Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 123


__ADS_3

Zee hanya bisa menahan geramannya. Dia berusaha untuk tidak terlalu agresif agar Kiara tidak semakin takut.


"Biarkan saja. Namanya juga baru kenalan. Nanti lama-lama juga bakal terbiasa." 


Zee melepaskan pegangan tangannya pada kaki kiara. Kini, dia sedikit mengangkat tubuh sang istri. Kaki Zee dirapatkan dan menempatkan tubuh sang istri tepat di atas pangkuannya. Sontak saja hal itu membuat Kiara semakin panik. Pasalnya, Kiara bisa merasakan dengan jelas belut listrik yang akan langsung menyetrum jika kesenggol.


"Ma-maasss, i-ini?" Karena panik, Kiara menggoyang-goyangkan b*k🙄ngknya ke kanan dan ke kiri.


Tindakan Kiara tersebut benar-benar membuat Zee gelagapan. Zee yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan keinginan menerkam sang istri, justru malah di goda dengan gerakan ngebor tak sengaja itu.


"Ssshhhh, jangan bergerak-gerak." Zee memegang paha kanan kiri Kiara agar tidak bergerak-gerak lagi. 


Kini, Kiara hanya diam mematung. Jarak tubuh mereka yang sangat dekat tersebut, membuat wajah Kiara kembali memerah. Entah mengapa dia selalu saja merasa malu saat Zee menatapnya dengan intens seperti itu.


Cup


Cup 


Cup


Zee memberikan kecupan bertubi-tubi pada bibir Kiara yang berada di depannya tersebut. Hal itu langsung membuat wajah Kiara semakin merah. Dia hanya bisa menggigiti bibir bawahnya dengan jantung yang berdegup semakin cepat.


"Kamu belum pernah menciumku lebih dulu. Kenapa?" Zee bertanya sambil menatap dalam-dalam kedua bola mata Kiara.


Kiara tentu saja kaget setelah mendengar pertanyaan Zee. Pertanyaan macam apa itu? Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya lebih dulu? Aku kan perempuan. Tentu saja aku malu, batin Kiara.

__ADS_1


"Ehm, i-itu, a-aku…," Kiara yang masih berada di di pangkuan Zee mendadak panik saat sang suami masih menatapnya dengan intens.


"Kenapa? Kamu tidak menganggapku suami?"


"Ti-tidak. Bukan begitu." Kiara menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Apa aku semengerikan itu hingga kamu tidak mau menciumku lebih dulu."


"Ti-tidak."


"Apa aku juga tidak pantas mendapat ciumanmu?" Zee masih mencerca Kiara dengan berbagai pertanyaan yang menyudutkannya.


Kiara tentu saja merasa tidak enak hati. Tidak. Bukan seperti itu alasannya. Kiara malu jika harus memulai lebih dulu melakukannya.


"Apa a…. eemmmmhhhhh eemmhhhh." Belum sempat Zee menyelesaikan perkataannya, Kiara sudah langsung membungkam bibir sang suami dengan bibirnya.


Dengan mengesampingkan rasa malunya, Kiara mulai melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh Zee. Bibir Kiara mulai menari-nari. Dia juga mulai mendesak dan memberikan gigitan-gigitan kecil pada bibir Zee agar terbuka. Zee memang berusaha diam. Dia tidak bergerak karena ingin melihat seberapa berani Kiara bertindak.


Namun, ternyata lama kelamaan Zee ikut terpancing. Kini, bibirnya mulai ikut bergerak seirama dengan bibir Kiara. Kedua benda kenyal tersebut saling menari seirama dengan suara deburan ombak di lepas pantai. 


Ketika sedang menikmati aktivitas tersebut, Kiara tiba-tiba teringat apa yang dikatakan oleh mommy mertuanya. 


Kia, Mommy tahu jika Zee itu pasti mewarisi sifat daddynya. Mommy kasih tahu satu hal. Keturunan Geraldy itu, paling sensitif di area leher dan telinganya. Nanti, jika kamu punya kesempatan untuk mencobanya, coba saja menggoda Zee di area itu. Dan, kamu bisa lihat apa yang akan terjadi nanti. Hihihi. Pesan Gitta kepada Kiara saat dia membantu memasukkan barang-barang keperluannya.


Pesan othor, jangan dituruti perkataan mertua kamu Kia. Bisa-bisa kamu kena batunya nanti. 🤧

__ADS_1


Karena penasaran, Kiara mencoba melakukan apa yang dikatakan oleh sang mertua. Dia menyusupkan jari-jari tangannya pada rambut bagian belakang kepala Zee. Dengan gerakan lembut, Kiara meremaass rambut Zee. 


Kiara juga melepaskan pagutan bibirnya. Kini, kedua pasang mata Kiara dan Zee saling mengunci dengan tatapan satu. Namun, Kiara secepatnya mendekatkan wajahnya pada wajah Zee.


Kali ini, pipi kiri Zee menjadi tujuannya. Kiara meninggalkan beberapa kecupan pada pipi suaminya tersebut. Hingga, wajah Kiara semakin turun ke rahang kiri Zee. Kiara juga meninggalkan beberapa kecupan di sana.


Rupanya, Zee mulai sedikit terpengaruh dengan tindakan Kiara. Zee ingin mendorong bahu Kiara agar menjauh. Namun, tangan Kiara yang mencengkeram rambut Zee menahannya untuk menghentikan dorongan tersebut.


Zee hanya bisa pasrah saat Kiara semakin bersemangat. Kini, wajah Kiara sudah mulai menelusup pada ceruk leher Zee. Jangam lupakan kecupan-kecupan basah juga mendarat di sana. Hembusan napas Kiara juga sengaja di dekatkan pada telinga Zee, hingga membuat tubuh si empunya meremang tak karuan.


Zee benar-benar tidak menyangka jika Kiara berani melakukan hal itu. Dia hanya bisa mendesis menahan geraman. Kedua matanya bahkan terpejam dengan kepala mendongak ke atas. Kedua tangan Zee mencengkeram pinggang Kiara dengan erat.


Hingga beberapa saat kemudian, Zee benar-benar tidak kuasa menahan lebih lama lagi. Dengan sekali gerakan, Zee langsung berdiri sambil menggendong Kiara. Tindakan tiba-tiba Zee tersebut sontak mengejutkan Kiara.


"Eh, Mas?" Kiara panik saat Zee menggendongnya dan melangkah keluar dari jacuzzi. 


Tatapan mata Zee mengujam dalam pada kedua mata Kiara. Bukan tatapan membunuh, tapi tatapan yang mampu merontokkan tulang-tulang Kiara hingga membuat tubuhnya lemas tidak berdaya.


"Kamu sudah berani menggodaku. Jangan salahkan aku karena aku tidak akan berhenti kali ini," ucap Zee sambil melangkah menuju kamar tidur dengan tubuh yang masih basah.


Mendengar perkataan tersebut, sekujur tubuh Kiara meremang dengan hebat. Bahkan, jantungnya mendadak tak bersahabat dengan berdegup sangat cepat.


\=\=\=


Kira-kira Zee lanjut nggak ya?

__ADS_1


Emang Zee berani 'ngapa-ngapin' Kiara thor?


Kalau dapat dukungan dari banyak orang pasti berani lah. Tinggal kita lihat sebanyak apa dukungan buat Zee 🤭


__ADS_2