.

__ADS_1


Setelah itu, semua warga yang ada di sana bubar. Yono bahkan lengsung menyeret putranya yang kabur dari penjara, dan segera menghubungi polisi.


Sementara itu, Zee segera berbicara kepada pak Warto dan sang istri untuk membantu Kiara berbenah.


"Nak Zee, apa kamu yakin akan melakukan ini?" Pak Warto masih terlihat tidak percaya.


"Bismillah, Pak. Saya yakin. Saya serius akan menikahi Kiara."


"Tapi, apa kamu bisa menerima status Kiara yang hanya orang biasa dan yatim piatu?"


"Bisa, Pak." Zee menjawab dengan yakin. Entah mengapa dia mendapat kemantapan hati secepat itu.


"Apa kamu bisa berjanji untuk memperlakukan Kiara dengan baik, Nak? Mohon maaf sebelumnya, Bapak memang bukan siapa-siapa Kiara. Tapi, Bapak tau penderitaan Kiara selama ini. Bapak hanya tidak ingin Kiara menderita lagi."


Pak Warto terlihat lega. Dia menoleh ke arah Kiara yang masih sesenggukan. Pak Warto berjalan menghampiri Kiara yang masih duduk bersimpuh dalam pelukan istrinya itu.


"Kia, kamu sudah dengar sendiri perkataan Nak Zee tadi, kan? Apa kamu bersedia menikah dengannya?" Pak Warto menatap wajah Kiara.


Kiara mengangkat wajahnya yang masih berurai air mata. Dia menatap wajah Zee dan pak Warto bergantian.

__ADS_1


"Me-menikah?"


"Iya. Nak Zee bersedia menikahimu. Mungkin, dengan menikah dengan Nak Zee, kamu bisa pergi dari desa ini dan memulai hidup kamu dengan tenang. Dan juga, nenek kamu bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik."


Kiara kembali menatap Zee. Tatapan kedua mata mereka bertemu. Kiara melihat kesungguhan pada wajah Zee. Wajah tegas itu, memang menyiratkan kesungguhan yang tidak main-main. 


Dengan mengucap bismillah dalam hati, Kiara menganggukkan kepala sebagai jawaban persetujuannya. Seketika pak Warto dan Zee merasa lega.


Setelah itu, Zee berniat membawa Kiara ke rumah orang tua pak Iskandar. Zee yakin, orang tuanya pasti sudah tiba disana mengingat saat ini sudah hampir jam delapan pagi. Zee ingin memperkenalkan Kiara kepada orang tuanya.


Zee juga meminta pak Warto dan sang istri untuk ikut menemani. Setelah bersiap, mereka langsung berangkat menuju rumah orang tua pak Iskandar.


Benar dugaan Zee. Terlihat mobil sang daddy sudah terparkir di sana. Zee langsung memarkirkan mobilnya begitu memasuki halaman rumah orang tua Pak Iskandar. Zee juga meminta semua turun dan memasuki rumah tersebut.


Baru saja mereka sampai di depan pintu, terdengar suara Gitta menangis sesenggukan dari dalam rumah. Zee buru-buru berjalan menghampiri sang mommy.


"Mom?"


\=\=\=

__ADS_1


Nah lho, kenapa si Gitta menangis?


Jadi nikah nggak sih ini? 🤔


__ADS_2